Guebukanmonyet!

Seeing the world differently

Bukan Cuma Ayam

with 29 comments

dsc00772.jpg

Sahabat sejatiku membuka sebuah tempat makan yang mungil dan sederhana beberapa bulan yang lalu. Tempat makan tersebut ia namakan Ayam Bakar Si Buncit. Aku mengacungkan ibu jariku sembari berkata, “Lo memang luar biasa!” Ketika ia pertama kali mengabarkan berita gembira tersebut, wajahku langsung ceria dan hatiku menjadi bahagia.

Akhirnya sahabatku dapat mengubah sebuah mimpinya yang besar menjadi kenyataan. Sebuah tempat makan yang unik dan istimewa. Tempatnya boleh saja sederhana, tapi rasa makanannya aku yakin sangat nikmat dan berkualitas. Aku ingat ketika dulu sering berkunjung ke rumahnya, satu hal yang paling aku tunggu adalah tawarannya untuk mencicipi menu yang ibunya telah disiapkan. Aku masih ingat dengan jelas berbagai menu makanan khas Flores dihidangkan di atas meja yang begitu menggoda seleraku. Aku selalu bertanya kepadanya, “Kenapa Nyokap lo gak buka restoran aja?”

Membuka sebuah tempat makan memang sudah menjadi mimpi sahabatku. Sepertinya darah kuliner mengalir deras di dalam tubuhnya. Aku masih ingat betapa ia begitu bersemangat menceritakan bagaimana tempat makan impiannya akan dijalankan. Kedua matanya berbinar-binar, sementara kedua tangannya bergerak kesana-kesini, dan senyum selalu menghiasi wajahnya yang polos. Aku ingat betul bagaimana ia dengan susah payah mencari tempat sewa yang murah. Ia memboncengku di atas motor bebek milik kakaknya.

Berhari-hari kami berdua berputar-putar di daerah Grogol dan sekitarnya untuk mencari tempat yang bisa disewa. Suatu ketika ia berteriak dengan girangnya, “Gue dapet tempat murah nih!” Kami berdua pun buru-buru mencari wartel terdekat untuk menghubungi pemilik tempat, menelepon lewat telepon genggam jelas bukan pilihan mengingat jatah pulsa kami yang begitu minim saat itu.

Dengan napas terengah-engah dan sekujur tubuh bermandikan keringat akibat harus memakai jaket dan helm di bawah sengatan matahari Jakarta yang menggila, kami ingin segera menghubungi pemilik tempat. Aku masih ingat senyumnya yang lebar dan kedua matanya yang berbinar. Keringat membasahi wajahnya, tapi itu tidak menghalanginya untuk tetap bersemangat. Aku duduk di luar kamar telepon, sembari berdoa ia akan mendapatkan tempat itu.

Aku lihat wajahnya yang tadi ceria pelan-pelan berubah menjadi murung. Aku ingat tubuhnya yang tadi terlihat begitu bersemangat tiba-tiba menjadi kaku tidak bertenaga. Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar telepon. Dibukanya pintu dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang helm dan jaket. Aku masih ingat bagaimana kepalanya sedikit tertunduk, lalu aku bertanya, “Gimana bos?” Sahabat sejatiku memang luar biasa, mendengar pertanyaanku ia segera mengangkat wajahnya tegak dan tersenyum lebar sambil berkata, “Belum rejeki bos, kita cari lagi. Pokoknya beres deh.”

Sekarang mimpinya sudah terwujud. Aku mungkin adalah orang yang paling bahagia dengan kenyataan itu. Aku mendukung keputusannya 100 persen untuk meninggalkan dunia kerja dan fokus dengan bisnisnya. Aku yakin ia akan menjadi seorang pengusaha yang sukses suatu saat. Mengingat dedikasi, semangat, dan optimisme yang ia miliki selama ini aku rasa waktunya pasti datang.

Aku sungguh tidak sabar ingin berkunjung ke tempat makannya dan mencicipi menu-menu yang ia tawarkan. Tidak sabar hati ini menanti datangnya hari dimana aku bisa melangkahkan kakiku ke dalam mimpinya yang telah menjadi kenyataan dan melihat senyumnya yang lebar dan mendamaikan hati. Sudah tidak sabar hati ini menanti datangnya hari dimana aku bisa bertemu dan memeluk erat tubuhnya sembari berkata, “Lo memang luar biasa.”

Ayam Bakar Si Buncit memang bukan tempat makan biasa. Bukan sekedar tempat makan yang mencari untung dari pembeli. Ayam Bakar Si Buncit adalah sebuah mimpi dari seseorang yang luar biasa yang aku kenal dalam hidup ini. Bumbu dari setiap menu di Ayam Bakar Si Buncit mungkin saja tidak jauh berbeda dari tempat makan lain di Jakarta, tapi ada satu bumbu rahasia yang tidak dimiliki tempat makan lain. Bumbu rahasia itu bernama, cinta. Sebuah cinta yang lahir dan sebuah mimpi yang besar. Sukses.

Ayam Bakar Si Buncit
Jln. Tulodong Atas No. 28 (Area Niaga Terpadu/kawasan SCBD Jakarta)
E-mail: bangbadi23@gmail.com Telp: 0856 92010666 atau 021 99661585

Written by guebukanmonyet

January 17, 2008 at 3:17 pm

29 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. pertamaaxxxx :mrgreen:

    yonna

    January 17, 2008 at 3:23 pm

  2. duh Tasa kok ceritain Rusdi sih? cerita2 orang laen yang juga ada di hatimu dong :lol:

    yonna

    January 17, 2008 at 3:25 pm

  3. A Friend Is Someone Who Knows The Song In Your Heart And Can Sing It Back To You When You’ve Forgotten The Words (unknown)

    *sujud syukur akhirnya ada artikel berbahasa indonesia

    yonna

    January 17, 2008 at 3:28 pm

  4. Aduh kapan bisa cicipi Ayam Bakar Buncit? Next year saya mau balik ke Jakarta buat beberapa minggu, ntar aku mampir yach. ;)

    Jennie

    January 18, 2008 at 3:52 am

  5. salam. diantara photo diatas, mana photo bang Tasa. yang depankan?
    hehehe…ngiring nikmatna means semoga menikmatinya.
    hehehe

    itsme231019

    January 18, 2008 at 1:15 pm

  6. Bang Tasa, gimana nih caranya menyimpan photo atau musik MP3 pada halaman blog saya. Kok bang Tasa bisa menyimpan photo “ayam bakar buncit” di halaman blog sih. how come? just tell me about it. coz i want to put my favorite song in my blog page.
    ahmad.

    itsme231019

    January 18, 2008 at 1:17 pm

  7. wah selamat buat teman-nya yaks, moga usaha-nya lancar dan sukses apalagi bumbu-nya spesial begitu ;)

    extremusmilitis

    January 22, 2008 at 1:44 am

  8. wah mas guebukanmonyet ning ndi? gak muncul2?gue jagain dah blognya :P

    *cari GBM ke kolong meja :mrgreen:

    yonna

    January 22, 2008 at 2:23 pm

  9. the third! hetrik again wohaaa :mrgreen:

    yonna

    January 22, 2008 at 2:28 pm

  10. ngiler!!!
    itu di jakarta mana sih?

    areta

    January 22, 2008 at 6:53 pm

  11. tulodong terletak di antara jaksel dan jakpus, bisa diakses dari gatsu, senopati, SCBD….gak tau persis cuma lewat doang…

    *cari GBM ke dalam lemari :mrgreen:

    yonna

    January 23, 2008 at 1:21 pm

  12. mmm ternyata pake cinta ya, pantesan enak banget ayamnya saya nyobain, ada kejunya lagi.

    oky

    January 23, 2008 at 3:05 pm

  13. Yonna: Hebat nich selalu yang pertama. Hehe. Dateng donk, kayaknya belon pernah mampir deh. Gue ngumpet nih. hehe.

    Jennie: Ditunggu Mba, kasih tau dulu kalau mau dateng.

    Itsme: Kalau ke Jakarta harus mampir yah.

    extremusmilitis: Dateng kapan2 yah, bilang2 dulu tapi.

    Areta: Di belakang BEJ dan kafe tenda semanggi dulu. Deket kok.

    oky: Bener enak gak bro?

    guebukanmonyet

    January 24, 2008 at 12:48 am

  14. @Tasa
    wahahaha gue bongkar identitas elo yach….sorry, kalap sih elo gak nongol2 akhirnya gue bongkar…untung udah diapus…peace :mrgreen:

    yonna

    January 24, 2008 at 9:19 am

  15. Udi mana nich….kok belum kasih komentar….apa kek komentarnya, udah dibuatin artikel spesial gini belum dateng2? kalo gue jadi Udi, pasti Tasa gue peluk dan ci*m…hiii yang terakhir enggak deh ya, lebay jijay :mrgreen:

    Udi…bahkan orang laen yang juga ada di hatinya Tasa belum dibuatkan artikel seperti ini…elu number 1….ditunggu kehadiranmu di sini

    *cari GBM ke kolong & lemari? jangan gila dooonnnngg hehe

    yonna

    January 24, 2008 at 9:33 am

  16. Wah si udi buka warung makan lagi? wah hebat….

    ilovebandung

    January 24, 2008 at 9:47 am

  17. Ha-ha-ha. Jangan bongkar-bongkar donk, nanti bisa berantakan. Udi lagi sibuk ngurusin apaan gak jelas. Bukan tempat makan baru sich, ganti nama aja.

    guebukanmonyet

    January 25, 2008 at 1:31 am

  18. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah. Salam!

    http://www.lintasberita.com/Lokal/Bukan_Cuma_Ayam/

    Lintasberita

    January 26, 2008 at 10:11 am

  19. Terima kasih atas tawarannya :)

    guebukanmonyet

    January 26, 2008 at 12:34 pm

  20. indahnya persahabatan…
    manfaatkan, syukuri dan nikmati sebaik mungkin, karena akan tiba masa perpisahan…

    thanks juga ya mas Taza!

    daengrusle'

    January 28, 2008 at 7:26 am

  21. maksud eike, jakarta bagian mana? utara selatan timur barat gitu…
    dikasih tau juga percuma sih… gw tuh buta arah…
    ke mal ajah bisa nyasar kalo gak ada yang nemenin… boro2 mau ke belahan jakarta lain! halah!

    areta

    February 15, 2008 at 11:53 pm

  22. areta:
    tulodong tu di jakarta selatan.
    di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Kalo ga tau juga, gedung BEJ deh… kalo ga tau juga sekarang udah ada ONE PASIFIC PLACE. ga tau juga… mmmmm… beli peta, trus cari deh… lebih gampang lagi, pake taksi bilang gedung BEJ pak!!!. Nah, dari gedung BEJ, tinggal jalan… (hehhehehe… biar sehat)

    ary

    February 29, 2008 at 12:32 pm

  23. Hua..baru sempet baca niy tulisan..
    jadi terharu gw..seriously..ampe rada berkaca-kaca mata gw,,heheheheh

    How wonderful the friendship of u both, boys..
    yeah..keep the great friendship alive ya…

    noanggie

    August 26, 2008 at 4:03 pm

  24. Waduh sorry nich lama banget balesnya.

    rusle: Apa kabar Mas?

    Areta: Udah dijelasin kan sama si Ary.

    Ary: Kemana aja Bos?

    Anggie: Waduh jangan nangis gitu donk. Hehe. Well, it’s indeed so wonderful. I wish we could keep it that way till the day we die.

    guebukanmonyet

    September 10, 2008 at 1:26 pm

  25. @Tasa
    “Well, it’s indeed so wonderful. I wish we could keep it that way till the day we die.”

    Wah romantisnya, pasti Udi udah gak sabar mau ketemu, meluk dan nyium elo nih :) :mrgreen:

    yonna

    September 10, 2008 at 1:37 pm

  26. Pastinyaaa… Gue gituuu.

    guebukanmonyet

    September 10, 2008 at 1:46 pm

  27. @Tasa
    eh nongol cepet banget, peace :mrgreen:

    Btw, ngomongin friendship, gue jadi inget ma sobat gue yang sekarang tinggal di Solo. Meski baru kenal 8,5 tahun tapi gue yakin dia sobat sejati gue. Cuma dia yang gak pernah berubah padahal banyak temen gue yang lain berubah drastis dan bikin gue sedih. Gak salah, gue sayang banget ma dia dan saking sayangnya gue sampe bantuin dia cari jodoh gitu….mana dia juga sabar ngadepin ceramah percintaan gue dulu hahaha. Meski waktu itu gue bawel, tapi lucunya dia nurut aja ma tiap nasihat gue karena katanya nasihat2 gue rata2 masuk akal (*ge-er deh). Gitupun gue juga berusaha selalu ada buat dia waktu dia sakit agak parah, gue support dia 100% dan berusaha ngebesarin hatinya.

    Kalo nanti ke Solo pas lebaran nanti, gue juga pasti akan meluk dan nyium dia. I love you with all my heart.

    *Duh jangan nangis dong, kan lagi puasa neh :oops: :mrgreen:

    yonna

    September 10, 2008 at 2:05 pm

  28. Tasa: hey..gw belom sampe nangis ko..baru berkaca-kaca..tapi jadi pengen malu klo mengingatnya..hahahaha..

    Yonna: gw jadi berhalusinasi aneh-aneh lagi niy..

    Membayangkan GBM balik ke Indo, lalu dijemput sama Udiot. Satu jam sebelom pesawat GBM nyampe, Udiot udah nongkrong di bandara. Sampe lecek & lumutan gt, tapi dia ga peduli. Pas pesawat GBM nyampe, Udiot langsung merasa riang gembira gegap gempita. Dari semula ngampar di lantai bandara (karena bangkunya penuh), langsung berdiri, nungguin GBM di depan gate. Begitu GBM nongol, Udiot langsung lari-lari nyamperin, terus meluk & nyium GBM. GBMnya juga semangat bener liat Udiot, barang-barangnya ampe dilupain gitu aja. *Adegan ini terjadi GBM baru nongol dari gate. jadi banyak banget orang yg nontonin adegan mesra ini dan banyak yg udah BT ngantri mo keluar, di belakang GBM* Akhirnya setelah dicaci-maki masa, dua sejoli ini melangkah dengan cuek & ga tau malunya menuju parkiran mobil. tak lupa mereka saling bergandeng tangan.

    sekian halusinasi gw..sungguh halusinansi yg sangat aneh!!

    Anyway, gw sendiri punya teman-teman yg udah temenan dri TK. sanking lamanya temenan, keluarga kita juga sampe temenan. Whata friendship!

    Yeah, love all my friends with all my heart.

    noanggie

    September 16, 2008 at 9:25 pm

  29. @Anggie
    hahahaha, gpp lagi kalo suka berhalusinasi yg aneh2, mgkn itu sebabnya kita cocok jadi lawyer (lah apa hubungannya coba!!)

    btw, kalo dipikir2 dan dibaca berkali2, gue jadi ngeri sendiri ngebayangin tasa ma udi seperti itu. huahahahahhaha

    yonna

    September 17, 2008 at 10:20 am


Leave a Reply