Guebukanmonyet!

Teka Teki Kehidupan

Posted in Agama, Budaya, dan Moral, Just for Fun by guebukanmonyet on March 22nd, 2008

think.jpgSeorang pemuda bernama Abdi bingung karena kedua orang tuanya terus memaksanya untuk cepat menikah. Ibunya selalu bertanya,” Kapan kamu menikah? Ibu sudah merindukan seorang cucu.”

Abdi bingung bukan karena ia tidak memiliki calon. Abdi bingung juga bukan karena ia belum siap untuk menikah. Abdi bingung justru karena ia sudah memiliki calon, tepatnya dua calon. Abdi bingung menentukan siapa yang cocok untuk menjadi istrinya. Ada Astrid dan Rani. Keduanya adalah perempuan yang baik hati. Keduanya rajin solat lima waktu. Keduanya baik hati dan suka menolong. Singkatnya, kedua perempuan itu memiliki hati yang sangat istimewa. Paling penting, keduanya mencintai Abdi dengan tulus.

Perbedaan mencolok dari keduanya: Astrid adalah seorang perempuan yang cantik sementara Rani adalah seorang perempuan yang kaya raya.

Astrid memiliki wajah yang begitu cantik dan tubuh yang aduhai. Sejak dulu Astrid selalu menjadi kembang desa dan karena kecantikannya Astrid sering kali dibandingkan dengan para artis sinetron ibukota. Sementara itu Rani adalah anak tunggal dari seorang pengusaha ekspor impor yang sangat sukses. Ayahnya sudah tua dan sebentar lagi akan mewariskan seluruh kekayaannya kepada Rani.

Abdi bingung memilih Astrid atau Rani. Abdi pun memutuskan untuk bertanya kepada Orang Bijak.

Abdi harus menempuh perjalanan yang melelahkan untuk bisa menemui Orang Bijak. Sungai dan gunung harus dilewati dengan berjalan kaki. Selama perjalanan udara sangat tidak bersahabat. Kalau siang udara terasa begitu panas sementara di malam hari udara menjadi begitu dingin. Abdi menghabiskan waktu tiga hari dan dua malam hingga akhirnya sampai di tempat pertapaan Orang Bijak.

Abdi pun segera menceritakan masalah yang sedang ia hadapi. Orang Bijak mendengar cerita Abdi dengan seksama. Akhirnya Orang Bijak berkata, “Mudah saja.”

Abdi pun tersenyum. “Jadi saya harus memilih yang mana?”

Orang Bijak langsung menjawab, “Pilih yang kaya!”

Abdi menjadi bingung. Ia merenungi jawaban Orang Bijak untuk sesaat lalu bertanya, “Kenapa mesti yang kaya? Rani memang baik, tapi Astrid juga baik dan ia sangat cantik. Sumpah deh. Jadi yang kaya nih?”

“Iya yang kaya,” jawab Orang Bijak dengan sangat yakin.

“Tapi nanti saya dibilang cowok matre lagi. Tengsin dong.”

“Yah itu kan omongan orang, cuekin saja. Kalau kamu pilih yang cantik itu namanya egois,” ujar Orang Bijak. Kali ini ia menjawab sembari memejamkan kedua matanya.

“Loh kok egois?” Tanya Abdi penasaran dengan jawaban Orang Bijak.

Orang bijak lalu menjawab, “Iya egois. Karena kalau kamu memilih yang cantik hanya kamu yang bisa menikmati kecantikannya. Itu namanya egois. Orang lain seperti keluarga dan teman kamu tidak mendapat apa-apa, yang ada justru membuat orang lain iri. Sementara kalau kamu memilih yang kaya kamu bisa menggunakan hartanya untuk berbuat baik kepada orang lain. Kamu bisa membantu keluarga kamu, orang miskin, dan anak yatim.”

“Jadi saya harus menikahi yang kaya?” Tanya Abdi sekali lagi.

“Iya yang kaya!” Jawab Orang Bijak dengan penuh keyakinan tinggi.

Pesan moral dari tulisan di atas: Jangan datang ke dukun (Orang Bijak) untuk urusan cinta :)

28 Responses to 'Teka Teki Kehidupan'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Teka Teki Kehidupan'.

  1. Hedi said, on March 23rd, 2008 at 12:30 am

    lalu…abdi jadi pilih yang mana?

  2. Anton said, on March 23rd, 2008 at 10:35 pm

    Wakhahaaha… what a satire one. For me it sounds like the writer wanna share his true experience to the reader, huh???

    Tapi bener tuch bos… klo gue yg dapet pilihan itu pasti gue pilih yg kedua (yg kaya). soal’e bukan apa2. Cantik itu kan sifatnya temporer, ada ‘kadaluarsa’-nya. nah pertanyaannya, kalo masa itu tiba???

  3. yunir said, on March 24th, 2008 at 1:31 am

    hehhee….. amusing yet thought-provoking story……
    thx!

  4. yonna said, on March 24th, 2008 at 10:41 am

    wahahaha udah lama mas GBM gak bikin artikel kemanusiaan, lagi hot2nya ngomongin politik mulu…mengamati kehidupan politik amrik yah :)

    “Pesan moral dari tulisan di atas: Jangan datang ke dukun (Orang Bijak) untuk urusan cinta ”

    iya bener, mending datengin gue aja, ahlinya urusan cinta, dijamin tambah kacau masalahnya :lol:

  5. areta said, on March 24th, 2008 at 1:22 pm

    kok tumben ngarang cerita?
    mari daku teruskan… boleh?

    “Abdi menuruti nasihat orang bijak tersebut. Ia menikahi Rani yang kaya. Tak lama setelah pernikahan dilangsungkan, ayah Rani pun meninggal. Rani mendapatkan warisan berlimpah. Sayangnya, tanpa bertanya maupun menunggu keputusan dari Abdi, Rani telah menghabiskan seluruh warisannya untuk membeli sebuah rumah yang sangat mewah, perabotan-perabotan mewah, beberapa mobil mewah, pakaian-pakaian mahal, sepatu-sepatu dan tas-tas mahal, tidak lupa perhiasan-perhiasan yang tak terkira harganya.”

  6. guebukanmonyet said, on March 24th, 2008 at 3:01 pm

    Hedi: Wah, itu bersambung nanti :)

    Anton: Waduh, bukan pengalaman pribadi donk. Hehe. Bener banget tuh kalau kecantikan fisik bakal kadarluasa, tapi namanya cewek cantik. Susah nolaknya.

    Yunir: Thank you. It’s good to see you again.

    Yonna: Wah, jangan ke Yonna. Haha. yang ada emang makin ancur. Hahaha. Kacau-kacau.

    Areta: Ingat, kepribadian Rani sangat baik. Jadi, berdasarkan teori Rani tidak akan berbuat seperti itu. Hehe.

  7. yuki tobing said, on March 24th, 2008 at 8:50 pm

    haha, bagus ceritanya monyet, seakan2 bisa jadi justifikasi bagi para pria yang dituduh mata duitan, ditunggu kelanjutannya,

  8. dodi said, on March 25th, 2008 at 12:37 pm

    Kok pilihannya gampang banget? Kan bisa ikutin jejak Fahri… Nikahi aja dua-duanya :)

  9. yonna said, on March 25th, 2008 at 12:39 pm

    oh saya paling benci cowok mata duitan. emang cewek matre itu menyebalkan, tapi jauuuuhhh lebih menyebalkan dan terkutuk kalo ada cowok yang matre, pria pemalas yang mengharapkan dikasih nafkah atau uang dari istrinya sehingga dia gak usah bekerja dengan giat lagi. dimana harga diri wahai cowok matre? kalo cewek matre masih bisa dimaklumi karena toh setelah nikah dia bakal terima nafkah dari suaminya dan itu udah kewajiban suaminya.

    cowok2 tipe begini paling demen ngedeketin perempuan muda (dibawah 30-an) dan bekerja, apalagi kalo denger ceweknya itu bergaji cukup besar….apalagi juga kalo ini cewek dari keluarga kaya yang merupakan anak tunggal atau satu2nya perempuan di keluarganya…tambah demen dah, sasaran empuk bangets. beware girls!

  10. yonna said, on March 25th, 2008 at 2:28 pm

    @areta
    hahaha cerita sambung menyambung? kaya di forum diskusi….

    hmmm pastikan si rani telah mengatasnamakan segala hartanya dengan namanya, sehingga si abdi cuma kebagian ceritanya doang :mrgreen:

  11. Toshihiko said, on March 25th, 2008 at 7:47 pm

    what the…..?? gw kirain ini cerita ttg moral cinta, taunya malah ttg joke kagak jelas…. wakakakkkk… terusin bro… :)

  12. areta said, on March 26th, 2008 at 1:28 pm

    kak tasa, kepribadian kan bisa berubah… apalagi karena duit yang berlimpah. hehe… (ngeyel neh..)

    kak yonna, pastinya… si abdi cuman bisa melongo. hahaha!

  13. Izmi said, on March 27th, 2008 at 11:07 am

    Saya hanya setuju sama pesan moral yang disampaikan di atas, “Jangan datang ke dukun (Orang Bijak) untuk urusan cinta” :)

    Karena dengan mendatangi dukun itu dosa, dan yang terpenting lagi, yang mendatangi dukun bakalan terus ada peristiwa seperti pepatah, ” Cinta ditolak, dukun bertindak “.

    Hehehehehehe……………….

  14. Santy said, on March 28th, 2008 at 7:23 pm

    Toshihiko bilang joke kagak jelas n bukan moral cinta,tp bg sy ini ada nilai moralnya kok.

  15. Santy said, on March 28th, 2008 at 7:31 pm

    Toshihiko bilang ini joke kagak jelas tapi bagi saya ini ada nilai moralnya.Tergantung gimana melihatnya. Mas Tasa,sy baru baca artikel2nya.komentar: cico le

  16. guebukanmonyet said, on March 31st, 2008 at 9:01 am

    Yuki: Hehehe, tunggu lanjutannya.

    dodi: Waduh, demam ayat-ayat cinta nich yee. Hehe.

    Yonna: Buset, kok kayaknya paham amat. Pengalaman pribadi nich bu? Haha.

    Toshihiko: Hehehe, lumayan buat guyonan kan.

    Areta: Bisa, bisa. Dasar ngeles kamu! Tapi ada benernya sich. Hehe.

    Izmi: Hahaha, nice point of view :)

    Santy: Setuju donk. Cico le apaan tuh?

  17. yonna said, on March 31st, 2008 at 11:26 am

    Oh iya dong paham. Lah gue kan pengamat percintaan, hubungan kemanusiaan :P

    masa’ pengalaman pribadi? amit2 jabang bayi :mrgreen:

  18. Yeny said, on March 31st, 2008 at 6:20 pm

    Hihihihi nice story mas taza

  19. ary said, on April 2nd, 2008 at 12:43 pm

    areta:

    dilanjutin yah ceritanya…

    “Rani akhirnya menghabiskan seluruh harta yang pernah dimiliki oleh bapaknya, plus utang karena beberapa beli melalui kredit, demi mengikuti gaya hidupnya. Lalu Rani berpaling ke Abdi, dia bilang, “{Abdi, masih mau kan kamu dengan aku yang sudah tidak punya apa-apa ini?” lalu Abdi menjawab “tentu saja, tapi kamu siapin dulu motor cross-country, jaket yang tebal, kemah serta persediaan air dingin. saya akan pergi sekitar untuk 6 hari 5 malam. saya mau mukulin orang dulu….”

  20. yonna said, on April 2nd, 2008 at 1:28 pm

    @Tasa
    you wrote

    Izmi: Hahaha, nice point of view bro.

    Tas, perasaan ni orang cewek deh, dia pernah bahas2 jilbab soalnya, katanya dia blm pake jilbab kalo gak salah, coba diperjelas dulu laki/perempuannya baru nyamber bro/sist/mbakyu/dll :mrgreen:

  21. ary said, on April 4th, 2008 at 7:46 pm

    yonna said:

    “oh saya paling benci cowok mata duitan. emang cewek matre itu menyebalkan, tapi jauuuuhhh lebih menyebalkan dan terkutuk kalo ada cowok yang matre, pria pemalas yang mengharapkan dikasih nafkah atau uang dari istrinya sehingga dia gak usah bekerja dengan giat lagi. dimana harga diri wahai cowok matre? kalo cewek matre masih bisa dimaklumi karena toh setelah nikah dia bakal terima nafkah dari suaminya dan itu udah kewajiban suaminya.”

    “cowok2 tipe begini paling demen ngedeketin perempuan muda (dibawah 30-an) dan bekerja, apalagi kalo denger ceweknya itu bergaji cukup besar….apalagi juga kalo ini cewek dari keluarga kaya yang merupakan anak tunggal atau satu2nya perempuan di keluarganya…tambah demen dah, sasaran empuk bangets. beware girls!”

    yon.. kan katanya kesetaraan…..

    kalo perempuan bisa, kenapa laki-laki ga bisa? ekhekhekhekhekehke

  22. guebukanmonyet said, on April 5th, 2008 at 1:36 am

    Yonna: Haha. Udah ngaku aja deh!

    Yenny: Glad you like it :)

    Ary: Setuju banget. Kalau ada emansipasi perempuan, harus ada emansipasi pria juga donk. Hahaha.

  23. ary said, on April 8th, 2008 at 2:23 pm

    btw, yon, jangan diatas namain Rani donk… ntar jadi harta bersama dari perkawinan… biarin aja jadi warisan… jadi tetep atas nama bapaknya….. hkehekhekhekhekehkehk

    *menghilang mode on*

  24. Marisa said, on April 12th, 2008 at 6:35 pm

    Tasa, itu foto kamu!? Gemukan ya? :mrgreen:
    Tasa ternyata demen curcol juga di blog kayak gue.

    (Curcol: Curhat colongan.)

  25. Ade said, on April 13th, 2008 at 4:23 am

    alternatif ending:

    …..
    “Jadi saya harus menikahi yang kaya?” Tanya Abdi sekali lagi.

    “Iya yang kaya!” Jawab Orang Bijak dengan penuh keyakinan tinggi.

    “soalnya yang cantik nanti buat saya”, batin Orang bijak dengan harapan tinggi.

    Pesan moral dari tulisan di atas: Pria jangan datang ke Pria (kecuali gay) untuk urusan cinta.

    Hehehehehe.. ^_^

  26. ingki said, on April 13th, 2008 at 1:14 pm

    Hahaha..baca sungai dan gunung yang harus dilalui dengan berjalan kaki, jadi inget karya almarhum Bastian Tito lewat kisah Wiro Sableng. Tokoh Wiro Sableng dengan Kapak Sakti Naga Geni 212 yang melegenda. Orang bijak yang ditemui mengingatkan gue kepada tokoh Eyang Sinto Gendeng. Nah, gue usul Tas, si Abdi dijadiin pendekar kayak Wiro aja. Cuma bukan pendekar silat ato bela diri kali ye. Trus dua orang perempuan yang harus dipilihnya itu dijadikan guru di padepokan yang bakal didirikan si Abdi. Padepokan yang berdasarkan saran tokoh Orang Bijak didirikan buat bikin pintar dan bijak semua orang. Padepokan yang didirikan dengan susah payah. Bahkan si Abdi harus jualan karedok sama gado-gado buat ngumpulin modal awal demi berdirinya padepokan ini. Karena tersentuh, Rani dengan segenap kemapuan finansialnya akhirnya jadi salah satu penyokong dana terbesar padepokan ini. Terus, si Astrid bisa meluas perannya buat jadi humas ke masyarakat luas yang memperkenalkan padepokan si Abdi. Nah, soal keputusan pilih Astrid ato Rani, ternyata berakhir tak disangka. Ternyata mereka berdua memilih meninggalkan si Abdi. Rani memilih jadi pengusaha karedok serta gado-gado ternama dan memutuskan menikah dengan salah seorang penyuplai bahan makanan itu yang ditemuinya di pusat perkulakan. Sementara Astrid yang sudah banyak punya koneksi hingga ke mancanegara, lebih memilih tinggal di luar negeri setelah menemukan satu fragmen cintanya yang hilang bersama salah seorang simpatisan padepokan.

    Pada ujung cerita, si Abdi yang rambutnya mulai memutih merenung berdua bersama tokoh Orang Bijak yang rambutnya jauh lebih putih ketimbang si Abdi, di puncak Gunung Himalaya.

    “Abah, kenapa Astrid dan Rani meninggalkan saya,” kata Abdi.
    “Kamu sok tau sih,” ujar Orang Bijak.
    “Kok bisa, saya kan belajar dari Abah. Makanya saya banyak tahu. Bukan sok tahu,” tegas Abdi.
    “Justru itu, kenapa selama ini kamu cuma belajar sama Abah. Kan masih banyak orang bijak yang lain, selain Abah. Kamu belajar juga dong sama mereka, terus sambung menyambung jadi satu. Jadilah Indonesia kan,” sungut Orang Bijak.
    Si Abdi garuk-garuk kepala. Hatinya menggelinjang dan otaknya tersengat demi menyadari bahwa selama ini ia mengulangi kesalahan si Orang Bijak yang sepanjang hidupnya cuma tahu satu sudut pandang soal kebenaran.
    “Nah, itu kamu ngerti. Itulah yang menyebabkan dulu si Retno dan si Wulan minggat dan tak pernah kembali setelah sempat menggila-gilai Abah,” kata Orang Bijak yang ilmunya sudah bisa membaca pikiran dan perasaan, serta gumaman hati orang lain itu.

  27. fin said, on April 15th, 2008 at 8:22 am

    Lucu deh. Ditunggu postingan yang lucu lainnya Tasa :D

  28. Hengky said, on April 20th, 2008 at 8:20 pm

    Hebat deh nikah aja repot pacaran ok!nikah ga siap.terjebak pikiran sekuler

Leave a Reply