Guebukanmonyet!

Seeing the world differently

Islam dan Umatnya Yang Bodoh

with 474 comments

Disclaimer: Baca dahulu artikel sebelum memberikan komentar. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan Islam dan umat Muslim, tapi merupakan kritik membangun bagi kita semua, termasuk saya, agar dapat menjadi umat Muslim yang lebih baik.

Nabi Muhammad Akan Menangis

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi.

Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya.

Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing. Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?

Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat ini, sekitar 90 persen umat Muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat Muslim aliran Syiah yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki mayoritas umat Muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?

Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah sepeninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632 beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia.

Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun 661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.

Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali bin Abi Talib. Mayoritas umat Muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya Hussein diculik dan kemudian dipenggal.

Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.

Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri. Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun 1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.

Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa, serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan Muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.

1. Cara Ibadah

  • Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
  • Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya Anda seorang Muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
  • Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad. Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
  • Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama.
  • Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni

2. Mesjid

  • Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
  • Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih, hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala berwarna putih.

Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan kebencian dan amarah yang meledak-ledak?”

Apabila Anda adalah seorang Muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum Muslim dan agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?

Menjadi Muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi Muslim di sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum Muslim karena di sinilah lebih dari 200 juta umat Muslim berdomisili dan berinteraksi antar sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat Muslim adalah golongan mayoritas sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, no matter what!

Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain seperti teror dan aksi brutal.

Namun, di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes and Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka.

Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam kita mengenalnya dengan sebutan kafir.

Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan pada tahun 1992 ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000. Setelah lulus, Aryan memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD.

Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang ia akhirnya harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah. Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia.

Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 ia menulis naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia. Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya, dan lingkungan sekitarnya.

Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan yang sangat hebat dari kalangan umat Muslim dunia, bahkan sang sutradara akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.

Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat. Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu banyak buku yang belum sempat dibaca.

Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk.

Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang Muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.

Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari lima belas menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan buku yang sedang saya cari.

Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam.

Anda sebagai Muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya. Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum.

Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para suami yang mempraktekan poligami!

Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia.

Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan.

Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa saya adalah seorang Muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini.

Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia. Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam menjalankan aktifitas mereka sehari-hari.

Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing.

Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam? Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius?

Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu kalau mengapa bahasa Arab (bukan isi Al Quran) dipandang begitu indah dan sakral? Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan untuk berdoa dalam bahasa Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah orang Arab? Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering kali digunakan oleh para pemimpin Islam yang tidak bertanggung jawab untuk mempengaruhi umat Muslim.

Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat Muslim yang menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan.

Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu.

Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umat Muslim. Ketidakberdayaan negara-negara Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang.

Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang begitu menyedihkan.

Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997 hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara yang patut dicontoh.

Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki seorang presiden perempuan.

Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau India memiliki jumlah umat Muslim melebihi total umat Muslim di Pakistan tapi jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat Hindu yang merupakan golongan mayoritas.

Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik. Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat Muslim di Indonesia sudah pasti termasuk umat Muslim yang bodoh.

Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang otoriter.

Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari kesejahteraan.

Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.

Di tahun 2007 ini tampaknya umat Muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat Muslim. Mungkin umat Muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.

Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat Muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu indah.

Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun. Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain. Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka bukan rahasia lagi bahwa Cina telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada dalam keseimbangan.

Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama kita mau berada di bawah?

Written by guebukanmonyet

March 15, 2007 at 9:29 pm

474 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Well, now you’ve got at least a second person, who is not able to read Bahassa Indonesia, but is interested in your posts. It’s a pity therefor that this essay on Ayaan Hirshi Ali and Islam is incomprehensible for me.

    But, fortunately, I happen to be the father-in-law of two Indonesian women. So I will ask for their help. Nevertheless, i of course would prefer english as the lingua franca.

    colson

    March 24, 2007 at 3:42 pm

  2. Hi Mr. Colson,

    Thanks for your comment. Yeah, now I’ve got two english readers. I guess I have to consider to make more articles and essays in English.

    For this essay, it would be great if your daughter-in-laws could translate it for you. I would be more than happy to discuss it with you :)

    In this essay I described about the differences in Islam (Suni & Syiah), how Islam was actually divided, and examples of Islamic countries that are “stupid.”

    I’m a moslem myself and I’m proud to be one. But it is such a shame that this religion is so left behind and that we moslems are so stupid and naive to obtain its essences.

    Well, thanks again for your support. I’m looking forward to seeing you :)

    guebukanmonyet

    March 25, 2007 at 12:09 am

  3. Thanks, I’m grateful for your prompt answer.

    Yesterday I gave the print-out of your article to my daugter-in-law Dian. She promised to provide me with the ( lengthy) translation. So it’s “under construction”. As soon as it is ready I gladly will be back.

    colson

    March 25, 2007 at 4:26 pm

  4. Wow, you have a wonderful daughter-in-law then. I bet she loves you so much that she’s doing the lengthy translation.

    Okey. I’ll see you soon.

    guebukanmonyet

    March 25, 2007 at 9:38 pm

  5. hmm…kadang2 kita jengah juga meratapin nasib umat Islam ini, dibandingkan kejayaan di masa lampau….kenapa ya? tapi saya pikir gak usah nyalahin siapa2…belajar dari sejarah saja….kita umat Islam kadang terpecah hanya karena persoalan sepele, cara sholat, cara azan, dll yang sifatnya khilafiah…sesuatu yg termaklumi…dan malah memperkaya…namun sikap kita yang umumnya sangat arogan dgn pemikiran dan keyakinan sendiri kadang2 tak mau kalah dan merasa paling bener sendiri….
    so mungkin mulai saja dari diri sendiri, mari menggalakkan apresiasi dan kasih sayang kepada sesama muslim, gak peduli apa latar belakang fiqhnya…

    saya sendiri penganut syi’ah dan beberapa catatan Anda ttg Syiah diatas masih banyak yang kurang benar, mungkin sumber informasinya belum akurat…tp anyway, bukan disitu masalahnya…yang penting adalah menyatukan visi ke depan untuk memajukan Islam..insya Allah…

    nice and insporatif blog…

    rusle

    March 27, 2007 at 10:18 am

  6. sekedar nambah informasi:
    1. You wrote: Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. …(coba check lagi mazhab ahlus sunnah itu, hanya Imam Syafii yang menegaskan bersedekap, ke tiga lainnya ada yg tidak menganjurkan, malah ada yg mengharamkan).
    2. You wrote: ….misalnya Anda seorang muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
    …hmm..gak seperti itu, yg digabungkan hanya sholat dhuhur-ashar, dan maghrib-isya, so gak semena2 menggabungkannya….ada aturannya, ini sesuai dengan QS An Nur: 58,59.
    3. You wrote:….Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni….
    ..Syiah hanya menambahkan, tp gak mewajibkan…tambahannya itu sifatnya dibolehkan yakni ” Asyhadu anna ‘Aliyyun waliyullah”..(aku bersaksi bahwa Ali itu waliAllah)…juga ada kata2 yang dulu didelete oleh sahabat Umar al Khattab ra yakni “Hayya alal khair al-amal” (mari menegakkan ibadah yang utama),…oleh Syiah di ‘hidup’kan kembali….trsu, Adzan Syiah dan azan Sunni sama saja waktunya, KECUALI untuk azan Maghrib…soalnya menurut Syiah, Sunni mengumandangkan azan maghrib terlalu cepat…harusnya saat gelap malam, senja sudah hilang dan bulu/rambut tangan dah tidak terlihat lagi….itulah saat yg betulnya untuk masuk saat Maghrib (gelap malam)….
    4. You wrote: …• Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama…
    hmm..gak betul juga, soale lebih sering barengan kok, dan ini bukan karena perbedaan aqidah, lebih kepada zona waktu dan penafsiran ttg masuknya bulan baru (apakah memakai rukyat atau hisab)….kalo Syiah lebih mengutamakan Rukyah, kecuali bulan tidak bisa terlihat baru pake hisab….
    5. You wrote:…Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni
    …sorry, sekalian membela rekan Sunni, yang dianggap tidak pantas hanyalah tradisi melukai badan pake cambuk dan alat keras lainnya, tapi kalo merayakan kematian beliau sih pantas-pantas aja asal tidak memberi efek buruk misalnya kekerasan, luka2, meratapi berlebihan dll….Oleh ulama Syiah sebenarnya ini juga disarankan untuk tidak dilakukan…tapi berhubung ini adalah salah satu bentuk kecintaan thd Imam Huseyn AS banyak umat Syiah yang melakukan….
    6. You wrote: ….Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah…..
    hmm..setahu saya malah lebih banyak masjid Syiah yang berkubah megah, namanya bukan Husseiniyah kalo gak salah Hauzah (tempat belajar)…dan fungsinya memang selain untuk ibadah, juga sbg tempat belajaR…..ini juga berlaku kan untuk masjid Sunni….satu lagi, masjid tanpa kubah juga ada kok di Sunni, misalnya masjid al Haram di Makkah, kan gak ada kubahnya, juga masjid Salman di Bandung…gak pake kubah…
    7. You wrote:…Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein..
    hmm…keknya saya belum pernah liat Masjid Syiah yang banyak gambar Imam Ali dan Huseyn nya, tp mungkin memang sih….kalo rumah2 dan tempat ngumpul orang Syiah memang pasti banyak gambar Imam…tp kalo masjid….i’ll check…tp blum pernah dapet tuh…aku pernah ke masjid Syiah di Bangil, dan Bandung….kayaknya gak ada gambar2 Imam disitu…normal2 aja…kaligrafi saja….

    salam kenal..Disclaimer: koreksi diatas sifatnya hanya untuk share informasi saja, bukan bermaksud untuk mendebat apalagi menafikkan anda….mohon maaf kalo ada salah…

    noertika

    March 27, 2007 at 4:26 pm

  7. Thanks buat Bung Noertika a.k.a. Rusle atas masukan dan kritikannya. Mungkin penelitian saya terhadap perbedaan Syiah dan Suni memang kurang mendalam. Namun seperti yang sudah saya tuliskan di dalam artikel, perbedaan-perbedaan antara Syiah dan Suni tersebut diambil dari Time edisi 5 Maret 2007 yang menengahkan topik konflik Islam di Irak. Jadi, bisa saja kalau kalangan Syiah di kawasan lain terutama Indonesia memiliki tata cara atau kebiasaan yang berbeda.

    Tapi, masukan Anda benar2 berguna bagi saya atau pembaca yang lain. Terima kasih! Tenang Bung Rusle saya gak akan marah kok, kan guebukanmonyet. Hehe.

    I think I’m gonna see you soon!

    guebukanmonyet

    March 27, 2007 at 11:03 pm

  8. hehe, thanks for the reconfirmation. It’s true that I did mention Masjid Salman ITB before, one of Masjid without dome/copola. But surely Masjid Salman is Sunni’s Masjid, not a Syiah’s masjid. It was built/designed by Ahmad Nu’man, one of Sunda/Indonesia’s architect. I believe, according to my interaction with Bandung Syiah’s community, he is not a Syi’ah, and therefore Salman is not a Syiah’s Masjid.
    About the Syiah community, you can find it many in any city in Indonesia recently; Bandung, Yogya, Makassar, Pekalongan, Bangil, Jakarta. To know more, you can blog-walking by click My Ahlul Bayt Roll in my blog. FYI, the other name of Syiah is Ahlul Bayt means Rasulullah’s Family.

    rusle

    March 28, 2007 at 7:56 am

  9. btw, I was also ITB’s student.

    rusle

    March 28, 2007 at 7:57 am

  10. hehehe, ceritanya panjang…saya mulai interest dgn AB sejak SMA, sampai sekarang…lebih pada kepuasan secara spiritual dan ‘intelektual’…banyak pertanyaan2 sy ttg Islam yg lumayan terpuaskan, gak peduli itu minortitas apa nggak..hehe.
    menurut saya, masalah utama perpecahan itu sebenarnya bukan didasarkan atas garis darah keturunan Rasul, tp lebih kepada yg berhak secara nubuwah, limpahan kepemimpinan. Menurut Syiah, dalam pidato Rasul terakhir (haji Wada’) di suatu t4 bernama Ghadir Kum, Rasulullah SAW sudah jelas mengangkat Imam Ali as next Chaliph, dan menurut riwayat itu disaksikan oleh seluruh Muslim waktu itu, termasuk sahabat Abu Bakar, Umar dll.
    Lantas, apakah Syiah masih mempermasalahkan ‘kepemimpinan’?. Jelas iya, sampai sekarang. Kalau kita mengerti ttg alur sejarah dan paham bahwa “sejarah ditentukan oleh penguasa”..maka begitu juga nasib Syiah setelah tidak tegaknya kekhalifaan Imam Ali di awal. Menurut Syiah, karena kepemimpinan Islam kemudian dijalankan oleh yang tidak berhak maka penyimpangan kemudian terjadi, walaupun saat-saat awal Imam Ali masih hidup dan berdiri di garda depan untuk tetap menjaga ‘khittah”…namun setelah Muawiyah dan keturunannya berkuasa, maka mulai muncullah banyak firqah/mazhab yang satu sama lain serba berbeda…dan perpecahan mencapai puncaknya ketika kaum Syiah dan para Imam di laknat di mimbar2 mesjid….Untuk menjaga kemurnian agama, olehnya itu Syiah hanya percaya kepada garis keturunan Nabi yang ma’shum (terjaga, suci). Lewat fatwa2 mereka lah syariah dan aqidah ditegakkan. (walau demikian, banyak juga tercatat keturunan Rasul yang tidak mumpuni, nah ini tidak dianggap acuan kaum Syiah…)….waduh panjang banget yak…hehehe

    noertika

    March 28, 2007 at 8:51 am

  11. saya lulusan Sipil ITB angkatan 95. Lulus thn 1999.

    noertika

    March 28, 2007 at 8:53 am

  12. Wah kok alumni ITB semua yak ??? …. gpp wis aku ikutan aja.

    Suamiku sempat belajar Islam dari seorang penganut syiah jauh sebelum berkenalan denganku, jadi sewaktu bertemu aku dia sempat bingung tentang banyak perbedaan tentang Islamku dan Islam penganut syiah. Tetapi syukurlah perbedaan itu bisa disikapinya lebih baik ketika dia mulai memperdalam pengetahuannya dan pemahamannya tentang Islam sesungguhnya.

    Syiah memang beda dengan Suni tetapi syiah di Iran bisa juga beda dengan Syiah di Indonesia atau suni di Arab Saudi yang memang beda dengan suni di Jogya. Di timteng Iraq vs Iran atau suni vs syiah , di Indo malah lebih bervariasi lagi bahkan bisa bisa suni vs suni….. siapa yang paling bertanggung jawab atas semua perbedaan yang timbul saat ini sebenarnya , perbedaan yang menimbulkan banyak keonaran?

    yunita

    April 11, 2007 at 2:07 am

  13. It is so nice to see moslems of different sects able to discuss their differences in manners only civilized people can demonstrate.

    I myself am not sure as to whether I am a Sunni as my Islam is one that is passed down by my both parents without me being able to question it. Rather, I accepted it the very way it was bestowed to me.

    So Jadi gua bukan monyet yang hanya mikir pisang; but I seek to find what my parents didn’t give me when they gave me Islam. As now the search continues, joining this kind of discussion–or at least reading what is being discussed–might–or should I say, may (may be yes, may be no) help me find that “something” I am looking for.

    I now myself read books on syiah too–in addition to books on sunni I have at my disposal to keep me informed of now not only differences but also similarities. Only this way can I perhaps find the so-called TRUTH. And when I find this truth, I may find my something.

    Bravo. Keep up the good work. I will keep myself posted.

    Ferry Antoni

    April 18, 2007 at 6:06 pm

  14. Mba Yunita:
    Saya bukan alumni ITB loch. Hehe. Memang benar begitu banyak perbedaan di dalam Islam, tapi that’s life. Menurut saya semua memang berbeda, justru disitu indahnya hidup. Kitab suci Al Quran cuma ada satu sementara yang baca ada lebih dari 1,6 Milliar manusia sudah pasti menimbulkan banyak persepsi. Tapi bukan disitu letak permasalahannya. Nabi Muhammad berkata, “Agamaku agamaku, agamamu agamamu.” Nah, kalau Islam saja memiliki toleran tinggi terhadap agama lain masa kita mesti ribut antar sesama? Benar-benar memalukan.

    Bung Ferry:
    Thanks for stopping by. From my perspective, it doesn’t matter whether you are a syiah muslim or a sunni muslim, you’re a muslim and that is what matters the most. But if that issue motivates you to learn deeper about the kind of Islam that you trust then go ahead. That’s even better. I’m gonna see you around.

    guebukanmonyet

    April 19, 2007 at 12:33 am

  15. judulnya kritis …hehe

    dan anda memang kritis.

    rma.putra

    April 22, 2007 at 4:53 pm

  16. Sebelumnya, Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

    Sebenarnya dalam kehidupan ini sudah ada yang ngatur, tinggal kita sebagai hambaNya menjalankan apa yang diperintahNya dan menjalankan apa yang dilarang, dengan kata lain berusaha yang terbaik apa yang kita bisa untuk kemajuan umat Islam dan negara dengan selalu bertaqwa kepadaNya. Karena setiap insan sdh diberi kemampuan, keahlian, kecerdasan dan akal fikiran untuk menggunakannya, yangmana semua itu sudah diQodho’kan oleh Allah SWT.

    Dari artikel tersebut diatas, Saya bisa bilang setuju dan tidak setuju apa yang anda katakan bahwa umat Islam Indonesia atau negara lain itu bodoh. Jangan sampai kata2 bodoh itu diartikan oleh sebagian orang dari satu sisi saja. Dalam kehidupan Islam saat ini, bisa dikatakan bodoh atau tidak itu sebenarnya dari pengetahuan kita tentang Islam itu sendiri. Banyak orang mengaku Islam tapi itu hanya omongannya atau KTPnya saja. Coba kita perhatikan pemimpin2 kita yang rata2 juga beragama Islam, apa mereka sdh menjalankan Islam secara benar? Mereka belum memahami apa Islam itu yang sebenarnya, banyak orang Islam yang hanya tahu dari segi cara sholatnya saja, belum memahami arti dan fadhilah dari apa yang dijalaninya. Kalau mereka benar2 orang Islam yang tahu Islam, maka tidak akan ada namanya Korupsi, penyalahgunaan jabatan dg hal-hal yang dilarang, Anggota Dewan berzina yang belum lama ini dipublikasin di media, dan perbuatan tdk baik lain yang masih banyak mereka lakukan dimana mereka adalah orang yang mengaku Islam tapi belum paham isi kandungan Islam. Bagaimana bangsa ini bisa maju dan lebih berkembang?
    Sebenarnya kalau kita paham dan menjalankan aturan2 yang sesuai dengan aturan Islam, tidak akan mungkin akan terjadi pelecehan2 dan penyiksaan kepada kaum perempuan seperti yang anda katakan terjadi di Pakistan.
    Kalau kita mau memahami isi Al-Quran dan hadist2 atau kitab lain yang menjelaskan tentang ajaran Islam, seperti Kitab Qurotul ‘Uyyun, yang menyatakan hak dan kewajiban laki2 dan perempuan, serta kitab2 lain yang masih banyak membahas masalah Islam, maka kehidupan akan berjalan dengan baik dan Islam bisa lebih dipandang Islami.
    Seperti sekarang ini banyak pemimpin-pemimpin pada berebutan tahta, ingin menjadi yang terdepan, tapi apakah mereka nanti setelah menjadi pemimpin bisa menjalankan amanat dengan baik dan menegakkan hukum2 Islam yang dianutnya?
    Kita perlu belajar lebih banyak tentang Islam, Jikalau pemimpin2 kita atau kita sendiri tahu dan paham betul mengenai ajaran yang dibawa oleh Rosullulloh SAW, maka Islam akan disegani dan pemerintahan negarapun akan lebih maju dengan pemimpin2 yang mempunyai akhlak dan kepemimpinan yang benar2 bertujuan ingin memimpin untuk suatu tujuan dan kemajuan.
    Dan contoh2 tauladan itu sebenarnya sudah tertuang dalam Al-Quranul Kariim, dimana Nabi Muhammad SAW adalah Suri Tauladan yang baik yang perlu dicontoh dalam segala hal, Akhlak maupun kepemimpinannya.
    Coba kita lihat kehidupan contohnya di Jawa Timur, lingkungan Pesantren Gontor atau lingkungan lain yang benar2 menjalankan Islamnya secara benar, orang tidak ada yang mengatakan disitu Ummat Islamnya bodoh, Cuma terkadang pandangan ita mengenai Islam itu dipandang secara global yang kemungkinan kehidupannya menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri.

    Sekarang pertanyaannya, bagaimana menjadikan negara atau Ummat Islam ini menjadi lebih disegani, lebih pintar dan bisa menjadi ummat yang benar2 menjalankan dan memahami Islam dengan sebenarnya?
    Mungkin kalau kita atau orang barat melihat Islam dari sebagian atau kehidupannya dengan kebiasaan yang tidak baik yang banyak terjadi di negara2 barat maupun timur tengah atau negara saya sendiri, dengan tidak melihat isi yang terkandung dalam ajaran Islam yang sesungguhnya, maka kitapun akan beranggapan bahwa Islam itu ya seperti yang kita lihat itu.

    Memang saya juga melihat adanya kebodohan dari ummat Islam itu sendiri, seperti banyaknya perbedaan di kalangan ummat Islam, saling menyalahkan satu dengan lainnya, tidak menghargai pendapat atau saran orang lain, tidak sepahaman sampai ada pertumpahan darah, yang seharusnya itu semua tidak terjadi bila kita saling memahami apa isi kandungan peninggalan Rosullulloh SAW (Al-Qur’an dan Hadist)

    Menurut pandangan saya, Islam adalah Islam dan tidak perlu dibeda-bedakan dengan banyaknya aliran2 yang menyesatkan.
    Bukankah Nabi pernah bersabda yang artinya Kalau tidak ada khilaf “ Ummatku diakhir nanti akan terpecah menjadi 73 golongan, dan yang selamat adalah yang tetap berpegang pada Al-Quran dan Hadist” (mohon koreksi jika ada kekurangan)
    Jadi jika ada perbedaan, itu adalah perbedaan masalah penafsiran/penterjemahan dari bahasa arab itu sendiri. Kita tahu bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang amat susah kalau kita tidak tahu ilmu nahwu dan shorofnya, tidak semua orang arabpun memahami tata bahasanya sendiri.

    Untuk itu, bagaimana sekarang kita membuat perubahan menjadikan ummat Islam itu menjadi Ummat Islam yang unggul, yang bisa menempatkan dirinya sebagai ummat yang benar2 Islam keislamannya dan pada akhirnya bisa menghasilkan pemimpin2 baru yang bisa meningkatkan citra Islam sebagai agama yang benar2 disegani di seluruh dunia, tidak dipandang ummat Islam sebagai Ummat yang bodoh lagi dan dengan pemahaman Islam yang mendalam diikuti pengetahuan yang luas tentang peradaban dunia sekarang ini, InsyaAllah Ummat Islam tidak akan dipandang sebelah mata lagi, kecuali golongan yahudi yang benar-benar ingin Islam itu hancur.
    Mari kembali ke Firman Allah dibawah ini :
    إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
    ”Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendii…” (Qs. Ar Ra’d, 13: 11)

    Yang dituntut adalah memindahkan individu muslim dari samudra ke samudra serta memindahkan rumah, keluarga dan masyarakat muslim menjadi ummat yang benar2 menjalankan dan memahami keislamannya. Demikian juga dituntut adanya perubahan pemahaman dan cara pandang, akhlak, kecakapan dan kesungguhan sehingga sesuai dengan rambu-rambu Islam, adab, aqidah serta syariatnya.

    Untuk memperbincangkan pelaksanaan syariat secara total dan gradual ada beberapa prinsip yang perlu dikemukakan, yaitu spt yang dijelaskan oleh Dr. Surahman Hidayat, M.A. :

    1. Prinsip Kesepahaman
    Pelaksanaan syariat Islam adalah persoalan setiap muslim secara individual, setiap organisasi Islam baik sosial maupun politik, dan setiap pemimpin Islam di semua tingkatan. Tetapi, sebagai bentuk dari proses perubahan yang direncanakan tentu ada kalangan yang berperan sebagai pengatur dan aktif memperjuangkannya. Mereka adalah para pemimpin umat di lembaga-lembaga sosial maupun politik. Adanya kesepahaman di antara mereka mengenai hal-hal penting dalam pelaksanaan syariat merupakan keniscayaan.

    2. Prinsip Klasifikasi
    Dengan prinsip ini perlu diklasifikasikan apa saja yang merupakan wilayah pelaksanaan individual, mana yang lebih tepat menjadi wilayah aplikasi bagi unit-unit sosial atau organisasi sosial Islam, dan apa-apa saja yang harus merupakan wilayah aplikasi legal-formal, bahkan mana yang mesti ditangani oleh negara.

    3. Prinsip Mencermati Realita
    Sebagaimana tidak ada paksaan untuk mengimani atau menganut Islam, pelaksanaan syariatnyapun tidak harus berarti memaksakannya kepada realita sosial dengan keputusan legal atau dekrit sekalipun. Karena jika itu dilakukan seperti kata Umar bin Abdul Aziz justru masyarakat akan menolak seluruhnya dan itu adalah suatu bencana. Karenanya mencermati realita atau fiqh al waqi menjadi penting. Di atas bentangan realita masyarakat Nusantara, sejumlah hal signifikan meminta untuk dicatat :
    a. Realita keberagaman agama dengan pekanya isu SARA dan kecemburuan dunia (Barat) Salibi terhadap setiap isu Islamisasi.
    b. Tingkat pemahaman kaum muslimin tentang agamanya yang masih sangat bervariasi dan belum terstandarisasi.
    c. Fenomena yang muncul belakangan ini yaitu mengemukanya potensi disintegrasi yang tidak berhubungan dengan isu syariat tapi ekonomi, politis dan budaya.
    d. Tidak boleh terlewatkan juga untuk dicatat fenomena meluasnya kesadaran Islam di masyarakat, sebagai bagian dari gejala global kebangkitan kesadaran Islam atau shahwah Islamiah.
    e. Begitu pula bukti kegagalan sistem sekuler yang telah mengantarkan bangsa kita pada keterpurukan akibat krisis multidimensional, telah membuka peluang untuk menawarkan sistem kehidupan Islam secara menyeluruh dan sungguh-sungguh.

    4. Prinsip Prioritas
    Isi syariat Islam tidak sama bobotnya. Kondisi ini terefleksikan dalam hukum syara’ yang diklasifikasikan kepada lima, yaitu fardhu atau wajib, sunat/nadab, jaiz, makruh, dan haram. Di antara perkara yang wajib pun ada yang asasi dan merupakan pilar-pilar syariat ada juga yang di luar itu. Dan ada yang dikategorikan wajib ‘ain (individual) dan wajib kifayah (sosial). Laksana membangun rumah, pelaksanaan syariat juga harus dimulai dari perkara yang fundamental, disusul yang merupakan pilar-pilar dan didahului oleh tiang pancangnya yaitu shalat, kemudian kewajiban individual lainnya, diikuti dengan pelaksanaan kewajiban-kewajiban sosial. Setelah itu barulah perkara yang anjuran. Di antara perkara yang wajib sebagian ulama menyebut kewajiban-kewajiban berskala besar al wajibat al kubra,dan dari analisis waktu Ibnu Qayim menyebut Faraidh al Waqti kewajiban yang mendapat desakan waktu untuk dilaksanakan.

    5. Prinsip Alternatif Model
    Perjuangan untuk melaksanakan syariat Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dunia Islam telah mencatat beberapa model. Ada model Iran yang mengaplikasikan versi mazhab Syi’ah meski terdapat komponen masyarakatnya yang bermazhab Sunni, digulirkan secara top-down sebagai bagian dari program revolusi. Ada model Pakistan yang memunculkan kerjasama antarpara pakar melalui Komisi Islamisasi dengan pemerintahan almarhum Presiden Ziaul Haq, tetapi tidak diwarisi semestinya oleh pemerintahan berikutnya.
    Ada pula model Sudan yang mengandalkan perjuangan politik melalul Front Kebangsaan Islami pimpinan Dr. Hasan Turabi yang memakai pendekatan zona. Zona yang mayoritas Kristen dibebaskan dari Undang-Undang Syariat. Ada lagi model Afganistan yang mencoba menerapkan wajah Islam puritan yang terkesan kurang mencermati tuntutan modern. Patut dicatat juga model Yaman dan Malaysia yang tengah memproses aplikasi syariat melalui pendidikan atau penyuntikan Islam kedalam tubuh kehidupan termasuk birokrasi, penerapan secara otonom di sementara wilayah, semuanya ditempuh setelah mencantumkannya dalam konstitusi. Untuk Indonesia tidak mesti menempuh model yang mirip dengan salah satu model tersebut, namun tetap harus dirumuskan.

    Saya akhiri dulu dech, sorry kepanjangan dan mungkin sebagian menyimpang dari artikel diatas.
    Ini hanya sekedar tambahan atau koreksi atau yang lainnya, mohon maaf jika ada banyak kekurangan, Syukron Katsiro.

    Wassalam,
    Salam kenal
    Rhazio Ar-Rhazi
    Wong Banyuwangi

    rhazio_ar-rhazi

    April 26, 2007 at 9:50 am

  17. Heheh setuju kata mas Rhazio kebanyakan kita umat Islam ga ngerti ilmu terus ngomongnya kebanyakan akhirnya yang ada malah ngejelekin wajah islam sendiri..yang paling penting kalo menurut saya cukup pegang Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.. InsyaAllah kita termasuk umat yang selamat..yaudah semoga kita yang membahas hal yang baik seperti ini akan selalu mendapat petunjuk yang diridhoi dan dirahmati Allah SWT..InsyaAllah..amin

    -Udiot

    Udiot

    April 26, 2007 at 2:06 pm

  18. Terima kasih atas komentar Bung Rhazio dan Udiot. Panjang dan inspiratif. Saya menulis judul “Umat Muslim adalah Umat Yang Bodoh” dan bukan “Setiap Umat Muslim adalah Umat Yang Bodoh.” Saya sangat setuju bahwa masih banyak muslim yang benar-benar menjalankan ajaran Islam. Tapi sesuai pendapat Anda ada begitu banyak pula kaum muslim yang sok menjalankan Islam dengan benar padahal hanya menjadi kamuflase belaka dan menurut saya golongan seperti inilah yang begitu terekspos sehingga membuat sebuah stereotype buruk terhadap Islam.

    Salah satu contohnya adalah bagaimana umat muslim tidak bisa menerima perbedaan di dalam Islam sendiri dan mereka main hakim sendiri untuk membela apa yang mereka yakin itu benar. Padahal adalah sifat manusia untuk menjadi berbeda dan unik. Dari pada fokus pada perbedaan lebih baik kita fokus pada persamaan bahwa kita semua adalah Islam yang berpegangan pada Al-Quran dan Hadist.

    Terima kasih. Wassalam.

    guebukanmonyet

    April 27, 2007 at 1:51 am

  19. Mengapa umat Islam terbelakang? Hal ini karena negara-negara Islam tidak pernah mengalami pencerahan seperti di Barat (Eropa). Ketika bangsa Eropa merasa terjajah oleh Gereja, timbul pemikiran dan gerakan untuk melepaskan diri dari pengaturan Gereja (agama) yang berlebihan, mula-mula dari Gereja Katolik, kemudian dari agama secara total, dengan memisahkan secara tegas antara urusan agama dan politik. Hal ini jelas tergambar dalam konstitusi Amerika. Sekulerisasi memungkinkan adanya kebebasan berpikir, penelitian dan penemuan-penemuan baru, yang tidak mungkin dapat dilakukan dalam suatu negara agama. Negara-negara dan umat Islam tidak pernah mengalami hal ini (pencerahan, sekulerisasi) karenanya negara terus dikuasai agama, sehingga seperti di Arab Saudi, meskipun kaya raya, rakyat dipertahankan agar tetap bodoh. Ilmu pengetahuan tidak bisa berkembang jika kebebasan berpikir terlalu dibatasi. Ingatkah berapa lama pengetahuan mengenai bumi sebagai pusat alam semesta dapat bertahan ? Sekitar lima ratus tahun. Dan apa hukuman yang harus diterima oleh ilmuwan yang menyatakan bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta? Siapa yang paling keras menentang pertama kali? Otoritas agama. Sepanjang sejarah, otoritas agama adalah mereka yang akan pertama kali menentang dan menghukum setiap ilmuwan yang menemukan sesuatu hal baru yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama, namun semakin lama mereka (otoritas agama) akan semakin melunak bahkan mungkin menerima, jika bukti-bukti sudah terlalu kuat. Itu sebabnya, negara-negara yang pemerintahannya berdasarkan agama (seperti sebagian besar negara Islam), sulit untuk bisa maju. Bahkan jika anda teliti, ilmuwan Islam zaman dulu yang dibangga2kan umat Islam, misalnya Averoes, tidaklah Islam murni, karena ia tidak mempercayai seluruh yang dinyatakan Qur’an, namun ilmuwan2 semacam ini dahulu dilindungi oleh keluarga kerajaan yang berpikiran agak luas karena telah mengetahui pemikiran filsuf2 Yunani. Tetapi sebenarnya mereka tidak disukai rakyat kebanyakan dimasanya, karena dianggap menyimpang dari Islam. Jadi, bandingkan sendiri dengan keadaan di masa sekarang… yang tampaknya lebih mundur lagi dari masa itu, karena penguasa negara Islam semakin sempit pandangannya dikuasai agama yang ditafsirkan secara literal.

    ravi

    May 12, 2007 at 10:13 pm

  20. Memang benar bahwa saat ini negara-negara Islam masih berkutat pada persoalan-persoalan yang tidak penting yang kebanyakan didorong oleh motivasi kekuasaan seperti yang terjadi di Arab Saudi. Para penguasa dunia Islam terlalu haus kekuasaan dan tidak ingin membuat umat Islam menjadi pintar. Mereka menggunakan Islam sebagai alat untuk membohongi umat.

    Menurut saya, persoalannya bukan pada pro sekulerisme atau tidak karena saya yakin Islam sebenarnya adalah sebuah agama yang sangat menjunjung tinggi kemajuan berpikir bagi umat manusia di berbagai bidang, seperti teknologi atau politik. Nabi Muhammad sendiri pernah berkata kepada umatnya untuk mengejar ilmu setinggi mungkin. Namun, persoalannya adalah bagaimana umat Islam mampu menerapkan ajaran Islam yang sebenarnya yang sesuai dengan perkembangan jaman pada saat ini.

    Mayoritas umat Islam terpaku pada pemikiran-pemikiran lama dan kuno yang sudah tidak sejalan dengan dunia yang berubah begitu cepat ini. Kita masih saja mempersoalkan perbedaan-perbedaan antar sesama yang justru membuat kita lupa bahwa peradaban lain sudah berkembang demikian cepat.

    guebukanmonyet

    May 15, 2007 at 3:30 am

  21. Apakah sudah puas ngarang cerita Islam sebagai agama yang cinta damai dulu nya, Moh melakukan penyerangan (bukan bela diri) sebanyak 77 kali dan itu adalah fakta! Kalau muslim masih ingin mengelak sejarah islam yang penuh dengan kekerasan maka mereka tidak akan mendapat pencerahan. Btw Persia sblm dijajah muslim tidak menganut islam, mereka adalah zoroastrian! Dan islam sempat berjaya namun itu disebabkan ilmuwan2 islam yang murtad di Irak dan Persia. Problem islam bukan hanya terbatas pd shiah dan suni yg sdh terjadi sejak moh meninggal, juga dgn sekte lain yg sangat banyak jmlhnya. Muslim akan saling membunuh sampai yang terakhir, setelah semua kaffir dibunuh terlebih dahulu! Anyway kami tidak akan membicarakan masalah ini bilamana islam adalah agama yang damai, sudah saat kita mengaku dan mengatakan yg sebenarnya tentang islam atau kita akan menjadi spt timur tengah!

    marein

    May 23, 2007 at 1:14 pm

  22. Thanks buat masukannya Marein. Mengenai fakta sejarah yang Anda sebutkan saya tidak bisa menentang atau menerima karena saya bukan ahli sejarah. Tapi seperti yang saya sebutkan, Islam dan agama-agama lain selalu menjadi alat kekuasaan dalam sejarah peradaban dunia. Agama seringkali diterjemahkan sesuai keinginan para penguasa untuk mendapatkan tujuan mereka.

    Apa yang dialami Islam juga dialami agama-agama lain. Anda pasti sudah pernah dengar bagaimana pemimpin gereja Katolik menentang ilmuwan-ilmuwan seperti Galileo? Atau bagaimana gereja ‘melakukan’ pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap sebagai ahli sihir? atau juga bagaimana pasukan salib membunuh orang-orang Islam dan Yahudi ketika mereka merebut kota Yerusalem? Lalu apakah kita bisa menyalahkan agama Kristen akan fakta-fakta tersebut?

    Mungkin Anda akan membandingkan kondisi dunia Islam dengan dunia Barat saat ini dimana dunia Barat jauh lebih berkembang dan maju dalam berbagai bidang. Namun Anda harus ingat bahwa masyarakat Barat saat ini bisa dibilang adalah masyarakat yang sangat sekuler dimana mereka memisahkan aspek-aspek agama dan Tuhan dengan aspek-aspek kehidupan. Sementara mayoritas masyarakat muslim beranggapan bahwa hal itu tidak bisa diterima.

    guebukanmonyet

    May 23, 2007 at 11:08 pm

  23. BERARTI

    LO BEGO DONK!!!!

    Rusi Hakim

    May 24, 2007 at 7:31 pm

  24. STOP BEING SO RELIGIOUS

    What
    Do sad people have in
    Common?

    It seems
    They have all built a shrine
    To the past

    And often go there
    And do a strange wail and
    Worship.

    What is the beginning of
    Happiness?

    It is to stop being
    So religious

    Like

    That.

    - Hafez (خواجه شمس‌الدین محمد حافظ شیراز)

    perempuan rantau

    June 12, 2007 at 10:31 pm

  25. Ayat-ayatnya Al-Qur’an yang menyesatkan:

    Berikut ini, saya tunjukkan dua ayat dari Al-Qur’an yang mengajar kita (muslim) kekerasan dan memusuhi orang yang tidak beragama Islam.

    Kita bilang apa saja. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, orang muslim menganggap kafir dan musuh setiap orang yang beragama lain dari Islam.

    Inilah ayat-ayatnya Al-Qur’an di bawah yang bertanggung jawab atas kegelapan sebagian besar orang muslim:

    Q.S. Al-Baqarah (2) : 6 – 7,

    “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman [6].”

    “Allah telah mengunci mati hati (qalb-qalb, quluubihim) dan pendengaran mereka, dan pengelihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat [7].”

    Jadi menurut Al-Qur’an orang yang tidak beragama Islam semuanya tidak beriman, semuanya laknatullah, atau semuanya ahli neraka.

    Jadi, secara sederhana orang muslim menganggap bahwa orang kafir adalah orang yang qalb-nya masih tertutup dari Al-Haqq (kebenaran ilahiyah), dan hal ini orang muslim secara langsung mengaitkannya dengan orang-orang yang tidak beragama Islam.

    Buktinya terlihat dalam sikap sehari-hari orang muslim yang terus-terusan membuat keonaran, seperti bom-bom di Bali (segelintir Arab bisa mengacaukan negara kita), FPI (oragnisasi anarki), ICMI (dengan fatwa-fatwanya ala jaman purbakala), dsb.

    Kita saat ini sedang disesetkan.

    Demikan supaya bermanfaat.

    Saleh Aziz

    June 16, 2007 at 5:23 pm

  26. saleh aziz,kamu sudah siap MATI?

    pinkan

    June 19, 2007 at 8:41 pm

  27. gilaaaa.. seru banget nihh!!!
    judulnya juga tuh, pengen ditanya banged!!
    buat bang saleh aziz, ati2 bang kalo ngomong.. ini kan cuma sekedar nambah pengetahuan bukannya ajang manas2in gitchuuwww.. hehhehehe…
    trus buat pinkan.. yang sabar non..
    hehhehehe

    inget kata bang bob marley dong..
    ONE LOVE.. ONE HEART..
    LETS GET TOGETHER AND FEEL ALLRIGHT

    dan kata2 yg laennya lagi.. hehe
    Emancipate yourselves from mental slavery;
    None but ourselves can free our minds.
    Have no fear for atomic energy,
    cause none of them can stop the time.
    How long shall they kill our prophets
    While we stand aside and look?
    Some say its just a part of it:
    Weve got to fulfil de book.

    Wont you help to sing
    These songs of freedom? -
    cause all I ever have:
    Redemption songs;
    Redemption songs;
    Redemption songs.

    hehehe.. sekedar mengademkan otak…
    PEACE&LOVE

    devil's little sista

    June 21, 2007 at 12:09 am

  28. Rusi Hakim: Sapa bego? Gue maksudnya? Bisa dibilang begitu, hehe.

    Perempuan Rantau: I agree that looking to the past too much is not useful at all. Life goes on, it is the now that matters the most and it is the future that gives us passion and motivation. But, stop being religious? Are you sure?

    Saleh Azis: Kalau mengenai banyaknya kaum Islam yang menggunakan cara-cara kekerasan dan memiliki pemahaman yang kolot serta kaku saya juga tidak setuju. Tapi jangan salahkan Islamnya, banyak orang memanipulasi agama untuk memperoleh keinginan mereka.

    Pinkan: Saya belum siap mati, hehe.

    Devil’s little sista: Nice, I love Bob Marley. Yeah I agree, let’s just spread love to all.

    guebukanmonyet

    June 21, 2007 at 2:19 pm

  29. gw sering mengikuti berita perang di antar muslim diirak, lebanon, palistina..
    jujur aja gw sebagai umat islam sangat sedih dan malu..
    dunia internasional melihat sendiri bahwa orang muslim tidak cinta damai dan itu membuat orang-orang muslim dicap buruk..

    yang gw heran kenapa hanya muslim saja yang berperang?
    budha, hindu, kristen damai-damai saja dengan perbedaan aliran mereka..
    kenapa kita tidak bisa?
    memank kita tidak boleh menyamakan agama kita dengan yang lain, tapi kita bisa membuat mereka jadi contoh toladan untuk segera berdamai, mengulurkan tangan, karna walaupun muslim banyak aliran tapi kita muslim

    Rusi Hakim

    June 24, 2007 at 8:06 pm

  30. Setuju Uci, sebagai umat Muslim kita harusnya malu atas situasi yang kita alami. Umat Muslim tampak begitu tertinggal dalam banyak aspek sehingga membuat Islam terlihat begitu kuno, kolot, dan tradisional. Padahal Islam adalah agama yang paling tahan banting akan perkembangan jaman.

    Sebenarnya agama-agama lain juga mengalami perpecahan atau konflik, contohnya Kristen memiliki aliran yang jauh lebih banyak dari Islam. Namun harus diakui Islam mengalami tantangan yang jauh lebih besar. Salah satu akibatnya adalah karena mayoritas masyarakat Barat sudah sepakat untuk memisahkan aspek agama dengan aspek “kehidupan” (sekuler) sementara umat muslim masih merasa kondisi itu tidak mungkin terjadi. Suatu pendapat yang juga tidak salah karena aspek agama dan aspek kehidupan sebenarnya merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan, hanya masalahnya umat muslim tidak mampu membuat implementasi ajaran Islam sesuai perkembangan jaman yang ada.

    guebukanmonyet

    June 25, 2007 at 4:08 pm

  31. Buat Tasa, sampeyan (saya tinggal di Suroboyo) are correct pool. Sampeyan bisa membedakan Islam, Muslim, tradisi, mazhab/golongan de el el. Kalau saya berfikir ada dua penyebab besar. Yang pertama memang umat Islam sekarang ini bodoh dan terbelakang, dan yang kedua memang ada konspirasi besar-besaran yang bertujuan untuk character assasination (wuih…sok keren, padahal TOEFL-nya jeblok) terhadap Islam dan tata nilainya, dimana saat ini barat kehilangan common enemy-nya karena Soviet dengan komunisnya runtuh (baca http://oposan.itgo.com/kedua.htm , saya setuju dengan ini). Saya pikir kita hidup sekali di dunia ini, setelah itu kita masuk dalam alam keabadian (akherat). Dan yang sekali ini harus berarti. Oleh karena itu kita harus berjuang mengentaskan permasalahan umat ini dengan 3M kata Aa’ Gym (mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai SEKARANG juga).

    Thanks

    Suseno B Prasetyo
    http://manusiapembelajar.wordpress.com/

    Suseno B Prasetyo

    June 29, 2007 at 9:43 am

  32. Sabar…sabar… sabar…
    umat Islam di seluruh dunia yang paling banyak jumlahnya… mungkin karena faktor tsb juga sehingga timbul keinginan untuk menjadi Pemimpin sehingga terjadilah sikut2 an diantara umat muslim sendiri sementara dari “pihak lain” yg senang dengan kondisi tsb. justru semakin senang tanpa mereka susah payah ternyata umat Islam sudah bentrok sendiri… coba lihat di Palestina … sungguh menyedihkan bukannya bersatu melawan penjajah malah terpecah belah…
    and gimana di Indonesia…?
    Seperti yg kita lihat bersama, disini lebih banyak WACANA yang beredar sementara Realisasi untuk kebaikan semua pihak malah melempem .. bentrok di Maluku, Poso – korban Lumpur yg terlunta lunta ….
    So…
    Mari kita;
    Mulai Dari Diri Sendiri
    Mulai Dari Yang kecil kecil
    Mulai Dari SEKARANG….

    Insya Allah… bisa menjadi Bola Salju memperbaiki umat dan Indonesia yg kita cintai….

    Irfanp

    June 29, 2007 at 2:51 pm

  33. Suseno: Halo Wong Suroboyo, saya setuju dengan pendapat Anda. Umat muslim jelas sedang mengalami kemunduran yang luar biasa dan tidak bisa dipungkiri bangsa Barat menjadikan Islam sebagai “musuh” abad ini. Tapi pendapat saya, ada baiknya umat Islam tidak melebih-lebihkan kondisi ini dan terus-menerus menyalahkan pihak lain atas kegagalan mereka. Pilihan untuk maju ada di tangan umat muslim dan bukan di tangan pihak lain.

    Irfanp: Iya benar sekali, konflik yang terjadi di dalam Islam membuat “musuh” tertawa senang dan berkata, ” Lihat, mereka begitu bodoh!” Sudah saatnya umat muslim sadar dan menghentikan semua kebodohan ini, it’s time for us to wake up! Setuju, mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang.

    guebukanmonyet

    July 2, 2007 at 1:01 pm

  34. Ada yang bertanya: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban saya adalah: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

    B Ali

    July 22, 2007 at 11:42 am

  35. AKU TERKESIMA AKAN HAL DIATAS NAMUN ADA BAHKAN BANYAK ORANG MENGELUARKAN IDE TAK BANYAK MENGERTI IDE ITU U SIAPA SAMPAI KAPAN DAN BAIK NGGAK U ORANG

    WIDODO

    July 24, 2007 at 8:01 pm

  36. numpang lewat aza……

    AGAMA YANG MENCERAHKAN

    Saya berpendapat bahwa agama sejati adalah agama yang mempunyai daya dorong untuk membuat setiap individu pengikutnya mengalami pencerahan diri. Agama sejati adalah agama yg mampu membuat setiap individu terlahir kembali menjadi manusia baru, menjadi sufi yg penuh welas asih dan cinta kepada alam dan sesama.

    Agama yg ajarannya mengandung unsur kekerasan, intoleran maupun prasangka terhadap orang lain tidak akan mampu membawa pengikutnya memasuki gerbang peradaban dan pencerahan diri karena intoleran, kekerasan dan prasangka adalah sifat2 yang bertentangan dengan sifat hakiki, kodrat dan naluri dasar manusia sebagai mahluk sempurna ciptaan Tuhan.

    Saya juga yakin, hukum untuk sukses dalam hidup juga berlaku bagi agama. Hanya agama yang mengajarkan pluralisme, tidak ekslusif (membaur), tidak SARA yg mampu membawa pengikutnya meninggalkan keterbelakangan. Sebagai pekerja profesional yg banyak bertemu dengan berbagai jenis manusia, banyak berpergian keberbagai tempat, pernah menekuni berbagai macam pekerjaan saya menemukan salah satu rahasia suskes dalam karir, kehidupan pribadi dan kehidupan sosial yakni membaur, tidak ekslusif, tidak SARA, tidak menghayati kehidupan agama secara kaku dan tertutup serta dengan sendirinya juga mengakui pluralisme dan mempunyai toleransi yg tinggi.

    Silahkan anda menguji hipotesis ini dengan melihat sekelling anda….

    TUHAN YANG GARANG

    Bila manusia harus membunuh manusia lain karena agamanya dihina atau Tuhannya dihina, nurani dan akal waras saya sebagai manusia normal akan mempertanyakannya. Apakah TUHAN memang demikian kejam sehingga IA merasa perlu membunuh apabila IA dihina? Apabila begitu lantas apa bedanya TUHAN dengan manusia biasa atau preman tidak berpendidikan yg gampang menghilangkan nyawa orang lain hanya karena salah kata? Bahkan manusia biasa dan waras seperti kita saja tidak akan gampang menghilangkan nyawa sesama bila kita dihina.

    Bukankah TUHAN ketika menciptakan manusia sudah menyadari bahwa manusia diberi kebebasan untuk menentukan pilihan yakni beriman kepada TUHAN atau menghujat TUHAN?

    Dan buat mereka yg memilih pilihan kedua, bukankah TUHAN kelak akan menghukum mereka dineraka jahanam, namun tidak dihukum saat ini didunia ini?

    Bagi saya jelas, agama apapun entah itu Islam, Kristen, Budha, Hindu atau agama dari planet manapun yg memerintahkan manusia untuk membunuh manusia lain dengan alasan apapun termasuk alasan karena agamanya dihina adalah agama yg non-sense…..!!!

    peace

    kunyuk

    July 26, 2007 at 10:23 am

  37. BAli: Masalahnya karena kitab suci mengandung banyak perumpaan seperti layaknya kumpulan puisi yang panjang. Hal ini membuat kita sebagai manusia harus meneliti secara dalam apa maksud suatu ayat tertentu. Sebuah ayat dalam Al Quran atau kitab suci lainnya tidak bisa diterapkan mentah-mentah atau literally. Hal ini sangat masuk akal, seperti yang Anda bilang, karena kitab suci diturunkan ratusan tahun lalu dimana manusia memiliki gaya komunikasi yang pasti sangat berbeda. Apa yang dianggap biasa dalam segi komunikasi bisa saja sangat berbeda untuk manusia saat ini.

    Widodo: Sungguh mengagetkan memang melihat begitu banyak orang yang memberikan komentar yang memojokkan agama dan Tuhan, tapi menurut saya itu adalah bukti bahwa agama belum dapat benar-benar mengisi setiap sudut kehidupan kita. Ini harus menjadi pekerjaan rumah bagi para pemimpin agama.

    Kunyuk: Saya yakin bahwa tidak ada agama mana pun yang mengajarkan kekerasan? Bagaimana Islam dengan konsep jihadnya? Well, jihadnya Osama Bin Laden jelas bukan Islam.

    guebukanmonyet

    July 27, 2007 at 1:48 am

  38. Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/

    MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar

    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    - Bs. Belanda selama 300 tahunan
    - Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    - Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    - Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    - Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    - Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    - Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    - Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    - Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    - Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    - Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    - Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    - Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    - Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    - Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    - Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    - Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    - Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).

    - Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    - Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!

    - Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    - Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    - Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    - Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    - Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    - Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    - Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    - Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    - Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

    hatinurani21

    August 16, 2007 at 1:52 pm

  39. Ass wrwb,

    Sesungguhnya Allah SWT, tidak memberikan perbedaan kepada Umat Nabi Muhammad SAW. Bisa dikatakan bahwa sesungguhnya manusia itu amat bodoh.
    Bila ada umat Nabi Muhammad, mengatakan dirinya, kelompoknya, atau apappun yang mengatakan paling benar, sesungguhnya dialah yang paling bodoh. Dan bila mengatakan ada yang mengatakan dirinya paling bodoh dengan KEIMANAN kepada ALLAH dan Rosulnya, sesungguhnya dirinya mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
    Masalah Sholat jangan diperdebatkan, karena sesungguhnya yang bisa sholat hanya Rosul SAW, karena beliaulah yang berhadapan lsg kepada Allah SWT, Rosul hanya menyempurnakan apa-apa yang telah dilakukan oleh Nabi dan Rosul sebelumnya, penyempurnaan itupun pertolongan dari Allah SWT, karena Rosul tidak pernah mengakui perbuataannya atas dirinya, sesungguhnya perbuatan itu atas kehendak Allah SWT atau berdasarkan WAHYU.
    Manusia diberikan kepintaran dia akan diuji dengan kepintarannya, manusia diberi fakir di uji dgn ke- fakirannya. Dua hal tersebut jgn disombongkan, maksudnya dengan keadaan tersebut harus mengakui bahwa yang tadinya tidak ada menjadi ada, karena adanya pertolongan Allah SWT. Kalaupun dia bisa melakukan sesuatu dari bodoh menjadi pintar dan tidak mengakui itu pertolongan Allah SWT, sesungguhnya dia telah ditolong oleh Iblis.
    Segala sesuatu perbuatan kebaikan ataupun kebenaran bila didasari atas kehendak diri bukan kehendak Allah SWT, sesungguhnya dia mendapatkan balasan atas perbuatan baiknya hanya dibalas didunia saja, tidak sampai ke akhirat.
    Jadi mengenai sholat biarkan saja, masing-masing dengan keyakinannya. Ada yang sholat pake tasbih ada yang sholat duduk, macam-macam tata caranya, jangan diperdebatkan. Memang manusia-manusia mengetahui sholatnya paling benar ???

    Tehnologi tanpa didasari oleh Aqidah yang Kaffah, sesungguhnya tehnologi itu telah mensesatkan dirinya sendiri. Kita boleh kok menggunakan tehnologi non-islam, seperti listrik, telphone dll. Bener gak ??? Insya Allah tehnologi tersebut kita gunakan hanya utk ibadah seperti memuji, mengagungkan dan tasyakur hanya kepada Allah SWT.

    Manusia dikatakan bodoh seperti ini, contoh : “DILARANG KORUPSI” ada tulisan dikantor kita seperti itu, kan semua karyawan bisa baca tulisan tersebut, ternyata masih ada yang KORUPSI, ber-arti, dia itu bodoh dan tidak bisa baca.
    Karena sesungguhnya manusia itu tahu dia sedang berbuat, berkelakuan ataupun bersifat seperti, bohong, sombong, ria, berpura-pura, merasa paling benar, selingkuh, takabur, maling, ingin dipuji dll, itu perbuatan siapa ??? Koq perbuatan iblis di ikuti ???

    Soal agama, sekarang tanyakan pada diri sendiri, apakah betul saya ini ber-Agama Islam atau Islam karena keturunan ???

    Bila kita mengatakan Ya…saya Islam, pernahkah mengucapkan 2 Kalimah Sahadat yang disaksikan oleh seorang Guru ??? karena membacakan kalimat tersebut ber-arti bersumpah, bahwa sesungguhnya diri ini ikhlas dan rela bertuhan kepada Allah dan meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah Rosul Allah. Apabila dia bersumpah, artinya harus mengikuti ketentuan-ketentuan dari Allah dan Rosul. Coba pikirkan. Kita gak usah jauh-jauh berpikirnya atau ngobrolnya, banyak hal sepele yang dilupakan oleh Umat Islam, perhatikan !!!
    1. Masuk kamar mandi dan keluar dari kamar mandi.
    2. Makan dan Minum
    3. Adab
    Coba kita pikirkan, apa yang terlewatkan disana ??? Manusia bisa ngomong sepintar-pintarnya mengenai ekonomi, agama, tehnologi, lagi ceramah dan banyak lagi, akan tetapi masuk kamar mandi gak ada aturannya (masuk kaki kiri keluar kaki kanan), makan dan minum menggunakan tangan kiri tidak perduli dengan adabnya, seperi didalam masjid, terutama sholat jum’at, khotib sedang berbicara diatas mimbar, kita duduknya selonjoran, kakinya ditekuk keatas yang lebih parah lagi dia ngobrolin tentang pekerjaan, coba kusut tidak ???.
    Perhatikan hal-hal tersebut, masuk masjid kaki kanan keluar kaki kiri. Masih banyak lagi hal-hal yang kita lupakan.
    Tidak usah jauh-jauh kita bicaranya yang dekat-dekat saja, yaitu diri sendiri.
    Pikirkan !!!
    Mohon maaf lahir batin tidak ada paksaan, memaksa dan terpaksa. Bila ada yang salah atau mohon dimaafkan bagaimanapun kita ini manusia, dan ciptaan tidak ada yang dibanggakan. Sama-sama belajar, tolong diingatkan bila saya keterlaluan. Tidak ada yang lebih baik manusia selain Rosul.
    Wss wr wb,
    Aji

    Aji

    August 18, 2007 at 4:43 pm

  40. hatinurani21: Thanks for the article.

    Aji: Menarik sekali pendapat Anda. Pertama, saya setuju bahwa perbedaan2 kecil dalam berbagai macam aspek seperti tata cara ibadah tidak perlu diperdebatkan, gak penting banget malah berantem gak jelas. Kedua, saya setuju sekali bahwa kita umat muslim tidak menerapkan ajaran Islam pada hal-hal sepele sekali pun, seperti mengucapkan doa sebelum makan, kita memang tidak bersyukur.

    sejati: Wah, artikel yang sangat menantang, nice. Kayaknya pernah baca di milis mana gitu, thanks sudah posting disini, banyak memberikan pandangan dan ide baru. Thanks man!

    guebukanmonyet

    August 19, 2007 at 11:13 am

  41. Setuju dengan Saleh Azis dan yg lain tentang ayat2 yg menyesatkan dan ‘menjebak’, terutama karena memang eksplisit.
    Sehingga wajar saja kalau pun orang2 Muslim ramai2 menghujat kekerasan, tetap saja kaum yang meyakini perlunya kekerasan tersebut tinggal menunjuk ayat2 di atas.
    Pernah ada usulan seorang ahli di Indonesia, lupa namanya, yg sempat diwawancara Hamid Basyaib di acara radio Freedom Forum, agar ayat2 semacam itu dinyatakan ‘tidak berlaku lagi’.
    Kalau pun ini mungkin, suara siapa yg mau didengar berhubung Islam tidak punya hirarki?
    Maunya sih, semua orang bisa mendengar akal sehat masing2.
    Namun nyatanya sulit.

    Contoh jelas mudah terlihat dalam soal semua pembenaran agama yg dikemukakan untuk kekerasan terhadap ‘kafir’ serta poligami.

    Pembenaran agama utk dua hal tersebut berdasarkan ayat2 yg dianggap relevan adalah contoh nyata bodoh atau bingungnya sebagian umat.

    Mohon maaf.
    Soal poligami, sudah jelas posisi tawar menawar suami dan istri tidak sebanding untuk memungkinkan istri betul2 membuat putusan yg ‘merdeka’, dia berat memikirkan nasib anak kalau cerai.

    Contoh seperti ini yang membuatku heran kok pembenaran agama bisa dipakai ..

    Salam

    ati

    August 20, 2007 at 8:22 pm

  42. setelah saya baca2 ternyata menarik sekali comment2 disini ya. saya sendiri sebagai muslim sudah banyak juga melihat dan membaca pandangan2 orang yang pro dan kontra terhadap Islam, yang jauh lebih baik dan juga yang jauh lebih buruk.
    Menurut saya seharusnya umat Muslim adalah umat yang terbaik yang pernah diciptakan :
    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang baik, dan mencegah dari yang buruk, dan beriman kepada Allah. ( Ali Imran ayat 110)
    Tetapi kenyataan sekarang masyarakat Jakarta yang mayoritasnya muslim :
    Sudahkah membuang sampah pada tempatnya?
    Mencintai lingkungan?
    Berbuat baik dan menyuruh orang berbuat baik?
    Menghormati orang lain baik yang tua maupun yang muda?
    Tidak melakukan satu pelanggaran pun ketika berkendara?
    dan saya lihat dan rasakan mayoritas masyarakat Jakarta yang mayoritasnya Muslim belum melakukannya bahkan Imannya kepada Allah pun dipertanyakan, ini menandakan bahwa mayoritas orang Islam di Jakarta belum menjadi Muslim yang benar. Bagaimana bisa dikatakan beriman padahal didalam Al-Quran Allah banyak sekali memerintahkan mereka untuk berbuat baik tetapi yang terjadi di Jakarta. ckckck mengecewakan.
    Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashash ayat 77)
    Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Qashash ayat 83)

    oky

    August 22, 2007 at 10:47 am

  43. ati: Masalahnya adalah kitab suci mengandung banyak perumpaan seperti layaknya kumpulan puisi yang panjang. Hal ini membuat kita sebagai manusia harus meneliti secara dalam apa maksud suatu ayat tertentu. Sebuah ayat dalam Al Quran atau kitab suci lainnya tidak bisa diterapkan mentah-mentah atau literally. Hal ini sangat masuk akal, karena kitab suci diturunkan ratusan tahun lalu dimana manusia memiliki gaya komunikasi yang pasti sangat berbeda. Apa yang dianggap biasa dalam segi komunikasi bisa saja sangat berbeda untuk manusia saat ini.

    Oky: Halo Bos. Lagi-lagi, ayat-ayat indah dikeluarkan. Luar biasa. Saya sangat setuju, ketertinggalan umat muslim terjadi karena kita tidak mau menerapkan ajaran Islam yang sebenarnya. Islam itu agama yang paling humanis di dunia, satu-satunya agama dengan panduan paling lengkap tentang bagaimana menghargai orang lain dan dunia ini. Tapi kenyataannya, kaum muslim Indonesia yang begitu bangga dengan keislamannya justru mempertontonkan perilaku2 yang tidak manusiawi: kita saling menghina dan bertengkar, kita mengotori lingkungan hidup seenak jidat kita, dan sebagainya. Sekarang sudah begini, semua orang berlomba-lomba menyalahkan Islam. Ini tidak adil.

    guebukanmonyet

    August 22, 2007 at 11:26 pm

  44. Semoga damai ada pada kita,
    jelaslah niat itu tidak dapat berdiri sendiri,tampaknya. Tidak juga tumbuh atau berpindah keimanan akan DIA dan sekalian ciptaannya yang ghaib,tersembunyi dan terahasiakan. Sepertinya saya hanya dapat tahu sedikit tentang halnya oirang berpindah agama, sesuatu yang adalah pangkal segala urusan di alam dunya, kita di Indonesia atau Nusantara mendengar, baik sepintas lalu ataupun detail sepertinya lumrah saja ada sedikit banyak bedanya urusan pemerintahan dengan urusannya agama, dan tempat tempat ibadah yang semestinya dipelihara dan terpelihara, atau tidaklah sesuatu apapun bila seseorang Kristen mengunjungi Mesjid, atau seorang Hindu atau seorang Budham keimanan adalah sesuatu yang mestilah dicari, oleh karena ia tidaklah merupakan warisan. Kadangkala keimanan terasa sungguh berkurang,seperti kurang napas, menyesakkan nyaris bangkrut, kalau memang masih terbeli satu dua buku yang ada menerangkan akan menymbuh kembangkannya kembali, tanpa harus lagi mengingat beban biaya yang telah,yang sedang dan yang akan dibelanjakan dijalan ini, mungkin kerancuan yang terjadi pada jalur agama ini telah begitu banyak dirancukan, seperti emas yang telah sangat lama dipajang,ditimang dan diharap-harapkan, mungkin agama ini memerlukan waktunya sendiri untuk di refresh.
    Sedangkan air hanya mungkin diperdapat dengan usaha. Sejuta kata tiada maknawi, sejuta pertanda tiada terbaca, sejuta tempat terlampaui, Tiada waktu terkejar lagi.
    Tidak semalam ada di Bagdad pun.

    Zoq

    August 29, 2007 at 7:41 pm

  45. Huh..
    Judulnya bikin hati dan fikiran jadi tuing-tuing..

    Islam dengan Alqur’an nya penuh dengan aturan, mulai melek mata sampai merem mata, dari yg muda sampai yg tua…

    Tapi… Kenapa “kita” sering menjadi pribadi yang tidak mau diatur ? dalam kehidupan off line dalam masyarakat bahkan dalam keluarga…
    misal, kenapa perempuan yg katanya mengakui suaminya sebagai pemimpin dan kepala keluarga sering merasa punya otoritas lebih dalam mengatur ?

    He he he, kapan kita belajar kalau selalu befikir “buruk muka cermin dibelah…”

    eka

    August 30, 2007 at 11:12 am

  46. tidak semua syi’ah seperti itu, karena syi’ah itu memiliki bagian dan diantara bagian-bagiannya terdapat syi’ah yang sangat ekstrim yakni SYI’AH GULAT. syi’ah inilah yang sangat mengagung-agungkan Ali dan bahkan mereka mengatakan bahwa AL-QUR’AN itu salah alamat dan yang sebenarnya adalah untuk ALI BIN ABI THALIB dan ALI lah yang sepantasnya harus menjadi NABI dan bukan MUHAMMAD. makanya setiap mereka melakukan ADZAN kerap kali mereka mengganti nabi MUHAMMAD dengan nama ALI. sekali lagi di tegaskan “tidak semua syi’ah seperti itu”.

    kalau masalah ISLAM SUNNI, mereka tidak ada masalah terkait dengan perbedaan-perbedaan yang di jelaskan di atas, cuma sedikit adalah perbedaan dari bagian islam sunni yakni penganut paham WAHABI…. mereka dari cara ibadah sedikit berbeda dengan islam sunni kebanyakan dan bentuk masjidnya juga berbeda dengan islam sunni kebanyakan. wallahua’lam

    isnaini

    August 30, 2007 at 9:15 pm

  47. Zoq: Terima kasih masukannya. Puitis nich? Hehe. Thanks.

    eka: Hehe, emang banyak istri seperti itu yah? Well, artikel diatas memang membawa pesan yang mungkin menyakitkan untuk kita semua tapi tampaknya sudah saatnya kita jujur dengan hati nurani.

    isnaini: Terima kasih masukannya. Memang benar masih banyak lagi kelompok dalam Sunni dan Syiah, dimana beberapa memiliki pandangan yang benar-benar berbeda. Tapi begitu lah Tuhan menciptakan manusia, unik dan berbeda.

    guebukanmonyet

    August 31, 2007 at 12:23 am

  48. Forum2 seperti ini bukanlah jalan untuk mencari jawaban tentang seperti apa Islam itu.
    Jawaban dari segala pertanyaan yg ada di jagad raya ini dan khusus di forum ini khususnya semua ada di Al-Qura’an.
    Tak ada yg harus di perdebatkan lagi jika semua berpegang kepada Al-Qura’an dan Sunnah Rasul.

    Nextway01

    September 4, 2007 at 8:59 am

  49. Setuju, blog ini memang bukan sebuah media untuk mencari jawaban tentang bagaimana Islam itu. Blog ini hanya sebuah media untuk mencurahkan isi hati saya saja. Thanks.

    guebukanmonyet

    September 4, 2007 at 10:58 am

  50. Salut.
    Simply the best ‘rather Islamic’ blog I’ve ever seen.
    Not too light, not too heavy.
    Semoga saya bisa berkesempatan untuk mengenal sang bukan monyet in person.

    Anyway, suami saya seorang Mualaf berkebangsaan Inggris, sedang rajin-rajinnya baca Al-Qur’an (terjemahan), dan banyak sekali yang ditanyakan, saya sampai kewalahan. Seandainya dia bisa berbahasa Indonesia, saya akan memintanya membaca halaman ini.
    Sampai saat ini, ada satu pertanyaannya yang sulit saya jawab (mungkin karena saya sudah lupa mengenai pelajaran agama di bangku SD, SMP, SMA), yaitu:
    “Mengapa Muhammad menikahi gadis yang baru berusia 9 tahun.”
    Tolong saya dibantu ya… :-)

    Sayang sekali artikel-artikel di sini tidak ada versi bahasa inggrisnya, coba dikembangkan lagi, beri option in English, agar bisa diakses oleh umat manusia world wide.
    Kalo butuh translator, saya bisa membantu.

    Terima kasih,
    Keep up the good work.

    Lewisa

    September 6, 2007 at 9:41 am

  51. Assalamualaikum.
    Halo Mba Lewisa,

    Thanks for the support. Saya turut berbahagia untuk Anda yang memiliki suami yang sedang mendalami Islam dengan giat. Saya sendiri walau terlahir sebagai Muslim tapi baru beberapa waktu terakhir ini tertarik untuk memahami Islam lebih dalam.

    Mengenai pertanyaan itu, bagaimana Anda membaca artikel saya yang berjudul “Islam Melarang Poligami” terlebih dahulu, mungkin setelah itu kita bisa berdiskusi lebih lanjut.

    Sebenarnya artikel ini sudah pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang pembaca dari Belanda, mungkin Anda tertarik untuk membacanya. Saya akan dengan senang hati menerima tawaran Mba untuk membantu menerjemahkan artikel-artikel saya.

    Terima kasih.
    Wassalam.

    guebukanmonyet

    September 6, 2007 at 9:46 am

  52. Dimana saya bisa menemukan artikel ini yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris?
    Terima kasih.

    Lewisa

    September 6, 2007 at 9:56 pm

  53. Japri aja yah, saya akan kirim ke e-mail Anda.

    guebukanmonyet

    September 9, 2007 at 2:36 am

  54. Sebelumnya saya minta maaf jika saya menyinggung anda…
    seharusnya judulnya bukan
    “Umat Isam adalah Umat Yang Bodoh”
    tetapi Seharusnya
    “Islam, Dan Umatnya Yang Bodoh”
    Karena Judul artikel anda menurut saya mengacu pada keseluruhan Umat islam
    Tetapi saya setuju dengan maksud dari artikel anda
    Benar-benar artikel yang sangat bagus…
    Bolehkah saya menyebarkan artukel ini..
    tetapi dengan syarat Judulnya saya ganti dengan judul yang saya sarankan… ^_^ itu juga kalo anda menyetujuinya ^_^
    trim`s

    Chafaiel

    September 12, 2007 at 2:35 am

  55. seru juga neh…

    lihat aja pasti Allah akan menunjukkan kekuasaanya dan akan menggilirkan kejayaan Islam…

    coba masuk di http://www.eramuslim.com nanya tuh ke ahlinya…jangan nanya ke orang yang sekuler…

    Demi Allah orang kafir atau ‘nyrempet’ ke kafir seperti anda dan kalian akan mendapat siksa yang setimpal! Demi Allah saya bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya!

    AllahuAkbar!

    dhani

    September 12, 2007 at 3:11 pm

  56. Chafaiel: Saya setuju dengan pendapat Anda. Jujur, judul artikel itu memang sedikit misleading. Tapi, sebenarnya saya sengaja menulis judul tersebut untuk membuat pembaca lebih tertarik dan berpikir. Boleh saja, silahkan sebarkan artikel ini, dan saya tidak keberatan apabila judulnya sedikit dipelintir :)

    dhani: Thanks link-nya. Saya tidak sabar menunggu giliran Islam. Sukses.

    guebukanmonyet

    September 12, 2007 at 9:24 pm

  57. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk. Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.

    Ini ciri khas kalau seseorang berada di titik keputusasaan dan kebingungan karena jatidiri tidak ada, cenderung oportunis, dan pegangan hidup yang lemah.

    Saking bingungnya ia mengira mendapat pencerahan hanya dengan melihat media atau kenyataan di permukaan saja. Padahal justru semakin membingungkannya.

    Ungkapan yang saya kutip diatas semakin memperjelas kalau orang “dengan kecondongan materialisme” tidak bisa membedakan mana yang disebut, katakan saja, suatu “Pengetahuan” dan mana si “Pelaku Pengetahuan”.

    Pendapatnya akan lebih parah lagi, kalau orang tsb jiwanya lemah dan lebih mudah percaya dengan frame yang dibuat media massa dengan segala jargon beritanya yang memang tujuannnya hanya sekedar meraup uang semata (meningkatkan oplah).

    Saya sih masih lebih yakin kalau kekisruhan yang terjadi di dunia ini ulah “perorangan” atau “Individu” atau “kelompok yang punyai niat sama” .

    Apakah individu itu menggunakan atau melakukan “Abuse” atas nama “Islam” atau pun “istilah semantik lainnya” bagi saya tetap saja sama, kalau “manusia” lah yang menjadi biang keroknya bukan Islamnya ataupun ajaran agama secara umum.

    Di zaman dijital ini, sangat gampang mengatasnamakan suatu agama atau ideologi .
    Sama gampangnya dengan memanipulasi wajah seseorang untuk dikerjain atau dipoles di sana sini. Menarik suatu kesimpulan dari fenomena luar saja memang nampak sekilas benar, sekilas meyakinkan. Namun bagi saya pribadi sangat bodoh, dangkal dan justru semakin menyesatkan karena didalam kebodohan, kedangkalan pikiran, dan ketersesatan orang sebenarnya tak mendapatkan apa-apa, tidak kebenaran , juga tidak keyakinan. Yang ada cuma bersenang-senang saja dengan harapan mencerap kebahagiaan yang seperti permen coklat.

    Nah salah satu caranya adalah dengan judul buku/film/ dll yg provokatif semisal Satanic Verses, Infidel, Da Vinci Code dan judul2 lainnya.

    Semua itu sebenarnya sampah-sampah busuk dari para penulis yang berada di titik akhir kreativitasnya, kehilangan jatidirinya, sementara ia butuh uang untuk tetap bisa hidup di “dunia barat” yang memang perlu biaya tinggi. Jadi, buka mata dan telinga semua tulisan yang nampak berani atau Anda gelari semacam itu muncul dari orang-orang yang telah melacurkan intelektualitasnya semata. Tak lebih dari itu, semuanya sebenarnya hanya masalah ekonomi kapitalistik dengan sokongan media yang mencari cara “bagaimana bisa meraup untung sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan jargon2 kontemporer yang sedang populer atau sengaja dibuat seperti populer padahal hanya sekedar istilah palsu”.

    atmoon

    September 17, 2007 at 4:29 pm

  58. GW RASA, JAKARTA BUKAN BUTUH REVOLUSI BUDAYA, TAPI BUTUH REVOLUSI MANUSIA DENGAN CARA BERPIKIR DAN BERTINDAKNYA

    atmoon

    September 17, 2007 at 4:52 pm

  59. Thanks for commenting. Setuju, di dalam dunia yang begitu memuja materialisme, kita seharusnya berhati-hati agar tidak terjebak dalam kepuasaan sesaat duniawi.

    Mmh, apa bedanya antara revolusi budaya dengan revolusi manusia? Menurut saya sama dech.

    Thank you.

    guebukanmonyet

    September 18, 2007 at 4:54 am

  60. Mr. GBM u can read “Gen Syiah” indonesian version.

    Abi

    September 19, 2007 at 11:18 am

  61. Please, jangan menggunakan istilah Muslim syiah atau muslim sunni. Syiah bukan bagian dari islam.
    Sahabatku kembalilah kepada ahlus sunnah

    Abi

    September 19, 2007 at 4:50 pm

  62. Al’Muntahanah – 2 : “ Jika Mereka menangkap kamu , maka mereka akan mengulurkan lidah dan tangan mereka untuk menyakiti kamu (=mencaci, menghina & menyiksa) . Mereka ingin mengembalikan kamu kepada kekafiran “ .
    (QS. 4:89) Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah….

    Qs al’Mukminun 110-111:” Tetapi kamu jadikan mereka (mumin) bahan olok-olokan, sehingga kamu lupa mengingat Ku… waktu kamu mentertawakan mereka…sesungguhnya mereka itu orang-orang yg menang”.
    Baqarah 15 :” Allah (membalas) memperolok-olok dan membiarkan mereka meraba-raba dalam kesesatan mereka “.
    Yunus 99-100 : “ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu memaksa supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya ?. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak menggunakan aqalnya “.

    QS al ‘ Baraah 107 : ” Orang-orang yg membangun mesjid karena akan menimbulkan bencana, karena kekafiran, karena hendak menimbulkan perpecahan diantara orang-orang beriman dan karena menyambut orang yang sejak dahulu telah memerangi Allah dan Rasul-Nya….mereka berkata sumpah : ” Kami mengingini kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu pendusta”
    Al’Baqarah 204 : “ Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya , padahal dia adalah penentang yang paling keras “.
    Al’ Munafikun – 4 : “ Kamu akan merasa kagum dengan tubuh mereka (= kaum kafir ) dan kamu akan mendengarkan suaranya , sesungguhnya mereka itu ibarat sepotong kayu yang bersandar . Mereka mengira teriakan keras itu ditujukan kepada mereka “ .
    Fushilat 26 : (Ucapan kaum kafir) : “Janganlah kamu mendengarkan dengan sungguh-sungguh akan Al’Quran itu dan buatlah kegaduhan terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkannya”.
    Al’Baqarah 214 : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? . Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan , serta diguncangkan sehinga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “ Bilakah datangnya pertolongan Allah ? “. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “.
    Qs al’Baqarah 155-156 :” Dan sesungguhnya akan Kami berikan sedikit cobaan kepada kamu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah2an . Dan sampaikan kabar gembira kepada orang2 yg sabar…yg apabila tertimpa musibah mengucapkan :”Sesunguhnya kami kepunyaan Allah & hanya kepada-Nya-lah kami kembali” .
    QS. Al’An’aam 123: Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.

    Qs Al’Maidah 110 : Ketika Allah mengatakan “ Hai Isa putra Maryam ingatlah nikmat Ku kepadamu dan kepada ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus . Kamu dapat berbicara dengan manusia sewaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa dan diwaktu Aku mengajarkan kamu menulis hikmah, Taurat dan Injil dan di waktu kamu membentuk dari tanah yang berupa burung dengan izin Ku , lalu kamu meniup padanya , lalu bentuk itu menjadi burung (* Pen : mukzizat yang ini tak ada dalam Injil saat ini ), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin Ku dan diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari dalam kubur >
    At Taubah 31 :” Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka menjadi tuhan selain Allah dan (juga terhadap) Almasih putra Maryam ; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa “.
    Az’Zukhruf 19 : “ Dan mereka (= Nasrani ) menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan . Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu ? .”
    Al Maidah 17 :” Sesunguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :” Sesungguhnya Allah itu adalah Al Masih Putra Maryam “
    QS. Ali Imran 54 : Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

    Dr Madjid Khailani – Jedah ” Bahaya Zionisme Terhadap Dunia Islam” :
    PROTOKOLAT ZIONIS VII :” KITA WAJIB MENYEBARKAN FITNAH DISELURUH PELOSOK DUNIA , DENGAN METODE ITU , KITA AKAN BISA MENGUASAI MEREKA DENGAN JARINGAN UANG (= IMF/ Bank Dunia,), YANG TELAH KITA PASANG PADA SETIAP KEMENTRIAN DALAM PEMERINTAHAN ITU MELALUI POLITIK KERJASAMA KEUANGAN DAN INDUSTRI (= hubungan Dagang ) , AKAN TETAPI DENGAN BAHASA RESMI KITA AKAN BERBUAT SEBALIKNYA ( = berhianat ) “.
    PROTOKOLAT ZIONIS VII :” BAHWA BANYAK KEKUATAN POLISI YANG MUTLAK KITA BUTUHKAN UNTUK MENUNTASKAN GARIS-GARIS YANG DIMUKA . DAN HENDAKLAH DISELURUH DUNIA ADA KELOMPOK – KELOMPOK YANG TERDIRI DARI BEBERAPA KELAS MANUSIA DUNGU DITAMBAH KEKUATAN MILITER DAN POLISI YANG IKLAS MENJALANKAN TUJUAN-TUJUAN KITA .

    QS. Al’An’aam:123 : Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.
    Al Insan 3 : “ Sesunguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur , ada pula yang kafir “.

    aibnu

    September 19, 2007 at 5:21 pm

  63. APA ITU ZIONISME ?!!!

    Pada th 1895 orang2 Yahudi mengadakan kongres pertama di kota Bale – Switzerland pada kongres pertama itu ditetapkan suatu garis strategi yang amat rahasia yaitu untuk menghancurkan seluruh dunia dan menjadikannya budak-budak zionis dengan pemerintahan zionis. Hasil kongres rahasia ini dibocorkan oleh seorang wanita Perancis seorang anggota freemansonery kemudian dibawanya ke Rusia. Dan oleh Prof. Sergyei Nilus diterbitkannya dalam bentuk buku dengan judul The Jewish Of Protocols ( = Protokolat Kaum Yahudi ). Beberapa tahun kemudian terjadilah Revolusi Bolsevic oleh kaum kominis Rusia pimpinan Lenin (seorang Yahudi) dgn banyak korban jiwa. ( : Dr. Madji Khailani ). Dalam revolusi ini Lenin telah memperdaya kaum muslimin Rusia untuk turut serta dalam revolusi menggulingkan Tsar Rusia yang Kristen. Tetapi setelah revolusi itu maka sekitar 10.000 umat muslim Rusia dibantai, mesjid-mesjid dihancurkan dan dibuat bar-bar dan didepan mesjid ditulis kata-kata ” Sekarang Tiada Lagi Muazin Menyerukan Adzan, Melainkan Lenin ”(Oemar Hashem, buku ”Menaklukan Dunia Islam” )

    1. PROTOKOLAT ZIONIS I : …..TIDAK SEDIKIT ORANG YANG BERSEDIA MENGORBANKAN MASYARAKAT UNTUK KEPENTINGAN PRIBADINYA…..YAITU DENGAN CARA MENARIK DAN MENGUMPULKAN MASA RAKYAT UNT DIGUNAKAN MELINDAS KELOMPOK LAIN YANG BERKUASA…… TUGAS INI AKAN MUDAH SEKALI JIKA PIHAK OPOSISI TELAH DIINJEKSI DENGAN IDE KEMERDEKAAN ATAU LIBERALISME. DENGAN IDE ITU MEREKA AKAN BERUSAHA MERAIH KEKUASAAN . DAN SAAT ITULAH KEHEBATAN TEORI KITA TERBUKTI. MAKA KEKUASAAN PEMERINTAH YANG LEMAH ITU SEGERA TERJEBAK DAN BERPINDAH TANGAN MELALUI HUKUM ALAM. RAKYAT YANG BODOH DAN BUTA AKAN SALING BERLOMBA DAN KALAP KEDALAM PERTENTANGAN KE-PARTAI-AN . MEREKA AKAN MENGELUARKAN BIAYA YANG BESAR….KARENA KEBODOHAN MEREKA AKAN MENJADI RAHASIA POLITIK , OLEH KARENA ITU YANG TERJADI ADALAH KEKACAUAN DALAM PEMERINTAHAN “.
    2. PROTOKOLAT ZIONIS III :” KITA AKAN KUASAI KELOMPOK ITU DENGAN ADANYA RASA DENGKI DAN KEBENCIAN YANG TERUS MENERUS , AKIBAT KESEMPITAN DAN KEMISKINAN (= resesi ekonomi ) RASA INI ADALAH SARANA YANG AKAN BISA MENGIKIS HABIS SETIAP GERAKAN YANG AKAN MELAWAN KITA
    3. PROTOKOLAT ZIONIS IV : “……ITULAH SEBABNYA MENGAPA KITA HARUS MENCABUT PEMIKIRAN KETUHANAN ITU DARI MEREKA DAN MENGGANTINYA DENGAN MENYIBUKAN MEREKA DALAM MENGHITUNG-HITUNG KEBUTUHAN MATERI “.
    4. PROTOKOLAT ZIONIS VI :” KITA AKAN MENDORONG MEREKA UNTUK HIDUP BERMEWAH2 AN TANPA BATAS SEBAGAIMANA YANG TELAH KITA LAKUKAN SEBELUM INI …KITA AKAN MENAIKAN HARGA KOMODITI BARANG KEBUTUHAN POKOK KARENA ALASAN BURUKNYA HASIL PANEN ….KITA SEBARKAN KEGEMARAN MEREKA BERMABUK-MABUKKAN …DAN OBAT-OBAT LAINNYA (=Narkoba ) . SAAT ITU PULA KITA AKAN PAKAI SEMUA SARANA UNTUK MENGUSIR SEMUA ORANG PANDAI DIANTAR MEREKA , YAITU ORANG2 NON YAHUDI DARI MUKA BUMI . KITA TAK PERLU MEMPERHITUNGKAN NASIB MEREKA DISAAT MEREKA BUTUH KEPADA KITA. …PROPAGANDA KITA DIDALAM BIDANG EKONOMI AKAN MEMBANTU KEARAH ITU “.
    5. PROTOKOLAT ZIONIS IX :” KITA TELAH DAPAT MENIPU GENERASI YANG BARU ( = generasi muda ) , ……MEREKA TELAH DAPAT KITA RUSAK DGN BANYAKNUA VIRUS YANG MENGERUMUNI OTAK MEREKA (Westernisasi / Liberalisme) …..YANG DISEBARKAN LEWAT PENGAJARAN TENTANG DOKTRIN MAUPUN HASIL PEMIKIRAN KITA YANG TELAH KITA PALSUKAN SEBELUMNYA….KITAPUN DENGAN AMAT MUDAH MENGGANTI DENGAN MEMBERIKAN SEDIKIT PENAFSIRAN UNTUK MERUBAH SEGALA BENTUK PERATURAN DAN HUKUM YANG MEREKA MILIKI SEBELUMNYA .
    6. PROTOKOLAT ZIONIS X :” KEKUASAN KITA BERMULA, SEJAK RAKYAT YANG TELAH DIKOYAK-KOYAK OLEH PERPECAHAN (= SARA ) DAN TERSIKSA DIBAWAH KEBANGKRUTAN PARA PENGUASA MEREKA. KONDISI SEPERTI ITULAH YANG AKAN BISA KITA KENDALIKAN DIBAWAH KEKUASAAN. MEREKA AKAN MENERIAKAN JEL-JEL : “ GULINGKAN MEREKA , DAN BERILAH KAMI PENGUASA TUNGGAL YANG BERSIFAT INTERNASIONAL, YANG AKAN MENYATUKAN KITA DAN AKAN MENGHAPUS SEBAB2 PERPECAHAN ……” TERIAKAN RAKYAT SEPERTI ITU AKAN SELALU KITA DENGAR , …PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN AKAN TERUS BERLANGSUNG , DISAMPING BANYAK KEMATIAN AKIBAT KELAPARAN DAN KEMISKINAN MAUPUN PENYAKIT MENULAR LAINNYA. DEMIKIAN SETERUSNYA SAMPAI AKHIRNYA ORANG2 UMMI ( =NON YAHUDI ) TIDAK MENDAPATKAN JALAN KELUAR DARI KONDISI BURUK KECUALI LARI BERLINDUNG DIBAWAH KEKUASAAN HARTA BENDA KITA DAN PENGARUH KITA YANG PENUH “.
    7. PROTOKOLAT ZIONISME XVII : “ KITA TELAH BERJUANG DENGAN GIGIH MENGHANCURKAN KEHORMATAN ACHLI AGAMA DARI GOLONGAN NON YAHUDI …KITA BERHASIL MENGACAU MISI MEREKA YANG AKAN MENGHAMBAT TUJUAN KITA ….WAKTU KEHANCURAN AGAMA MASEHI ( =KRISTEN ) TIDAK LAMA LAGI ….TINGGAL AGAMA LAIN YANG MUDAH UNTUK MEROBOHKANNYA…KITA BATASI PERAN PARA PENDETA DAN ACHLI-ACHLI AGAMA, KITA SUDUTKAN KEPOJOK-POJOK DAN TAK DAPAT LAGI BERKUTIK , MAKA PENGARUH MEREKA TAK LAGI DIPERHATIKAN ….KITA ANGKAT SEORANG PENGUASA ISRAEL SEBAGAI PAUS BAGI SELURUH ALAM “.

    Dr. Majid Khailani :” Dari sinilah kaum zionis menyamarkan ma’na kebebasan dgn harapan mereka dapat mengekploitasi masyarakat etis menjadi masarakat a-moral .Demokrasi sesungguhnya adalah suatu produk palsu yang tidak ada dasarnya sama sekali baik dari sejarah maupun kejadian-kejadiannya . Tujuannya tidak lain hanyalah meletakan undang2 dibawah penafsiran hawa nafsu. Andaikata hawa nafsu reda maka akan nampak jelas kepalsuan demokrasi itu sendiri “.

    ( Sumber, Buku : Bahaya Zionisme Terhadap Dunia Islam –
    Dr. Majid Khailani – J e d a h )

    aibnu

    September 19, 2007 at 5:34 pm

  64. 1. Ingat bunyi PROTOKOLAT ZIONISME I : HENDAKNYA MENJADI PERHATIAN KITA, BAHWA MANUSIA YANG MEMILIKI SIFAT DAN INSTING BURUK ITU LEBIH BANYAK DARI PADA YANG MEMILIKI AKAL DAN SIFAT YANG BAIK, OLEH KARENA ITU CARA TERBAIK UNTUK MENGUASAI MEREKA YAITU DENGAN TEROR DAN KEKERASAN DAN BUKAN DENGAN DISKUSI-DIKUSI ILMIAH ”.

    2. Sebagai mana bunyi PROTOKOLAT ZIONISME II :” KITA BERMAKSUD TAMPIL SEBAGAI PEMBEBAS BURUH DAN MEMBEBASKAN MEREKA DARI KEDHALIMAN . KITA AKAN MENASIHATI MEREKA SUPAYA MERAKA MAU BERGABUNG DALAM TINGKAT-TINGKAT PASUKAN KITA YANG TERDIRI DARI KAUM SOSIALIS , PENGACAU DAN KOMUNIS . KITA AKAN SELALU BERADA DALAM KONDISI MEMBANGUN KOMUNISME DAN MEMELIHARANYA, DENGAN KEDOK SEOLAH-OLAH KITA MEMBELA KAUM BURUH DENGAN SUKA RELA, DEMI IDE PERSAUDARAAN (= Nasionalisme / Prulalisme ) DAN KEPENTINGAN UMUM (= Demokrasi ) ATAU KEMANUSIAAN ( = HAM ! ) . LETAK KEKUATAN KITA PADA KEMISKINAN KAUM BURUH DAN PENYAKIT YANG BERKEPANJANGANAN , YANG DENGAN ITU MEREKA AKAN TERUS DIBAWAH PERBUDAKAN KITA “.

    aibnu

    September 19, 2007 at 5:37 pm

  65. Tulisan yang menarik, saya cuman mau komentar setuju, umat islam saat ini memang bodoh, mungkin karena merasa ahli surga, merasa paling benar kali yah, jadi mudah diadu domba.

    Mengenai ayat-ayat provokatif, itu menjadi terkesan demikian karena pembaca kurang memahami asal usul turunnya ayat, padahal kan Alquran berita cerita2 juga.

    Nanti kalau di kitab suci AlQuran ada cerita ayat berisi pembunuhan seseorang sebagaimana dilakukan Nabi Kidhr A.S, bisa2 kalau cuman dipotong sekata, sekalimat, seayat… Nabinya orang Islam pembunuh dong, Naudzu billah deh…

    adywicaksono

    September 19, 2007 at 10:00 pm

  66. Abi: Kalau Syiah bukan bagian dari Islam lalu apa donk?

    Aibnu: Terima kasih atas artikel dan masukannya. Well, tampaknya zionisme memang memiliki motivasi yang begitu dalam untuk mengalahkan Islam di segala bidang. Kita jangan kalah!

    Adywicaksono: Iya betul sekali Bung, banyak orang yang membaca ayat2 di Al Quran sepotonh-potong dan langsung membuat kesimpulan yang berlebihan. Hal ini yang sering digunakan oleh para pengkritik Islam.

    guebukanmonyet

    September 20, 2007 at 12:22 am

  67. saya setuju dengan ide judulnya ” Islam, dan umatnya yang bodoh” atau mungkin “kebodohan umat Islam dalam memahami ajarannya”.
    Kalau judul yang anda tulis terkesan memvonis kalau semua umat islam itu bodoh.
    terus memperhatikan membaca forum seperti ini cukup sensitif.
    Namun menurut pendapat Cep, anda terlalu memvonis tentang Islam,apalagi anda hanya menuliskan tentang Ayan hirsin Ali, kenapa anda tidak tuliskan cerita muallaf after 9/11 agar berimbang. contoh Yvone Ridley yang masuk Islam ( yang konon menurut orang sono katanya kena sydrome stockholm) untuk saya tidak peduli dia kena sydrome apa tapi yang cukup menarik adalah alasannya masuk Islam, terus anda bisa tuliskan muallaf2 yang lain.

    Untuk hal yang sangat sensitif sebaiknya melakukan penelitian yang mendalam dari ajaran Islamnya sendiri, terus mengenai ayat2 yang menurut akal “aneh” coba kita pelajari ashbabun nuzulnya.

    sebaiknya pada saat anda menulis tentang syiah atau sunni atau tentang hal2 yang lain,anda tuliskan berdasarkan rujukan yang mana, tidak dari satu sisi. seperti yang anda tulis tentang syiah dan sunni bahwa rujukannya dari majalah time,kenapa tidak diimbangi dengan rujukan yang lain.

    Terus ketidak adilan gender:
    pasti ada alasan yang ilmiah, dan bukan merupakan ketidak adilan tapi memposisikan sesuai dengan selayaknya,
    kenapa istri untuk selalu di rumah: agar bisa mendidik anak2nya agar tidak terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan atau kekafiran,
    banyak anak2 yang broken home, banyak anak yang menjadi budak narkoba, etc. hal itu dikarenakan kurang perhatian dari orang tua baik ibu maupun bapak.
    anak pulang sekolah, ibu tidak ada sedang kerja, meeting dengan klien, atau yang lainnya.
    tidak sedikit anak2 yang mencari tempat curhat/pelampiasan diluaran.
    bahkan banyak anak orang kaya yang jadi anak pembantu, secara psikologis mereka lebih dekat dengan pembantu dari pada ortunya.

    Mengenai Poligami: menurut teman mana yang lebih baik, Selingkuh,kumpul kebo, punya anak ngk ada bapak, zinah atau Poligami ?.
    bukannya jumlah wanita lebih banyak daripada laki2. Boleh poligami asalkan adil, kalu yang poligami tapi tidak adil itu bukan karena ibadah tapi nafsu.

    Menurut Cep, Jangan mengambil kesimpulan tentang sesuatu kalau seandainya melihat dari luarnya saja tanpa mendalami.

    Kenapa kebodohan ini terjadi, apa penyebabnya, apa yang harus dilakukan?.
    Kalau seorang muslim di tanya,” apa benar agama kamu itu agama kekerasan?”
    apa yang perlu kita jawab,
    kalau kita lihat dimedia saja pasti jawabannya ya,
    tapi coba kita lihat dengan seksama dan ajukan pertanyaan :kenapa terjadi ?apa penyebabnya? ada apa dibalik semua itu? apa itu benar?
    Kasus agama,Poso,ambon, Perlu kita tanyakan,
    Kenapa hal itu terjadi, ada apa dibalik semua itu? ataw yang lainnya.

    Disamping ayat 2 yang menurut teman yang lain aneh, banyak ayat yang masuk akal dan sangat ilmiah,
    seperti embriologi,
    tentang kelautan,
    ada hadits yang menyebutkan bahwa bulan pernah terbelah, itu sudah dibuktikan oleh peneliti Amerika sana dan memang betul.

    Kenapa sebaiknya makan pake tangan tanpa sendok, Rasul mencontohkan itu, dan memang terbukti bahwa itu sehat karena disetiap jari itu ada enzim yang membantu pencernaan.

    ada buku yang menuliskan tentang mukjizat gerakan sholat, karya dr.sagiran, MKes., sp.B.
    disitu ditulis tentang manfaat gerakan sholat dan wudlu.
    …..
    Mengapa Kebudayaan Jawa mengalami kemunduran:

    Kebudayaan itu bukanlah hal yang wajib dipertahankan, sekiranya kalau memang bertentangan dengan Agama,
    apa perlu kita pertahankan. seperti kepercayaan tentang Nyi Roro Kidul,
    Bahkan Cep anda pertanyaan tentang, Siapa Nyi Roro Kidul itu? kenapa pas anda gempa yogya tidak bisa menahan atau menghalau, malahan korbannya lebih banyak dari pada gempa bengkulu. 7.9 SR.
    setelah mencari tentang Nyi Roro:
    konon katanya dibuat suatu cerita tentang seorang penguasa laut yang ditaklukan raja mataram 2, sbagai bentuk untuk memperkokoh,menakuti rakyatnya,
    padahal Nyi roro itu hanyalah sebuah dongeng.

    Bahkan kebudayaan arab pun, kalau bertentangan yang kita tinggalkan,
    kan kita sudah punya pedoman.

    disitu tertulis Indonesia bakal dikuasai dan jadi negara boneka Timteng,
    apa itu terbukti,sampai sejauh ini?
    siapa kira2 yang menguasai sumber daya alam Indonesia?

    Untuk semuanya jangan menyinggung tentang agama lain,
    Kenapa ini begini, kenapa itu begitu,
    kalau itu hanya akan memanas manasi suasana saja.

    Kalu hanya mengadu siapa yang benar pasti tidak akan mendapat titik temu.

    Terima kasih untuk semua.
    Cep Otsmar.

    ” Mohon dikoreksi apabila terdapat tulisan yang salah”

    Cep Otsmar

    September 20, 2007 at 3:20 pm

  68. saya setuju dengan pendapat anda.

    aq

    September 20, 2007 at 10:08 pm

  69. aq boleh tanya g dengan anda? anda terinspirasi dari mana and sumbernya mohon di beri tahu, yang penting anda g ngarangkan? he….200X!

    pemuja tuhan

    September 20, 2007 at 10:12 pm

  70. Assalam.

    Cep Otsmar: Untuk hal yang sensitif bagaimana kalau Anda menuliskan nama dan identitas yang jelas, jadi mengkritiknya pun lebih bertanggung jawab. Saya memasukan cerita Ayan Hirsi Ali bukan berarti saya pendukungnya kan?

    Kalau Anda tidak setuju dengan uraian saya akan perbedaan Syiah dan Sunni, tolong sebutkan versi Anda. Saya sudah mengecek uraian dari majalah Time tersebut dengan buku-buku Islam, hasilnya pun kurang lebih sama dan kebetulan saya sendiri pernah hidup tiga tahun di Pakistan dimana Muslim Syiah mencakup 20 persen dari seluruh masyarakat Pakistan.

    Tapi perlu diingat, ini blog bukan situs akademisi. Kalau saya tulis artikel dengan berpuluh-puluh nara sumber dan rujukan, mana ada mau yang baca? Mengenai judul memang saya akui sedikit provokatif, tapi hal itu didasari oleh niat saya agar pembaca berpikir lebih dalam.

    Untuk masalah poligami: Yah, terserah Anda kalau mendukung poligami itu diperbolehkan. Saya hanya ingin menekankan bahwa perbedaan itu diperbolehkan oleh Islam, jadi ada baiknya setiap Muslim saling menghargai perbedaan pendapat antar sesama. Toh, Allah memang menciptakan manusia secara berbeda-beda.

    Kalau mengenai kemunduran budaya Jawa, no comment. Saya bukan ahlinya.

    aq & Pemuja Tuhan: Ternyata Anda orang yang sama toh, hehe. Masa ngarang yang bener aja? Whahaha.

    Wassalam.
    Sukses.

    guebukanmonyet

    September 20, 2007 at 10:58 pm

  71. Pluralistis adalah naluri dasar manusia

    Baru saja saya membaca artikel yg bagus di ‘The Jakarta Post’ hari ini Sept. 21 judul ‘The Pluralistic nature of man’ (by : Leng C Tan dan Muhamad Dahlan) yg kalau diterjemahkan kira2, ‘pluralistik adalah (salah satu; penulis) sifat dasar manusia’.

    Beberapa waktu lalu saya juga pernah memposting topik yg sama, saya katakan disitu bahwa pluaristic adalah salah satu naluri dasar manusia. Salah satu kesalahan pemahaman dasar para penentang pluralisme adalah kekeliruan mereka dalam menerjemahkan pluralisme yang diartikan sebagai setiap agama, setiap aliran-sekte sama. Oleh sebab itulah mereka menolak pluralisme karena bagi mereka tiap agama atau aliran-sekte jelas berbeda. Agama Hindu, Budha, Shinto, Kongfuchu, Tao, Ahmadiyah, Islam, Kejawen, dan lain sebagainya jelas berbeda, begitu argumentasi mereka. Tepat sekali! Saya setuju agama tidak sama terutama bila kita berbicara agama dalam tataran teologis dan tata cara ibadah. Tetapi yang ingin saya koreksi adalah by definition (secara definisi) pluralisme tidak bermaksud mengatakan kita sama atau mengatakan semua agama 100% sama. Bukan itu. Sebaliknya pluralisme justru mengatakan bahwa perbedaan adalah natural adanya dan kemudian kita masing-masing menghormati perbedaan itu. Selesai. Sama seperti saya suka warna baju kuning, anda suka warna merah, merah dan kuning jelas berbeda dan saya tentu tidak dapat memaksa anda untuk mengenakan baju warna kuning atau mengatakan warna baju anda jelek sedangkan warna baju saya bagus.

    Oleh sebab itu benar sekali apa yang dikatakan oleh Profesor Palestina Sami Adwan didalam tulisan ’The Jakarta Post” itu bahwa ” …the idea (of pluralistic) is not to legitimize or accept the other’s narrative but to recognize it…

    Terjemahannya kira2 :

    …pluralistis bukan berarti setuju dengan setiap orang, namun adalah kita mengenali dan mengerti bahwa perbedaan itu ada…..(dan akhirnya kita dapat menerima semua perbedaan dengan damai……)

    jusuf

    September 21, 2007 at 8:34 am

  72. seru juga bacanya…
    saya setuju dengan islam sebagai way of life, selain sebagai agama tentu. kenapa harus direpotkan dengan mendefinisikan islam kita ke dalam kelompok/golongan tertentu, yang semuanya tidaklah menjamin akan 100% menyelamatkan kita dari api neraka, karena lebih baik, lebih afdol (?). berkali2 Rosulluloh SAW menghindari melakukan aktivitas keagamaan yang sekiranya oleh beliau akan ditafsirkan sebagai kewajiban oleh umatnya/bid’ah (selain tuntunan yang diharuskan oleh Allah SWT, sholat 5 waktu dsb).
    kalo menurut saya, ambillah cara dan bentuk mewujudkan ke’islaman kita dengan cara yang kita suka, namun tetap berpatokan pada sunnah dan tuntunan Rosul, dan Quran pastinya. Toh Islam sebagai agama penyelamat umat-Nya, apa yang akan kita jawab pada hari pengadilan adalah sebaik apa kita melakukan kewajiban dan hak ke-Islaman kita untuk menentukan dunia kita selanjutnya, neraka atau surga. Kita gak mungkin akn menjawab pertanyaan-Nya “apa yang sudah kau lakukan dengan islam-mu?, kita akan menjawab, “saya sudah beribadah menurut aliran ini/itu, karena menurut saya itu yang dianggap Engkau/Rosul lebih baik diantaranya”, tapi kita pada nyatanya telah mendzolimi ketaatan Muslim lainnya dalam mendefinisikan dan melaksanakan Islam-nya yang sekiranya berbeda dengan interprestasi kita pada ke-islaman. Islam dulu berjaya karena muslim-nya bergerak bersama2 dalam satu visi Islam, sekarang terpuruk karena direpotkan dengan pertentangan aliran saya lebih murni, suci, agung, diridloi, dst, kenapa energi itu tidak digunakan untuk memajukan Islam, entah dengan ke-Islaman bentuk apa, aliran apa, toh kita pada intinya beribadah dan bemunajat pada Allah SWt melalui agama yang direstui dan diridloi oleh-Nya?! sama2 mengharapkan keselamatan dunia akhirat dengan masing2 cara kita sebagai hamba-Nya. Semoga kita menjadi muslim yang diharapkan-Nya menajdi penghuni surga. amiin

    bimo'

    September 21, 2007 at 9:54 am

  73. Jusuf: Wah, masukan yang benar-benar inspiratif Bung. Saya sangat setuju dengan definisi pluralistis itu, karena sesuai dengan motto hidup saya yaitu Life Accepts Differences. Menjadi pularis bukan berarti kita mengganggap semua hal itu sama, tapi justru kita mengakui adanya perbedaan dalam hidup dan menghargainya sebagai salah satu karunia dari Tuhan. Di Islam sendiri ada ayat yang menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan umatnya secara berbeda-beda agar kita saling mengenal.

    Bimo: Selamat datang. Masukan yang sangat baik. Saya sangat setuju bahwa Islam tidak bisa dikotak-kotakan begitu saja, Islam jelas jauh lebih hebat dari itu. Saya setuju bahwa Islam yang benar adalah Islam menurut kata hati kita masing-masing yang dilandasi oleh pemahaman kita terhadap Al-Quran dan Sunnah. Umat Islam saat ini malah direpotkan dengan perbedaan2 yang ada dalam Islam sendiri padahal orang lain sedang sibuk mencipta dan berkreasi, kita ketinggalan kereta melulu jadinya.

    Sukses.

    guebukanmonyet

    September 21, 2007 at 2:09 pm

  74. QS. Ash Shaff 8 : Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.
    QS. As Sajdah18 : Maka apakah orang yang beriman (sama) seperti orang yang fasik (kafir)?, Mereka tidak sama.
    ( QS Ali Imran :179)
    Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini , sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mu’min).

    aibnu

    September 21, 2007 at 6:51 pm

  75. Qs Al Hajj 11 : Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepian (ragu-ragu) ; maka jika ia memperoleh kesenangan, tetaplah ia dalam keadaan itu (ingat Allah), dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (menjadi kufur). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
    (Qs Ali Imran : 140) Jika kamu mendapat luka (dalam peperangan), maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat luka yang serupa. Dan masa (kemenangan dan kekalahan) itu Kami pergantikan diantara manusia (kafir dan mumin ); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu (mumin) dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

    aibnu

    September 21, 2007 at 7:10 pm

  76. Qs ali Imran : 139
    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

    aibnu

    September 21, 2007 at 7:14 pm

  77. Aibnu: Makasih atas ayat-ayat yang sudah dituliskan. Tapi tolong dijelaskan donk arti dan maknanya supaya kita semua bisa lebih belajar dan paham. Terima kasih, semoga Allah memberkati kita semua.

    Sukses.

    guebukanmonyet

    September 22, 2007 at 9:41 am

  78. Shodaqallahul ‘adzim.
    …………….
    dalam beribadah secara Islam yang mana ada beberapa hal yang berbeda sehubungan dengan adanya “pengkotakan” Aqidah, dari beberapa disiplin organisasi.

    Pada saat akan melaksanakan ibadah atau pengamalan: Saya selalu mempertimbangkan dan bertanya, apakah yang saya kerjakan itu sesuai dengan pedoman yang ada atau harus dilaksanakan sesuai dengan fatwa dari Ulama.
    kadang hal itu menjadi bahan pertimbangan untuk “yang mana yang harus dijalankan”.

    ada satu contoh fiqih:
    Menurut keterangan;
    Kalau dijilat anjing, harus dibersihkan dengan 1 kali tanah, kemudian 7 kali air. Rasul mencontohkan demikian.
    Ternyata menurut penelitian manfaat dari tanah itu adalah bisa membunuh kuman rabies, karena tanah mengandung silika. Kuman Rabies bisa mati kalau dipanaskan diatas 100 C ( bahkan,katanya harus 600 C, baru kumannya bisa mati).
    ( Penelitian telah dilakukan oleh pasteur)

    Meskipun jaman modern: menurut pemahaman orang yang lain, bisa kita bersihkan pake antiseptic atau semacamnya.
    tapi, apa anti septic mempunyai kekuatan untuk membunuh kuman.

    Banyak rahasia2 ilmiah yang terkandung dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul.
    Manfaat berwudlu, makan pake tangan tanpa sendok, gerakan sholat, pengobatan bekam,dll.
    Dengan sangat yakin, apa yang disunahkan rasul itu pasti ada manfaat lahiriahnya.
    *** Mohon untuk ditambahkan***.

    Meskipun kita dipojokkan oleh orang lain bahwa Islam begini, Islam Begitu dsb?

    Mudah2an itu bisa menjadi pemersatu kita untuk berpikir dan menjadikan kita maju,
    mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin.

    Terima kasih untuk yang telah meghina Islam; kami doakan kita semua segera mendapatkan kebenaran hakiki yang kita cari.

    Dengan saling menghina untuk yang tidak sadar dan sabar akan menjadikan perpecahan.

    Wasalam
    Cep Otsmar

    Cep Otsmar

    September 22, 2007 at 10:00 am

  79. Al Baqarah 26 : sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu . Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah , dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

    aibnu

    September 23, 2007 at 3:46 pm

  80. tulisannya bagus! :) saya belajar dari tulisan Anda. keep on writing and giving insight to others…

    krismariana

    September 25, 2007 at 2:54 pm

  81. Erm…
    Saya seorang perempuan yang ber-ibu muslim dan ber-bapak mualaf.
    Ibu yang seorang Hajjah.
    Bapak yang tidak (saya harap ‘belum’ sih, daripada ‘tidak’) menjalankan ibadah tetapi melakukan poligami dengan alasan di Islam hal ini legal.
    Dari kecil, saya amat sangat menentang penghinaan terhadap agama lain. Apalagi jika hal ini dibawa-bawa di khotbah sholat tarawih. Pasti saya langsung pulang sambil pasang muka bete.
    Wajar saja kalau manusia berpendapat bahwa pilihan mereka lah yang terbaik dibandingkan dengan pilihan orang lain. Tapi saya rasa tidak perlu sampai menjelek-jelekkan agama lain.
    Dalam pengajian keluarga, seringkali ada perdebatan antara para pakde – bude tentang tata cara wudhu, bagian tubuh mana saja yang menyentuh tanah saat bersujud. Bahkan perdebatan ini pernah juga melebar sampai akhirnya terjadi keributan.
    Hal-hal inilah yang mengganggu pikiran saya.
    Sampai pada akhirnya saya berpendapat, semua agama itu bertujuan baik, tergantung pada manusianya yang mengaplikasikan ajaran-ajaran agama itu sendiri.
    Kalo aplikasinya jelek, citra jelek lah yang terlihat dari agama itu. Kalo aplikasinya bagus, citra agama itu juga akan bagus dengan sendirinya.
    Maaf kalo ngelantur…

    axis

    September 27, 2007 at 2:52 pm

  82. Cep Otsmar: Terima kasih Bung buat masukannya, setuju bahwa kita jangan mau dibuat terpecah.

    Krismariana: Terima kasih kembali.

    Axis: Bener banget tuch, mari kita berhenti menjatuhkan agama lain, toh semua agama memiliki makna dan tujuan yang sama. Semua agama tidak ada yang mendukung kekerasan dan mencintai kedamaian.

    guebukanmonyet

    September 28, 2007 at 12:28 am

  83. siapa bilang umat islam itu bodoh dan terbelakang. memang di indonesia cuma orang islam ,ada orang kristen (tai) dan orang yahudi(bangsat nkutu kupret),walaupun orang islam itu seperti yang lo blang ,tapi kami adalah orang yang patuh akan perintah agama kami,tidak seperti anda !,anda bilang islam itu terbelakang ,lihat lah ke meksiko n brazil orang kristen di sana kotor n bau karna dalam agama nya tidak diajar bersuci ,dan tenttang hukum berzina , apakah hukum bisa berubah .seperti di amerika berzina itu lumrah saja ,tapi di negara indonesia kalian itu seakan akan kalian takut.apakah di agama kalian ada hukum yang melarang berzina yang berlaku di seluruh pelosok dunia ini .apakah ada!.wahai kaum yang di laknat suda h tiba masa kejayaan islam ,di dunia ini kelak kalian akan menerima azab yg sangat pedih, camkan itu

    yoga

    September 29, 2007 at 10:10 pm

  84. Membaca hal-hal provokatif yang dilontarkan oleh saudara Yoga, hati saya menjadi miris. Bagaimana bangsa kita bisa maju kalau masih berpegang pada fanatisme yang tidak penting?

    Saudara Yoga, perlu Anda ketahui, di Indonesia terdapat 5 buah agama yang diakui kelegalannya secara hukum. Ada banyak lagi kepercayaan yang menaungi masyarakat Indonesia. Rasanya tidak bijaksana kalau Anda menganggap Islam adalah yang paling benar dan taat.

    Dan sepertinya Anda perlu melihat contoh-contoh orang Islam yang tidak patuh pada Agama, seperti Saddam Hussein, Osama Bin Laden, dan tidak jauh-jauh, Bang HAJI Rhoma Irama, seorang Haji yang menebar nafsu sex dimana-mana.

    Sheperd

    September 30, 2007 at 12:35 am

  85. Yoga: Setuju kalau tidak semua umat Islam adalah “bodoh.”

    Sheperd: Semangat pluralisme yang bermartabat memang harus terus dikumandangkan oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

    guebukanmonyet

    September 30, 2007 at 6:18 pm

  86. Saya seorang muslim yang berjuang dan berusaha untuk menjadi muslim yang baik dan taat.
    Seandainya semua manusia taat dengan agamanya masing-masing sepertinya UUM ( Undang-Undang Manusia) tidak perlu diciptakan.

    Tidak perlu saling serang,tidak perlu saling hina,
    Apa yang Islam sudah yakin dengan keislamannya?, apa yang kristen sudah yakin dengan kekristenannya?, ataupun penganut yang lainnya.
    Mungkin timbulnya kekacauan di dunia, karena ketidak taatan dengan agamanya, atau dikarenakan pemahaman yang salah dengan agamanya masing2.

    Seandainya Agama itu dianalogikan sebagai satu materi Ujian sekolah, pasti hasil akhir nanti akan ketahuan siapa yang paing benar oleh Penguji kita.

    Sudah benarkah kita dalam menjalankan agama kita masing-masing?
    ……
    ” Untukmu agamamu untuk ku agamaku”.

    Tks/Cep Otsmar

    Cep Otsmar

    October 2, 2007 at 8:24 am

  87. Saya setuju dengan paham Pluralistis yaitu perbedaan adalah natural adanya dan kemudian kita masing-masing menghormati perbedaan itu. Tetapi tentu saja saya tidak setuju dengan pandangan Pluralisme yang menganggap tidak ada agama yang salah, dan tidak boleh satu pemeluk agama yang mengklaim hanya agamanya sendiri sebagai jalan satu-satunya menuju Tuhan. Tahun 2000, Vatikan telah menolak paham pluralisme dengan mengeluarkan dekrit Dominus Jesus. Tahun 2004, seorang pendeta Kristen di Malang menulis buku serius tentang paham pluralisme agama berjudul ‘Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini’. Tahun 2005, MUI juga mengeluarkan fatwa yang menolak paham pluralisme agama. Dan tahun 2006, Media Hindu juga menerbitkan satu buku berjudul ‘Semua Agama Tidak Sama’. Buku ini juga membantah penggunaan ayat dalam Bhagawat Gita IV:11 untuk mendukung paham penyamaan agama yang disebut juga dalam buku ini sebagai paham universalisme radikal. Menurut saya suatu tindakan yang bodoh bagi seseorang yang mengaku beragama tapi tidak meyakini bahwa Agamanya adalah agama yang benar.

    oky

    October 2, 2007 at 9:04 am

  88. Sangat bodoh sekali bagi seseorang yang beragama tapi tidak meyakini kalau agamanya adalah agama yang paling benar. Jika semua agama adalah benar, apakah jika seseorang mendirikan agama baru yang memuja-muja dan menuhankan setan atau teroris dan mempunyai beberapa masa juga bisa dianggap benar?

    ” Untukmu agamamu untuk ku agamaku”.

    oky

    October 2, 2007 at 9:40 am

  89. Cep Otsmar: Thanks Bung Otsmar buat masukannya. Saya setuju bahwa tiap penganut agama harus introspeksi dan melihat sudah berapa dalam mereka memahami agama masing-masing.

    Oky: Memiliki pandangan pluralisme berarti menghargai perbedaan yang dimiliki orang lain, dan tentu memiliki pandangan pluralisme tidak berarti kita tidak menganggap pandangan kita paling benar. Tapi bukan berarti kita menjadi arogan dan mau menang sendiri apabila merasa agama kita paling benar.

    guebukanmonyet

    October 4, 2007 at 2:07 am

  90. Terlepas dari pengertian bung Tasa mengenai paham Pluralisme berarti bung Tasa setuju dong kalau Islam adalah agama yang paling benar dan Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin) dan syariat Nabi Muhammad bukanlah ancaman bagi integrasi bangsa. Karna di Indonesia sendiri sudah begitu banyak hukum yang secara tegas merupakan pelaksanaan syariat Islam, seperti Bank Syariat, Asuransi Syariat, Reksadana Syariat, hukum perkawinan syariat, dan jika meninggal dunia pun, tentu bung Tasa maunya dimakamkan secara syariat Islam bukan? saya harap sih demikian.

    oky

    October 4, 2007 at 10:21 am

  91. Tentu saya setuju kalau Islam adalah agama yang paling benar, makanya saya bangga menjadi seorang Muslim.

    guebukanmonyet

    October 4, 2007 at 10:44 am

  92. Ya kalau memang agama itu sama,
    tidak akan ada bermacam-macam agama di dunia ini.

    Cep Otsmar

    October 4, 2007 at 1:03 pm

  93. menurut saya, yang perlu kita pikirkan sekarang adalah : bagaimana mengubah kondisi (mayoritas) umat islam agar tidak terus menuerus dalam kebodohan (iptek, especially agamanya sendiri). apa yang bisa kita berikan buat kejayaan islam? sudahkan kita bergerak, atau selama ini kita hanya berkutat pada wacana, wacana dan wacana.
    komentar2 yang ada cukup bagus, dan bisa menjadi “sarana pencerahan” terutama bagi yang belum paham akan islam.

    emi

    October 5, 2007 at 1:07 pm

  94. Cep: Yah pastinya itu :)

    emi: Yah, setuju. Sudah saatnya kita berpikir maju dan memikirkan bagaimana mengejar ketertinggalan kita dengan budaya2 lain.

    guebukanmonyet

    October 6, 2007 at 5:37 pm

  95. Gwa jadi inget Tas pas buka bareng di rumahnya Deja. Kita sempat berbicara mengenai penampakan oleh hantu dan sebagainya. Gwa inget loe bilang umat muslim di Indonesisa masih terlalu banyak memikirkan hal2 gaib yg sebenernya irrelevant di jaman skarang. Gwa sangat setuju Tas dengan pendapat loe karena kalau kita fokus ke hal2 gaib tersebut, pikiran kita sooner or later akan disconnected from reality dan tidak bisa berkembang.

    Aron

    October 9, 2007 at 9:38 am

  96. ARON:
    Setuju dengan pendapat anda,
    pernah satu pengalaman, bertanya ke salah satu Blog tentang Nyi Roro Kidul apakah karangan atau bukan?,
    ternyata respon yang diterima cukup banyak dan variatif dari yang Pro dan kontra ( ungkin banyak kontranya dengan Cep)
    ya tapi wallahu’alam.
    Tapi untuk saya keghaiban itu pasti ada dan saya percaya.
    tapi tentang penokohan yang namanya NRK tadi itu yang menjadi pertanyaan.
    Tidak sedikit orang yang “menuhankan” NRK, MUNGKIN rasa takut terhadap NRK melebihi rasa takut terhadap akibat dari perbuatan sendiri.
    Mitos tersebut cukup mengakar dibeberapa kalangan Rakyat Indonesia.

    Namun kemajuan Bangsa lebih terlihat dari perbuatan nyata dan hasil dari kerja keras kita dari semua elemen bangsa.

    Cep Otsmar

    October 9, 2007 at 10:03 am

  97. Cep Otsmar:
    Itu betul sekali. Menurut saya hal2 gaib adalah suatu hal yg cukup dipikirkan tanpa dicampur adukkan ke dunia nyata.

    Mitos2 seperti mitos NRK memang sudah mengakar di kalangan rakyat Indonesia terutama kalangan yg kurang terpelajar. Bahkan org2 yg terpelajar pun masih suka memakai sesajen untuk memajukan bisnis mereka.

    Rakyat Indonesia masih banyak yg tidak bisa memisahkan antara superstisi dan realita. Bila kita bertanya “Apakah gunung yg meletus disebabkan karena Jin penunggu gunung tersebut marah atau karena ada pembukaan di permukaan bumi yg menyebabkan lava untuk keluar?”
    Saya yakin rakyat Indonesia masih banyak yg menjawab yg pertama.

    Aron

    October 9, 2007 at 10:26 am

  98. ARON:
    Ya jadi sedih, Anak2 Cep ( 4th & 2 th) keduanya seneng nonton acara Misteri di salah satu TV Swasta,
    ini yang bikin repot anak2 seneng nonton tapi takut” Ngintip tapi ngumpet di ketiak Bapak”
    Dicoba dialihkan ke stasiun TV malah nangis.
    artinya kalau tidak diberikan penjelasan terhadap hal seperti itu bisa2 dia percaya kalau makhluk yang ditampilkan itu adalah nyata.
    dan mereka seneng nonton karena visualisasi dari makhluk tersebut.
    tapi suatu tantangan untuk Cep sebagai orang tua dari 2 anak untuk bagaimana menanamkan terhadap hal yang bersifat NYATA,memupuk kedisiplinan dan menjadikan anak yang baik,
    Perlu diingat salah satu candaan di tempat Cep.
    Anak Masih Kecil adalah anak asuh kita ,
    Anak sudah jadi remaja adalah teman kita,
    Anak sudah dewasa adalah “musuh” kita.
    Maaf pengertian musuh disini bukan sebenarnya, namun memang benar apa yang dialami adalah seperti itu, disaat kita sudah mulai tidak sependapat dengan orang tua, sudah mulai berani menjawab atau bahkan membantah.
    Maka dari itu mumpung anak2 masih kecil akan Cep persiapkan agar tidak menjadi Umat yang Bodoh,Berbhakti.

    Karena segala sesuatu bermula dari diri kita, keluarga,lingkungan.

    Cep Otsmar

    October 9, 2007 at 11:03 am

  99. Aron: Wah, inget aja lo. Bener banget tuch, orang Indonesia terlalu percaya dengan hal-hal yang gaib yang gak jelas juntrungannya. Padahal Islam itu adalah agama yang paling logis dibandingkan agama lain. Menyedihkan.

    Cep: Fenomena Nyi Roro Kidul dan pemirsa TV kita yang dibanjiri dengan sinetron2 tidak bermutu memang gambaran menyedihkan dari bangsa ini. Anak-anak di pedesaan terus “dipaksa” menonton tayangan hantu, kekerasan, dan kemewahan. Bagaimana mereka bisa pintar?

    guebukanmonyet

    October 11, 2007 at 12:53 am

  100. poin-poin yang jitu untuk disampaikan. dari semua diskusi ini, poin nya adalah Sudahkah Umat Islam menjadi Umat yang Kritis? karena Allah menciptakan kita dengan kehendak bebas lengkap dengan Ruh dan Akal Budi, Jadi bukan lagi saat nya Umat Islam hanya hidup dengan Doktrin yang (mungkin) dicekoki dari lahir. Umat Islam jangan lagi hanya percaya pada propaganda pemimpin Agama yang tidak jarang mengatakan Ojo Takon, Duso, padahal seorang Muslim secara kritis mempertanyakan isi-isi Quran. Singkatnya Umat Islam harus bisa membedakan Islam sebagai teologi normatif (kepercayaan, dimana orang bebas mempercayai apa saja) dan Islam sebagai Teologi Historis Kritis (misal kajian mengenai bagaimana Nabi Muhammad SAW terbang ke Masjid Aqsa dalam Israj Miraj, sementara Masjid Aqsa baru jadi tahun 700 an, dan Nabi Sendiri sudah meninggal tahun 630an; Nabi Yakub, Yusuf, Daud sebagai Nabi Bani Israel; dan selanjutnya2x). Pemikirian kritis akan melahirkan Umat yang percaya dan mengerti apa yang dia percayai, dan bukan hanya dengan fanatisme mempercayai sesuatu. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.

    AbdulIlahi

    October 12, 2007 at 11:32 pm

  101. salut buat Tasa, I really find ur writing AMAZING ! smart and sharp, If only more Indonesian Moslem are as critical as we want it to be, perhaps our country will be a better place to live, by the way I would like to talk more about your views on Islam. peace out !

    boogeel

    October 13, 2007 at 1:01 am

  102. Bagaimana kita harus tidak merasa paling benar? kalo masih mempunyai perasaan seperti itu berarti kita masih jauh utk menemukan kebenaran..

    Gem'ashaki

    October 15, 2007 at 5:56 am

  103. Abdulilahi: Thanks for your inspiring comment. Saya setuju, menjadi seorang pemeluk Islam yang kritis memang tidak ada salahnya. Kita tidak boleh jadi korban “doktrinisasi” dari para pemuka agama dan budaya di sekeliling kita, kita mencintai Islam harus karena kita mempercayai dengan hati kita bahwa Islam memang jawaban untuk kehidupan ini, dan bukan katanya. Selamat idul fitri juga Bang, mohon maaf lahir dan batin. See you soon.

    Boogeel: Thanks so much for your support, I really appreciate it :) Yes, we should talk more, when and where?

    Gem’ashaki: Perasaan seperti apa maksudnya? Maaf kurang mengerti. Thanks for sommenting.

    guebukanmonyet

    October 15, 2007 at 1:18 pm

  104. kepala hotak ko la umat islam camtu. umat kafir la bodoh. dahla makan babi. tait sendiri pun makan. tu cerdik ke?? nama saya paris hilton. saya tahu tentang agama islam. umat kafir ni memang bodoh +badigol+bahlol+cendol+mandol+siol+ the most wanted is bengap.. kui kui kui kafir bodoh yea, kafir siol yea, kafir makan babi yea…

    sea wire

    October 16, 2007 at 12:32 pm

  105. Sea Wire, bisa pake bahasa Indonesia nulisnya.

    Mas Tasa, Bisa ditranslate ngk?
    Ngk ngerti artinya.

    Cep Otsmar

    October 17, 2007 at 11:35 am

  106. Aduch, saya juga tidak mengerti Mas. Sepertinya bahasa Jerman.

    guebukanmonyet

    October 18, 2007 at 12:21 pm

  107. Selamat Idul Fitri 1428 H, Minal Aizin wal Faiizin.

    Ini ada artikel cukup panjang saya ambil dari internet entah dimana sudah lupa, sebenarnya untuk diskusi kalangan mereka sendiri tapi cukup bagus untuk bahan renungan. Selamat membaca……..

    SETIAP AGAMA PUNYA “KEANEHAN”

    Baru-baru saya berkenalan dengan seorang wanita muda yang baru setahun menjadi Kristen. Saya bertanya; mengapa ia memilih agama Kristen bahkan lebih spesifik lagi mengapa memilih gereja tertentu. Jawabannya membuat saya tercengang. “Semua agama pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saya memilih Kristen (disini dia juga menyebut alasan kenapa dia memilih gereja tertentu-tetapi ini tidak akan saya kutip) karena lebih banyak kelebihannya dibandingkan kekurangannya.”.

    Saya tercengang karena;

    pertama; mengatakan agama mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan adalah pendapat yang bertentangan dengan pandangan umum selama ini. Yang namanya agama pasti sempurna, kebenarannya mutlak, tidak mempunyai kekurangan apapun demikian pandangan awam.
    kedua; yang membuat saya lebih tercengang adalah suatu kebetulan yang aneh, saat saya sedang merenung mencari iman Kristen sejati, saya menemukan jawaban yang kurang lebih sama dengan wanita muda yang baru saya kenal.

    Benar !

    Saya juga berpendapat setiap agama mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Untuk menghindari polemik lebih baik kata ‘kekurangan’ saya ganti dengan kata ‘keunikan’ atau ‘keanehan’. Mengapa ini bisa terjadi?

    Dalam pandangan saya, apa yang disebut agama di zaman ini selalu terdiri dari 2 aspek, yakni pertama;agama dalam bentuknya yang asli yakni wahyu Illahi murni dan kedua; agama dalam bentuknya yang formal yakni hasil dari formalisasi agama oleh manusia, bisa dalam bentuk interprestasi kitab suci (yang dapat berbeda satu manusia dengan manusia lain), struktur organisasi agama, ritual, tata cara ibadah atau tradisi. Tradisi ini tidak jarang berasal dari budaya setempat dimana agama itu pertama kali muncul. Satu contoh yang banyak dikutip dalam religious study (ilmu kajian agama) adalah hubungan antara agama Islam dan budaya Arab. Terdapat kesulitan dalam memisahkan antara Islam sebagai suatu ajaran dengan Arab sebagai suatu budaya. Banyak ajaran Islam yang dipraktekkan sekarang berasal dari tradisi setempat yang sudah ada jauh sebelum Islam lahir. Atau dengan kata lain banyak tradisi-budaya masyarakat Arab-Yahudi yang kemudian diformalkan sebagai bagian dari ajaran agama Islam. Misalnya; tradisi bersunat (mula-mula ini adalah tradisi masyarakat Yahudi sejak jaman nabi Musa. Kita tidak pernah tahu mengapa tradisi ini muncul, apakah semata-mata Allah yang memerintahkan demikian ataukah ada alasan praktis-sekuler lain yang mendahuluinya). Kemudian tradisi hukuman dilempar batu bagi penjinah. Tradisi ini juga adalah tradisi masyarakat setempat dimana Injil yang hadir 600 tahun sebelum kedatangan Islam juga sudah menceritakannya lewat kisah wanita penjinah yang dibawa kepada Yesus. Juga jilbab didalam Islam (juga disebut didalam kitab suci PB, I Korintus 11:3-13) kurang lebih adalah model berpakaian wanita-wanita Timur Tengah padang pasir yang sudah ada sebelum agama Yahudi, Kristen dan Islam datang. Konsep lain seperti makanan haram, najis, membasuh diri bahkan poligami adalah hal-hal yang sebelumnya juga sudah dikenal dikalangan masyarakat Yahudi (didalam agama Yahudi tidak hanya babi yang haram dimakan, termasuk juga onta, kelinci dan hewan tertentu lainnya).

    Dalam skala yang lebih kecil kita dapat pula menemukan contoh-contoh serupa didalam Kristen atau agama lainnya bagaimana proses formalisasi agama ini berlangsung selama ribuan tahun. Khususnya bagi umat awam, semakin lama proses formalisasi itu berlangsung, semakin sulit memisahkan mana yang merupakan inti ajaran murni yang bersumber dari wahyu asli Illahi dan mana yang semata-mata tradisi-budaya atau interprestasi manusia belaka.

    Apabila kita bisa memahami bahwa agama adalah pesan Tuhan yang kemudian diinstitusikan oleh manusia dalam bentuk agama formal maka memang agama akhirnya tidak akan luput dari keunikan atau keanehan. Bagi saya, ketika pesan Tuhan diinstitusikan secara formal oleh manusia maka saat itu juga sedikit atau banyak intervensi manusia atas pesan Tuhan tersebut dimulai entah itu melalui aturan, tata cara ibadah, ritual ataupun interprestasi yang kesemuanya adalah buatan manusia (yang bagi banyak orang beragama dikatakan ‘dilakukan oleh manusia tetapi atas tuntunan dari Tuhan, tuntunan Roh Kudus’). Proses intervensi manusia yang berlangsung ribuan tahun itu akhirnya melahirkan agama formal seperti yang kita kenal sekarang dengan segala ajaran, praktek dan tata caranya. Dan karena manusia adalah mahluk yang tidak sempurna, mahluk rapuh, mempunyai nafsu marah, takut, ambisi, kepentingan serta terutama terbatas akal-budi-emosi-nya, maka intervensi manusia atas pesan Tuhan itu bisa menyebabkan munculnya hal-hal ‘aneh’ atau ‘unik’ didalam agama formal atau istilah wanita muda yang saya kenal dalam cerita ini ‘kekurangan’ didalam agama.

    Kisah lucu namun mengena mengenai bagaimana tradisi dan kebiasaan berproses menjadi bagian dari hukum formal agama sehingga akhirnya kebiasaan dimaksud sulit dibedakan dari ajaran asli agama itu diceritakan oleh Anthony de Mello dibukunya Doa Sang Katak ;

    Alkisah, ribuan tahun lalu disebuah biara setiap akan melakukan doa bersama kucing kesayangan milik pemimpin biara selalu diikat agar tidak menganggu jalannya ibadah. Kemudian pemimpin biara meninggal dan kebiasaan itu dilanjutkan oleh pengikutnya. Hingga ribuan tahun kemudian kisah kucing diikat didalam setiap perayaan ibadah terus hidup. Dan akhirnya entah bagaimana dan siapa yang memulai kemudian muncul peraturan hingga hari ini didalam agama itu bahwa dalam setiap perayaan ibadah harus ada kucing yang diikat! Dan sekarang setiap orang mengenal aturan itu sebagai salah satu ajaran dari agama itu…

    Anda boleh tidak setuju dengan pandangan saya mengenai agama seperti ini. Namun bagi saya pribadi, memahami agama dengan cara seperti ini akan sangat membantu dalam proses menuju kedewasaan iman, menuju kedewasaan umat beragama. Membantu ke arah sikap toleran untuk memahami dan menerima mengapa setiap agama mempunyai hal-hal yang dianggap ‘aneh’ atau ‘unik’ bagi penganut agama lain. Saya mungkin menganggap unik mengapa didalam Hindu sapi dianggap mahluk suci, sebaliknya didalam Islam babi dianggap mahluk najis (dalam kepercayaan Cina shio babi dianggap pembawa keberuntungan dan juga simbol dari dewa perang). Namun sebaliknya teman saya yang non-Kristen mengatakan orang Kristen itu rakus, apa saja dimakan (ada beberapa gereja Kristen yang mengharamkan juga beberapa jenis makanan meskipun ini tidak dipraktekkan oleh mayoritas Kristen). Atau sementara non-Islam menganggap aneh ritual berhaji didalam Islam, dimana Ka’abah yang berupa batu harus dikunjungi dan dikelilingi sebanyak tujuh kali, sama aneh bagi orang-orang non-Kristen mengapa Yesus digambar wajah-Nya atau mengapa patung Yesus, Maria dan lain-lain dibuat dan diletakkan didalam gereja. Demikian pula unik bagi non-Islam yang menganut prinsip monogami mengapa nabi Muhamad beristri lebih dari satu namun lebih-lebih aneh bagi non-Kristen mengapa Yesus tidak beristri apalagi dianggap Tuhan.
    (catatan; sebenarnya beberapa tokoh dalam Perjanjian Lama juga mempraktekkan poligami, misalnya Abraham)

    ‘Hal-hal aneh’ semacam itu adalah wajar ditemukan dalam tiap agama dan tidak perlu menjadi polemik. Agama bermasalah yang menurut saya harus diwaspadai bila perlu ditantang secara ideologi adalah agama yang ajarannya jelas-jelas membahayakan jiwa diri sendiri atau orang lain. Misalnya agama yang dalam ritualnya wajib mengorbankan manusia-seperti agama primitif di film-film, atau agama yang mengajarkan bunuh diri masal atau agama yang mengancam perdamaian dan sejenisnya. Diluar itu, agama yang hanya sekedar mempunyai perbedaan dalam tataran philosophis-theologis atau perbedaan dalam tata cara ibadah bukanlah masalah besar.

    Kembali ke Trinitas, bagi saya Trinitas adalah konsep Kristen dalam tataran philosopis-theologis yang paling unik, paling sulit dijelaskan dan dipahami bahkan sering dipandang sebagai ‘kelemahan’ Kristen yang paling sering dikritik. Trinitas, sepanjang pengetahuan saya adalah satu-satunya hal didalam Kristen yang dari masa ke masa selalu menjadi titik kritikan terhadap Kristen baik dari non-Kristen maupun oleh sekelompok kecil Kristen sendiri

    jusuf

    October 24, 2007 at 12:16 pm

  108. rame banget artikel ini, kayak ada hajatan aja di dalamnya :mrgreen:

    contoh terdekat umat Muslim adalah Umat yang bodoh misalnya

    1. Parpol dan ormas Islam di Indonesia yang sering berbeda pendapat dan tidak mau bersatu, maunya dia sendiri yang paling hebat.

    2. Perilaku sebagian umat Muslim Indonesia yang memalukan karena paling depan untuk melakukan perbuatan maksiat. Gengsi dan gak gaul kalo gak minum alkohol, wine, champagne, alkohol 70% :mrgreen: dsb. Seks before married adalah hal biasa, praktek korupsi, senang debat kusir dan berbantah2an saat diskusi atau dialog, perbuatan curang, tipu daya, bohong, menindas kaum lemah, dll. Pantesan umat agama lain ill-feel ma Islam karena kelakuan sebagian umat Islam di Indonesia gitu.

    3. Tidak menghormati dan menghargai dirinya dan umat Islam Indonesia sendiri….cenderung membela kepentingan minoritas tapi punya pengaruh kuat dalam roda perekonomian dan dunia politik….kalo di perusahaan PT namanya golden share….punya bagian saham paling sedikit atau minoritas tapi jadi decision maker tiap RUPS atau RUPSLB.

    4. Takut dan segan ama bule dan cina yang punya kekuasaan….masih nyambung poin2 sebelumnya.

    Saya gak mau menjelekkan umat saya sendiri, tapi kenyataannya emang gini, pahit pastinya. Kenapa umat Islam di Indonesia khususnya adalah umat yang tidak dewasa berpikir dan berperilakunya….emosi dan nafsu selalu dikedepankan. Itu yang menjadi sebab kebodohan kita selama ini.

    yonna

    October 30, 2007 at 11:37 am

  109. 1. GUEBUKANMONYET : Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat muslim. Mungkin umat muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.
    Catatan : Tahukah anda dunia barat yang anda kagumi itu mengakui kalau JENIS ANGKA yang kita gunakan saat ini ADALAH JENIS ANGKA ARABIQ yang tersebar jaman Dinasti Abasiyah di Eropa (Spanyol). Dan tahukah anda bahwa orang tua2 anda dahulu belajar berhitung dengan nama ilmu AL’JABAR.
    2. Ucapan anda sejenis situs Faithfeedom

    aibnu

    November 3, 2007 at 6:46 pm

  110. Saya sarankan kepada pemerintah untuk memusnahkan ajaran-ajaran sesat,yang dapat mengacaukan agama islam.dan membuat nama agama islam menjadi buruk dimata agama lain.sementara agama islam sudah tertinggal dari agama lain.mulai dari bidang ekonomi,ilmu,&lain-lain,jadi jangan tambah membuat malu lagi agama islam.

    M.DICKI ALDIANSAH

    November 3, 2007 at 9:21 pm

  111. Yonna: Masukan yang sangat bagus. Saya setuju bahwa sudah terlalu banyak kebodohan yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia, sudah saatnya kita merubah diri kita menjadi umat yang cerdas. Mungkin salah satu masalahnya terletak pada ketidakmampuan kita dalam menerapkan esensi yang sesungguhnya dari Islam pada kehidupan nyata sesuai dengan perkembangan jaman.

    Dicki: Saran yang bagus tapi jangan membabi buta yah.

    Aibnu: Tolong hentikan komentar-komentar Anda yang tidak jelas maksud dan arahnya, jujur saya gak ngerti Anda itu mau ngomong apa. Kalau Anda ingin berdiskusi secara dewasa dengan saya bisa kirim surat ke email saya. Tolong jangan jadi orang pengecut yang beraninya mengkritik tapi tidak menunjukkan identitas asli Anda.

    guebukanmonyet

    November 4, 2007 at 3:57 pm

  112. Iya kalo boleh gabung….guejugabukanmonyet :mrgreen: maksutnya saya gak merupakan bagian dari sebagian umat Muslim Indonesia yang kelakuannya kaya monyet…seperti ugal2an di jalan raya, gak tertib di tempat umum, gak sopan, gak ngucapin terima kasih ma satpam yg menyambut kita, gak ngucapin makasih ma tukang ojek yg abis nganter kita ke tmpt tujuan, dkk.

    gak cuma gak mampu tapi juga gak mau dan gak berani berubah menjadi person yg lebih baik….takut dibilang aneh, katrok, sok alim, sok suci, dll. ngapain sih dengerin komentar gak mutu gitu?! emang kalo nanti hidup kita susah dia mau nolongin? emang kalo kita masuk neraka dia mau nolongin? karena kadang masih ada aja orang yang mencemaskan komentar orang lain akan perubahan di dirinya, heran yach komentar orang yg belum tentu ada malah dikuatirin. hal ini yg jadi penyebab tidak pernah adanya perubahan karena stagnasi dianggap biasa.

    yonna

    November 5, 2007 at 12:26 pm

  113. Islam menjadikan umatnya bersikap kekanak-kanakan:
    “Ini mainanku. Mainanku yang paling bagus.”

    Dengan SDM yang seperti ini, kapankah kita menjadi bangsa yang mapan?

    Ridwan

    November 5, 2007 at 6:46 pm

  114. @Ridwan
    Ridwan wrote: Islam menjadikan umatnya bersikap kekanak-kanakan:
    “Ini mainanku. Mainanku yang paling bagus.”

    Waduh…anda Muslim bukan? kalo iya, apakah selama ini ajaran Islam yang anda peroleh membuat anda bersikap kekanak-kanakan? Islam aliran apa ya yang mengajarkan umatnya bersikap kekanak-kanakan? Sorry tapi reply anda OOT banget karena artikel ini membahas perilaku negatif umat Muslim bukan membahas agama Islamnya.

    yonna

    November 6, 2007 at 12:25 pm

  115. Memang ini sudah saatnya bagi kita generasi muda Islam untuk benar2 mendalami agama, mempelajari Al-Qur’an dan Hadits. Tengoklah dahulu ketika Islam banyak mempunyai ilmuwan2, lahir beberapa ilmu baru seperti Aljabar, kedokteran (oleh Ibnu Sina), dan masih banyak lagi ilmuwan lain yang ahli dalam sastra, filosofi, astronomi. Apakah kita hanya bisa duduk termangu sambil membayangkan betapa majunya Islam dulu? Tidak. Hentikan khayalan itu dan bangkitlah berdiri. Ini adalah saatnya bagi kita untuk membuktikan bahwa umat Islam tidak lagi bodoh. Katakan muak untuk kebodohan umat ini. Mulailah mempelajari Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan. Sudah saatnya bagi kita untuk mulai menapakkan kaki ke depan. Jika suatu saat nanti Islam bangkit dan maju karena para ilmuwan Muslim, maka berharaplah bahwa Anda adalah salah seorang di antaranya.

    Ini ada link bagus ebook buku berjudul “The Qur’an and Modern Science, Compatible or Incompatible”, karya Dr. Zakir Naik, seorang dokter dan ilmuwan yang berasal dari India
    http://www.irf.net/book3.zip
    ;)

    fin

    November 6, 2007 at 1:47 pm

  116. dear yonna,

    Ridwan tidak OOT. Namun pernyataan Ridwan itu, entah ia sadar atau tidak sebenarnya sejalan dengan pertanyaan yang saat ini banyak dibicarakan dimana2 khususnya ketika mendiskusikan tentang agama Islam (saya hanya meneruskan saja pertanyaan itu).

    Pertanyaan itu paling mendasar, sangat sensisitif dan pasti menyinggung perasaan namun begitulah adanya.

    Yakni;

    apakah agama Islam secara melekat memang menjadikan atau mendorong umatnya untuk intoleran, keras bahkan kejam, tidak open-minded (sehingga umat Islam adalah umat yang bodoh-judul artikel ini-) ataukah
    kekerasan2, teror yang dilakukan oleh orang yang mengatasnamakan Islam maupun bodohnya umat Islam-judul artikel ini- lebih karena mereka keliru menginterprestasikan ayat2 suci dalam Islam namun agama Islam sendirinya tidak salah?

    Mereka yang setuju pada pertanyaan pertama berusaha menggali Islam melalui Qur-an, contoh di dalam Hadist maupun sejarah perkembangan Islam, namun mereka yang setuju pada pertanyaan kedua berargumen bahwa agama Islam tidak salah. Yang salah adalah manusianya yang keliru menginterprestasikan Qur-an dan Hadist.

    jusuf

    November 6, 2007 at 3:35 pm

  117. @jusuf
    nice explanation trims :D

    oke saya lebih paham dengan penjelasan anda, sorry ya ridwan namanya komunikasi di dunia maya gak bisa disamain ma dunia nyata….kita kudu lebih detil menjelaskan pendapat kita di dunia maya supaya gak salah paham :D

    Saya juga menyadari pendidikan yang diberikan oleh ortu, guru maupun ulama/ustadz mengenai Islam selama ini tidak semuanya sesuai dengan esensi yang ingin disampaikan oleh Islam itu sendiri. Maksudnya ada kesalahan saat memahami ajaran Islam dan kesalahan pemahaman tersebut disebarkan melalui media edukasi dan dakwah, entah sengaja menyesatkan, sengaja membodohi, sengaja melemahkan mental umat Islam atau emang bener2 gak tau kalo dia salah…wallahualam.

    Saya lumayan ketabok waktu ada pendapat orang Islam non Indonesia dan pendapat orang Indonesia Islam yang tinggal di luar yang bilang kalo pemahaman umat Islam Indonesia terhadap Islam banyak yang ngaco dibanding yang benernya. Lebih khususnya mereka prihatin dengan media hiburan yang kok ketawa2 aja, nyanyi2 aja, sinetron mulu dll yang notabenenya gak mendidik sama sekali. Udah gitu ulama2 yang berbeda paham cenderung gontok2an atau suka debat kusir. Dari contoh yang diperlihatkan selama ini, boleh saja timbul pertanyaan kalo Islam menjadikan umatnya kekanak-kanakan. Tapi perlu diingat, yang menjadikan umat Islam Indonesia itu kekanak-kanakan bukan Islamnya tapi orang yang menyebarkan pemahaman Islam tersebut.

    Wew…emang gak gampang memahami Islam dengan benar apalagi jika harus menyebarkan paham tersebut ke masyarakat luas.

    yonna

    November 7, 2007 at 9:52 am

  118. Berdebat lewat surat (@Email ????
    1. Kepada semua pembaca (Muslim) pada setiap situs Apriori Islam
    2. Janganlah anda terpengaruh untuk diajak berdebat lewat surat.
    3. Sebagai contoh :
    GUEBUKANMONYET :
    Aibnu: Tolong hentikan komentar-komentar Anda yang tidak jelas maksud dan arahnya, jujur saya gak ngerti Anda itu mau ngomong apa. Kalau Anda ingin berdiskusi secara dewasa dengan saya bisa kirim surat ke email saya. Tolong jangan jadi orang pengecut yang beraninya mengkritik tapi tidak menunjukkan identitas asli Anda.
    4. Kumpulan surat menyurat debat ini dapat dijadikan buku propaganda bahwa debat anda kalah (dengan arogansi), dan argumentasi mereka benar. Hal ini sudah banyak terjadi, ingat :

    Al Baqarah. 9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

    Qs Al Baqarah. 10. Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

    aibnu

    November 8, 2007 at 8:17 pm

  119. Jusuf: Thanks for penjelasannya.

    Fin: Hallo bro, lama tida bersua. Thanks banget link-nya, bagus banget.

    Yonna: Wah, pandangan yang sangat baik sekali. Benar, umat Muslim di Indonesia dibodohi oleh tayangan2 yang sangat tidak mendidik mulai dari sinetron, acara komedi, acara gosip, sampai debat kusir dari para pemuka agama. Kita harus gimana dong?

    Aibnu: Saya membuat buku propaganda dari komentar2 Anda? Whahahaha, emangnya situ artis? Sadar diri dong ach. Ya sudah kalau tidak berkenan, saya tidak memaksa. Sayangnya saya harus menghapus setiap komentar yang Anda berikan, kalau kecewa bikin saja blog sendiri jangan nyampah di blog orang. Sukses!

    guebukanmonyet

    November 9, 2007 at 1:55 am

  120. kok ya gue malah niru Mario Teguh nih kayanya heheheh :mrgreen:

    harus gimana dong?

    hmmm…saya inget ada quotes tapi belum nemu lagi…lupa persisnya, intinya gini sih mempunyai banyak ilmu pengetahuan itu bagus, tapi yang paling bagus adalah mengetahui sumber dari ilmu pengetahuan yang bagus dan tidak banyak orang mengetahuinya. Kayanya quote dalam bahasa Inggris “the matter is not how you know the knowledge but where do you find it”. Lah jadi penasaran kan jadinya :mrgreen: ya sud…lanjut…

    Dalam hubungannya dengan memahami Islam dengan benar adalah kita tahu harus membaca buku apa, bertanya kepada siapa, dsb. Trus darimana kita tahu kalo itu emang benar? Proses! Tapi jangan kuatir, proses itu ada yang lama dan ada yang singkat, berdoalah untuk tidak terlalu sulit menemukannya. Kalo nanya ma seseorang darimana kita tahu pemahaman dia thd Islam itu benar….gampang, lihat lah hidupnya yang sekarang, kalo bisa bandingkanlah hidupnya yang dulu dengan yang sekarang…ada perubahan signifikan gak? Kalo iya, boleh lah kita yakin kalo pemahaman Islam dia bener dan yuk belajar ma dia.

    Kira-kira gitu ya Tasa….saya sedang menjalani hal yang barusan saya omongin….emang harus sabar, teliti dan tetap semangat aja…hehe :D

    yonna

    November 9, 2007 at 10:49 am

  121. Yonna, saya sangat suka tuh dengan peribahasa tersebut, that’s really a good one. Saya sendiri jelas bukan seorang Muslim yang bisa dibanggakan tapi saya yakin bahwa Islam adalah jawaban untuk hidup saya dan saya sangat menikmati setiap hal baru yang saya temukan dalam Islam. Karena seperti yang Anda bilang, yang penting adalah prosesnya, karena itulah sukses yang sebenarnya.

    Salam damai.

    guebukanmonyet

    November 9, 2007 at 1:31 pm

  122. jadi gatel pengen komen lagi, gpp yach :mrgreen:

    ada juga quotes yang bilang kalo ilmu itu mahal harganya….mahal di duit, mahal di waktu, mahal di tenaga, mahal semuanya.

    jadi ingat pengalaman sendiri….masih berhubungan ma quotes tadi. waktu lagi mumet2nya nyelesein skripsi, mama nyuruh saya ikutan training ESQ Ary Ginanjar….beberapa bulan lamanya baru suruhan Mama berhasil….sebulan sebelum sidang skripsi baru ikutan, saya cuma sendiri.

    Saya ikut yang eksekutifnya selama 3 hari, ditraining langsung oleh Pak Ary. Selama ikut training tsb saya terkagum2 dengan metode ESQ ini. Sampe setelah selesai ikut, mama senang karena akhirnya saya nurut juga :mrgreen: dan ada sedikit perubahan bagus pada diri saya. Perubahan bagus itu adalah saya lebih bisa mingled di pergaulan, karena saya tuh bisa dibilang autis sosial hehehe. Makanya pas ikutan training itu sendirian yang ada cuma ngebatin “MAMPUS GUE, GAK ADA YANG KENAL!” dan komentar2 temen2 dan sodara2 yang terkejut2 “Iiiih Yonna udah bisa ngomong!” buset deh…segitu parahnya ternyata :mrgreen:

    Lama-lama saya baru sadar dan akui trus bilang langsung ke mama gini “Ma, sebenernya ESQ Ary Ginanjar itu sama dengan yang mama ajarin ke yonna selama ini, tapi selama ini yonna gak percaya, gak ngerti dengan isi nasihat mama makanya perlu uang Rp 2,5 juta untuk membuktikan nasihat mama selama ini benar. Informasi itu emang mahal ya ma?!” sampai sekarang pun saya suka senyum2 sendiri kalo mengenang itu. Betapa sebuah informasi bisa mendadak mahal setelah kita tahu betapa bernilainya itu.

    Gitu deh tasa, jadi curhat lagi deh hehehe….

    *kembali ke proses hidup

    yonna

    November 9, 2007 at 2:40 pm

  123. Nice blog Om.
    Banyak hal yang bisa saya ambil dari tulisan dan juga banyaknya comment di blog Anda.
    Bisa dikatakan agama memang hal yang “high tension” utk di sangkut pautkan dg kehidupan sosial.
    Tapi… sayangnya banyak yang langsung menyolot dg kasarnya begitu seseorang ada “salah” dg suatu agama.
    Masih inget dg kejadian Bpk Harmoko yang “keseleo” lidahnya waktu melafalkan Al Fatihah?
    Gw yakin lebih banyak orang yang mencaci maki dan mengecap beliau gak pernah sholat, daripada orang yang mendoakan supaya beliau segera mendapatkan hidayah Nya.
    Ingatkah juga waktu Ketua FBR (gw lupa namanya) di wawancara ama Ratna Sarumpaet, dimana sang Ketua FBR tsb langsung meneriaki si Ratna S. dg : “Kamu itu nggak Islam, kamu itu munafik !!!” (cmiw) – pas lagi seru2nya isu RUU APP.
    Sedemikian gampang itukah kita men-cap seseorang bahwa dia itu tidak agamis?
    Sedemikian mudahkah kita men-cap seseorang bahwa dia adalah munafik?
    Emangnya siapa kita? Kita juga pernah lupa kan?
    (pasti pernah lupa menaruh buku ato kunci motor/mobil kan?).
    Dan kita juga pasti pernah salah kan?
    (Nabi aja pernah salah, lha kita ini apalagi?)

    Dengan semakin banyaknya perpecahan , maka konsentrasi untuk memikirkan kemajuan dan teknologi semakin tersita dan bahkan hilang.

    Yang (kayaknya) terbaik adalah :
    Kita cuman sementara disini, mari kita bergandengan tangan untuk berbuat sebisa kita.
    Dan marilah kita mencoba untuk menerima perbedaan yang ada di sekitar kita. (toh kita juga udah terbiasa kan dengan perbedaan jatuhnya hariraya idul fitri ? kenapa tidak di hal lain juga?)
    Soal sekte2 sesat?????? ah itu mah urusan orang2 yang “berilmu” ama orang2 yang berwenang, ngapain kita ikut mengurusi itu? Ingatlah: jerawat semakin di pencet, malah semakin bengkak dan bengkak dan…. sakit.
    Lebih baik ngurusin sekolah (bagi yg sekolah), kuliah (bagi yang kuliah) ato kerjaan (bagi yang bekerja), daripada ngurusin “jerawat” tsb?
    betul?

    Kita sebagai umat Islam akan tetap “dibawah” barat, jika kita terus dan terus mengurusi “jerawat” tersebut.

    Semoga Dia berkenan memberi rahmat utk kita semua … Amiin
    Salam hangat to Om gwbukanmonyet.
    :shakehand:

    thepantjing

    November 10, 2007 at 11:56 pm

  124. What a great essay you have here,
    I only would like to leave a lil’ bit of comment.

    This is where the urgency of “Tarbiyah” (education) has come, when the ummat is in those state that you mentioned. Stupid, weak, shameful, poor, and broken apart.
    It is very urgent for the ulamas (people with knowledge), the ustadz to make another ulamas and ustadz Not only those ulamas wearing turban on their head and arabic style cloths but also Doctors with lots of hadits knowledge, PhDs with fiqh knowledge, Masters with Quranic fluency and bachelors with Islamic histories, and so on.
    I am sure the more ulamas the better for Islam.

    So let us learn about islam and about the world. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina athabannar.

    Nandha

    November 11, 2007 at 12:27 pm

  125. Biar sehat ngak jerawatan,
    sering2 di cuci mukanya…

    artinya sering2 membersihkan diri dr apa yang salah…
    perbanyak interospeksi…

    Cep Otsmar

    November 15, 2007 at 3:51 pm

  126. Yonna: Oh, jadi anak ESQ nih. Hehe. Thanks udah bagi pengalamannya. Training ESQ memang sempat menjadi fenomena sendiri di Jakarta yah, banyak teman saya yang mengaku mendapat banyak perubahan positif setelah mengikuti training tersebut. Saya sendiri belum pernah ikutan ESQ karena merasa sudah cukup mendengar cerita dan pengalaman dari teman-teman yang pernah ikutan training itu.

    thepantjing: Thanks buat dukungannya. Masukan yang sangat baik, intinya adalah fokus untuk memperbaiki keislaman masing-masing pihak yah. Jangan cepat menuduh seseorang dengan label yang macam2 karena kita sendiri bukan manusia paling suci di dunia.

    Nandha: Thanks for the support, and welcome to my blog. I agree with your opinion, all the Muslim experts should help all the Muslims to be better in all aspects of life.

    Cep: Sering-sering cuci muka yah, setuju Bung.

    guebukanmonyet

    November 16, 2007 at 1:10 pm

  127. mbak yonna: iya, rame bener…sampe bingung mau ngomentarin siapa aja. keburu lupa. yang trisakti lebih rame lagi tuh, komennya juga rame-rame..huahaha…

    tapi saya tetep pengen komen yah…

    artikel ini mirip sama yang pernah ditulis Aditya Mulya di blognya…coba aja baca…

    Menurut saya, islam itu banyak disalah artikan. Baik dari pemeluknya, maupun dari orang diluar islam. Banyak orang islam ekstrim yang nganggep umat agama lain itu jahat, setan, kafir, blablabla. Sisanya islam KTP. Atau malah munafik-Ekstrim tapi KTP (yang kaya gini banyak bener deh di Indo, saya sering ketemu dan sering jadi koban).

    Saya nggak suka sama yang kaya gini-gini nih… Menurut saya yang bikin orang-orang ilfil sama islam itu karena ada orang-orang garis keras yang tiran, sampe membunuh karena islam. Tapi abis itu banyak yang munafik sama ajaran islam. Generalisasinya, kita nggak terima kalo ada yang beda sama pendapat kita, tapi abis itu nggak konsisten sama yang kita gembor-gemborin sampe ngebunuh orang itu. Orang lain bete kan liatnya…maunya apa sih ni agama?

    Saya juga suka sebel sama orang yang berantem antar agama, atau sesama Islam. Saya nggak liat esensinya, malah keliatan tolol dimata saya. Saya sendiri lahir di keluarga yang multi agama. Saya half chinese, ayah saya muallaf (Tadinya Atheis trus jadi Islam). Om saya-orang ketiga paling saya hormati dan sayang, penganut katolik super taat beserta tante-tante dan sepupu-sepupu saya. Sedangkan nenek saya dan saudara-saudaranya agamanya ada yang Kong Hu Cu, sampe Budhha. Ayah dan bunda saya juga orang yang bisa dibilang taat Islamnya. Ramelah pokoknya.

    Semua sama-sama yakin kalo agamanyalah yang paling benar. Tapi kita nggak pernah tuh berantem-berantem masalah agama. Kita kompak banget malah! Karena agama itu masalah kepercayaan…kalo udah percaya ya percaya. Nggak ya nggak. Mau dibilang kafir, teroris, agama buatan manusia, nggak masuk akal, mana peduli?? Berantem tuh buang waktu aja. Udah banyak musuh, hidup ga tenang, trus belum tentu bener pula. Rugi amat kan??

    Maksud saya belum tentu bener itu, selama ini belum ada bukti kongkrit bahwa salah satu agama adalah benar, 100% guarantee, masuk surga.
    Masing-masing punya kitab, punya nabi, punya keajaiban-keajaiban. Yang mana yang tanda Tuhan sesungguhnya??

    Intinya sih…siapa kita buat mengadili? Itu sih urusan nantilah…kita dulu, udah ngapain emangnya sampe bisa maksa ke orang lain mana yang bener mana yang salah masalah keTuhanan gini?

    Kaya kata Beyonce (walah kok Beyonce?) “masalah agama itu, masalah saya sama Tuhan. Bukan urusan orang lain.” Yang penting ga merugikan orang lain. Tapi mana ada sih agama yang ngajarin buat merugikan orang lain? Jadi kembali lagi ke poin agama manakah yang paling benar dan bisa dijamin 100% selamet? Jadi kembali lagi ke kepercayaan kita. Cuma itu jaminannya.

    Kalo masalah kenapa orang islam suka berantem sesamanya…puasa kemaren waktu pulang saya sama bunda ngobrol-ngobrol dan saya mengungkapkan kekesalan saya tentang kenapa orang islam berantem mulu. Gimana caranya mau ngebersihin nama baik di mata dunia kalo gini? Terus kata bunda saya…dari sekian banyak doa Rasul, ada satu doa yang nggak dikabulin sama Allah. Yaitu doa “ummatku tidak bertengkar sesamanya”. Allah nggak mengabulkan doa ini supaya kita berusaha sendiri, bener-bener menjalankan Islam dengan benar atas usaha kita sendiri. Berarti…memang perpecahan antar kita itu yah tantangannya?

    zahra

    November 17, 2007 at 1:21 pm

  128. zahra

    November 17, 2007 at 1:27 pm

  129. @zahra
    iya kalo liat betapa larisnya blog Tasa dikomentarin ma orang2 kalo diduitin pasti udah untung gede :mrgreen:

    blognya Aditya Mulya? penulis film Jomblo bukan? saya suka banget ma artikel “Gua, Motor Gua, dan Wanita-Wanita di sekeliling kita
    http://suamigila.com/2006/12/gua-motor-gua-dan-wanita-wanita-di.html

    bikin ketawa ampe sakit perut deh….btw, istrinya Aditya Mulya menang pesta blogger kemaren ya, nama blognya istribawel.com

    yonna

    November 19, 2007 at 11:45 am

  130. Zahra: Masukan yang sangat bagus. Thanks for sharing. Thanks juga buat link-nya. Sebagai sesama umat beragama tidak semestinya kita saling menyalahkan dan menghina, kita menjadi manusia beragama seharusnya justru menyebarkan damai dan cinta. Di Islam kita dianjurkan untuk menghargai perbedaan, tidak hanya di dalam Islam sendiri tapi juga di luar Islam.

    Yonna: Thanks buat link-nya juga :)

    guebukanmonyet

    November 19, 2007 at 3:06 pm

  131. Assalamu’alaikum

    semoga rahmat Alloh SWT selalu di hati kita… amin
    menanggapi artikel, tentang Islam tidak pernah damai… dan umat islam adalah umat yang bodoh…
    Kenapa kita selalu mempermasalahkan itu semua.. ? kita tidak usah panjang pikir terlalu rumit, yang jelas.. hati-hati dengan “PROPAGANDA BANGSA YANG KURANG BERADAB YANG INGIN MENGHANCURKAN ISLAM” Hal ini dbuktikan mereka menyebarkan iklan7berita yang bertemakan nafsu syahwat, teknologi yang meeka selewengkan buat akses mesum pornografi dan porno aksi..
    terus mau dikemanakan pemuda dan generasi penerus kita kalo.. DININA BOBOKAN DENGAN TEKNOLOGI.. Yang intinya mereka berlomba-lomba menyita waktu hanya bersenang-senang..
    Tiada rasa untuk saling mengingatkan dalam ibadah.. sehingga masalah sepele dalam agama saja banyak yang tidak tahu.. Na’udzubillah min dzalik.. sudahlah tidak usah dipikirkan perbedaan kita,, asalkan tiadak melenceng dari Qur’an dan Hadist.. entah Suni entah Syiah semoga Alloh SWT mempersatukan semua… mari kita bersama-sama membangun peradaban islam agar jaya seperti dulu… AMIN

    muhammad idris

    November 22, 2007 at 1:07 pm

  132. muhammad idris: Wassalamualaikum Mas, saya setuju banget kalau kita umat Muslim harus bersatu untuk membangun Islam. Kesadaran untuk tidak mau dibohongi oleh teknologi tidak boleh menjadikan gaptek juga sih, karena kalau begitu justru kita yang akan merugi.

    Salam damai.

    guebukanmonyet

    November 23, 2007 at 9:05 am

  133. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
    AL QURAN ……….
    QS. Ash Shaff 8 : Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.
    Qs Fushilat 26 : (Ucapan kaum kafir) : “Janganlah kamu mendengarkan dengan sungguh-sungguh akan Al’Quran itu dan buatlah kegaduhan terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkannya”.

    Qs al’Mukminun 110-111 :” Tetapi kamu jadikan mereka (mumin) bahan olok-olokan, sehingga kamu lupa mengingat Ku… waktu kamu mentertawakan mereka…sesungguhnya mereka itu orang-orang yg menang”.

    Qs Al’Baqarah 204 : “ Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya , padahal dia adalah penentang yang paling keras “.

    Qs Al’ Munafikun – 4 : “ Kamu akan merasa kagum dengan tubuh mereka (= kaum kafir ) dan kamu akan mendengarkan suaranya , sesungguhnya mereka itu ibarat sepotong kayu yang bersandar . Mereka mengira teriakan keras itu ditujukan kepada mereka “ .
    QS. An Nissa 89 : Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka
    QS. Al’An’aam123 : Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.

    aibnu

    November 23, 2007 at 11:39 am

  134. Sekarang buat Gw, “banyak cuci muka”,
    biar ngk jadi umat Islam yang bodoh,dibodohin dan ngebodohin.

    Cep Otsmar

    November 23, 2007 at 12:23 pm

  135. sepertinya memang indonesia surganya islam, liat saja kegembiraan semena-menanya FPI, razia sana, razia sinipadahal belum tentu barang atau produk2 yang di razia dimusnahkan beneran, bisa jadi di konsumsi sendiri atau mungkin di jual..

    FPI….!!
    klau elo pada emang cinta ma tuhan elo, elo pasti mencintai ciptaanya juga, jadi jangan semena-mena lah.
    kita hanya numpang hidup sementara kok.

    kalau elo punya tuhan, mintalah padanya supaya rakyat elo, bangsa elo ini di lindungi dari segala hal yang merugikan.

    kalau gw orang berpengaruh terhadap negara2 super power di dunia ini, agama lain gw pindahin ke suatu tempat di negara lain, (selain moselem), setelah itu yang tinggal gw musnahin.

    jammie

    jammie

    December 2, 2007 at 5:11 am

  136. @ jammie,

    moselem itu agama baru yah??

    Gilang

    December 2, 2007 at 8:21 pm

  137. Cep Otsmar: Cuci muka memang perlu.

    jammie: hidup tidak semena-mena!

    Gilang: kayaknya begitu lang. He-he.

    guebukanmonyet

    December 4, 2007 at 7:35 am

  138. guebukanmonyet, on April 19th, 2007 at 12:33 am Said:

    Mba Yunita:
    Saya bukan alumni ITB loch. Hehe. Memang benar begitu banyak perbedaan di dalam Islam, tapi that’s life. Menurut saya semua memang berbeda, justru disitu indahnya hidup. Kitab suci Al Quran cuma ada satu sementara yang baca ada lebih dari 1,6 Milliar manusia sudah pasti menimbulkan banyak persepsi. Tapi bukan disitu letak permasalahannya. Nabi Muhammad berkata, “Agamaku agamaku, agamamu agamamu.” Nah, kalau Islam saja memiliki toleran tinggi terhadap agama lain masa kita mesti ribut antar sesama? Benar-benar memalukan.

    Assalamu’alaikum.
    Ini nih mau ikut nimbrung.
    Kok setahu saya soal kata Nabi tersebut bukan soal toleransi deh. Lihat asbabun nuzul dan asbabul wurudnya deh…… Ceritanya kan waktu itu Rasulullah diajak bertoleransi sama orang kafir quraisy. Yakni kafirin/musyrikin minta agar Rasulullah tidak berdakwah lagi atau paling tidak menurunkan “suhu” dakwahnya. Trus nanti mereka mau nggabung muslimin, dengan syarat muslimin juga mau nimbrung sebagian saja acara keagamaan kafirin/musyrikin itu. Nah terus beliau menjawab dengan “Lakum dinukum wa liy ad-din”. Nah, itu adalah pelepasan diri dari syirik dan pencampuran haq dengan bathil. BUKAN TOLERANSI.

    Gitu ya…..
    Ma’af kalau kurang berkenan.
    Eh ya…. Nimbrungnya telat banget soale mbukak blog ini juga ngga’ sengaja.

    Habiburrahman

    December 7, 2007 at 10:28 am

  139. Habiburrahman: Thanks buat masukan dan koreksinya kalau memang saya salah. Tapi yang saya perhatikan, pendapat Anda kok sebenarnya malah mendukung komentar saya tersebut yah? Mmmh.

    Tidak masalah, yang penting kita sama-sama umat Muslim yang mendukung damai dan toleransi, kalau saya salah mohon dimaafkan.

    Salam damai.

    guebukanmonyet

    December 7, 2007 at 10:53 am

  140. Nyambung ni……..
    Umat Islam itu emang banyak yang bodoh ketimbang yang pinter. Soale mereka nggak mau belajar soal agama mereka sendiri. Baca Al Qur’an…………….jarang. Ngerti artinya………lebih jarang. Ngerti maksudnya………………lebih jarang lagi. Ngerti cara implementasi dan aplikasinya (istilah apa sih)…………..sangat lebih jarang lagi.

    Belum lagi soal sunnah Nabi. Tambah banyak yang gak ngerti.

    Ngakunya agamanya Islam, tapi nggak ada karakteristik Islam dalam dirinya.
    Islam kan bukan hanya pengakuan. Iman bukan hanya pengakuan. Tetapi yang penting atsar…….

    Bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, itu bukan hanya statement aja, tapi sudahkah terbukti dari kelakuan kita sehari-hari……………
    Itu satu hal……………..dan masih banyak yang lain.

    Sudah dulu ah…..
    Masih banyak yang mau saya tulis sih sebenarnya….

    Habiburrahman

    December 7, 2007 at 11:00 am

  141. Eh belum jadi berangkat nih.
    Nulis lagi aaaaah…………..
    Kembali ke soal toleransi nih.
    Lakum dinukum wa liy ad-din itu disampaikan nabi untuk menolak kompromi (baca:toleransi) yang disodorkan orang kafir/musyrik lho ya…..

    Dan kalo toleransi itu menjadikan kita berkurang kadar aqidah kita, nggak boleh itu……. Karena urusan aqidah itu harga mati. Orang salah dalam beraqidah, berarti keluar dari agama.
    Nah kalo toleransi dalam soal furu’, silakan……..dan itu bisanya ya….antar muslimin.
    Kalo antar muslimin dan kafirin itu tidak ada toleransi dalam beragama. Kalo mua’amalah, silakan selama tidak melanggar batas keharaman.

    Salam kenal ya….
    (dari solo)

    Habiburrahman

    December 7, 2007 at 11:09 am

  142. dear habib,

    bisa anda jelaskan lebih jauh kalimat anda ;

    ‘kalo antar muslimin dan kafir itu tidak ada toleransi dlam beragama..’ apa maksudnya? apakah memang itu di minta oleh quran dan hadis?

    salam..

    jusuf

    December 11, 2007 at 1:43 pm

  143. jammie:
    kok omongan kamu agak kontra yah?
    diawal kamu mengecam FPI karena semena-mena

    trus dibawah kamu bilang kalau kamu bisa, agama selain islam mau dipindahin trus dibunuh-bunuhin. semena-mena dong berarti.

    well…untungnya kamu bukan pemimpin negara super power. dan semoga ga bakal, kalo mikirnya masih kek gitu. soalnya orang yang mau kamu bunuh-bunuhin itu setengah keluarga saya…

    jusuf:
    maksudnya mungkin, dalam beribadah ga bisa dikompromiin…ga bisa saya beragama islam tapi berdoa dengan cara kristen…begitu bukan mas habib??

    zahra

    December 11, 2007 at 3:52 pm

  144. bener air zam-zam sudah kering dan diganti dengan air ledeng PAMnya ARABia.

    batu2 buah jumrah didorong dengan buldozer tiap pagi, bukan turun dari langit. emang ujan batu?

  145. wah masalah definisi nih? toleransi sendiri apa artinya secara harfiah? sama seperti orang memperdebatkan kesamaan makna pluralisme dengan pluralistis yang sempat dikembangkan oleh JIL.

    jangan ampe deh, gara2 gak tau artinya secara leksikal gramatikal ampe debat kusir ke ujung2 langit….kasian ma Tasa, blognya dijadiin pangkalan delman :mrgreen:

    yonna

    December 13, 2007 at 11:51 am

  146. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
    AL QURAN ……….
    QS. Ash Shaff 8 : Mereka (kafir/munafik) ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.

    Qs al’Mukminun 110-111 :” Tetapi kamu jadikan mereka (mumin) bahan olok-olokan, sehingga kamu lupa mengingat Ku… waktu kamu mentertawakan mereka…sesungguhnya mereka itu orang-orang yg menang”.

    aibnu

    December 13, 2007 at 1:45 pm

  147. Habib: Bagus juga tuh pertanyaan Jusuf, bisa tolong dijelaskan?

    Jusuf: Pertanyaan yang bagus.

    Zahra: Aduh jangan sampe deh pemimpin punya pemikiran seperti itu, takuuuut.

    panglima FPI: Maksudnya apaan Panglima?

    Yonna: Iya nich, jadi tempat debat. Asal gak kasar dan main hina sih gak papa.

    aibnu: maksudnya apaan Mas? Di Depok banjir kagak?

    guebukanmonyet

    December 13, 2007 at 2:26 pm

  148. sambung lagi pertanyaannya….,

    apakah karena ada ayat ini muslem diharuskan intoleran dengan non-muslem ;

    O kamu orang2 yg percaya, jangan jadikan Yahudi dan Kristen sebagai ‘awliya’ (teman, penolong, pelindung dst.). mereka hanya ‘awliya’ bagi sesamnya saja (Q 5:51)

    atau;

    Jangan berteman dengan mereka yang kafir (Q 25:52)

    salam….,

    jusuf

    December 13, 2007 at 2:53 pm

  149. assalamu’alaikum wr wb.
    setiap perbedaan adalah sunatullah yang begitu indah bila mampu dirangkum dalam petikan hikmah menuju ridho lillahi ta’ala.
    tulisan yang menggugah,walau sedikit “berlebihan” untuk judul nya, semoga dapat memotivasi kita semua selalu berserah diri tanpa “serakah diri” agar senantiasa hidup jaya diakhir kelak.

    arachman

    December 13, 2007 at 11:32 pm

  150. @Jusuf: Anda lupa Abu Tholib itu siapa? Apa agama beliau? Bagaimana sikap Nabi Muhammand SAW thd beliau? Thd orang beda agama yg tidak mengajak kita untuk keluar dari agama, mengapa kita tidak boleh berteman? Abu Tholib bukan hanya berteman saja dengan Nabi, tetapi keduanya mempunyai hubungan yang sangat dekat (Karena beliau adalah paman Nabi). Nabi Muhammad tidak berteman kepada orang non Islam yang pada waktu itu memusuhi Nabi dan yang berusaha agar Nabi menghentikan dakwah. Ayat-ayat dalam Al-Qur’an di atas merujuk pada orang kafir yang memusuhi Nabi pada waktu itu.

    Waktu Nabi Muhammad berdakwah, dilempari batu sekalipun beliau tetap mendoakan agar mereka diberi hidayah dan petunjuk. Nabi berkata bahwa mereka berbuat seperti ini karena mereka tidak mengerti. Betapa Nabi adalah orang yang mempunyai simpati yang sangat tinggi terhadap sesama makhluk Allah.

    @habiburrahman Anda menulis: “Ceritanya kan waktu itu Rasulullah diajak bertoleransi sama orang kafir quraisy. Yakni kafirin/musyrikin minta agar Rasulullah tidak berdakwah lagi atau paling tidak menurunkan “suhu” dakwahnya. Trus nanti mereka mau nggabung muslimin, dengan syarat muslimin juga mau nimbrung sebagian saja acara keagamaan kafirin/musyrikin itu. Nah terus beliau menjawab dengan “Lakum dinukum wa liy ad-din”.”

    Jadi Rasulullah menolak kompromi karena apa? Tidak lain karena kafir quraisy pada waktu itu punya maksud tersembunyi dengan meminta Nabi agar menghentikan dakwah.

    Apakah Rosulullah bisa berdakwah dengan cara memusuhi orang yang belum Islam? Kalau Anda memusuhi seseorang maka apapun yang Anda katakan tak akan pernah bisa mendapatkan perhatiannya. Apalagi menunjukinya ke jalan yang benar.

    Dalam hati saya yakin bahwa kelak Islam akan jaya karena Islam mempunyai nilai yang diterima secara terbuka (tidak dengan paksaan) oleh semua orang di dunia. Dengan begitu “Islam adalah rahmat bagi semesta alam” adalah hal yang tak diragukan lagi kebenarannya.

    Achmad Arifin

    December 14, 2007 at 9:33 pm

  151. “Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Mumtahinah :7)

    “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Mumtahinah : 8)

    “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (Mumtahinah : 9)

    Ayat-ayat di atas mengatur bagaimana kita harus bersikap terhadap orang yang bukan Islam. Jelas sekali bahwa ada syarat dan kondisi yang berlaku di sini. Jangan berteman dengan orang yang memerangi kamu karena agama kamu. Maka terhadap orang yang tidak memerangi Anda bagaimana? Bertemanlah karena dengan begitu Anda bisa menunjuki mereka ke jalan yang benar.

    Orang-orang yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang suci untuk memusuhi semua orang yang ada di bumi, sungguh saya sangat ragu bahwa mereka mempunyai pemahaman yang benar terhadap Al-Qur’an.

    Achmad Arifin

    December 15, 2007 at 12:29 pm

  152. Assalamualaikum Wr. Wb.

    yg diperbincangkan asik2 leh g gabungan?, sebab sy ingin tahu bgmn perkembangan & kemunduran islam di luar negri dan klu ad berita or artikel, tlg kirim ke eamil saya “h4wk_blezzsak0ber3@yahoo.co.id”

    makasih

    dianz

    December 16, 2007 at 8:28 pm

  153. guebukanmonyet, on November 9th, 2007 at 1:55 am Said:

    Aibnu: Saya membuat buku propaganda dari komentar2 Anda? Whahahaha, emangnya situ artis? Sadar diri dong ach. Ya sudah kalau tidak berkenan, saya tidak memaksa. Sayangnya saya harus menghapus setiap komentar yang Anda berikan, kalau kecewa bikin saja blog sendiri jangan nyampah di blog orang. Sukses!

    Jawab :
    Saya telah membuat BLOG sendiri dengan HEAD FOLDER berjudul ” AWAS !! , SITUS-SITUS KAUM KAFIR YANG BERPURA-PURA ISLAM ” (bahkan tak bernegara) . Yang termasuk situs-situs jebakan tersebut al : GUEBUKANMONYET, HIDAYATULLAH.COM, dll…..ok , silahkan akses, freedownlod ok.

    aibnu

    December 19, 2007 at 2:06 pm

  154. Achmad Arifin: Terima kasih atas komentar-komentar Anda yang sangat positif dan membangun. Tampaknya saya harus banyak belajar dari Anda.

    dianz: Wassalam. Silahkan bergabung dan berdiskusi :)

    Aibnu: Selamat atas blog barunya kalau begitu. Saya kira itu jauh lebih baik dari pada menulis komentar di blog ini yang pada akhirnya harus saya hapus. Terima kasih atas kritikannya selama ini karena telah membuat saya lebih waspada untuk belajar lebih dalam. Silahkan Anda menganggap saya kafir dan bukan Islam, saya tidak perduli. Bagi saya islam atau tidaknya seseorang bukan diputuskan oleh manusia lain. Saya sendiri mengaku bukan seorang Muslim yang baik dan berilmu tinggi, saya hanyalah seorang Muslim muda yang ingin tahu lebih dalam mengenai agama dan Tuhan saya. Dan untuk menjalani perjalanan itu, tampaknya cacian dan makian bukanlah suatu hal yang aneh untuk dilewati.

    Salam penuh damai.

    guebukanmonyet

    December 19, 2007 at 2:19 pm

  155. sejenak saya ingin menyampaikan kalo kesannya OOT emang disengaja supaya segar dikit :mrgreen:

    BAGI YANG MAU MARAH-MARAH, NGOTOT, SEWOT, DLL SEBAIKNYA ANDA MINUM AIR PUTIH DULU YANG BANYAK BIAR ADEM DIKIT!!!

    udah mau 2008 brooo,siiiissst!! tinggalin budaya debat kusir dong!

    yonna

    December 19, 2007 at 2:59 pm

  156. reply laen….

    gimana gak diketawain ma temen2 bulenya Tasa kalo sesama netter muslim aja suka ngatain sesamanya? buset deh pake ngatain kafir aja….kalo emang ada kesalahan sebaiknya direvisi baek2 aja, gak usah ngata2in deh…aduh terbukti kan tuh kalo Umat Muslim Adalah Umat Yang Bodoh….sorry I’m not part of it, I never join the party!!!

    woy…perbedaan pendapat itu biasa, bahkan antar Yahudi juga gitu, kalo gak salah antara Yahudi Ortodok dengan Yahudi Zionis juga ada perbedaan pendapat, tapi untuk tampil ke luar mereka kompak. kenapa orang Islam gak gitu juga? Hiihh…lihatlah kenyataannya…meski saya kliatannya mbela Tasa, tapi kenyataannya emang umat muslim adalah umat yang bodoh because we prove it to the worldwide!!!! lihatlah kenyataannya, tengok diri sendiri, apakah kita sendiri adalah bagian dari pesta pembodohan diri sendiri?? Mudah2an gue gak…na’udzubillah!

    yonna

    December 19, 2007 at 3:14 pm

  157. Dari cara bicara anda saya yakin anda apatis berat dan apriori terhadap Islam. Justru generasi seperti anda inilah yang amat disenangi musuh-musuh Islam untuk diperalat merusak Islam…ok

    aibnu

    December 19, 2007 at 5:19 pm

  158. Sebaiknya anda (Gbkmyt) segera memilih agama dimana hati anda lebih condong dan tinggalkan atribut Islam,….. tetaplah berkiprah di Dunia Maya, tapi tidak dengan atribut Islam. Silahkan anda tetap menggunakan folder situs ini, tetapi tidak berpura-pura Islam…..ok. Selamat berpindah agama…saya dukung berat lho.

    aibnu

    December 19, 2007 at 5:27 pm

  159. Kalian perlu ketahui bahwa Nabi Muhammad SWT menurut riwayat sahih, ketika meninggal dunia itu dalam keadaan MISKIN dan masih berhutang. Hutang itu beliau ingatkan uintuk embayarkannya pada orang yang ditinggalkan. Padahal beliau adalah seorang PEMIMPIN (atau dapat dikatakan sebagai RAJA) dari wilayah umat Islam yang amat luas, menguasai sebagaian besar zazirah Arab.

    Refrensi :…

    Thomas Carlyle – dalam buku : ON HEROES AND HERO WORSHIP :
    “ Anggapan kita yang lazim tentang Muhammad adalah bahwa ia seorang penipu, penjelmaan kepalsuan, bahwa agamanya penuh kedazalan dan kebodohan (= ini fitnah yang dilontarkan oleh kaum orientalis) ….Tuduhan2 bohong yang ditimpakan kepada orang ini hanya mencemarkan diri kita sendiri (= dunia Barat )…..Amboi, mengapa anda keberatan , jika kaum muslimin menamakan dia nabi ?….ia tegap berdiri disana berhadapan muka dengan mereka (=kaum Muslimin Arab) , terang-terangan dan tidak diselubungi apapun, mereka itu melihat bagaimana ia menambal jubahnya, memperbaiki sepatunya, berperang, memberikan petunjuk, memerintah kepada mereka. Mereka tentu tahu laki-laki macam apa dia…..Saya katakan orang besar ini selalu seperti halilintar dari langit , manusia lainnya menanti dia sebagai bahan bakar kemudian merekapun akan menyala-nyala . Kita (=dunia Barat ) harus meninggalkan tuduhan bahwa dia penipu “.

    Jelas sejarawan Barat yang anda kagumi telah menyatakan bahwa Nabi MUhammad itu MISKIN. Jadi korelasinya ” Menjadi seorang Muslim tidak mengutamakan untuk kesenangan/ harta Dunia dan menang atau kalah bukan di dunia ukurannya”.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
    AL QURAN ……….
    Al’Baqarah 214 : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? . Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan , serta diguncangkan sehinga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “ Bilakah datangnya pertolongan Allah ? “. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “.
    Qs al’Baqarah 155-156 :” Dan sesungguhnya akan Kami berikan sedikit cobaan kepada kamu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah2an . Dan sampaikan kabar gembira kepada orang2 yg sabar…yg apabila tertimpa musibah mengucapkan :”Sesunguhnya kami kepunyaan Allah & hanya kepada-Nya-lah kami kembali” .
    Al’ Baqarah 249 : “ …Bertapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah . Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
    Ali Imran 123 :” Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar , padahal kamu adalah orang-orang yang dianggap lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah , Supaya kamu menjadi orang-orang yang bersyukur “.
    At Taubah 25-27 :” Sesungguhnya Allah telah menolong kamu di medan peperangan yang banyak , dan pada perang Hunain , yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu , maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun , dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu , kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai . Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang beriman , dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya ,……….

    aibnu

    December 19, 2007 at 5:47 pm

  160. Kalian tahu tidak, dalam riwayat sahih sahabat nabi Muhammad setelah meninggalnya beliau, maka diangkatlah ABU BAKAR ra. sebagai kalifah. Bukankah ini sama saja beliau adalah RAJA kedua setelah Nabi Muhammad SAW yang menguasai wilayah (atau dapat dipakai istilah KERAJAAN) umat Muslim yang sangat luas. Tetapi dalam kehidupannya sehari-hari Abu Bakar ra. untuk menghidupkan keluarganya beliau BERDAGANG DIPASAR…… tidak percaya ? silahkan cari di Web !

    aibnu

    December 19, 2007 at 6:08 pm

  161. @aibnu ;

    Islam yang pindah agama hukumannya mati (Bukhari, Vol. 9:57).

    Pleaseee…., ike mohon bila Gbkmyt jadi pindah agama jangan dikeluarkan fatwa hukuman mati untuknya. Kan lebih bagus Gbkmyt jadi kafir tapi hatinya baik dan tidak sombong ….

    Toh nanti kan Gbkmyt matinya juga pasti masuk neraka (Q; 10:45; semua orang kafir pasti masuk neraka). Bahkan neraka nya orang kafir pun beda. Khusus untuk mereka api nerakanya 69x lebih panas (Bukhari, 54:487)

    jusuf

    December 19, 2007 at 6:11 pm

  162. to Gwbkmyt…..,

    Oh ya sekalian tetapkan anda ingin menjadi warga negara mana, jika anda malu sebagai warga negara Indonesia. Atau anda sudah kadung dibesarkan di BARAT dan memutuskan untuk Non-Nation, itu hak azai anda…ok

    aibnu

    December 19, 2007 at 6:20 pm

  163. jangan dong mas aibnu…

    Gwbkmyt tetap aja WNI kalee…..

    jusuf

    December 19, 2007 at 6:26 pm

  164. Ikutan lagi ah….

    Umat Islam umat yang bodoh:

    Apa yang akan umat Islam lakukan untuk tidak menjadi bodoh,dibodohin dan membodohin ?
    - Hanya berdebat saja
    - Mempelajari Islam lebih mendalam

    Menurut Cep Islam di Indonesia masih ada campuran dari kebudayaan asli, belum sepenuhnya Islam.
    masih banyak hal yang tidak disunah tapi dilakukan.
    masih banyak kemusyrikan yang kita tidak sadari diantaranya:
    - Menggunakan Jimat/Pusaka untuk mengusir mara bahaya,sakit atau kekebalan.
    *** Kalau kita sampaikan kepada mereka tentang larangan itu, pasti mereka menolak dan membantah, mencari pembenaran, Apakah Nabi Muhammad, mempunyai jimat? beliau pernah kena panah, beliau pernah dilempari batu, kalau memang jimat itu disunnahkah banyak orang yang akan menjadi kuat, atau mungkin Sayyidina Umar dan Ali bin abu thalib, seandainya mempunyai kekebalan beliau tidak akan meninggal dengan dibunuh.
    *** Mengatakan: ” Kalau tidak ada kamu… pasti saya akan begini, atas kehendakmu… saya jadi begitu”
    itu kata yang biasa diungkapkan oleh orang yang menerima jasa dari seseorang. Menurut keterangan itu adalah Syirik. Kenapa tidak kita sampaikan saja ” Terima kasih, atas ijin ALLAH SWT.. saya bisa jadi begini”

    *** Mengatakan kata “andaikata” atau “seandainya”.
    itu tidak benar. Segala sesuatu itu sudah jadi ketentuan dari ALLAH SWT.

    Pertanyaannya sekarang : ” Sampai sejauh mana kita mendalami Islam?”

    Seiring waktu berputar ( Atas kehendak ALLAH SWT) banyak hal yang dipelajari umat Islam. Mereka menggali mendalami apa yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits Insya ALLAH kedepannya tidak akan menjadi bodoh, dibodohi dan membodohi.

    Semua kita akan bertanggung jawab sendiri sendiri di pengadilan akhir.

    Mari kita siapkan diri kita untuk menghadapi pengadilan Akhir.

    * Mohon koreksi apabila ada kesalahan.

    Cep Otsmar

    December 20, 2007 at 9:15 am

  165. Apakah memvonis seseorang itu dengan kata Kafir dibenarkan ?

    jangankan mengatakan demikian:
    Menuduh seseorang berzinah tanpa melihat langsung “anu dan anunya” masuk, tidak dibenarkan kita mengatakan BERZINA.

    Islam itu dalam memvonis seseorang tidak semudah yang kita bayangkan.
    Orang yang mencuri pun tidak begitu saja dikatakan dia itu pencuri dan dipotong tangannya, ada beberapa hal yang perlu diselidiki kenapa mencuri.
    - Apakah karena kelaparan ?,
    - Kenapa kelaparan?
    - karena tidak ada uang, kenapa tidak ada uang?
    - terus..terus.. terus..
    - Apakah ada orang kaya disekitarnya?
    - terus, Orang kaya ditanya: kenapa dia bisa jadi kelaparan ? kenapa dia tidak kamu beri makan?
    Kenapa dan kenapa?

    * MARI KITA BERDOA UNTUK SENANTIASA HUSNUL KHATIMAH- (Baik diakhirnya)
    * MUDAH-MUDAHAN ALLAH SWT MEMBERIKAN PETUNJUK DAN HIDAYAH KEPADA KITA SEMUA TERMASUK MEREKA ORANG-ORANG YANG MEMBENCI ISLAM.

    * Mohon koreksi apabila ada yang salah

    Cep Otsmar

    December 20, 2007 at 9:31 am

  166. Yonna: You have a good point. Terima kasih atas usahanya untuk menyadarkan saudara Aibnu. Hehe. Intinya boleh berbeda pendapat tapi jangan berantem gak jelas yah. Setuju banget.

    Aibnu: Oke2, thanks bro untuk usahanya sejauh ini dalam “mengajari” saya tentang nilai-nilai Islam yang Anda ketahui. Terima kasih sebesar-besarnya. Mohon maaf kalau komentar Anda langsung saya hapus setelah ini, kan udah punya blog sendiri. Hehe. Saya sih tidak selamanya mau bermain di dunia maya, ada saatnya saya akan pulang dan masuk ke dalam dunia nyata. Kalau saatnya tiba, mari kita bertemu. Oke.

    Jusuf: Saya jelas masih WNI, emangnya si Aibnu presiden apa? He-he-he.

    Cep Otsmar: Thanks bos atas komentarnya. Saya masih hutang artikel yah tentang hantu dan Nyi Roro Kidul. Agak susah cari bahannya. :)

    Salam damai.

    guebukanmonyet

    December 20, 2007 at 10:48 am

  167. iya nih Cep tunggu tentang article itu.
    Mudah2an segera dapat bahan.
    ********
    aduhhh…. keasyikan …nih main2 di dunia maya…
    jadi gosong satenya….

    Sorry semuanya … mau nyate lagi….

    Selamat hari raya iedul adha.

    Cep Otsmar

    December 20, 2007 at 12:37 pm

  168. Banyak orang-orang FPI yang menyimpan miras di rumahnya.

    Mereka sering mabuk-mabukan. Pesta-pesta antara krabat.

    Ridwan

    December 20, 2007 at 4:10 pm

  169. mbak yonna:
    HAHAHAHAHAHA
    setuju…kita membuktikan sendiri…
    harusnya malu….
    tapi udahlah mbak…orang kaya aibnu ni mau diomongin sampe bebusa juga ga ngaruh, let save our breaths…

    guebukanmonyet:
    di ban aja ga bisa ya? kan ga enak tuh bacanya…
    udah panjang, ga jelas hubungannya sama bahasan, ngeselin lagi.

    aibnu:
    HWAHAHAHAHAHA
    *that’s me laughing at you
    btw, mana alamat blognya? mana? saya mau liat…

    zahra

    December 20, 2007 at 10:50 pm

  170. Kirain komen di sini udah berhenti. Ternyata beliaunya cuman puasa ga komen seminggu. wakakka. Tp sekarang keliatan bgt yg mana yg pinter, yg bodo, dan yg bodo ama malu-maluin sekalian. Hey orang, apa yg lo omongin ngliatin klo lo tuh orangnya kyk apa. Jadi klo lo mo ngeluarin semua kebusukan hati lo, terus aja komen yg ga nyambung. Gw rasa pembaca blog ini tahu koq mana orang yg punya kredibilitas dan mana orang yang cuma punya karakter kayak tikus.

    Bener kata Yonna, tulisan ini bukan cuman tulisan tapi emang disertain ama buktinya. Tuh di atas liat aja sendiri. Ato nih yg di bawah kyknya jg bakal ada lg deh.

    Achmad Arifin

    December 21, 2007 at 10:15 am

  171. @mbah aibnu;

    kayaknya hampir semua kita yg pada ngeblog di sini merasa dech bahwa si Gwbkmyt yg disebut sama si mbah Islamnya diragukan mempunyai kepribadian yg positif dan menyenangkan….

    sementara si mbah…sori ni ye mbah..kayaknya mbah itu dari gaya tuliannya orangnya keras, serius dan bisa2 jadi radikal berat…bikin kita semua pada takut jadi teman mbah….

    Sori ye mbah kalo cucu kurang ajar………

    jusuf

    December 21, 2007 at 10:31 am

  172. @Achmad Arifin
    hey ya trims ya :)

    ya walau cuma tulisan, tapi sedikit banyak tulisan kita mencerminkan perilaku kita….ati2 sebelum nulis…di dunia maya berlaku peraturan tulisanmu harimaumu :)

    yonna

    December 21, 2007 at 10:38 am

  173. @jusuf: Iya tuh mbahmu diingetin, banyak istighfar. Udah tua tuh mbok ya banyak ngingetin, bukan malah sering nyalahin orang aja.

    Lo tu juga, sbg cucu sifat jelek mbahmu jangan ditiru! Klo sering ngatain negatif orang brati yg ada di dalem kita tuh isinya cuma negatif aja.

    Keluarin yg positif dong, dihina orang mbalesnya pake kata-kata positif. Tau kan siapa yg kayak gini? Gw ragu juga lo tahu siapa yg gw maksud. Nah brati dianya tuh keliatan orangnya tuh positif banget. Islam tu bakal maju klo banyak org yg berpikir positif kyk gini.

    Achmad Arifin

    December 21, 2007 at 11:09 am

  174. u gw ngasih comment disini untuk discuss n sharing,
    nnt juga ketahuan mana yang berilmu, sok berilmu kurang berilmu.
    yang temperamental n tenang dalam menghadapi “serangan” yang lain.

    PRADUGA DAN PRASANGKA AKAN MEMPERKERUH SUASANA.

    si A menganggap si B begitu
    si B menganggap si C begini
    si C menganggap si A begini begitu
    emang semua orang tahu isi hati orang lain,

    Orang yang beribadah saja belum tentu orang itu beriman, siapa tahu orang tersebut Riya.

    Perkara gwbknmyt itu siapa ya terserah,
    Perkara si Aibmu itu siapa ya terserah.

    kembali kepada diri kita masing.

    jadi ya kita siapkan diri kita dengan belajar agar tidak menjadi umat Islam yang bodoh, dibodohin dan membodohi.

    Cep Otsmar

    December 21, 2007 at 1:42 pm

  175. Pokoknya ya ini mah gampang aja yah..

    Allah itu Maha Adil. Kalo ada kaum yang memang benar dan menjalani hal duniawinya dengan baik, pasti mereka akan dibalas dengan prosperity (kejayaan) pula regardless dia itu atteis ato kristen ato apalah. kenapa? karena memang ada Hukum2 Allah yang memang berlaku di dunia ini!!

    Dan yang kita (jelas-jelas) lihat sekarang memang umat Islam lah (atau bangsa yg rata2 orangnya muslim) yang sekarang terbelakang.. Itu sebenarnya sudah merupakan jawaban yang jelas kalau memang kita itu lagi di jaman “kegelapan”! karena kita memungkiri hukum-hukum Allah yang berlaku di dunia ini.

    Ada orang Islam yang terlalu terbuai dengan iming2 surga.. Ada orang Islam yang zalim sezalimnya zalim.. Ada orang Islam yang terlalu mengagung2kan negeri2 yang kaya tapi mereka tetep “buta” akan “rahasia” yang membuat negeri2 tsb bisa sebegitu kaya..

    Bagaimana kita bisa sukses akhirat bila dunianya aja kita ‘gagal’? Hukum2 Allah lah yang berlaku di dunia ini.

    Adopsilah nilai2 umum yang terkandung di semua negeri2 yang jaya (Eropa, AS, Singapura, Jepang,dll) sekarang.. niscaya kita akan melihatnya juga di negeri2 dahulu yang dulu pernah jaya seperti Andalusia dan negeri di Baghad dulu (Abbasiyah) dimana umat Islam saat itu bukanlah umat yang Buta seperti sekarang..

    Pelajarilah dan Analisalah sejarah. sejarah dari berbagai sisi. Kita akan lihat “the secret” dari kehidupan dunia.

    sebenarnya saat ini..
    Bukan “Islam”nya yang salah.
    Hanya umatnya lah yang bodoh.

    Ben

    December 22, 2007 at 1:41 am

  176. Asumsi kita bahwa penulis dengan tata bahasa Indonesia yg kurang baek tiada bangga mengunakan bahasa tersebut karena terlalu ingin memaksakan budaya barat sangat keliru.
    Apa kita tau dengan benar bahwa orang tersebut tidak ada kebangaan? Apa kita tau orang itu ingin sekali memaksakan budaya barat kepada dirinya dan pembaca tulisannya?

    Apa tidak mungkin orang tersebut sedang berusaha belajar mengunakan bahasa Indonesia dengan baek dan benar? Apa seorang penulis yg telah lahir dan besar di negara Barat juga memaksakan meniru budaya Barat?

    Sungguh sempit sekali pemikiran kita kalo kita mendasarkan penilaian kita terhadap seseorang lewat asumsi2 saja, sampe kita merendahkan mereka.

    Di dalam sebuah diskusi memang akan terjadi suatu perbedaan, dan emosi bisa kerasa sampe ujung2 rambut kita. Tetapi sebagaimanapun lawan diskusi kita bersifat buruk, kalo kita mikir sifat mereka itu buruk, yah jangan di tirulah. Jadilah orang yg lebih baek. Jangan merendahkan diri kita kepada level mereka, walo mereka bikin kita marah.
    Kalo tidak bisa menemukan jalan kompromi, yah jangan di ladenin.

    Nadia

    December 23, 2007 at 6:34 am

  177. Cep: Sabar yah Mas. Bagi donk satenya, kambing apa ayam nich? Terima kasih buat analoginya, inspiring.

    Ridwan: Kabarnya sih memang begitu, tapi saya yakin banyak juga anggota FPI yang benar-benar menjalankan ajaran Islam dengan benar.

    Zahra: Komentar Aibnu akan sering dihapus pastinya.

    Achmad Arifin: Well sepertinya Aibnu sering kehilangan topik trus jelek2in gue deh. Gue dibilang kafir loch. He-he. Yaudah, gak usah berantem ach. Mari kita sebarkan damai dan cinta kepada semua umat manusia, saya sangat percaya Islam itu agama yang penuh cinta dan kedamaian bukan benci dan permusuhan.

    Jusuf: Terima kasih telah mengingatkan si mbah.

    yonna: tulisanmu harimaumu, sereeeem.

    Ben: Thanks for your inspiring insight. Islam memang tidak salah, kita sebagai umatnya saja yang kurang mampu untuk menerapkannya secara baik dan benar ke dalam kehidupan nyata.

    Aibnu: Saya bukan guru bahasa Inggris, tapi menurut saya tulisan Zahra itu benar dan gak serampangan secara grammar. Mungkin bisa diperjelas dengan penambahan tanda baca “koma” jadinya: That’s me, laughing at you. Sorry, komentarnya banyak yang dihapus. Saya janji gak akan menghapus kalau Anda memberi tahu alamat blog baru Anda itu. Ditunggu. Keterangan: Di komentarnya yang kehapus Aibnu mengatakan tulisan Inggris Zahra serampangan.

    Nadia: Terima kasih atas komentarnya yang sekali lagi sangat membangun dan positif. Dalam sebuah diskusi perbedaan memang sebuah hal yang wajar dan sebagai manusia yang mengaku beragama kita dituntut untuk dapat menghargai perbedaan-perbedaan yang muncul tersebut.

    guebukanmonyet

    December 23, 2007 at 2:09 pm

  178. Salam. wah rame banget kayaknya. Seru…oke deh saya ahmad orang bandung euy. mau ikutan ambil bagian. Saya pikir, Memang sih banyak sekali paradoks di dunia Islam. Tindakan orang2 yang mengaku islam tak semanis ajarannya. Makanya Muhammad Abduh bilang ” alislamu mahjubun bilmuslimin” artinya islam itu tertutupi (terhijab) oleh orang-orang islam. Kenapa orang islam kok mundur melulu? semestinya ini harus menjadi bahan renungan. Jangan2 kita memahami islam secara salah. Islam mengajarkan argumentasi yang bagus, rasional, dan sesuai dengan nalar dalam berdikusi atau berdebat, tapi kok banyak pengaku2 islam yang mudah tergelincir pada sikap emosional yang berlebihan sehingga daya nalarnya hilang entah kemana.
    Aibnu, saya pikir saudara harus berterima kasih pada Saudara GBM, karena telah mempersilahkan saudara untuk menikmati “hidangan” yang penuh warna warni. namun tetap mengedepankan respek, dan rasionalitas.
    memang kalau berbicara dalam bingkai dogmatisme, hidup ini tak terasa indah, karena diharuskan untuk berfikir dan hidup secara hitam putih. kalau begitu, hidup ini kaku banget. ah ini mah hanya pandangan saya saja. but anyway, nice blog from gbm.
    kenalin, gue ahmad urang bandung…asli lho. saat ini saya maaf-menjadi tki di negri onta.
    hehehehe..salam kenal ya buat teman-teman yang pro better for indonesia.

    itsme231019

    December 23, 2007 at 6:07 pm

  179. @ itsme231019 / ahmad orang bandung,

    Setubuh…eh maksudnya Setuju!!!. pandangan anda menarik sekali, dan menurut saya cukup obyektif dalam menyikapi kondisi umat islam sekarang ini, “Islam itu tertutupi (terhijab) oleh orang-orang islam”.

    salam dari Indonesia buat negeri onta nya ya mas.

    Gilang

    December 23, 2007 at 11:32 pm

  180. aibnu adalah orang yang jelas-jelas akan menyeret kita menjadi “the next Pakistan”..

    Ben

    December 24, 2007 at 12:01 am

  181. *) GBM: Sate Kambing n sapi dong ditambah sambel kecap+ Bawang Merah+Tomat+ Cengek, ngk pake sambeel kacang. Pls NGELAMUN ( Ngelamun karena lebaran di kampung orang jauh dr keluarga, tapi ngk sejauh Ahmad orang bandung yang lagi di negeri onta)

    Kalau ada tulisan article atau komentar yang pake bahasa Inggris banyak yg ngk bisanya kurang nguasai, paling Yes I do yg artinya tukang Es diadu-adu…(sorry plesetan)
    Cep cuman bisa 3 Bahasa jadi kurang bisa B.Inggris
    1. Bahasa Indonesia, 2 Bahasa Sunda 3. sedikit Bahasa Tarzan.

    *) itsme231019 / ahmad orang bandung
    Abdi oge orang bandung. ( Wilujeng dameul sing lancar tur salameut, kengeng rejeki anu barokah jeung mashlahat)
    Salam untuk Onta ….ee…..salah …untuk saudara di negeri Onta…

    Maaf nih jadi OOT…

    Cep Otsmar

    December 24, 2007 at 8:45 am

  182. Untuk,Cep Otsmar, Salam juga. Nuhun kana nasehat jeung motivasina. Perkawis bahasa sunda, wah abdi nuju belajar keuenuh. Teutiasa undak unduk basa anu sae.
    Dikampung abdi oge, ayeunamah remajana lebih suka memilih bahasa anu kasar-kasar jeung kurang sopan. maenya kababaturan nyebutna “anjing”. Janten saolah-oleh tos janten kebiasaan dan reflek. cobi pami rada kritis sakedik, naha cocok jalmi dipanggil anjing? menurut etika, rada ngageureunjul. kelompok preman (freeman) biasana resep ngagunakeun kata-kata sapertos kitu. sigana eta masalah budaya. its about the culture.
    maaf sama bang tasa, tulisan bahasa sunda diatas bukan berarti rahasia-rahasiaan. hanya sekadar penyaluran rasa memiliki terhadap bahasa sunda karena sesunggunya saya sendiri belum bisa menikmati bahasa sunda sepenuhnya, bahasa sunda saya masih amburadul. :)
    katanya diindo ada kecenderungan arabisasi budaya indonesia. ? wah gimana ya? kayaknya agak sulit juga soalnya culture nya juga berbeda. kalau orang sunda pake kebaya, ya orang arab gak cocok kan pake kebaya. begitu juga orang sunda, kalau dipaksakan pake baju orang arab juga, gak fair juga. heheheh…terasa lucu.
    disaudi, perempuan juga gak boleh nyetir mobil. pakean perempuan juga diharuskan menutup sekujur tubuh dari kepala hingga kaki. dan wajahnya pake semacam penutup, jadi kagak kelihatan wajahnya. memang sih agak sulit kalau perempuan dengan gaya tersebut harus makan di lestoran publik, setiap mau memasukan makanan, harus selalu membuka cadarnya, kemudian ditutup lagi, terus dibuka lagi untuk menyuapkan makanan kedua kalinya, dan begitu seterusnya.
    sekian dulu deh dari saya. oya, sama mas tasa, pengen banget nih bisa nulis apalagi pake bahasa inggris seperti mas tasa, tulisannya spesifik, greget, menggugat, dan lincah. salam

    itsme231019

    December 24, 2007 at 3:50 pm

  183. Ya itu lah fenomena bahasa, sepertinya bahasa daerah itu akan semakin terkikis dengan bahasa nasional atau bahasa international.
    Mengenai arabisasi… ah coba perhatikan saja,
    banyak yang pake Jilbab atau rok mini ?
    Mengenai Bahasa mana yang banyak dipakai Inggris atau Arab,
    Musik, mana yang banyak diputar Arab atau Barat?
    kebudayaan mana yang banyak diserap di Indonesia Arab atau Barat?
    Coba perhatikan.

    Salam kanggo Itsme/Ahmad
    Mangga sing salameut jeung lancar.

    Cep Otsmar

    December 24, 2007 at 4:37 pm

  184. itsme: Terima kasih untuk masukannya yang positif dan membangun. Kita sebagai umat Muslim memang harus menggali lebih dalam Islam dan ajarannya, pasti kita pun akan menjadi umat yang jauh lebih baik. Saya juga orang Bandung loch (ngaku-ngaku, hehe), tapi dulu pas kecil pernah tinggal di Cimahi. Atas nama orang-orang Jakarta saya minta maaf karena telah membuat Bandung semrawut dan macet setiap akhir pekan.

    Gilang: Solusinya apa nich Bung Gilang? Ditunggu pemikiran-pemikiran hebat Anda. He-he.

    Ben: Wah, jangan jadi Pakistan donk. Sereem banget.

    Cep Otsmar: Iya nich, jauh dari saudara dan teman. Kadang sedih juga, tapi mudah-mudahan tetap bahagia.

    guebukanmonyet

    December 25, 2007 at 5:48 am

  185. Kang GBM,

    Orang Bandung juga,

    Kang tidak perlu minta maaf kalau menurut Cep.
    Itu adalah suatu kebanggaan kotanya bisa dikunjungi dan dijadikan tempat wisata.
    ya kita harus saling menjaga saja,
    Bandung sebagai tuan rumah harus siap dan pendatang yang berkunjung harus menjag.

    Coba bayangkan kalau tidak ada pengunjung, kayaknya Bandung banyak pengangguran.
    kan effek dari banyak pengunjung, banyak FO yang buka, banyak Mall yang dikunjungi, Banyak Rumah makan yang didatangi
    itu artinya banyak pekerja dan pemasukan.

    begitu menurut cep.
    Justru Sebagai orang Bandung kami berterima kasih.
    mudah2an kita semua bisa saling menjaga.

    aduh maaf nih OOT.

    Cep Otsmar

    December 25, 2007 at 4:11 pm

  186. Salam. Ga perlu minta maaf, yang penting kita sama-sama saling menjaga, bandung, jakarta, atau pun surabaya, bahkan Indonesia, adalah milik kita, dalam artian kita tanamkan rasa memiliki, menjaganya dengan baik.
    Betul banyak sekali kemacetan di Bandung, dan nampaknya juga di jakarta. di Jalan tol pun yang merupakan jalan alternatif, terkadang terkena macet juga. kenapa ya kok bisa begitu?
    nampaknya disamping perlu perluasan, juga kesadaran dari para pedagang kaki lima dan para pedagang tidak seenaknya mengambil bahu-bahu jalan untuk berjualan karena berkontribusi pada kemacetan lalulintas.
    segitu aja ya dari saya.
    buat kang Cep Otsmar, makasih atas motivasi dan dukungannya. thanks alot for you all.

    ahmad

    December 25, 2007 at 4:52 pm

  187. Tasa: ya abis namanya cuma ktemu tulisan doang ya, gak kliatan wujudnya hehe. daripada wajahmu harimaumu hmm tiger wong dong? atau topengmu harimaumu itu mah kesenian reog ponorogo hehe. peace

    yonna

    December 27, 2007 at 11:25 am

  188. Nambahin lagi…

    mungkin teman2 sudah tau tapi saya ingin mengingatkan bahwa kebodohan umat Muslim termasuk pula menzalimi dan menyakiti saudara seimannya namun dia justru lebih toleran dan tenggang rasa kepada saudara beda iman. ini paling banyak terjadi pada sebagian umat muslim indonesia, kalo ma sodara seiman gak bisa terima perbedaan pendapat, tapi giliran ma sodara beda iman mau bertenggang rasa….padahal sebelum bertoleransi dan bertenggang rasa dengan sodara beda iman, kita harus bertoleransi dan bertenggang rasa dengan sodara seiman dahulu.

    tapi ada juga yang lebih parah, sama sekali tidak mau menerima perbedaan di luar golongannya/kelompoknya, dia memusuhi sodara seiman yang beda pendapat dan lebih2 memusuhi sodara beda iman.

    wah jangan sampe ya kita seperti itu….kita jangan ampe nerusin kelakuan tersebut.

    *turut berduka cita atas wafatnya Benazir Bhutto

    yonna

    December 28, 2007 at 10:54 am

  189. mba yonna,,
    mank klo msuhan mank dosa,tapi mank mba yonna 9x pernah msuhan selama hidup d dnia..??

    [jangn tersinggung,q cma bcanda..]
    leh knal mba yonna 9x..??

    sN-dh!e

    December 29, 2007 at 8:58 am

  190. nambahin yonna…….

    Dari sejak awal sejarah perkembangan Islam, bahkan orang2 terdekat nabi Muhamad tidak dapat menghindarkan diri dari perang fisik (bukan sekadar selisih beda pendapat) antar mereka. Putri nabi, Fatima bersama suaminya Ali tak lama setelah nabi wafat berperang dengan pendukung Aisha (istri nabi). Ali akhirnya terbunuh,

    3 dari 4 kalifah pertama semuanya mati terbunuh oleh sesama Islam. Bahkan kalifah ke-3 Uthman ibn Affan dibunuh oleh anak dari kafilah ke-1 (Abu Bakr). Kafilah ke-4 (Ali ibn Abi Talib) dibunuh oleh kafilah ke-5. Cucu nabi yg lain juga dipenggal kepalanya oleh kafilah ke-6.

    jusuf

    December 29, 2007 at 4:08 pm

  191. @ yusuf : Benarkah memang ada cerita seperti itu? Sejauhmana kedudukan sejarah itu dibandingkan dengan standar keshahihan suatu hadits?

    Saya rasa semua riwayat sejarah itu datang begitu saja, ditulis oleh siapa saja, dikarang dan direkayasa oleh kalangan mana saja, termasuk oleh orang-orang non muslim yang memusuhi Islam. Yang terakhir ini justru lebih mendominasi, sayangnya.

    Kalau kita baca ’sejarah umat Islam’ hari ini, terutama yang diajarkan di sekolah dan kampus Islam, boleh dibilang nyaris semuanya ditulis oleh orang non muslim. Kalau pun penulisnya muslim, tapi rujukannya tetap dari penulis sejarah yang non muslim. Kalau pun ada buku sejarah karya umat Islam, maka sejarawan muslim itu tetap tidak bisa lepas dari penelitian dan kabar orang non muslim.

    Dengan logika sederhana saja tidak mungkin sejarah suatu umat yang ditulis oleh umat lain dapat dipercayai keorisinilannya. Apalagi adanya fakta perang salib dimana umat muslim pernah berperang dengan non muslim. Oleh karena itu sudah pasti sudut pandang penulis2 sejarah tersebut terhadap Islam tentu menjadi lebih terpengaruh negatif tentunya.Sejernih dan seobjektif apapun klaim yang mereka katakan, tetap saja tidak akan pernah keluar dari frame pemikiran yang sudah tercetak sebelumnya.

    Kita semua tahu bahwa perang Vietnam itu pernah terjadi. Tetapi pasti sedikit sekali (mungkin juga tidak ada) film Hollywood yang menggambarkan tentara Amerika kalah sekaligus bersalah di dalam perang Vietnam? Yang ada, Rambo itu selalu menang dan selalu benar. Lalu difilmkan dan orang-orang bertepuk tangan.

    Kalau seandainya orang Vietnam bikin film, maka pasti tentara AS akan terlihat bego, tolol dan goblok, terkesan bengis, kejam dan tak berprikemanusiaan.

    Angle yang dibuat tentu saja dapat berbeda. Tergantung siapa yang membuatnya. Apalagi umat Islam tidak punya ahli sejarah yang kritis dan orisinil. Sehingga Fitnah mengenai sejarah umat ini benar-benar telak terhujam kepada umat Islam

    oky

    December 31, 2007 at 10:00 am

  192. @oky;

    1. empat orang kalifah pertama;
    – Abu Bakr:
    -Umar ibn al-Khattab
    -Uthman ibn Affan
    -Ali ibn Abu Talib
    adalah fakta sejarah yg diterima oleh siapa saja. Pembunuhan2 yg terjadi juga fakta sejarah. apabila itu bukan fakta sejarah sudah dari dulu akan ada ahli lain yg mendebatnya termasuk ahli2 dari islam. Bukankah ahli2 islam sejak abad pertengahan s/d sekarang cukup banyak yg pintar?

    2. Bila memang ada HAdits yg bertentangan dengan fakta di atas, silahkan tunjukkan. Bahkan dari Hadis yg sama pun antara Islam Siah dan Suni berbeda dalam menafsirkan siapa kalifah pertama. Suni mengatakan Abu Bakr yg ke-1, siah mengatakan Ali bin abu talb yg ke-1.

    3. Film adalah film, sejarah adalah sejarah. Keduanya berbeda. Mereka yg ingin belajar sejarah perang vietnam jangan mempelajari melalui film hollywood. Atau jangan melalui film made in Vietnam (bila Vietnam jadi membikin film perang vietnam). Siapa saja yg mempelajari berbagai buku dan berita bisa segera menemukan dan menyimpulkan bahwa amerika de facto kalah didalam perang vietnam sama seperti kita semua tahu Soviet kalah melawan mujahidin di Afganistan.

    4. Angle memang bisa dibuat tergantung siapa saja membuatnya, namun ada fakta dasar yg tak terbantahkan yg sudah menjadi pengetahuan bersama yg tidak bisa dimanipulir dengan angle macam apapun.

    salam,

    jusuf

    December 31, 2007 at 7:52 pm

  193. Betul sekali film jelas beda dengan sejarah, dan fakta perang vietnam tentu saja sebagiannya dapat diungkap karena kejadiannya sendiri terjadi belum sampai seabad yang lalu walau kedua belah pihak mengklaim bahwa pihak lawanlah yang bersalah dan berlaku kejam.

    Tatapi Sejarah pertumpahan darah sahabat nabi yang anda maksudkan adalah cerita sejarah 14 abad yang lalu beberapa abad sebelum Perang salib. Sekarang cerita2 sejarah Islam sendiri sebagai sebuah realitas, tidak pernah terbukti validitasnya. Kalau disandingkan dengan keshahihan hadits Bukhari, maka semua sejarah itu tidak lebih dari sekedar hadits-hadits dha’if, bahkan maudhu’ (palsu). Karena tidak pernah ada serangkaian tes, juga tanpa sistem kritik yang baku dan ketat, tanpa proses penelitian atas kepribadian para pembawa riawayatnya.

    Mengenai ahli2 islam yang telah mengkritisinya, tentu saja sudah ada, sepertinya anda ketinggalan berikut referensinya :

    kitab Al-’Awashim minal Qawashim, karya Al-Qadhi Abu Bakar Al-Arabi yang lumayan bisa dijadikan rujukan untuk meluruskan sejarah Islam.

    Juga ada beberapa kitab lainnya yang berupaya mengkritisi dengan versi umat Islam, misalnya kitab Dimaa’ ‘alaa qamishi Utsman bin Affan (darah di kemeja Utsman bin Affan), karya Dr. Ibrahim Abdul Fattah Al-Mutanawi. Beliau juga menulis kitab Tha’natun fii Qalbi Ali bin Thalib (Tikaman di jantung Ali bin Abi Thalib).

    Buku lainnya yang menarik untuk anda baca adalah Shubuhat wa abathil ‘an Mu’awiyah (Isu dan tuduhan seputar Muawiyah) karya Abu Abdullah Az-Zahabi. Beliau juga menulis kitab lain yang tidak kalah hebatnya, yaitu Abathil allati tumha minat-tarikh (kekeliruan yang harus dihapus dari sejarah). Juga ada kitab lain yang jangan sampai ditinggalkan, misalnya kitab Istisyhadu Al-Husain: Dirasat Naqdiyah Tahliliyah (Syahidnya Al-Husein: Studi kritis dan pemecahan).

    Yang sudah dalam terjemahan adalah karya Prof DR. Muhammad Amhazun. Beliau menulis berdasarkan riwayat dari Imam At-Thabari dan para muhaditsin yang lainnya. Buku tersebut telah diterjemahkan oleh Dr. Daud Rasyid MA dengan judul “FITNAH KUBRO (Tragedi Pada Masa Sahabat) Klarifikasi Sikap serta Analisa Historis Dalam Perspektif Ahli Hadits dan Imam Al-Thabary”. Penerbitnya adalah LP2SI Al-Haramain, Jakarta.

    Dengan logika sederhana saja tidak mungkin sejarah suatu umat yang ditulis oleh umat lain dapat dipercayai keorisinilannya. Apalagi adanya fakta perang salib dimana umat muslim pernah berperang dengan non muslim. Oleh karena itu sudah pasti sudut pandang penulis2 sejarah tersebut terhadap Islam tentu menjadi lebih terpengaruh negatif tentunya.

    oky

    January 2, 2008 at 9:49 am

  194. @ yusuf : Saya salut terhadap pergerakan2 anda dalam mencari celah untuk membantah kebenaran agama Islam tapi saya rasa modus2 kuno pergerakan anda itu sudah tidak ada gunanya lagi. Agama dan ajaran Islam terlalu sempurna, mungkin saat ini umat Islam sendiri yang belum bisa mengambil pelajaran, apalagi anda.

    oky

    January 2, 2008 at 11:53 am

  195. @oki:

    Pertama2 terima kasih atas info anda. Saya akan mencari karangan2 yg anda sebutkan itu.

    Anda berusaha membantah fakta2 bahwa pengikut nabi saling membunuh sejak dulu hingga kini…..
    Itu bagus…….(saya serius saya tidak bermaksud mengejek anda dengan mengatakan begitu)

    Karena berarti anda masih mempunyai nurani, bisa membedakan mana yg pantas mana yg tidak. Anda berusaha membantah fakta2 itu karena kata hati anda mengatakan bahwa manusia membunuh manusia lain atas nama agama adalah salah……

    Namun…… tidak semua muslim seperti anda…….

    Ada beberapa muslim yg tidak merisaukan apakah bunuh-membunuh dalam Islam itu fakta atau bukan malahan kemudian mengambilnya sebagai inspirasi buat mereka sehingga bagi mereka menghilangkan nyawa manusia lain atas nama agama adalah sah…

    Ini saya mengambil 2 contoh yg saya kutip dari internet;

    Contoh 1 :
    Ini adalah dialog antar 2 orang, saya tidak mencantumkan seluruh isi dialognya namun akhir dari dialog ini si Muslim mengatakan ;

    buat adadeh
    kasus 1 sampai 3 saya pribadi belum pernah dengar yang persis seperti itu. kalo yang mirip, pernah. yaitu membunuh pembantunya yang yahudi karena pembantunya tersebut menghina nabi muhammad dan itu DIBENARKAN. Kenapa? karena dia menghina nabi, bukan karena dia non muslim. yang jadi inti masalah disini adalah penghinaannya bukan karena beda keyakinan. begitu seseorang menghina islam (illah, rasul, maupun agama itu sendiri) maka darahnya halal ditumpahkan. dan bila yang menghina itu punya hubungan darah, maka hubungan darah tersebut putus. putus? ya, kami muslim lebih cinta pada illah, rasul dan agama kami lebih dari apapun.

    Contoh 2:
    ini dari website seorang muslim, dimana ia membahas tentang haram wanita muslim menikah dengan non-muslim. Diakhir tulisannya ia mengatakan ;
    Pernikahan yang terlaksana wajib segera dibatalkan dan laki-laki non muslim tersebut harus juga dikenakan sanksi sesuai dengan yang berlaku. Bagi pihak yang berwenang harus jeli dalam melihat kemaslahatan hukum syar’i dan tegas dalam menangani kasus seperti ini. Jika secara hukum agama dan maslahat umum seorang non muslim tersebut harus dibunuh, maka langkah tersebut harus dipenuhi.

    Dua orang yg saya sebut diatas nyata ada ditengah2 kita, mereka juga menggunakan internet artinya mereka cukup terdidik. . Mereka bukan teroris juga bukan sedang dalam keadaan berperang dengan non-muslim, namun orang2 biasa seperti saya dan anda. Mereka orang2 yg menyetujui pembunuhan atas nama agama (bahkan mungkin juga siap melakukannya sendiri) semata-mata karena begitulah mereka menfasirkan ajaran Islam.

    Orang2 semacam itu sudah mengalami krisis kesadaran (conscience crisis). Krisis ini lebih buruk dari krisis ilmu atau krisis harta benda karena nurani sudah tumpul tidak dapat lagi membedakan mana tindakan yang pantas mana yang tidak pantas. Orang2 ini sudah sudah tidak lagi terganggu lagi nuraninya ketika melihat manusia lain mati dibunuh oleh sesamanya sebaliknya justru setuju dengan tindakan membunuh itu dan akan mencari alasan dan pembenaran atas setiap pembunuhan yang dilakukan atas nama agama……

    Mengenai agama Islam adalah agama yg sempurna…well…, saya tidak mau lagi berdebat mengenai itu lebih jauh karena memang pandangan saya dan anda mengenai agama sudah berbeda. Saya memandang tidak ada satupun agama yg sempurna karena saya mendefinisikan agama sebagai pesan moral yg diturunkan Tuhan kepada manusia kemudian di-formal-kan oleh manusia melalui proses ribuan tahun terus berlanjut hingga sekarang.

    Oleh sebab itu juga karena saya mempunyai pandangan seperti itu dengan sendirinya saya tidak merasa perlu mencari2 celah kelemahan setiap agama. Apa yg saya lakukan disini hanya semata2 belajar sejarah agama , menampilkan fakta2, apakah itu mau dianggap kelemahan atau kelebihan silahkan pembaca saja yang menilai…….

    Salam,

    jusuf

    January 2, 2008 at 4:27 pm

  196. @jusuf, oky, dll
    wah bro-bro sekalian easy deui ya?! :mrgreen:
    keep up the good discussion, saya suka membaca diskusi anda sekalian, gak ngotot dan sewot, mungkin ada sedikit sinis tapi gak apa-lah yang penting gak personal attack dan hit-run. salut, kalian berdua patut dicontoh :)

    @jusuf
    baik sekali anda menjelaskan alasan mengapa anda memandang tidak ada agama yang sempurna. dan sangat baik sekali, anda tidak memaksakan kehendak bahwa pendapat anda yang paling benar. kita bisa memahami bahwa anda hanya menyampaikan pendapat dan tidak ingin “trespassing” atau melanggar privasi orang lain dengan cara tidak sopan yaitu melecehkan pendapat dan pribadinya. we need more netters like you :)

    @oky
    saya setuju dengan anda, bahwa Islam adalah agama yang sempurna. dinilai dari historikal Islam memang Al Quran diturunkan terakhir sebagai penyempurna kitab2 terdahulu. pendapat anda didasarkan pada sumber yang kuat. that’s good mengingat bahwa setiap pendapat yang diucapkan harus didasarkan pada alasan yang kuat :)
    tapi sekedar mengademkan, tolong hormati juga pendapat jusuf yang berbeda. karena dia tidak tresspassing, maka oky dan saya dan netter laen yang tidak sependapat dengan jusuf juga jangan tresspasing yach.

    ingat, kita hanya menyampaikan kebenaran, bukan memaksakan. karena hidayah murni wewenang Allah SWT. ibarat remote control car, maka hidayah itu bagai car dan remote control-nya dikendalikan oleh Allah SWT. kita gak bakal bisa memegang remote control tersebut, sampe kapanpun. bahkan Rasulullah SAW (salam untuk beliau dan keluarganya) hanya menyampaikan kebenaran. nah kita lagi yang bukan Rasul mau maksa2in kebenaran, malu dong ma beliau hehe. Sorry saya sama sekali gak berniat menuduh Oky tukang paksa koks, cuma jaga2 aja dan masukan ini buat netter laen juga. See you di milis yah Ky? salam buat semua.

    yonna

    January 3, 2008 at 10:05 am

  197. Assalammu’alikum mbak, pa kabar. sangat banyak artikel2 dan pesan2 mbak baik di blog maupun dimilis yang saya rasa cukup mewakili mbak yonna membuat saya merasa cukup kenal dengan mbak yonna.

    @ Yusuf : Lebih tepatnya saya membantah cerita2 yang tanpa bukti yang valid, tanpa ada serangkaian tes, juga tanpa sistem kritik yang baku dan ketat serta tanpa proses penelitian atas kepribadian para pembawa riwayatnya.

    Mengenai kasus yang anda sebutkan pada contoh 1 kami muslim lebih cinta pada illah, rasul dan agama kami lebih dari apapun, yups begitulah keimanan dalam Islam. Mungkin serdadu2 Amerika atau tentara2 di Indonesia menomor satukan Negaranya lebih dari apapun, Mafia menomor satukan dirinya sendiri dan keluarganya dan banyak lagi manusia yang lebih mencintai diri, harta, dan keluarganya lebih dari apapun. Tapi sebagai Muslim baik dia tentara atau orang biasa memang diperintahkan untuk mencintai Allah, Rasulnya dan berjuang di jalan Allah melebihi apapun di dunia ini, jika tidak berarti dia belum beriman.

    Dan mengenai kasus no 2. lagi2 anda telah menyebarkan berita2 yang mengada-ada, apakah anda yakin terhadap agama dari 2 orang yang melakukan percakapan tersebut? jikalah benar keduanya beragama Islam apakah anda yakin keduanya telah mengerti hukum-hukum Islam dengan baik? Islam mengajarkan segala macam hukum2 secara merinci, mendetail dan menyeluruh. Pernikahan antara wanita muslim dengan laki-laki non muslim memang diharamkan artinya jika pernikahan itu dilangsungkan maka pastinya kedua orang tersebut telah melakukan perbuatan dosa lalu bagaimana dengan hukumannya? hakim yang menentukan yang pasti hukuman yang diterima tidak sampai menjadi hukuman mati.

    Berhentilah menyebarkan berita2 yang mengada-ada.

    oky

    January 3, 2008 at 2:24 pm

  198. wow, capek kali bacanya,,sial! hehe
    tulisannya bagus banget, two tumbs up!

    oia, sebelumnya perkenalkan, gw temennya amenk dan usdi,, anak ITB’03..

    menurut gw, sebenernya kita jangan terjebak pada perdebatan agama. Bangsa2 yang ’stupid’ bukan hanya umat Islam, banyak juga umat2 yang memeluk agama lain yang ’stupid’.

    Orang stupid artinya, menurut saya (kalau boleh menggunakan pendapat pribadi) adalah, orang yang enggan berusaha untuk memiliki ilmu pengetahuan, dan jika berpengetahuan ia tidak mau menjalankannya..

    Sedangkan orang yang pandai, (sekali lagi) menurut saya adalah, orang yang selalu mencari ilmu pengetahuan, kemudian mengamalkan setiap kebaikan yang mereka ketahui, dan menjauhi setiap keburukan yang mereka ketahui..

    Jadi orang2 yang ’stupid’ itu, mempunyai agama apapun juga selamanya akan tetap ’stupid’ kalo mereka tetap enggan berusaha untuk ber-ilmu pengetahuan, dan jika ber-ilmu pengetahuan mereka tidak mau menjalankannya..

    Contoh paling gampang, intelegensia orang2 Indonesia dan orang2 dari negara maju ngga beda jauh, bahkan kita sering memenangkan Olimpiade Sains internasional. Apa yang membuat negara maju tersebut menjadi hebat, dan negara Indonesia terbelakang?? Karena kebanyakan orang2 Indonesia stupid.

    Hal paling sederhana..
    Kita tahu bahwa : sampah harus dibuang di tempat sampah untuk kemudian diproses, korupsi itu tidak baik, berbohong itu tidak baik..
    Kita juga tahu bahwa : wajib berbakti kepada oang tua, hidup harus jujur, kerjasama mutlak diperlukan agar sukses, sangat baik jika kita bisa hidup sederhana..
    Hampir semua orang dewasa di Indonesia, seperti kita, tahu hal2 tersebut.
    Pertanyaannya adalah, apakah kita menjalankan ‘pengetahuan-pengetahuan’ tersebut?

    Bukan agama yang membuat bangsa-bangsa stupid ini terbelakang, tapi karena sikap mental stupid yang dimilikinya.

    Ismail Al Anshori

    January 4, 2008 at 2:51 pm

  199. @oki;

    yg kasus no 1 saya lupa mencatat website-nya. namun anda bisa googling sendiri cari websitenya.

    yg kasus no 2 ini website-nya :
    http://balik-papan.blogspot.com/2007/12/haram-bagi-muslimah-menikah-dengan-pria.html

    (bila pemilik blog ybs membaca ini, ia harus berterima kasih kepada saya karena blog-nya diiklankan kemana2…………..)

    Anda mengatakan “jikalah benar keduanya beragama Islam apakah anda yakin keduanya telah mengerti hukum-hukum Islam dengan baik?”

    wah… bukan dalam posisi saya untuk mencari tahu apakah islam mereka sudah baik atau tidak…sebaliknya anda sebagai sesama muslim yg harus mengingatkan mereka…..

    Ini contoh nyata yg lain saja bukan dari dunia maya;

    Di Indonesia :

    1. sekitar 1 atau 2 tahun lalu (sekali lagi maaf saya lupa persis namun ini ada di suratkabar) seorang muslim yg dituduh pemimpin aliran sesat di bogor diikat, kemudian diseret di tanah memakai motor sejauh 100 m hingga tewas oleh sesama muslim

    2. tidak usahlah kita menyebutkan pengikut aliran ahmadiyah yg dikejar2 sesama muslim karena belum ada kejadian mereka di bunuh…(meskipun hampir juga bila tidak dicegah polisi)

    3. malam natal tahun 2000 tanpa ada apapun, gereja2 di jakarta di bom begitu saja sehingga beberapa orang tewas. Teroris2 ini mengebom tanpa ada motif apapun, semata2 karena begitulah mereka menafsirkan Islam (ayat2 Quran)

    Di luar negeri :

    1. Maret 2007 pemerintah Afganistan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada seorang warga negaranya karena dia pindah agama keluar dari Islam (ini ada di harian The Jakarta Post tgl persisnya saya lupa……). Islam satu2nya agama di zaman modern ini yg menghukum mati pengikutnya karena pindah agama…..

    2. 11 Desember 2007, di kanada seorang gadis muslem berusia 16 tahun dipukul ayahnya seorang supir taxi, muslem imigran asal pakistan, hingga tewas karena tidak menggunakan jilbab. Ayahnya itu bukan teroris, sebaliknya digambarkan oleh teman2nya rajin solat 5 waktu.

    3. di dallas, US, 2-3 hari yg lalu kasus serupa terjadi juga namun masih dalam penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian

    (di indonesia kewajiban memakai jilbab di aceh dan di padang sudah dilakukan termasuk juga bagi gadis non-muslim yg bersekolah di sekolah negeri. Sudah ada sangsi bagi mereka2 yg tidak mematuhinya meskipun kita belum mendengar ada wanita dihukum sampai mati karena tidak mematuhinya…………..)

    4. Di malaysia 2-3 minggu terakhir, sebuah penerbitan Kristen dilarang mencetak Alkitab dengan menggunakan istilah “ALLAH” karena istilah itu kepunyaannya Allah orang Islam. (Tidak pernah agama2 lain meributkan hal2 semacam ini, hanya Islam ……..saya membaca berita ini bercampur antara geli dan kasihan…..kasihan bukan kepada Kristen namun kasihan kepada Islam……)

    5. Belum lagi rusuh protes kartun Muhamad, Salman Rusdhie dll. yg membuat orang2 yg tidak bersalah kehilangan nyawa……
    (bandingkan dengan reaksi orang Kristen terhadap novel da vinci code, di Museum new York ada ditampilkan karya yg disebut sebagai karya seni yakni memasukkan salib kedalam botol yg berisi air kencing. Orang2 Kristen protes kepada museum karena menampilkan karya tersebut, tetapi tidak sampai protes kepada pembuatnya apalagi sampai rusuh dan fatwa hukuman mati segala…..)

    Dan masih banyak contoh2 serupa lainnya baik di Indonesia dan diseluruh pelosok dunia……………….

    Come on oki…… berhentilah menuduh saya menyebarkan berita bohong……….

    salam,

    (Namun baiklah, bila anda menginginkan saya berhenti membicarakan topik ini saya akan berhenti……)

    jusuf

    January 5, 2008 at 10:33 pm

  200. @ Yusuf : Lebih tepatnya saya membantah cerita2 yang tanpa bukti yang valid.

    Mengenai kasus2 yang anda ungkapkan pertanyaan saya adalah jikapun hal tersebut bukanlah berita bohong Apakah orang2 yang melakukan penyiksaan seperti yang anda sebutkan melakukannya atas nama agama? apakah orang2 yang melakukan penyiksaan dan pengeboman tersebut benar beragama Islam ataukah mereka beragama non muslim dan melakukan penyamaran?

    Yang jelas Islam hanya mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

    oky

    January 7, 2008 at 9:38 am

  201. Wah-wah seru banget2… tapi emang sih nih ada yg komen gak karu2wan, alah bianin ajah…yang penting saya mah bersyukur banget bisa menjelajah ke blog Tasa.. O’ ya saya juga dah ikutan training ESQ angkatan 1 di Singapura. seru lho…..??
    salam sesama MUSLIM

    teta

    January 16, 2008 at 11:55 am

  202. Cep Otsmar: hehe, bener juga sich kalo dipikir-pikir. Tapi sayang aja gitu kalo kotanya jadi semrawut banget.

    Jusuf & Oky: Thanks banget buat diskusinya yang sangat menarik. Saya banyak mendapat masukan dan ilmu dari kalian berdua. Thanks bros.

    teta: Selamat datang di blog saya. Seru pastinya bisa ikut training ESQ 165 di Singapura, boleh donk bagi2 pengalamannya itu. Salam damai sesama Muslim :)

    guebukanmonyet

    January 16, 2008 at 12:39 pm

  203. bukankah pengambilan kesimpulan “umatnya adalah umat yang bodoh!” diatas adalah pengambilan kesimpulan yang sedikit terlalu cepat?

    ary

    January 18, 2008 at 7:43 pm

  204. i’m originally and traditionally sunni muslim, tapi melihat fakta-fakta yg terjadi dipentas dunia saat ini kok justru syiah-iran yg jauh terlihat kebenarannya ( dalam hal kemandirian negara, kesederhanaan perilaku, tekad menentang hegemoni, anti zionist, ulama yg zuhud dan intelektual, dsb, dsb, dsb………)semoga Allah SWT menerima kita no matter sunni-shiah, sebagai perbandingan tengoklah negara sunni arab ( tdk ada demokrasi, despot, cecunguk amerika, masyarakatnya terlihat relijius tapi sebenarnya jauh dari ajaran islam, dsb, dsb….). saya pribadi tidak punya niat menghasut apalagi memunculkan kecurigaan antar umat tapi seperti itulah kenyataan yg ada sekarang. By the way, just forget it all above and lets unite all muslim aroung the world , no matter you are sunni-shiah

    fajar

    January 20, 2008 at 10:52 am

  205. kalo boleh nambah abis baca diskusinya oky & jusuf:

    kalo boleh saya tawarkan jalan keluar:

    jusuf: seperti yang sudah kamu tawarkan, (meskipun saya menyesalinya) mohon hentikan pembicaraan mengenai korelasi islam dengan kekerasan. i know that your (perhaps trying to) telling (your version of) the truth, but i beleive if it start to offend (yes, i say offend not “tickeled” or “confused”) someone, it make no point to keep your argument anymore. you aint gonna get no money nor title if (you are actually) right, arent you?

    oky: saya yakin semua netters/ bloggers disini (termasuk diri saya sendiri) memahami maksud kamu untuk menyanggah jusuf, bahwa kamu sebenarnya tidak suka seseorang tanpa dasar atau ilmu (yang kamu tidak yakin kedalamannya) membahas soal islam, allah dan para rasulnya. saya setuju itu. tapi menuduh orang menyebarkan berita mengada-ada (equal to “fitnah”) is a seriuos charge (as you may have already) you know… kalau kita berpikir jernih dan tetap menggunakan azaz praduga tidak bersalah, sebenarnya “penyebaran berita mengada-ada” itu mungkin karena keterbatasan pengetahuan yang membuat berita, dan karena keterbatasannya tersebut yang tetap membuat dia posting terus di blog ini, yang mungkin – menurut sang penyebar berita – blog yang diisi dengan orang-orang berpikiran terbuka yang dapat menolongnya untuk mendapatkan arti dari sesuatu yang lebih dalam yang dia cari. kamu mempunyai pendapat yang berbeda, begitu juga dia. dan kelihatannya kamu tidak bisa meyakinkan dia…. so i suggest (remember, this is only a suggestion – its your choice to take it or not) perhaps you should leave it to other, yang mungkin lebih bisa meyakinkan jusuf bahwa islam, agama yang saya dan kamu yakini, adalah agama yang sebenarnya mengajari cinta dan kebenaran.

    * maaf apabila saya terkesan angkuh, arogan, sombong, sok pintar, tidak tahu diri, mengajari dan menggurui….
    its just run in my blood…. hehehehhehehehe

    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    ary

    January 21, 2008 at 1:07 pm

  206. @ ary : assalammu’alaikum bung ary, benar apa yang anda katakan, tetapi maksud saya mungkin hanya sekedar meminta klarifikasi secara detail aja mengenai hal-hal yang diungkapkan didalam blog ini, dan mungkin kadang diam adalah emas tapi mungkin mengatakan sesuatu yang diyakini benar walaupun pahit adalah lebih baik. Well, menurut saya sepertinya anda mempunyai darah yang hebat dan sama sekali tanpa terkesan angkuh, arogan, sombong, sok pintar, tidak tahu diri, mengajari dan menggurui, hehe.

    wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    oky

    January 23, 2008 at 2:51 pm

  207. Ary: Judul sebenarnya bukan sebuah kesimpulan. Tapi thanks buat pemikirannya.

    Fajar: That’s the spirit we all should embrace. Thanks.

    oky: Kita tunggu penjelasan Jusuf lebih lanjut kalau begitu.

    guebukanmonyet

    January 24, 2008 at 1:13 am

  208. Tasa, this article is very thought-provoking and needless to say we need more forward-thinking Moslem like you, especially in Indonesia.

    I, as a Christian, feel that so many times I have been disappointed by a few Moslem communities who try to disrupt the peace in this country, whether by publicly defacing other religion (Most oftenly Catholic and Christian) or by forbidding their followers to socialise with people from different religion, such as what I’ve read on Hidayah magazine, which I believe is read by many Moslem believers, is often badmouthing other religion so openly and it is being sold in most magazine stands everywhere.

    You will never see any Christian-based magazines or bulletin badmouthing other religion or even bother doing it, because we are already too busy taking care of our own people and trying to make them live a better life, which has become increasingly more difficult these days.

    Islam should realize that by defacing other religion, it is defacing itself and its people. It’s no wonder that the Western countries give out such bad responses after all, isn’t it.

    Therry

    January 24, 2008 at 10:20 am

  209. @yonna:

    For fear of offending you even more, especially because you have also copied a comment on my blog (which might create confusion to the regulars who visit mine since they don’t know why that comment would appear in the first place), the reason why I managed to flicked through Hidayah was because the illustration and the titles are so controversial and dramatic – what with the monster-like creatures and the scary pictures on the cover, I might say that it somehow had piqued my interest.

    I also have many friends who are Moslem who are very dear to me. Which is why it pained me to see some small fraction of people trying to disrupt the peace.

    As a Christian I try to respect the belief of Moslem religion; I don’t talk about or eat in front of my Moslem friends during fasting season, I send them text-messages on Idul Fitri and I respect them for taking the time to pray during the day.

    All I ask for is that Moslem people to also respect other religions and give them the same treatment as we would like to give to you.

    Therry

    January 24, 2008 at 3:39 pm

  210. Therry: Thank you for your comment, I appreciate it. Well, you can always blame the people but never the religion. It’s always the people who corrupt the religion. As minority Christians in Indonesia may feel offended by the things that some irresponsible Muslims do, but at the same time Muslims in America, for example, feel the same way too. In America you will find books mocking Islam and Muhammad. So, I guess there’re always bad people everywhere. But, of course that fact can’t be a justification for what they do.

    Thanks.

    guebukanmonyet

    January 25, 2008 at 2:09 am

  211. @Tasa
    Blame the people but never the religion….fair banget, Tas :)

    Aku pernah denger pendapat ini….seseorang yang dasarnya udah baik, punya kepribadian baik dan menarik….kemanapun dia menganut agama tetaplah baik.

    Tapi pendapat mbak Asma Nadia (CEO Forum Lingkar Pena) ada benarnya. Meski agama Islam itu mengajarkan kebenaran dan kebaikan (yah seperti ajaran agama2 lainnya) tapi umatnyalah yang berperan besar dalam memberikan citra / image terhadap Islam itu sendiri. Sebagai umat Islam, tentu kita bertanggung jawab dalam memberikan image tersebut ya?! Jadi jika ada kekurangan dan kesalahan, harus segera diperbaiki…dengan begitu moga2 citra agama Islam sendiri juga pulih seiring dengan perubahan yang dilakukan oleh setiap pribadi Muslims.

    Yah kita cuma berusaha memperbaiki keadaan diri kita ya….mengenai hasilnya pasti akan ada yang senang dan ada juga yang tetep antipati ma Islam. Like dan Dislike adalah keniscayaan….salam :)

    yonna

    January 25, 2008 at 10:25 am

  212. eennng baru ngeh kalo artikel ini ganti judul…pantes bingung salah masuk artikel gak yach hehehe…

    *menggenapkan komentar ke 213…wow banyaknya

    yonna

    January 25, 2008 at 12:01 pm

  213. kalo menurut saya sih jangan salahkan agamanya…tapi kepada individu masing masing.agama selalu mengajarkan kepada kebaikan tetapi walaupun agama tersebut mengajarkan kebaikan namun sifat orang pada dasarnya tidak ada yang benar benar baik

    menurut rusi kenapa cuma islam aja yang sering melakukan kekerasan baik antar agama sendiri maupun yang lain? saya kurang setuju karena
    -dengan tanpa maksud menjelekan agama lain- untuk agama kristen contohnya pada awalnya kristen saling berdebat dan bahkan sampai terjadi pembunuhan yang mengakibatkan terpecahnya kristen antara kristen protestan dan katolik dikarenakan pada saat itu gereja katolik di penuhi dengan kebusukan sehingga kaum yang tidak puas melakukan perlawanan.

    di india juga kaum hindu yang fanatik terkadang membunuh saling bunuh antar kaum hindu hanya karena berlainan pahamdengan ajaran mereka

    untuk tindakan kekerasan saya juga kurang setuju kalo ada yang menganggap bahwa islam adalah agama yang radikal dan selalu melakukan kekerasan
    hal ini kembali kepada individunya masing-masing
    di kristen juga banyak pelaku teror…pelaku pemboman…pelaku pencurian…pelaku pembunuhan…pelaku pemerkosaan dan lain lain
    hal ini bukan berarti bahwa agama kristen itu mengajarkan hal hal buruk sehingga kaumnya melakukan perbuatan tercela tersebut…kembali lagi kepada individunya lagi yang di salahkan bukan kepada ajaran agamanya

    kalo merujuk pada komentar saleh azis benar di islam di katakan bahwa orang orang di luar islam adalah kafir..tetapi apakah di agama lain tidak di katakan seperti itu?pada intinya bagi penganut agama yang satu penganut agama yang lain atau orang yang di luar agamanya adalah kafir/pendosa…bukankah begitu?
    tentu saja di tiap agama di katakan seperti itu karena bagi tiap tiap ajaran agama, agama yang di ajarkan adalah agama yang haq atau benar. apakah ada ajaran agama yang mengatakan agama di luar kalian adalah benar?

    dalam hidup tidak usah memasalahkan agama apa yang dianut, yang terpenting adalah bagaimana menjalani hidup dan mengisi dengan kebaikan…di zaman nabi muhammad sendiri tidak pernah ada perbedaan antara islam,kristen,yahudi dan lainnya…bahkan yang pertama kali mengetahui pertanda kenabian nabi muhammad adalah seorang rahib nasrani.
    nabi muhammad juga tidak melarang penganut agama lain untuk beribadah.

    saya menulis komentar ini dengan pengetahuan saya yang sedikit, mohon maaf kalo ada kesalahan

    Anak_FH_Usakti

    January 27, 2008 at 11:49 am

  214. @therry,,
    bila anda hidup di indonesia, memang pasti anda agak2 so called “kesel” dengan adanya sebagian kecil umat yg merasa islam banget yg fanatiknya mendekati tak hingga itu. saya saja yang muslim aja merasa begitu.. apalagi anda?

    tapi.. coba kalo anda bandingkan di negara lain yg muslimnya menjadi minoritas. seperti contohnya singapura, negara yg sekarang saya tinggali saat ini.. temen2 indonesia saya yg kristen itu terkadang bener2 bikin kesel saya juga. mereka gencar banget melakukan so called “pendakwahan” kesana kemari yang bikin agama2 laen cukup sakit hati. tapi yah.. mo gimana lagi? ini resiko hidup jadi minoritas. dan gak semua temen2 kristen disini seperti itu juga. yg penting kita pinter2 bertindak aja..

    so… jangan pikir kristen seperti yg anda pikirkan sekarang, dan jangan pikir islam seperi itu juga. karena semuanya serba “tergantung” apa, dimana, dan dalam kondisi apa!

    Ben

    January 27, 2008 at 5:23 pm

  215. When it comes to discussing why Muslims are this and that, we have to go beyond what we are able to see to truly assess the dillemma going on within the Muslim world. The majority of the Muslim world are so-called third world nations, struggling to break free from dictatorial/authoritarian regimes, struggling to find their identity amidst globalization, struggling to nourish themselves, their brother and sister with sustenance needed to survive and sustenance needed to advances themselves (i.e. education).
    Even with education, the background that influences these individuals is one that looks down upon critical thinking, upon speaking out. So no matter how high of an education one gets, if one is still heavily influenced by such a background, one will regress to the same unenlightened behaviors prevalent in many communities. My observations have made me even more disheartened at the uphill battle we critical thinkers have to face as the communities we are in are not that supportive of it, especially if the thinkers are women.
    America with all its glory of free speech, of “enligthened minds” graduating from their elite universities, still regressed to shortmindedness when it was faced with a challenge. Critical thinkers who were not in line with everyone else, most especially the administration, were rebuked and belittled, called unpatriotic, unamerican, etc. Granted their reactions were not as despicable as the reactions of many around the world, but they had hundreds of years to break free from irrational behaviors, or not even hundreds as in the 60’s, mob mentality was still embraced. Maybe not even decades, as the riots of LA in the 90’s and Katrina two years ago showed to the world that America was not free yet from the chaos many Americans are only used to seeing from CNN happening in other, less developed nations.
    Thus we can find people of all sorts in various pockets of society, as Ben said, it all depends on the “why”, the “where”, and the conditions surrounding the circumstances. We cannot just sweep a generalizing hand over a whole group of people because a percentage of them behaved appalingly. We also cannot close our eyes to the shortcomings of our group and blindly defend it without even endeavoring to introspect, to assess what we can do to lift ourselves and our fellow brothers and sisters up to a higher level.

    There was a documentary about the Muslims in Spain and their enviable reign filled with prosperity and peace. This reign was able to exist because all of the religions worked together towards a common goal: the prosperity and the success of Spain, and it fell apart because envy, jealousy, and suspicion seeped through their bond severing the ties they once had.

    Human nature brought them down, but it was also human nature that brought them together. And it is this nature, of understanding our common goals, of working together to reach them, that we need to redouble our focus on.

    Instead of looking at the wrongs of any Muslim or Christian or whatever other religious community and pinpointing them out with glee, why not try to see how we can help them so they too can flourish, so they too can grow, so they too can live life fruitfully and in peace.

    ns

    January 28, 2008 at 12:19 am

  216. i think what guebukanmonyet said on January 25th, 2008 at 2:09 am are the closing of this discussion.
    and what a closing it is. BLAME THE PERSON, NOT THE RELIGION.

    ary

    January 29, 2008 at 5:17 pm

  217. oops… lupa,
    terima kasih atas kelonggaran si- empunya blog karena sangat bijaksana mengganti judul dari artikel.
    i know that those are wasnt because of me. but still, i thank you for your wisdom, guebukanmonyet.

    cheerio.. =)

    ary

    January 29, 2008 at 5:18 pm

  218. @ary
    iya juga ya…inti dari diskusi dan komentar panjang lebar ini adalah BLAME THE PEOPLE BUT NEVER THE RELIGION. setuju banget tuh.

    samaan ma ary deh, makasih juga buat Tasa yang udah mengganti judul artikelnya :)

    yonna

    January 30, 2008 at 9:45 am

  219. Yonna: Thanks for sharing. I agree with you. Oleh karenanya, kita sebagai umat Muslim memiliki “beban” untuk membangun citra Islam sebagai sebuah agama. Kalau kita ngaku Islam adalah agama yang cinta damai maka sebagai umatnya kita harus membuktikan hal itu. Sukses!

    Anak FH: Terima kasih buat masukannya. Saya setuju dengan beberapa poin yang Anda sampaikan. Kita sebagai umat beragama kan punya visi yang sama di dalam hidup ini, yaitu mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Kalau dengan beragama hidup kita malah jadi susah dan marah-marah gak jelas, kita malah sangat-sangat merugi.

    Ben: Menjadi kaum minoritas memang bukan sebuah hal yang muda, kita harus memahami perasaan mereka. Thanks!

    ns: Thanks for your wonderful and insightful comment, again. I think that’s the wisest perspective that religious people can have within a society.

    Ary and Yonna: I thank you back :) I think I have to loosen up my arrogance. I love my religion and all my Muslim brothers and sisters, after all. Salam.

    guebukanmonyet

    February 4, 2008 at 8:54 am

  220. @Tasa
    loosen up arrogance?gak ngerti…emang ada yang bilang Tasa gitu gara2 artikel ini?

    kalo iya bener maksudnya itu….hmmm….saya cuma mencoba memberi pandangan lain nih ya….kalo kata saya sih, tulisan ini adalah wujud kekecewaan, kemarahan, rasa malu terhadap kenyataan yang sedang berkembang. apakah rasa kecewa, marah dan malu itu membuat si penulis adalah seorang yang arogan….gak tau, saya gak mau mengomentari pribadi penulis :)

    wajar jika reaksi ini timbul ke permukaan, it belongs to everybody who thinks the same. jadi yang merasa dan berpendapat begini gak cuma Tasa dan beberapa netter yang sependapat ma Tasa…tapi juga orang2 di luar sana yang turut prihatin atas kenyataan ini.

    kira2 gitu deh salam :)

    yonna

    February 6, 2008 at 11:31 am

  221. Lumayan bagus, cuma ada beberapa yg salah, dan ada yg kurang di sana-sini, kalo bisa jangan nyalin dari artikel yg ada, karena mungkin itu berdasarkan pengamatan, mata sering menipu apalagi telinga, langsung ajah tanya kepada org syiah, jadi hasil nya lebih akurat, karena masalah spiritual kalo gak akurat, kasian yg baca, mereka gak dapat pengetahuan, malah nimbun sampah di hati dan pikiran, tapi baguslah, ada niat, mudah2an niat nya bersih biar dapat pahala,bukan niat melecehkan atau menghujat, segala sesuatu tergantung niat nya, lagian ahlul bait,keluarga suci nabi saw bukan milik org syiah sendiri, milik semua kaum muslim yg mengakui muhammad saw sbg nabi nya, dan kisah pembantaian keturunan nabi saw di karbala itu sejarah nya mutlak, jadi please jgn pake kata konon, itu istilah buat dongeng, perdalam lagi, aku doain semoga saudara bisa melihat keindahan nya yg asli,
    masa rambut nabi di simpan, tongkat nya di pajang gn megah, pedang nya juga dan berikut beberapa peninggalan beliau yg berupa benda, masa darah daging nya yg hidup gak bisa di kenang, lucu buanget kan…. kemana rasa itu pergi ?
    btw thanks…aku lumayan enjoy.

    carlos

    February 6, 2008 at 9:25 pm

  222. Ass. ww

    Saya cuma saran, gunakanlah banyak sumber (jangan dari satu sumber e.g TIME saja karena mungkin itu cuma sekelumit observasi TIME pada saat kejadian), sehingga hasil analisisnya akan lebih valid.
    Anyway you have tried to write in your best and it is interesting to read.

    Ass. ww

    alisaid

    February 19, 2008 at 10:29 am

  223. Lumayan bagus sekali sekali membacanya sering saya bertaya, mengapa saat ini islam saling membunuh satu dengan lain, karena karena permulaannya dari Arab nabi Muhammad menitipkan kebohongan melalui Al Quran dan saya yakin bahwa islam ini bukanlah agama dari Allah, tetapi dari Arab untuk menandingi agama Yahudi dapat dikatakan bahwa bangsa Arab ini irihati terhadap bangsa Yahudi lalu mereka melalui nabi Muhammad membawakan agama baru yang disebut islam yang Al qurannya adalah karangan Muhammad yang dikatakan rasul Allah ternyata memang adalah nabi Palsu yang banyak bersumapah palsu dan akhirnya mati diracuni oleh istrinya sendiri.

    Mr.Nunusaku

    February 19, 2008 at 8:13 pm

  224. Salam.
    Opss….well, i think it is better for Mr Nunusaku to write his/her opinion based on reference. so the other people can trace such statement.
    In my opinion, islam and muslim is something different. islam is about the teaching and muslim is about the people. the people of islam may not reflect the true teaching of Islam.
    you know, there is people who try to forget shalat, doing hajj, but at the same time he also like to hurt people, telling lie, and destroy public places…..
    so the true teaching “islam” is often covered by it’s people (muslim). alislamu mahjubun bilmuslimin.
    in Islam, diversity is something good. that is why Allah make people from different culture, in order they learn each other culture and not to destroy each other.
    i think that is all what i can convey my opinion here. thanks and nice posting.
    ahmad. TKI riyadh

    ahmad

    February 20, 2008 at 5:52 am

  225. you know, there is people who try to do shalat,****(clarification)

    ahmad

    February 20, 2008 at 5:54 am

  226. Prof.Dr. Nasr Hamid Abu Zays ilmuwan Mesir yang melecehkan Al-Quran sekarang menjadi guru besar di Leiden Belanda dia mengatakan;

    Islam bukan agama ciptaan Tuhan, melainkan ciptaan bangsa Arab. Al Quran bukan wahyu Allah, tetapi adalah karangan Muhammad bangsa Arab. Dan Muhammad banyak menitipkan kebohongan besar, dan Al Quran sama seperti rumput.

    Karena kami mau belajar tentang Islam dan Muhammad dan kami tahu siapa itu Muhammad.

    Mr.Nunusaku

    February 20, 2008 at 4:55 pm

  227. Kalo kita memikir demikian tentang agama Islam, bagaimana ama agama2 laen yg termasuk agama monotheist? Argumen yg serupa bisa kita lontarkan untuk menyudutkan agama2 itu.

    Pada dasarnya, apa agama itu di ciptakan Tuhan atau bukan sangat tergantung ama kepercayaan kita, bukan seratus persen karena adanya fakta. Karena kita tau fakta bisa di distorsi oleh penulis2 sejarah, fakta yg kita tau sekarang bisa saja bukan sebuah fakta melaenkan pengamatan bias seseorang, fakta yg kita tau sekarang bisa saja hanya persen kecil dari fakta itu sendiri (jadi kita belom tau semuanya), dst.

    Daripada kita saling menyudutkan agama2 yg ada di dunia, kenapa tidak coba menghormati kepercayaan2 orang2.

    Banyak orang menjadi baek karena kepercayaan dia, entah itu Kristen, Islam, Yahudi, Buddhist, dst. Dan memang banyak orang juga jadi buruk. Karena adanya perbedaan ini maka pengaruh agama sang orang bisa saja minim di banding pengaruh lingkungan dimana orang itu berada.

    Maka daripada menyalahkan/menyudutkan agama, yg tak bisa berubah karena bukan orang, kenapa kita tidak coba untuk memperbaeki keadaan2/lingkungan2 dimana saudara2 kita berada supaya apapun agama/kepercayaan/pegangan mereka, mereka tak akan jatuh kepada perilaku yg akan menyakiti diri sendiri ataupun orang laen.

    Menjelek2an agama/kepercayaan/pegangan orang tak akan menghasilkan solusi yg bisa memperbaeki keadaan dunia. Kita akan buang waktu, buang energi. Sungguh sayang sekali kalo kita masuk dalam siklus debat kusir.

    ns

    February 20, 2008 at 11:22 pm

  228. ٍٍSalam. buat Mr. Nunusaku.
    nampaknya menarik sekali saya bisa bertukar pikiran dengan teman-teman. meski saya TKI yang katanya pahlawan devisa…heheh..tapi saya berusaha untuk bisa menikmati pertukaran pendapat lewat blog masa tasa ini. thanks for mas tasa yang sudah posting stimulating article.
    sepanjang yang saya tahu, Dr, Nasir Hamid Abu Zayd, adalah pemikir asal mesir yang berusaha memahami al-qur’an bukan sekadar teks belaka, tapi ia meyakini dibelakang teks, ada sejarah dan pengalaman-pengalaman. jadi alquran itu merupakan ayat-ayat yang tidak kosong dari sejarah. oleh karena itulah kita sering mendengar asbabunuzul atau penyebab turunnya ayat.
    pada point ini, saya berani mengatakan bahwa Dr.Nasir Hamid Abu Zaid merasa gelisah ketika menyaksikan banyak umat islam yang begitu kaku dalam memahami al-qur’an.
    maka tidak salah-salah amat ketika muhammad abduh mengatakan bahwa dia menemukan islam dibarat meski orang islamnya sedikit, tapi dia tidak menemukan islam di timur tengah meski orang islamnya banyak.
    dari sini saja sudah jelas bahwa memang islam adalah sebuah nilai.
    saya tahu bahwa tidak sedikit orang yang ngakunya islam tapi dia suka bohong, suka nyakitin, wajahnya sinis, padahal islam sendiri tidak menyuruhnya demikian. jadi telah terjadi kesenjangan antara nilai dan penganut nilai.
    dari saya sekian dan terima kasih.

    ahmad

    February 21, 2008 at 2:47 am

  229. Salam.
    lagi, dan saya pikir Islam tidak identik dengan geografis. maka Islam tidak identik dengan Arab.
    Jika Islam adalah Arab, maka orang yang berislam harus berbaju seperti orang arab. kan ribet juga kalau saya yang orang sunda harus menggunakan pakaian arab. mungkin saya tidak bisa berlari kencang karena pakaian arab itu seperti jubah sehingga tidak akan bebas berlari.
    dan saya kadang bertanya-tanya kenapa ada orang yang melihat bahwa pandai bahasa arab adalah ciri keberislaman. padahal kan dulu ada abu jahal yang memusuhi islam. abu jahal kan pintar bahasa arab tapi justru dia sangat memusuhi islam.
    dan saya pikir, islam disini bukanlah islam yang terorganisasi tapi islam sebagai nilai.
    islam bisa berarti penyerahan diri secara total. bisa juga berarti keselamatan (salam), perdamaian.
    saya pikir, kalau orang memahami betul arti islam, baginya tidak ada alasan untuk menabuh peperangan.
    tapi memang, saya melihat islam itu banyak sekali. dalam artian pemikiran orang tentang islam itu berbeda-beda.
    islam saya dan islam anda bisa jadi berbeda, tapi dalam islam juga perbedaan adalah rahmat.
    bukankah Allah tidak membuat umat ini berbeda-beda kecuali agar saling berkenalan sehingga memunculkan saling paham.
    nilai-nilai ini sayangnya jarang ditekankan sehingga yang ada malah claim kebenaran ada ditangannya dan mengabaikan perspektif lain. maka tidak heran dengan gaya sperti ini, apapun yang datang dari luar langsung dicap salah dan haram.
    kayaknya segitu dulu dari saya. mohon maaf dan mohon masukan jika ada salah…maklum saya sebagai tki yang lagi belajar seperti anak-anak kampus.
    ahmad

    ahmad

    February 21, 2008 at 3:00 am

  230. Mr.Nunusaku keren…membuat kita harus lebih kenal Nabi Muhammad saw lagi…supaya gak mudah di goyahkan ama argumen2 dari org yg putus asa…
    seperti ilmuwan2 waktu membuat istilah missing link..untuk menutupi ketidak tahuan mereka..waktu mereka gak bisa lanjut lagi..mentok… pdhal gak ada mata rantai yg hilang semua jelas ada di depan mata..cuman mereka gak mau terima…
    harus kenal betul…jauh sampai kedalam..
    org2 budha mengenal sidharta gautama..
    org kristen mengenal Jesus..
    Yahudi mengenal Moses..
    muslim mengenal muhammad…
    jadi org yg tdk mengenal tdk wajib untuk mengikuti..
    gemana bisa mengakui nabi nya kalo gak kenal…
    ayo mulai sekarang..kenali..tdk ada yg lebih indah dari ma’rifaturrasul (pengenalan mendalam kdp muhammad) ma’rifatullah(pengenalan kpd ALLAH) sangat tinggi..itu bisa belakangan..kenalin yg bawa dulu, sang maha guru,,,yg ngajarin kita tentang ALLAH..kenalin siapa dia…setelah itu baru kita kenal Tuhan yg dia bawa kpd kita…

    yonna juga keren…tajem
    bravo ahmad..gue suka gaya loe…
    yg punya blog thanks bgt loh…

    carlos

    February 21, 2008 at 9:27 am

  231. Hm… pnyq dulu dah dihapus ya…?
    maaf y kl komenq agak…..
    Cz artikel ini telah menghina Rasulullah Muhammad yang sangat dihormati kaum muslim.
    jk dlm mslh sosial, pemerintahan, budaya, dsb mgkn msh bs ada toleransi..
    Tp jika sudah menyangkut agama, maka tdk akan pernah ada toleransi….
    yg Haq adalah Haq, dan yg bathil adalah Bathil..
    sekali lagi maaf…

    Aan

    March 4, 2008 at 10:05 am

  232. @Aan
    Loh Mas, artikel ini sama sekali tidak menghina Rasulullah loch. Tapi mengkritisi perilaku umat Islam jaman sekarang yang pada umumnya bodoh dan terbelakang. Silakan baca lagi kalo gak percaya, moga2 paham :)

    yonna

    March 4, 2008 at 3:26 pm

  233. disini disebutkan bhw Nabi akan menangis krn melihat umatnya yg kalah teknologi, ekonomi dsb dg umat lain. Ssgguhya Nabi tdk akan menangis melihat hal tsb. andaikan rasul mendo’akan umat islam untuk maju dalam hal ekonomi dsb pst Allah juga akan mengabulkannya…

    PERBEDAAN UMAT ISLAM DG YG LAIN YAITU..
    UMAT LAIN AKAN MAJU KETIKA MEREKA MENINGGALKAN AJARAN DLM KITAB2NYA…..

    TTP UMAT ISLAM JUSTRU MUNDUR KETIKA MENINGGALKAN KITABNYA…..
    JAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRON..

    Aan

    March 7, 2008 at 2:48 pm

  234. duhhhh
    bingung bangt mau komen apa
    yang jelas aku bangga bangt jd muslimah .diluar masalah2 perbedaan dalam tubugh islam itu sendir
    islam itu besar dan kuat, hanya saja umatnya yang lemah dan kerdill.karena itu yao sadarrrrrrrr!kita tidak boleh terlena dengan perbedaan,sementara banyak sodara kita yang dianiayaya oleh umat dari agama lain
    kita tidak boleh saling membenci sesama muslim sementara sodara kita di negara lain menderita akibat kebencian oleh umat agama lain….
    ayo lah sodara ku sadar lah….kita umat islam
    umat terkuat
    mari sama – sama berjuang
    karena Allah SWT bersama kita

    tari

    March 7, 2008 at 4:57 pm

  235. Saya menemukan artikel yang sangat menarik tentang: Agama: Pisau Bermata Tolu
    Ini linknya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1326

    Selamat membaca dan terima kasih.

  236. salam.
    saya ingin menanggapi saudara tari.
    saya pada zaman sekarang ini termasuk umat yang besar tapi belum tentu kuat.
    di Indonesia sendiri populasi yang beragama islam banyak sekali tapi implementasi nilai-nilai islam sering dilakukan dengan salah kaprah. dalam pandangan saya, islam agama rahmatan lilalamin, sehingga tidak boleh ada diskriminasi perlakuan terhadap sesama manusia.
    islam juga agama egaliter dimana status manusia sama saja dihadapan tuhan, jadi tidak boleh lah mengkultuskan para kiai atau pemikiran mereka. jika memang baik ambil, jika memang tidak tepat, lawan, dan saya pikir, itulah islam.
    islam dalam pikiran saya adalah tidak bersikap tegap berdiri melawan dua ekstimitas sehingga bisa mengambil kebenaran tanpa intrik kanan dan kiri. lawan saja…
    ahmad

    ahmad

    March 7, 2008 at 7:31 pm

  237. klarifikasi
    saya pikir***pada zaman sekarang, kaum muslimin ini termasuk umat yang besar tapi belum tentu kuat

    ahmad

    March 7, 2008 at 7:33 pm

  238. salam.
    buat aan, saya berbeda dengan pemikiran saudara aan. kemajuan suatu bangsa tidak akan tercapai melalui doa-doa. tapi jika doa-doa yang dimaksud adalah aksi nyata…saya pikir kemajuan itu akan cepat atau lambat bisa diraih kembali.
    bukankah Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum sampai kaum itu mengubah dirinya sendiri.
    artinya manusia dengan anugrah otak dan hatinya semestinya harus aktif dalam menjembut kemajuan, dan bukan berdiam diri dengan doa yang berbusa-busa….
    mari kita ciptakan branding yang bagus tentang islam bukan malah mengotorinya…
    ahmad.

    ahmad

    March 7, 2008 at 7:42 pm

  239. klarifikasi lagi : semestinya : islam dalam pikiran saya adalah****bersikap tegap berdiri melawan dua ekstimitas sehingga bisa mengambil kebenaran tanpa intrik kanan dan kiri. lawan saja…
    ahmad

    itsme231019

    March 8, 2008 at 4:39 am

  240. Pertama, tulisan anda bagus tapi saya kurang setuju dengan judulnya. Dari tata bahasa jelas judulnya itu men judge pemeluk Islam orang yang bodoh. Saya prihatin dengan judul tersebut karena mengandung fitnah. Pasti anda berpikir apalah artinya judul, semakin kontroversial judul semakin banyak orang penasaran. Hmmm fuhhh…..

    Tapi terserah anda deh karena anda yang punya blog tapi kewajiban saya mengingatkan mau diganti mantaff kalo gak diganti ya up to you btw isinya bagus lumayan bagus kok tentang keprihatinan anda sebagai umat Islam :)

    Burkass Tchaikovsky

    March 8, 2008 at 1:42 pm

  241. Salam.
    buat mas burkass, saya pikir judul itu harus bisa menarik pembacanya walaupun juga harus proporsional.
    menurut saya sih, saya lebih memilih judul begini : Islam dengan pemeluknya yang bodoh, sehingga sifat bodoh itu terjadi pada pemeluknya dan bukan yang dipeluknya.
    saya sengaja menggunakan kata “dengan” karena antara islam dan pemeluknya terjadi sebuah dialog yang tak pernah berhenti. dalam berdialog, tentu saja ada banyak gaya, ada yang lebih menitik beratkan pada penampilan luar tapi ada juga yang lebih fokus pada isi.
    cara pandang ini tentu saja akan berpengaruh pada cara keberagamaan seseorang. maka ada orang yang memilih berislam itu dengan cara respek, lebih humanis, dan suka menolong, tapi ada juga orang yang memilih islam itu justru untuk menghantam orang lain yang dianggapnya bersebrangan keyakinan dan lalu dianggap kafir.
    oleh karena itulah, pandangan humanis dalam islam perlu disosialisasikan.
    saya pikir itu saja.
    ahmad. riyadh

    itsme231019

    March 8, 2008 at 4:30 pm

  242. Mengapa kita mau dibodohi oleh bangsa Arab….?
    Kita kan ada akal dan menilai agama baru yang dibawah oleh bangsa Arab ini melalui Muhammad.

    Agama islam ini hadir bukan wahyu dari Allah….
    tetapi wahyu dari manusia Arab melalui Muhammad.

    Yang lebih jelas; lihat apa yang dikatakan oleh pemukah FPI Surabaya Muhammad petrus yang bertobat mengikuti jalan yang lurus Isa anak Mariam.

    Yang sekarang videonya dapat dilihat dimedia internet,
    masukan nama sandi; FPI Surabaya Muhammad petrus mengikuti Yesus.

    Pasti anda yang muslim akan terkejut tentang kebohongan bangsa Arab ini melalui yang mereka sebut nabi Muhammad dan Al quran nya.

    Silahkan saksikan sendiri video internetnya apa Muhammad yang pernah beberapa tahun hidup ditanah Arab disitu dia beberkan tentang kebohongan
    air Zam-Zam penipuan bangsa Arab terhadap kaum muslim sedunia….pasti anda anda akan terkejut.

    Mr.Nunusaku

    March 9, 2008 at 2:58 am

  243. artikel yg sangat menarik.
    banyak komen2 yg bermutu.

    tapi lama kelamaan muncul komentar2 yg
    menjelekkan islam tanpa dasar alias membabi
    buta, jauh dr topik ini.

    @NUNUSAKI:
    soal FPI surabaya yg masuk kristen
    coba lihat di address ini
    http://www.akupercaya.com/forums/warung-kopi/10669-ask-kesaksian-ali-makrus-al-tamimi.html

    lihat comment #9

    saran saya, lebih baik tidak usah berkomentar
    di artikel ini. selain jauh dari subject pembicaraan,
    juga komen2nya sangat tanpa dasar.

    sekali baca saja sudah kelihatan kok niat nya.
    OK ?

    wawan

    March 10, 2008 at 2:36 pm

  244. Kenapa Saya Memilih Islam?

    Orang yang berfikir secara menyeluruh/komprehensip dia menjawab dengan multidisplin serta mampu membuktikan akan kebenaran argumentasinya sekaligus pula mampu mengkaitkannnya dengan keberadaan Allah swt. Orang yang berfikiran komprehensip menjawab pertanyaan di atas,” Adanya manusia, alam semesta dan kehidupan ini pasti ada yang menciptakan. Dia adalah sang pencipta. Konsepsi sang pencipta dalam Islam dinamakan dengan Allah swt. Konsepsi ini lebih logis dibandingkan dengan konsepsi yang lain. Islam memandang bahwa Tuhan ada tanpa ada yang menciptakannya, ia bersifat kekal, tidak berawal dan berakhir. Apabila tuhan ada karena diciptakan maka dia adalah makhluk. Dan apabila tuhan ada awalnya ataupun akhirnya, itupun membuktikan ia terbatas. Sesuatu yang terbatas adalah makhluk, dan Tuhan tidak layak mempunyai sifat terbatas. Dan inilah konsepsi islam.”

    Manusia di dunia diciptakan oleh sang Pencipta. Dia di dunia adalah untuk melaksanakan keinginan sang Pencipta. Dan, kelak akan kembali kepada sang Pencipta untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukannya selama di dunia. Oleh karena itu, sang Pencipta memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana dia harus hidup di dunia. Al Qur’an merupakan petunjuk tersebut. Dan Nabi Muhammad saw merupakan utusan dari sang Pencipta ini. Bukti akan keautentikan Al Qur’an sebagai firman Allah serta kebenaran Al-Qur’an bisa dibuktikan. Dan Al Qur’an Menyatakan bahwasanya Hanya Islam yang merupakan Agama yang Allah Ridhai untuk dipeluk oleh umat Manusia.itulah mengapa saya memilih Islam.”

    Oky

    March 10, 2008 at 2:49 pm

  245. Mengapa saya menolak islam…? karena islam bukan agama ciptaan Tuhan, tetapi agama ciptaan bangsa Arab dan Al Quran adalah karangan manusia Muhammad yang menaburkan kebencian Allah islam perluh dibela karena Allahnya islam tidak mempunyai kuasa oleh sebab itu perluh dibela melalui jihad.

    Ini namanya Allah nya islam sama dengan monster dan perluh dibelah…..karena ini adalah ajaran ciptaan
    bangsa Arab, apakah otak kita sebodoh itu ataukah
    memang otak islam sudah dicuci dengan pembodohan akal harus turut apa yang dikatakan oleh Muhammad yang banyak menitipkan kebohongan dalam Al Quran untuk saling membunuh
    satu dengan lain.

    Kita lihat sekarang apa yang terjadi antara Suni dan Syiah saling mrembunuh di Timur tengah dan sesama islam saling membunuh dunia non muslim selalu ketawa melihat kebodohan sesama muslim saling membunuh. Inilah yang dikatakan sekarang ini
    islam adalah kumpulan orang-orang bodoh saling membunuh seperti apa yang terjadi di Afrika.

    Kok manusia islam sebodoh itu…..saling membunuh
    dimana-mana ……

    Mr.Nunusaku

    March 11, 2008 at 1:00 am

  246. weleh weleh, mas GBM kayaknya perlu dirayain de ulang tahun ni postingan!! he hehe

    @Mr. Nunusaku:
    argumen yang anda keluarkan tuh uda basi,,,
    anda mesti belajar islam lebih dalam,
    selamat belajar…

    kid

    March 11, 2008 at 11:35 am

  247. Sebenarnya mudah saja untuk menjawab tuduhan-tuduhan palsu, atau ejekan bahwa Islam adalah agama berdarah-darah, memerintahkan pembunuhan, menghalalkan peperangan, sampai mereka bilang bahwa Islam disebarkan lewat pedang.

    Mari saya ajak anda ke dunia yang lebih nyata, yaitu dunia fakta dan data. Coba kita tengok sejarah Islam, khususnya sejarah nabi Muhammad SAW. Kalau dituduh Islam itu haus darah, coba hitung berapa korban nyawa dalam peperangan, selama Muhammad SAW menjadi rasul.

    ternyatadari 20-an perang besar yang pernah diikuti oleh Rasulullah SAW, korban jiwa hanya tercatat 386 orang saja. Itu pun sudah termasuk korban dari pihak muslim dan non-muslim.

    Bayangkan, meski ada ayat yang memerintahkan perang dan membunuh orang kafir harbi di medan perang, nyatanya korban jiwa hanya 300-an orang saja sepajang sejarah nabi. Angka itu sangat kecil dibandingkan dengan angka korban jiwa yang terjadi di manapun di muka bumi.

    Korban Perang Agama Kristen di Eropa

    Coba bandingkan dengan perang saudara sesama Kristen antara sekte Katholik melawan Protestan di Eropa yang jumlah korban jiwa mencapai 10 juta nyawa. Kalau dikatakan bahwa Islam itu haus darah, karena perangnya telah merenggut 386 nyawa, lalu Katholik dan Protestanyang berperang saudara dan menewaskan 10 juta nyawa itu mau kita sebut apa?

    Filosuf Perancis, Voltire (1694-1778), menyebutkan bahwa korban nyawa 10 juta orang itu terjadi di masa lalu, sama dengan 40% penduduk Eropa Tengah. Coba pikir lagi, siapa sih yang haus darah?

    Korban Revolusi Bolsevic

    Di Rusia untuk mewujudkan komunisme dilaksanakan Revolusi Bolsevic pada tahun 1917. Dan untuk itu telah terbunuh 19 juta orang. Setelah komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apakah kita masih mau bilang Islam itu harus darah, lalu komunisme itu mau kita bilang apa?

    Korban Bom Atom Amerika di Jepang

    Di tahun 1945, Amerika telah menjatuhbom di Hiroshima yang merenggut nyawa 140 ribu orang. Sedangkan di Nagasaki jumlah korbannya 70 ribu jiwa. Belum terhitung mereka yang luka, sakit dan cacat seumur hidupterkena radiasi nuklirnya.

    Pengeboman itu dilakukan resmi oleh pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Rosevelt, Presiden USA saat itu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penemuan besar tenaga nuklir digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Yang harus darah itu Islam atau Amerika?

    Korban Suku Indian

    Jauh sebelum benua Amerika didatangai bangsa Eropa, sudah terdapat suku asli yang menghuni dengan damai benua itu.

    Namun pada tahun 1830 lahir Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap bangsa Indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang Indian diusir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal.

    Apakah Islam masih mau dibilang haus darah, ataukah para koboi Amerika itu yang haus darah?

    Korban Rwnda

    Di Rwanda, kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut.

    Korban Perang Dunia Kedua

    Di tahun 1945, jumlah populasi umat manusia di muka bumi tercatat sebanyak 1, 9 milyar orang (1.971.470.000 jiwa). Di masa itu terjadi perang dunia kedua, tercatat jumlah korban jiwa mencapai angka fantastis, tidak kurang dari 62 juta orang, tepatnya 62, 537, 400 jiwa. Itu sama saja pembunuhan 3, 17% jumlah populasi umat manusia di muka bumi.

    Dan perang itu melibatkan negara adidaya saat itu, yang nota bene bukan negeri Islam. Masihkah kita menuduh Islam sebagai agama peperangan? Pernahkah peradaban Islam melahirkan perang dunia?

    Korban Pembantaian di Palestina oleh Yahudi

    Kelompok teroris Yahudi pimpinan Menachem Begin dengan anggota-anggotanya, antara lain Ariel Sharon, pada tahun 1948 pernah membantai 1.000 orang Arab penduduk Deir Yassin, selatan Jerusalem.

    Dan Ariel Sharon ketika menjabat Menteri Panglima Angkatan Bersenjata Israel, terlibat pembantaian 3.000 warga sipil Palestina di kamp pengungsi Sabhra dan Shatila, selatan Lebanon tahun 1982.

    Itu bukan perang tapi pembantaian. Pasukan bengis Yahudi Israel datang ke Palestina dan menembaki warga sipil yang tidak berdosa. Masih pulakah kita katakan Islam sebagai agama haus darah? Dan apakah kita masih ingin bilang bahwa Yahudi itu ramah, penuh kasihdan lemah lembut?

    Korban Serbia di Bosnia

    Pasukan Serbia dipimpin oleh Slobodan Milosevic melakukan operasi pembersihan etnis secara sistematis di kota-kota yang dikuasainya selama perang berlangsung. Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang empat tahun tersebut.

    Dan penduduk Bosnia Herzegovia beragama Islam, sejak zaman khilafah Turki Utsmani.

    Inikah yang dikatakan agama Islam haus darah?

    Oky

    March 11, 2008 at 2:52 pm

  248. salam. untuk Mr.Nunusaku.
    saudara Nunusanku, saya pikir anda begitu benci sama islam. karena islam dimata anda adalah agama ciptaan orang arab dan menerbar benci.
    anda juga menolak islam karena dimata anda, islam agama yang umatnya suka saling bunuh.
    ok, itu hak prerogatif anda, dan syah-syah saja anda punya pemikiran seperti itu, apalagi kalau ada data dan fakta yang akurat.
    tapi dalam pandangan saya, islam itu bukan arab. saya aneh juga jika banyak orang indo yang keberislaman mereka harus dicocokan dengan arabisme. keberislaman tidak selalu harus pintar bahasa arab, atau baju arab, tapi bagaimana dia bersikap.
    saya yakin, islam adalah agama yang ingin menyebar kasih. namun tidak dipungkiri bahwa sikap tegas perlu diambil seperti memilih untuk berjihad, sebagai sikap membela dan mempertahankan diri. kalau anda dipukul terus menerus, apakah anda akan menerima tanpa bertindak? pasti anda akan berontak, betul gak. dan itu sangat manusiawi sekali.
    adapun umatnya yang saling membunuh, saya pikir, karakter agama sudah hilang digerus oleh kepentingan politik atau fanatisme dalam agama. padahal islam sendiri mengajarkan “la ikraha fi al-din, tidak ada pemaksaan dalam beragama. dan juga perbedaan itu harus menjadi rahmat.
    tapi sayang, semangat damai itulah yang sangat jarang dilirik oleh umat.
    satu lagi yang ingin saya pertanyakan. islam dikatakan agama teroris, hanya karena segelintir orang yang dianggap melakukan terorisme. saya sendiri sih mengutuk terorisme. tapi anehnya, ketika serbia menyerang dan membunuh orang-orang sipil, kok tidak dianggap prilaku terorisme. pun ketika israel menembaki dan menghujani orang-orang sipil palestina, kok tak kunjung dianggap prilaku teror? bukankah rasa kemanusiaan kita dan rasa keadilan kita akan berkata bahwa itu juga teror dan kejahatan kemanusiaan yang harus ditumpas. bahkan kejahatan itu dilakukan oleh negara. apa yang bisa kita katakan untuk menggambarkan karakter negara tersebut?
    negara drakula….kah?
    saya pikir itu saja….dan memang islam sudah terpinggirkan dan tertutupi oleh umat muslim. dan pada tahap ini, umat muslim perlu melihat kedalam agar bisa melangkah lebih mantap dan lebh cepat.
    kritikan yang masuk buat islam, perlu ditampung sebagai bahan untuk memperbaiki dan merenovasi bangunan islam sebagai agama yang mengajarkan totalitas kepatuhan kepada Tuhan, kebenaran mutlak. kita sebagai manusia tentu saja punya kebenaran tapi relative, karenanya perlu sikap menenggang rasa dengan kebenaran lain, dan hidup saling berdampingan.
    itu saja dari saya yang hanya berprofesi sebagai tki from bandung.
    bandung euy…hehehheheh

    itsme231019

    March 11, 2008 at 5:55 pm

  249. Saya senang sekali dengan perdebatan di blog ini. Sangat membangkitkan pemikiran kita tentang agama Islam.

    Ini saya menemukan artikel yang sangat menarik tentang: Agama: Pisau Bermata Tolu

    Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1326

    Selamat membaca dan terima kasih.

  250. to all:

    lets not be provoked by a small bug that try to drag an attention in order to make a small issue, big.

    the freedom of speech are protected and guaranteed by our constitution, so if they shout a ridiculous statement, let them be, after all, i think, all participant here are well-aware of such thing (ridiculous statement- that is). true or false, right or wrong, right wingers or left, if you’ve said what you wanna to say, or if other think otherwise, then being argued by others, i say, let them be. dont make any exhausting argument anymore.

    if you are a moslem – i dont say that i am the utmost truth-, lets stick to this article:

    “lakum diynukum waliyadiyn”

    may Allah SWT open their minds and perspective so the world would be a better place to live in.

    -amen-

    ary

    March 12, 2008 at 4:08 pm

  251. Tidak ada Islam arab, islam jawa, islam indonesia dan islam-islam lainnya, karena Islam adalah satu dan dalam Islam tidak ada tempat untuk Rasialisme. Agama Islam sangat mengajarkan untuk mensejajarkan seluruh manusia apapun warna kulit, suku dan negaranya, sekali lagi tidak ada tempat untuk orang-orang yang Rasis dalam Islam. Dan yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang bertaqwa.

    Pemburu

    March 12, 2008 at 4:47 pm

  252. Yaaa…saya senang akhirnya judulnya diganti, bro :) dukungan penuh dari utara deh kalau gitu.

    ian

    March 13, 2008 at 8:09 am

  253. Mengapa sekarang disetiap penjuru dunia bila islam hadir, mereka saling membunuh satu dengan lain..?
    kita lihat apa yang terjadi di Afrika…dan ditimur tengah
    Suni dan Syiah saling membunuh….ya jawabannya
    memang dari mulahnya sudah salah karena ajaran dari padang pasir yang dibawahkan oleh Muhammad
    banyak menitipkan kebohongan pada manusia.

    Suni islam Syiah islam…tetapi saling membunuh, mengapa ini terjadi…? mengapa mereka melarikan diri ke Europa untuk memohon perlindungan hidup…?

    Karena dinegerinya sendiri mereka merasa tidak aman dan terancam setiap waktu…akhirnya mereka mendapat kebahagiaan hidup dinegeri kafir…mengapa mereka merasa begitu hidup mereka terjamin dinegeri bangsa kafir….? ada apa dengan
    islam saat ini…? terserah anda mendapat jawabannya

    dari apa yang terjadi disekeling hidup anda bersama islam…..ini ada kenyataan saat ini banyak melarikan
    diri ke Eropa mendapat jaminan hidup yang bagus
    dinegeri kafir….Karena Kasih mengasihi satu dengan
    dengan dengan tidak memandang warna kulit dan agama….banyak yang datang ke Europa.

    Mr.Nunusaku

    March 15, 2008 at 10:05 pm

  254. Wah saya bangsa Indonesia diwajibkan harus mengikuti agama islma Arab dan harus berdoa dalam bahasa Arab, membaca Al Quran harus pergunakan bahasa Arab…berarti Tuhan semesta alam ini asalnya dari Arab. Lalu saya bertaya mengapa saya harus membeo pada tradisi bangsa Arab…? berarti tradisi saya sebagai menusia Indonesia tidak dihargai…dan tetap membeo pada Agamanya Tuhan nya Arab Lalu mesti haji ke Arab lalu membawa air Zam-Zam padahal dalam sumur gak ada air…tetapi ada ledeng air tidak tahu dari mana datangnya…tetap harus diimani karena disitu adalah wasiatnya….

    Wah kita sudah lecehkan dengan pembodohan bangsa Arab tetap harus membeo kalau kita bertaya..
    jawaban dari uztad mengatakan “KURANG IMAN”.

    Apakah hal ini bukan suatu penipuan dalam agama islam,….Arsyan Hirsi Ali dalam dalam bukunya perihal
    islam sebagai wanita islam adalah kelas dua yang harus dipukul oleh suaminya karena inilah ajaran islam yang harus diimani dalam Al Quran yang agama ciptaan bangsa Arab…..wah mengapa kita sobodoh itu tetap menjadi budak bangsa Arab yang dikatakan Agama dari GOA HIRA yang bertemu Muhammad dengan Gibriel yang memaksa dengan kekerasan…..kamu harus membaca….ayat tuhan ini…
    sudah dijawab oleh Muhammad…, Aku gak bisa membaca…tetapi tetap dipaksa ‘KAMU HARUS MEMBACA” berarti Malaikat Gibriel ini adalah malaikan
    setan, kalau melaikat Allah berarti adalah kelemahan lembutan tidak ada memaksa….Hei kamu Muhammad bangsa Arab…, ini ayat Al Quran kamu harus membacanya….wong sudah dikatakan gak bisa membaca…masih saja memakai jalur kekerasan..

    berarti malaikat suruhan iblis menyerupai malaikat Allah…menyamar sebagai melaikat Allah…tetapi ternyata karekter malaikat di GOA HIRA tersebut adalah Malaikat setan yang bertemu dengan Muhammad…lalu Muhammad sendiri menjadi ketakutan dan melarikan diri dan berlindung dalam pelukan istrinya……wah hebat cerita Muhammad dengan agama yang disebut Islam Arab.

    Tunggu dulu mas…atok saya tidak sebodoh itu tetap mau dicuci dengan ajaran agama Arab…..
    kata Aryan hirsi Ali yang bukunya terjual habis di Amerika yang sekarang tinggalkan Agama islam lebih baik menjadi Atheis daripada diperbudak oleh Agama Arab yang Muhammad sendiri banyak menitipakan kebohongan yang banyak kaum muslim yang otak sudah dicuci bersih harus tetap tunduk pada agama ciptaan bangsa Arab.

    Tuhan nya hanya pintar berbahaya Arab dan rumah tetap ada di Mekah yang harus tetap berhaji ke mekah..disitulah jalurnya menuju…Syurga….
    dan kalau agama dan nabinya dihina…harus berjihad… berarti kekuasaan Allah bangsa Arab gak berfungsi apa-apa…wah Allah nya bangsa Arab kok
    sangat lemah kekuasaannya…? apakah Allah nya bangsa Arab ini perlu bantuan untuk membantu Allah bangsa Arab……wah memang ini namanya seribu kali tetap dalam pembodohan oleh bangsa Arab…..tetap harus membeo beriman pada Tuhannya bangsa Arab berani bertaya…? berarti kurang iman….berani murtad berarti kematian menunggu….wah hebat agama islam ini…..wanita kelas dua wajib dipukul karena perintah Al Quran ciptaan bangsa padang Pasir onta Arab.

    Silahkan tetap membeo dab saling membunuh satu dengan lain…lihat apa yang terjadi didunia islam Afrika….di Irak sesama muslim saling membunuh dan di Pakistan saling membunuh tiap hari gara-gara agama bangsa Arab ini…dunia non muslim tetap tersenyum dan berkata: Islam adalah golongan kumpulan manusia-manusia yang paling bodoh didunia.

    Wassalam

    Mr.Nunusaku

    March 16, 2008 at 1:35 am

  255. Mr. Nunusaku:

    Meski tadinya berpikir bahwa membalas komentar anda tidak ada gunanya, tapi tak apalah.

    Saya tdk tahu apakah Anda orang Islam atau bukan. Kalau bukan, Anda bisa dikategorikan menyebarkan fitnah dan merusak ketentraman hidup antarumat beragama. Kalau Anda orang Islam, saya tidak tahu apa alasan Anda berkata seperti itu.

    Yang saya tahu mungkin Anda kurang pengetahuan. Yang Anda tahu hanya berita kekacauan di Timur Tengah dan Afrika, yang sebabnya saja mungkin Anda juga tidak tahu.

    Saya orang Islam yang tinggal di Amerika (yang Anda sebut negeri kafir). Di sini orang Islam hidup damai dengan sesama orang Islam dan non-Muslim.

    Saya khawatir saya terlalu serius menanggapi komentar Anda. Tapi Anda dengan tanpa pengetahuan yang cukup dan rasa tanggung jawab mengatakan, “islam sebagai wanita islam adalah kelas dua yang harus dipukul oleh suaminya “.

    Saya menanggapi komentar Anda karena saya merasa kasihan. Kalau Anda semakin bingung, jangan khawatir, tambah pengetahuan Anda terlebih dahulu sebelum berkomentar agar tidak membuat diri Anda jadi terdengar (maaf) bodoh dan menjadi bahan tertawaan pembaca lain. Tapi ,saya tidak tertawa kok. Saya kasihan :)

    ian

    March 16, 2008 at 1:56 am

  256. the world, has made mistake simply the way Ayan Hirsi Ali did; mixing between Islam and Muslims.

    Many, actually have no problem with God, but giving up religion, simply because they couldn’t stand His administrators.

    mulia

    March 16, 2008 at 3:19 am

  257. Jangan tersembunyi bung dibalik kejahatan dari agama anda. Sudah membaca bukunya Arsyan Harli Ali yang mbuku terjual habis ia membuka segala rahasia dan melecehkan islam yang mengatakan wanita muslim di mata agama bangsa Arab adalah kelas dua.

    Dan sebentar film mengenai Al Quran yang melecekan wanita muslim akan ditayangkan diseluruh Europa, fim ini mendapat kejaman dari muslim….tetapi tetap akan diputar di Europa.

    Kodek-kodek yang tersembunyi dalam ajaran islam sekarang menjadi kenyataan didunia media internet
    tentang tentang ayat-ayat kekerasan dalam Al quran
    yang diimani oleh muslim praktek kekerasan karena
    ayat Al quran tersebut telah ditanamkan kepada umatnya; tidak boleh berkawan dengan orang yang tidak beriman dengan mereka dianggap kafir.

    Bagaimanapun soleh muslim dalam mereka beribadah kelihatan seperti kubur berlabur putih,
    ternyata masih tetap diamalkan ayat Al Quran perihal
    kebencian pada non muslim karena dianggap kafir.

    kita tetap harus berhati-hati karena otak mereka telah ditanamkam kebencian terhadap orang kafir karena tidak seiman dengan mereka. Inilah ajaran dari Muhammad yang menitipkan kebencian pada bangsa kafir. Mengapa mesti kasihan pada diri saya.., kasihan pada diri anda yang telah tertipu dengan Ajaran bangsa Arab beragama islam…..yang tidak sadar anda sendiri dalam melakukan pembodohan bersama dalam melakukan iman yang buta.

    Saya banyak membaca Al Quran dengan ayat-ayat setan yang menaburkan kebencian kepada umat lain…
    seperti pepatah mengatakan ‘GAJA DISEBERANG NEGARA ARAB NAMPAK, TETAPI SEMUT DIBIJI MATA ANDA GAK NAMPAK’.

    Oleh sebab itu islam diamalkan adalah beriman dalam pembodohan yang harus terus membeo kepada kemunafikan bangsa Arab…..berani murtad dari islam harus dibunuh…..karena mereka beranggapan hanya islam adalah agama yang benar,
    diluar islam adalah kafir…otak mereka telah dicuci oleh ajaran bangsa Arab islam adalah agama ciptaan
    bangsa Arab bukan ciptaan dari Tuhan.

    Mr.Nunusaku

    March 16, 2008 at 5:21 pm

  258. Mr. Nunusaku, anda JIL ya? :D

    mulia

    March 16, 2008 at 6:38 pm

  259. Agama-agama rumpun abrahamik (Islam, Kristen dan Yahudi) ketiga-tiganya saling memusuhi, saling dengki, saling mancaci satu sama lainnya.

    Ketiga agama ini mengajarkan permusuhan, perselisihan dan kekerasan sepanjang massa.

    resist

    March 16, 2008 at 11:15 pm

  260. Maaf, saya tambahkan lagi…

    Setiap orang berhak mempertanyakan semuanya, baik itu keberadaan tuhan, kebenaran wahyu, ayat-ayat kitab suci, tokoh-tokoh agama, kebanaran ajaran suatu agama, dsb.

    Pihak yang melarang berdiskusi adalah pihak yang menganut paham fascisme.

    Paham fascisme bisa berbentuk agama, pemerintahan, idiologi, dsb.

    resist

    March 16, 2008 at 11:22 pm

  261. Tidak ada yang melarang berdiskusi. Berdiskusi itu baik jika dilakukan dengan sehat. Bukan argumen tak berdasar dan tak mau tahu. Dan berdiskusi itu tujuannya untuk mencari tahu dan saling mengerti, bukan untuk menjelek-jelekkan, melecehkan, atau bahkan memusuhi.

    @mulia:
    Jangan bawa-bawa nama instansi lain :) argumen tak berpengetahuan itu berasal dari seorang yg mengaku bernama Mr. Nunusaku.

    ian

    March 17, 2008 at 1:59 am

  262. Baca nih reaksi dari dozen IAIN Surabaya yang secara terang-terangan menginjak lafaz Allah yang ditulisnya sendiri di hadapan mahasiswanya, karena AL Quran adalah produksi budaya Arab dan posisinya sama dengan rumput. (dilaporkan MajalahGatra edisi 7 Juni 2006, pada 5 Mei 2006 Sulsawi Ruba, 51 tahgun dosen mata kiliah Sejarah peradaban Al Quran dipandang sacral secara substansi, tapi tulisan tidak tidak sakral.

    Taufik Adnan Amal, dosen Ulumul Quran di IAIN Makassar, menulis satu makalah berjudul “Edisi Kristis al Quran yang isinya ,menyatakan:

    Tek bacaan Al Quran meninggalkan sejumlah masalah mendasar, baik dalam ortografi teks maupun
    bacaannya dan Taufik Adnan kamal berjudul: Edisi Kristis Al Quran, dalam buku Wajah Leberal Islam di Indonesia.

    Taufik menyakinkan , bahwa Al Quran saat ini masih bermasalah Rekonstruksi Sejarah Al Quran yang juga meragukan keabsahan dan kesempurnaan Mushaf Utsmanui (Taufik Adnan Amal, rekonstruksi sejarah Al Quran , Yogyakarta FKBA, 2001).

    Aksi Wijaya, menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan, Yogyakarta Safiria Insania Press, 2004 Hal 123
    Dozen di Universitas Paramadina, Dr. Luthfi Assyaukanic juga berusaha membongkar konsep dasar Islam tentang Al Quran.

    Penyerangan terhadap Al Quran di lingkungan perguruan tinggi Islam merupakan penyerangan yang baru dalam masyarakat Muslim Indonesia

    Prof. Siti Musdah Mulia, seorang toko feminis, misalnya, melakukan perombakan terhadap hukum perkawinan dengan medode kontekstualisasi .

    Ini laporan singkat dari toko muslim saat ini….banyak membaca bung dan banyak teliti dan mempelacari kontek wahyu ciptaan bangsa Arab ini….jangan asal membeo akhir masuk kejurang kebianasaan.

    Ada akal pikiran dan dapat menilai apakah ini wahyu dari Allah…, atau wahyu ciptaan manusia Arab.

    Mr.Nunusaku

    March 17, 2008 at 3:56 am

  263. kl boleh berpendapat, ini hanya cara pandang seseorang dan suatu bangsa yang berbeda. spt yg disebutkan bahwa menjadi Muslim di Indonesia adalah surga tidak demikian ketika tinggal di negara barat.

    dan inilah bagian terberat karna akan menimbulkan pertanyaan bagaimana merubah cara pandangnya. ya tugas kita as a moslem :D

    harriansyah

    March 17, 2008 at 4:18 pm

  264. salam.
    sewaktu kecil, pak ustadz saya sering bilang, kalau persoalan keimanan, jangan lah diganggu gugat dengan banyak pertanyaan. jadi, islam itu seringkali disosialiasikan dengan cara-cara yang tidak mencerdaskan. maka, saya yang anak kecil merasa powerless untuk bertanya karena potensi kreatifitas saya segera dibunuh oleh pak ustadz tersebut. terjadilah apa yang dinamakan indoktrinasi.
    saya pikir, dari situlah, bermulanya kemunduran karena sikap kritis sejak dini sudah dipasung lewat institusi keagamaan.
    saya pikir, mempertanyakan Tuhan adalah persoalan prerogatif manusia. apakah Tuhan sendiri melarang agar manusia tidak boleh mempertanyakan diri-Nya?
    dalam al-Qur’an, ada perintah Iqra yang artinya bacalah. itu kan sesungguhnya perintah untuk belajar membaca, meneliti suatu phenomena. artinya juga perintah untuk bertanya dan sekaligus mempertanyakan.
    maka saya pikir pak ustadz yang melarang muridnya untuk bertanya tentang Tuhan yang harus diimaninya dan diimani oleh muridnya adalah orang yang menentang konsep iqra dalam al-Qur’an.
    saya pikir itu saja sudut pandang saya tentang pengalaman yang pernah saya alami sewaktu bocah.
    ahmad. selamat berdiskusi.

    itsme231019

    March 17, 2008 at 6:43 pm

  265. Untuk saudara Mr.Nunusanku.
    saya tidak tahu persis apakah dengan alasan-alasan itu anda ingin mengiring opini publik bahwa islam itu agama teroris, agama yang haus darah.
    dan nampaknya anda ingin pula menggiring publik bahwa al-quran itu hanya sekadar buatan manusia arab saja.
    saya pikir itu hak anda. tentu saja anda punya intensi atau niatan dibalik pernyataan anda tersebut.
    tapi sebagai muslim, saya ingin umat islam itu bisa berfikir realistis dan kritis, tidak dogmatis melulu.
    kalau masih dogmatis, saya yakin kemajuan itu tidak akan berjalan karena masih dihambat oleh dogmatisme.
    pada tahap ipertanyaan yang muncul adalah apakah agama itu mengajarkan dogmatisme atau mencerahkan akal? saya pikir, agama itu akan punya makna yang berbeda dari orang yang satu ke orang yang lain, karena itu sudah menyangkut pemahaman.
    konsep jihad bisa diartikan sebagai perang melawan orang kafir dan itu dianggap on the right track di jalan Allah. tapi konsep yang sama diartikan sebagai perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan, memperjuangkan hak-hak rakyat sipil, semangat membasmi praktek korupsi dan penegakan hukum, menafkahi anak dan istri. itu juga adalah jihad yang realistis. jihad juga bisa dimaknai dengan memberikan pendidikan yang bagus buat rakyat bukan malah melakukan pembodohan. yang melakukan pembodohan itu saya pikir tindakan kafir, karena dalam opini saya, kafir itu adalah kata sifat yang bisa menempel pada siapa saja yang melakukan tindakan kekufuran.
    pemerintah amerika dengan serbianya membunuh rakyat palestine yang tak bersalah adalah jelas tindakan kafir. orang yang mengaku islam pun tetap saja kafir jika dia suka membohongi publik atau menyunat uang rakyat untuk kepentingan perut dan dibawah perutnya saja.
    saya pikir itu saja.
    ahmad

    itsme231019

    March 17, 2008 at 7:01 pm

  266. @ ian: he eh, makasih :D

    mulia

    March 18, 2008 at 5:35 am

  267. hai semua…saya non muslim dan saya tertarik sama blog ini bagus banget ngasih masukan yang baik…

    islam sebagai wanita islam adalah kelas dua yang harus dipukul oleh suaminya –> emang bener ini ada di al’quran?kalo ngga ada statement atau ajaran ini di al’quran menurut saya mr. nunusaku atau siapapun ngga ber hak ngomong kaya gini loh…kayanya mr.nunusaku kebanyakan nonton sinetron si punjabi kali jadinya mikirnya kaya gini hehe…

    tapi emang bingungin juga sih…waktu yang kejadian 98 itu kok bisa ya orang ngejarah dan memperkosa dengan teriakin allah akbar?

    kalau dilihat sisi kristen juga sama aja…sebagian besar munafik…dan banyak gereja kristen yang ajarannya aneh…udah aneh menyesatkan pula…

    saya anggep agama itu sumber perpecahan manusia di dunia karena agama lah merupakan dasar hidup seseorang dan para pemuka agama itu selalu mengajarkan selalu yang terbaik dari ajaran agama lain…

    better atheis ajalah!!!

    liana

    March 18, 2008 at 7:52 am

  268. @ Liana:
    Kamu tahu yang terbaik buat kamu.
    Di Al-Qur’an tidak disebutkan bahwa wanita adalah kelas dua dan harus dipukul suaminya.
    Kl di kejadian 98 ada orang yg bertindak kejahatan dengan meneriakkan hal-hal yang berbau Islam, itu belum bisa dijadikan justifikasi. Orang bisa melakukan kejahatan dan meneriakkan hal-hal yang berbau agama tertentu. Karena tindak kejahatan itu dilarang.

    @ Mulia:
    Mending kita diskusi hal lain deh…Let’s not degrade ourself by arguing back uneducated arguments :)

    ian

    March 18, 2008 at 9:24 am

  269. Ada ayat yg menyatakan kita wajib menghormati para ibu yg telah mengandung kami, karena dari dia-lah kami bisa berada di dunia ini. Seinget saya ada pula ayat, pembahasan, yg meminta para orang tua untuk menghentikan pembunuhan terhadap bayi perempuan hanya karnea bayi itu bukan laki2. Bayi perempuan dan bayi laki2 memiliki sama haknya untuk berada dan berjuang di dunia ini untuk hidup.
    Ada pula ayat yg menyatakan bahwa suami dan istri harus kudu saling menghormati karena mereka bagai lapisan baju:
    The word clothing connotes the idea of equality, complementarity, and support of both a psychological and physical nature. The man has his role and the woman has hers. The woman cannot be construed as merely a vehicle to fulfill the man’s desires. She is a human being, equal to the man. Each of them is as clothing to the other in every aspect of life.

    Banyak aspekt2 dari perilaku kita yg perlu kita dalami sebelom jatuh dalam konklusi. Seperti isu Mei 98. Memang kalo di tanggapi secara “surface level” saja kurang di mengerti, tetapi pas kita mengupas lapisan2 luar, baru kita melihat bahwa ada dorongan laen, selaen agama, yg membuat orang2 itu lupa diri dan jatuh dalam kerusuhan dan tindakan kriminal. Salah satu faktor terbesar yg mendorong orang2 untuk rusuh saat itu adalah kesenjangan sosial yg mereka telah alami dan terus alami, yg mereka pendem dan tahan karena kurang bisa meng-ekspresikan diri tanpa ketakutan akan reaksi para authoritas.

    Tetapi kita2 sebagai pengamat kadang tidak mau mendalami masalah dan hanya mengalihkan fokus kita kepada lapisan yg paling luar dan karena itu makanya agama, dan simbol2 laen yg di gunakan orang2 untuk menyebarkan agenda mereka, paling gampang untuk di salahkan.

    Maka untuk mendirikan karakter yg tak gampang di pengaruhi oleh dorongan2 emosi yg akan merusak diri, lingkungan, orang laen, maka kita perlu menyebarkan pengetauan secara demokratis bukan dogmatis. Tapi yg menyedihkan juga, banyak tokoh2 agama apapun yg tidak mengajurkan praktek ini.

    ns

    March 18, 2008 at 10:50 am

  270. salam.
    agama sumber perpecahan? pertanyaan yang sangat menggelitik.
    waktu saya dikampung, karena pada saat ini saya diluar kampung.., ada sebuah pengajian keluarga, yang hadir tentu saja punya aliran atau madzhab yang berbeda, ada yang berafiliasi ke SI (syarikat Islam), ada juga yang ke Persis (Persatuan Islam). kebetulan yang membaca al-Qur’an itu ibu saya sendiri dengan memulai bismilallah pake suara. tapi peserta yang dari Persis bilang bahwa bismillah-nya jangan dikeraskan. tentu saja ibu saya tersinggung.
    ini persoalan sepele tentang perbedaan dalam agama islam itu sendiri. perbedaan ini terkadang dibikin runcing dan tajam sehingga menyulut rasa yang tidak enak.
    bagi saya, persoalan perbedaan itu janganlah dipertajam, karena apa yang kita anggap benar belum tentu benar buat orang lain. pada point ini, harus ada sikap respek dan penghormatan.
    karena saya pikir, perbedaan itu banyak yang bersifat pemahaman keagamaan saja sehingga sifatnya sangat relatif. orang-orang yang ikut aliran syafi’i jangan lantas menganggap orang dari aliran hanafi salah. tapi anggaplah itu mitra untuk memperkaya cakrawala berfikir. betul gak?
    jadi saya pikir, perbedaan itu jangan dijadikan amunisi untuk menghantam yang lain karena beda.
    maka betul sekali pernyataan yang muncul dari Gontor, bahwa jadilah perekat umat bukan pemecah umat.
    di Gontor ada NU,SI, Muhamadah, dan lain sebagainya, tapi mereka tetap hidup berdampingan dan saling mengisi. indah kan?
    saya pikir itu saja.
    ahmad

    itsme231019

    March 18, 2008 at 6:18 pm

  271. buat bung @ muslimin.
    saya pikir semua keritikan, adalah bagus. karena tanpa kritik, proses pemapanan akan terus berlangsung dan itu kurang baik terutama dalam alam demokrasi yang harus diperjuangkan.
    sebagai orang Islam, saya sering berfikir, apa sih yang membuat islam sebagai komunitas yang terbelakang. lihat saja negri-negri muslim masih menjadi konsumen daripada produsen. lebih bahaya lagi, kalau dalam posisi tersebut, terselip rasa bangga dengan memiliki HP N70 karena teman-teman yang lain hpnya masih 3310 bahkan belum punya..padahal kalau dipikir-pikir, Hp tersebut merupakan produk luar negri, produk barat, yang sering disebut2 negeri kafir itu.
    saya juga aneh ketika banyak orang muslim yang mengkafirkan barat tapi menyukai produk-produk barat. gejala apa nih?
    saya pikir itu saja..jadi buat bung muslimin, mari keberislaman itu kita tunjukkan dengan baik baik dalam kontek berdiskusi ataupun dalam bermuamalah.
    bukankah dalam islam diajarkan untuk bermujadalah dengan argumentasi yang bagus bukan dengan emosi yang meluap-meluap.
    itu saja, selamat berdiskusi.
    ahmad. tki

    itsme231019

    March 18, 2008 at 6:31 pm

  272. Agama-agama rumpun abrahamik (Islam, Kristen dan Yahudi) ketiga-tiganya saling membenci, saling caci, saling memusuhi. Hal ini bisa dilihat dimana-mana.

    Ketiga agama abrahamik ini hanya menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.

    Kini saatnya bagi penduduk Nusantara (Jawa, Sumatera, Kalimanta, Sulawesi, dsb) untuk kembali ke kepercayaan asli yang mengutamakan perbuatan yang luhur terhadap sesama manusia dan menjaga keharmonisan lingkungan hidup.

    resist

    March 19, 2008 at 12:46 am

  273. Buat bung resist. saya pikir kepercayaan asli itu masing ambigu banget.
    kepercayaan saya sejak kecil terhadap sesuatu berubah mengalami evolusi ketika saya besar. jadi kalau saya harus mempertahankan kepercayaan lama dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman, saya terpaksa harus melepaskannya dan mengucapkan goodbye terhadapnya. tapi kalau itu memang baik ya harus dijaga sambil mencari format dan bentuk yang lebih baik lagi. dan saya pikir itulah islam.
    saya masih kuat memegang konsep “almuhafadzatu ala alqadim alshaleh wa alakhdu bi aljadid alashlah.
    “menjaga sesuatu yang lama dan baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik”. gimana menurut anda?
    dalam agama ada teks-teks keagamaan. teks adalah sesuatu yang mati. kitalah yang harus kreatif memaknai teks.
    dalam alqur’an, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. ini artinya memang masing-masing punya belief sistem yang berbeda. kita saling hargai pemikiran masing-masing dan bukan saling menghantam karena beda.
    c’com let us learn to be more mature.
    saya pikir itu saja.
    selamat berdiskusi
    ahmad.tki

    itsme231019

    March 19, 2008 at 4:05 am

  274. come on***

    itsme231019

    March 19, 2008 at 4:07 am

  275. @ itsme231019,

    Soal lama atau baru, itu sangat relatif. Masalahnya bukan ajaran itu lama atau baru.

    Yang penting adalah sikap kemanusiaan dan keperdulian sama lingkungan. Ajaran-ajaran leluhur menanamkan nilai-nilai tsb seperti halnya Aliran Kepercayaan, Sunda Wiwitan, Parmalin, dsb..

    Anda sudah mengetahui dan melihat bahwa ketiga agama abrahamik ini (Islam, Kristen dan Yahudi) hanya menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa. Mengajarkan merusak tempat ibadah umat, membunuh atas nama tuhan, dan hal-hal yang garang lainnya. Kita menyadari bahwa kitab suci dari salah satu agama abrahamik tsb ditulis pada jaman peperangan.

    Agama-agama rumpun abrahamik ini sama sekali tidak relevan bagi masyarakat yang sebelumnya sudah mempunyai keyakinan aslinya yang luhur itu.

    resist

    March 23, 2008 at 2:55 am

  276. Ikutan yah.

    Saya muslim karena keturunan.Selama hidup di Indonesia yg mayoritas muslim, agama islam hanya menjadi sesuatu yg biasa tanpa ada tantangan berarti untuk mempelajari lebih dalam, karena 30 thn hidup di Indonesia belum pernah orang-orang non muslim bertanya mengenai hal-hal yg berkaitan dgn agama Islam. Setelah hidup di LN dgn suami yg muaalaf, Alhamdulillah iman saya bertambah kuat, mengapa ? karena saya mempelajari Islam lebih mendalam, Al Quran dan Hadist sering dibahas, gurunya lebih berilmu dan berwawasan luas, muridnya multi culturers.

    Intinya kalau kita mengaku sebagai seorang muslim kita harus tau apa itu Islam, baca Al Quran seluruhnya bukan hanya mengutip beberapa ayat dan juga harus mengerti sejarah yg melatar belakangi turunnya ayat-ayat Al Quran dan Hadist. Selain mempelajari Fiqh juga sekaligus harus mempelajari Tauhid.

    Permasalahan yg dialami umat muslim sedunia adalah mereka mengaku muslim tapi tidak tau sebenarnya ajaran Islam. Laki-laki berpoligami memakai alasan dihalalkan di Islam, tetapi mereka tidak tau atau pura-pura tidak tau apa alasan sebenarnya Nabi Muhammad SAW berpoligami pada saat itu.

    Kalau hubungan manusia dgn Allah dan hubungan manusia dgn sesama manusia lebih dimengerti oleh para muslim, tentu tidak akan ada yg namanya fanatik yg kebablasan.

    uly di Oz.

    March 24, 2008 at 12:35 pm

  277. Renungkan bagi umat muslim:

    Muhammad tidak dapat menyelamatkan umatnya:

    Dari Abu Huraira r.a. katanya: “Rasullah saw. Berdiri ketika Tuhan Maha mulia dan Maha Besar menurutkan ayat yang artinya: Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat; lalu beliu bersabda:

    HAI KAUM QURESY ! (ATAU PERKATAAN Y7ANG SERUPA DENGAN ITU). TEBUSLAH DIRIMU !
    SAYA TIDAK DAPAT MENOLONGMU BARANG SEDIKITPUN DARI SIKSA TUHAN.

    HAI BANI ABDI MANAF ! SAYA TIADA BISA MENOLONGMU SEDIKITPUN. HAI ABBAS ANAK ABDUL MUTHOLIB ! SAYA TIDAK BISA MENOLONGMU SEDIKITPUN DARI SIKAS TUHAN.

    HAI SAFIAH, BIBI RASULULLAH ! SAYA TIDAK BISA MENOLONG SEDIKITPUN DARI SIKSA TUHAN.
    HAI FATIMAH BINTI MUHAMMAD ! MINTALAH KEPADA SAYA HARTA DAN SAYA TIADA BISA MENOLONGMU SEDIKITPUN DARI SIKSA TUHAN !
    (Hadits Shohih Bukhori 1261)

    Dan juga Nabi Muhammad tiada tahu apa yang diperbuat terhadap dirinya dan umatnya.

    ….BUKANLAH AKU YANG PERTAMA DIANTARA RASUL-RASUL, DAN AKU AKU TIDAK MENGETAHUI APA YANG AKAN DIPERBUAT TERHADAPKU DAN TERHADAP KAMU…..(QS.46 Al Ahqaaf-bukit pasir-56)

    Oleh karena itu orang muslim setiap hari mendoakan nabinya Muhammad dan sahabat-sahabat nabi dan sanak kerabat nabi dalam bentuk sholawat.

    sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dalam Al Quran-Nya.

    Kalau Muhammad sendiri tidak bisa menjamin keselamatan umatnya…..wah buat apa setiap hari umat islam teriak-teriak sampai hampir lidah mereka
    mau putus memehon keselamatan…..
    Katanya nabi junjungan terakhir membawa keselamatan suruhan dari Allah…(Nabi terkahir)…

    Muhammad sendiri tidak tahu apa yang dia akan lakukan pada umatnya……?berarti nabi palsu…
    masa nabi suruhan dari Allah gak tahu….dan gak bisa
    membawa jalan keselamatn bagi umatnya…?

    Ini ternyata agama islam ciptaan bangsa Arab sedang mencari dan tetap mencari dan sedang banyak berteriak Allahuakbaaaar…..di mesjid….dan dimana-mana atas nama Allah ciptaan bangsa Arab.

    Mr. Nunusaku

    March 24, 2008 at 7:33 pm

  278. salam.
    saya butuh penjelasan lebih lanjut dari saudara resist apa yang dimaksud dengan alqur’an diberhalakan.
    saya sendiri masih bertanya-tanya apa sih berhala itu. apakah berhala itu patung, dewa, tuhan atau apa?
    apakah kalimat alquran diberhalakan sama artinya dengan alqur’an dituhankan atau didewakan?
    saya juga bertanya apa contoh atau bukti bahwa alqur’an diberhalakan?
    saya mendiri melihat ada segolongan orang yang menggunakan pendekatan tekstual dalam memahami teks al-qur’an sehingga al-qur’an itu dianggap teks yang tak bersejarah. ada juga golongan yang menggunakan pendekatan kontekstual dimana ayat2 dalam al-qur’an itu tidak hampa sejarah, sehingga teks yang ada perlu didekonstruksi sehingga nilai-nilai dibelakang teks itu sendiri bisa digali.
    dalam al-qur’an sendiri ada ayat-ayat yang mendukung keadilan sosial (social justice). tidak boleh ada akumulasi kekayaan pada segelintir orang saja sehingga menimbulkan jurang sosial yang tajam antara si kaya dan simiskin.
    saya yakin bahwa ada kekuatan diluar diri saya. saya bisa membayangkan bahwa kenapa ada nyawa dalam manusia. siapa yang membuat nyawa. pasti disana ada kekuatan yang supranatural dan metafisik.
    ketika kita mati, maka ada pertanyaan eksistensial dalam diri manusia. apa yang akan kita bawa ? hartakah, mobil kah, uangkah, istri yang cantikkah?
    maka, dalam islam, ada konsep amal shaleh, yakni perbuatan baik. dan ada juga konsep jihad.
    saya memaknai bahwa korupsi itu perbuatan yang tidak baik sehingga korupsi bukan lah amal shaleh tapi amal salah yang harus dibasmi.
    pertanyaannya kemudian, kenapa ada orang yang tampak alim tapi ternyata dzalim? saya pikir karena dia tidak menjalankan ajarannya dengan baik.
    apakah orang yang merobohkan bangunan lain adalah jihad atas nama agama? saya pikir, tindakan mereka tidak bisa dilepaskan dari bagaimana mereka memaknai ajaran agama. jadi sesungguhnya yang terjadi bukan agama menyebar kebencian, tapi pemahaman manusia atas agama lah yang membuat kebencian itu makin meruncing.
    makanya dalam islam , dikatakan jadilah umat penengah yang objective dalam pengertian yang saya pahami adalah bersikap kritis.
    saya pikir itu saja.’
    al-qur’an bisa menjadi penyelamat jika dipahami dengan baik. itulah pemahaman yang saya miliki pada saat ini sehingga bisa mengalami evolusi. karena hidup itu sendiri adalah proses.

    itsme231019

    March 28, 2008 at 6:13 am

  279. sesorang… : Jangan asal bicara ah, anda itu bodoh sebenarnya, kami umat Islam tidak perlu memaksa orang untuk beragama Islam. Dalam Surat Albaqarah sudah jelas bahwa tidak ada paksaan dalam beragama Islam (La ikroha fiddiin). Dan sekali lagi saya tekankan bahwa Nabi Muhammad Saw itu tidaklah diutus melainkan hanya untuk meyampaikan pesan kebaikan dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Menjadi rahmat adalah menjadi pengasih bagi seluruh umat manusia dan mahluk lain ciptaan Allah SWT. Dan siapa bilang Agama ISlam hanya berlaku untuk negeri timur tengah???anda yg bodoh itu yg bilang, saya tanya sama anda mana ada umat di dunia yg bisa mengahafal kitab sucinya kecuali orang yang beragama ISlam. Tunjukan ada ngga???
    Nabi Muhammad Saw tidak perlu yakin klo dia akan masuk surga, Nabi Muhammad bukan seorang yang beribadah kepada Allah dengan pamrih akan masuk surga, NAbi beribadah kepada Allah atas dasar syukur dan cinta. Walaupun telah dijamin Allah masuk surga, Nabi tetap beribadah hingga kakinya bengkak-bengkak dan ketika istrinya bertanya; Nabi hanya menjawab tidak bolehkah saya menjadi hamba yang bersyukur. Apa yg kurang dari kekasihku Muhammad Saw, sampai orang-orang bodoh memeranginya. Tetapi beliau selalu mengajarkan pada umatnya untk memafkan orang yang membencinya, karena Nabi selalu bilang bahwa mereka yang memeranginya, hanya belum mendapat cahaya keimanan di hatinya. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuknya Amiin. Beliau tidak perlu surga karena beliaulah yang akan pertama-tama membuka pintu surga. Sedangkan beliau nanti akan berada bersama Allah di sisi Allah SWT. Nabi Muhammad adalah pemimpin kami, cinta kami dan kekasih kami, tidak akan pernah ada pemimpin yang memimpin, mencinta dan berakhlak seperti beliau. Menjadi orang yang pertama kali merasakan lapar dan terakhir yang merasakan kenyang karena kecintaannya pada umatnya. Semoga salawat dan salam senantiasa tercurah kepada engkau wahai Muhammad.

    UdioT

    March 28, 2008 at 8:53 pm

  280. Untuk semua orang-orang yang tidak bertanggung jawab berkomentar mengenai Islam dan Muhammad saya tantang anda untuk bertemu langsung dan berdiskusi mengenai ketidakpahaman anda tentang ajaran dan nabi kami Muhammad Saw. Jangan hanya berani tulis tanpa berani tatap muka, klo anda yakin benar ayo kita berdiskusi.

    UdioT

    March 28, 2008 at 8:59 pm

  281. Seru perdebatannya! Thanks for all. Thanks juga buat Udiot yang udah lama gak nongol.

    Silahkan berdebat secara dewasa. Setiap komentar yang hanya mencari rasa permusuhan langsung akan dihapus. Boleh mengkritik tapi jangan menghina dan menghujat tanpa alasan yang jelas. Thanks!

    guebukanmonyet

    March 31, 2008 at 9:02 am

  282. @ UdioT,
    Anda bilang: “Nabi Muhammad telah dijamin Allah masuk surga.”

    Ini adalah sesuatu yang BERHALA. Hal-hal yang berhala tentu saja tidak bisa diperdebatkan kerena disini nalar sudah tidak diperlukan lagi.

    Terima kasih,

    resist

    March 31, 2008 at 12:11 pm

  283. Umat islam tidak boleh mengucapkan hari raya Natal karena itu haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    - makan mie instant => karena temuan oran Cina
    - memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    - makan nasi => karena berasal dari Cina
    - memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
    - mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    - menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    - menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    - menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    - kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    - naik haji => karena itu penyembahan berhala
    - menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    - mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    - sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    - mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan bangsa Yahudi.

    Ramli Rais

    March 31, 2008 at 2:55 pm

  284. @ resist
    Penggunaan kata berhala buat saya mungkin berbeda dengan yang anda pahami, berhala bagi saya adalah segala sesuatu yang dijadikan sesembahan selain Allah Swt. Cth:Menyembah patung dll sedangkan menyatakan bahwa Nabi Muhammad dijamin Allah masuk surga bukanlah pengertian berhala bagi umat Islam, karena dengan mempercayai hal tersebut justru itu adalah bagian dari rukun iman. Meyakini apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits adalah sesuatu tanda keimanan bagi umat Islam walaupun bagi umat yang lain hal itu dianggap sebagai bagian dari penghambaan (berhala).

    @Ra