Islam Melarang Poligami
Poligami Telah Ada Sejak Dulu
Isu poligami memang tidak pernah ada habisnya, selalu saja menarik untuk dibahas dan ditelaah. Sejak ratusan hingga ribuan tahun yang lalu praktek poligami sudah menjadi bagian dari kebudayaan umat manusia di dunia.
Contohnya adalah bagaimana film-film masa kini selalu menggambarkan raja-raja jaman dulu memiliki selir yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Dan berdasarkan fakta yang dikumpulkan para ahli sejarah kenyataannya memang para pemimpin dunia berabad-abad lalu hampir selalu memiliki istri lebih dari satu.
Di jaman dahulu ketika handphone atau internet belum ditemukan, memiliki istri lebih dari satu mungkin menjadi salah satu simbol kesuksesan seorang pria. Kalau pria urban jaman sekarang mengoleksi mobil, handphone, atau apartemen sebagai simbol-simbol kesuksesan maka para pria yang hidup berabad-abad yang lalu menjadikan istri sebagai lambang kesuksesan mereka.
Ketika itu jelas tingkat pendidikan manusia masih berada dalam level yang sangat rendah apabila dibandingkan dengan jaman sekarang. Ketika dunia semakin berubah ke arah yang cepat dan terglobalisasi, para wanita di seluruh dunia bersatu dan menuntut persamaan hak dengan laki-laki. Apabila dahulu para perempuan di Indonesia “nrimo” saja untuk hanya kerja di dapur dan ngurus anak dan suami, maka perempuan jaman sekarang akan berani untuk bilang, “Tidak, gue juga mau berkreasi!”
Nah, sekarang isu poligami kembali merebak ke permukaan masyarakat Indonesia setelah Kyai Kondang Aa Gym menikah lagi dan mempraktekan poligami. Pada konfrensi pers yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu Ia dengan tegas mengakui bahwa dirinya mempraktekan poligami yang diiyakan oleh istri pertamanya, teh Nini.
Banyak kalangan yang kecewa dan marah terhadap keputusan Aa Gym terutama dari kalangan perempuan. Sebagian besar dari mereka menyesalkan keputusan yang dilakukan oleh Aa Gym karena menyakiti perasaan teh Nini dan jutaan perempuan di Indonesia. Tindakan yang dilakukan oleh Aa Gym ini ditakutkan akan memberikan contoh yang buruk bagi generasi muda.
Bagi sebagian kalangan komunikasi mungkin apa yang dilakukan Aa Gym tersebut akan “menodai” reputasi atau image-nya di depan publik. Dan itu memang mungkin saja terjadi. Karena pada kenyataanya Aa Gym selama ini dikenal sebagai seorang Kyai yang mampu menarik hati berbagai kalangan tidak saja kalangan menengah kebawah tapi juga kalangan atas (kalangan yang lebih sulit untuk didekati secara religius).
Berdasarkan pengamatan penulis, reputasi Aa Gym tidak akan terlalu banyak berpengaruh di lapisan bawah namun sepertinya Aa Gym harus rela kehilangan banyak penggemar dari kalangan menengah keatas. Hal ini dimungkinkan karena orang-orang yang berada di lapisan menengah keatas memiliki tingkat pendidikan yang jauh lebih baik serta tingkat ekonomi yang lebih mapan sehingga keadaan tersebut memungkinkan mereka untuk memiliki cara pandang yang lebih beragam dan kemampuan untuk menjadi independen di tengah-tengah masyarakat.
Penulis sangat percaya bahwa Islam adalah agama rahmat untuk semua umat manusia di dunia ini, tidak hanya umat muslim sendiri tapi juga umat yang beragama lain. Penulis juga sangat percaya bahwa Islam memberikan “peluang” bagi seluruh umatnya untuk memiliki pandangan yang berbeda atau beropini dalam menanggapi isu-isu yang dialami manusia di dalam kehidupan. Sehingga menurut penulis sah-sah saja apabila Aa Gym berpendapat bahwa poligami adalah perintah Tuhan dan sah-sah saja apabila penulis berpendapat bahwa poligami tidak dianjurkan atau tidak diperbolehkan di dalam Islam. Dan menurut hemat penulis adalah kewajiban kita untuk menyebarkan kebaikan dengan berdasarkan hal-hal yang kita percaya itu baik.
Agama dan Budaya
Islam seperti juga agama-agama lain yang ada di dunia ini selalu dan akan terus menjadi bagian dari budaya peradaban manusia. Budaya akan selalu mempengaruhi agama dan begitu pula sebaliknya. Sama seperti catatan cerita sejarah yang tidak akan pernah lepas dari kepentingan penguasa.
Di banyak tulisan di dunia, agama banyak disalahkan sebagai dasar munculnya ketidakadilan dalam kehidupan. Suara-suara lantang muncul dari golongan-golongan tertindas atau kaum minoritas seperti masyarakat kulit hitam di benua Amerika, suku tionghoa di Indonesia, bangsa Yahudi pasca perang dunia ke-2, atau kalangan feminim di seluruh dunia.
Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Mengapa perempuan tidak boleh menjadi Imam sholat?” “Mengapa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin negara?” hingga ke pertanyaan, “Mengapa laki-laki boleh berpoligami?” terus diutarakan oleh banyak kalangan terutama aktivis perempuan. Namun, benarkah Islam atau agama-agama lain menjadi dasar dari ketidakadilan di dunia ini? Apakah benar Islam memperbolehkan laki-laki untuk “menindas” kaum perempuan melalui praktek poligami?
Ada satu contoh sederhana bagaimana kebudayaan memainkan peran yang menarik dalam mempengaruhi agama. Contoh ini sangat nyata dan penulis yakin banyak dari pembaca yang tidak menyadarinya karena sudah terlalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Contoh ini terjadi di dalam kebudayaan barat sehinggat memberikan gambaran jelas bahwa “ketidakadilan” agama atau budaya tidak hanya terjadi di kalangan agama Islam atau budaya Timur. Coba Anda pergi ke Gramedia dan pilih lah sebuah buku tentang agama atau ketuhanan terbitan Bahasa Inggris. Pilih yang mana saja Anda suka! Mulailah baca dan coba Anda telaah. Apakah Anda bisa melihat “ketidakadilan” itu?
Apabila Anda seorang perempuan seharusnya Anda dapat menyadari bahwa golongan Anda sedang didiskriminasi oleh budaya melalui buku itu! Kalau belum menemukannya carilah kata GOD (Tuhan) lalu kemudian carilah kata ganti orang ketiga dari kata “God” tersebut. Sudah kah Anda menemukannya? Coba jawab dalam hati apakah ganti ganti orang ketiga untuk “God.” Betul sekali, jawabannya adalah “He” dan “Him.” Saya yakin Anda sudah mengerti maksud saya. Kalau belum coba jawab pertanyaan ini, “Kok bisa penulis buku itu memberikan kata He dan Him untuk kata ganti God“? “Memangnya dia tahu kalau Tuhan adalah seorang laki-laki?”
Alasan budaya barat memberikan kata ganti orang ketiga “He” dan “Him” untuk kata “God” karena budaya tersebut beranggapan bahwa hanya kaum laki-lakilah yang mampu merepresentasikan sifat-sifat Tuhan.
Tuhan dari jaman nabi Adam hingga jamannya Bill Gates seperti sekarang ini selalu digambarkan sebagai sesuatu Zat yang Maha Kuat, Maha Benar, Maha Adil, Maha Tinggi, Maha Perkasa, dan sebagainya: Sifat-sifat yang bagi mereka dimiliki oleh kalangan pria.
Kenyataannya adalah sejarah membuktikan bahwa hampir seluruh penafsir-penafsir Al-Quran, Hadist, serta ayat-ayat tambahan lainnya adalah laki-laki. Sehingga konflik kepentingan menjadi sebuah hal yang sangat mungkin terjadi. Itu merupakan nature hampir semua manusia.
Ambil contoh diri Anda sendiri. Apabila Anda merasa bahwa suatu hal adalah benar dan Anda mencoba membuktikan bahwa itu benar maka Anda akan mencari data-data yang akan mendukung pandangan Anda. Dan apabila Anda tidak menemukan data-data yang mendukung pandangan Anda, secara intuitif Anda akan memaksakan untuk mengolah data-data tersebut supaya seakan-akan sesuai dengan pandangan Anda.
Seperti sebuah ungkapan, “Fakta tidak pernah bohong tapi interpretasi bisa berbeda-beda.” Pembaca mungkin masih ingat dengan kasus yang menghebohkan dunia Islam awal tahun 2005 lalu dimana seorang profesor, teolog Islam, dan feminis Dr. Amina Wadud Muhsin menjadi imam sebuah solat Jumat di Amerika. Keberanian Amina ini didasarkan atas semangatnya untuk mendobrak dominasi maskulinisme dalam dunia Islam.
Poligami dalam Islam
Kembali ke soal poligami, penulis mendapat banyak masukan dari sebuah tulisan pendek karya Faizah SA, seorang staf pengajar di Ponpes Krapyak. Melalui tulisannya, Faizah SA menggugat keberadaan UU RI Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang menerangkan kebolehan poligami selama mengantongi ijin dari istri sebelumnya serta UU RI No. 7/1989 pasal 49 yang menugasi pengadilan Agama untuk menangani poligami.
Lebih jauh Faizah menjelaskan bahwa kedatangan Islam membatasi jumlah istri maksimal empat di tengah-tengah budaya yang begitu patriarkhi dimana dengan mudah ditemukan seorang pria beristrikan lebih dari lima orang. Faizah menyebutkan bahwa syarat maksimal empat istri tersebut diikuti dengan syarat ketat yang bagi sejumlah pemikir muslim tidak mungkin bisa terpenuhi oleh seorang laki-laki.
Asas keadilan disini bukan sekedar keadilan kuantitatif namun juga keadilan kualitatif dan diujung ayat yang sering dijadikan dasar bagi kebolehan (mubahah) praktek poligami Tuhan mewanti-wanti, “Dan apabila kamu takut tidak bisa berbuat adil, maka nikahilah seorang saja” [QS. 4:3]. Menurut Faizah, itu berarti ideal moral yang dicanangkan Al-Quran adalah praktek monogami. (Meneguhkan Kembali Gerakan Anti Poligami)
Alasan dibolehkan poligami di awal generasi Islam mengambil ungkapan Muhammad Abduh menurut Faizah adalah (1) Saat itu jumlah laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan akibat perang, (2) Untuk mempercepat penyebaran Islam karena diharapkan dengan menikahi seorang perempuan maka seluruh keluarganya pun memeluk Islam, dan (3) Mencegah munculnya konflik antar suku.
Penulis percaya bahwa Islam adalah agama yang tidak akan habis dimakan jaman. Artinya Islam akan senantiasa mengisi setiap sisi kehidupan setiap umat manusia karena apa yang diajarkan oleh Islam tidak akan pernah ketinggalan jaman. Namun bukan berarti segala isi yang ada di dalam Al-Quran dapat kita implementasikan mentah-mentah ke dalam kehidupan dunia saat ini.
Karena perlu diingat Al-Quran layaknya kitab-kitab suci lain merupakan cerminan keadaan dunia saat itu. Apabila praktek poligami “diperbolehkan” pada jaman itu bukan berarti praktek poligami dapat begitu saja diberlakukan pada masa sekarang. Praktek poligami mengajarkan nilai-nilai kebaikan seperti keadilan, menolong sesama, membantu yang lemah, meningkatkan harkat martabat manusia hingga penyebaran agama Islam.
Nilai-nilai seperti itulah yang senantiasa menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia yang tidak akan pernah mati ditelan masa. Di jaman nabi Muhammad alasan penyebaran Islam sangat relevan untuk dijadikan sebagai dasar berlangsungnya praktek poligami karena jaman dulu belum ada yang namanya internet, telepon genggam, televisi, radio, dan lain-lain. Maka praktek poligami menjadi sebuah media yang sangat efektif dalam melakukan penyebaran agama Islam. Namun, apakan media itu masih relevan untuk saat ini?
Sementara itu Faqihuddin Abdul Kodir, MA, dosen STAIN Cirebon dan alumnus fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah, menyebutkan bahwa dalam Alquran ada tiga poin yang terkaitan dengan poligami. Yang pertama, anggaplah semacam memberi kesempatan untuk poligami. Kedua, peringatan atau warning agar belaku adil: fain khiftum allâ ta‘dilû fawâhidah (kalau engkau sangsi tidak dapat berlaku adil, satu sajalah! -Red). Ketiga, ada ayat yang mengatakan, walan tashtatî’û ‘an ta’dilî bainan nisâ’ wain harashtum. Artinya, kamu sekalian (wahai kaum laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun engkau berusaha keras.
Ini artinya, menurut Faqihuddin, kalau kita melakukan komparasi atas berbagai ayat, kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat justru (seakan-akan) menafikan terwujudnya syarat pokok berpoligami: masalah keadilan. Intinya, dua ayat justru mengekang poligami. Kalau kita menggunakan proporsi seperti tadi, akan dihasilkan perbandingan dua ayat banding satu. Dan ingat, satu-satunya ayat yang seakan membolehkan poligami, yaitu Qs An-Nisa: 2-3, konteksnya adalah perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang (Nabi pun Setia Monogami).
Apabila teh Nini mengatakan bahwa dirinya rela dan ikhlas Aa Gym menikah lagi dan mempraktekan Poligami walau pertama kali ia sempat syok, sayangnya tidak semua perempuan di dunia yang memiliki ketabahan hati seperti teh Nini.
Masalah poligami memang sudah masuk ke dalam konteks sosial artinya menyangkut kepentingan orang banyak dalam hal ini perempuan. Apabila ada beberapa perempuan yang merasa mendapatkan keadilan dalam praktek poligami, apakah memang demikian secara keseluruhan?
Kebanyakan dari mereka justru menjadi korban dari ketidakadilan dan perlakuan semena-mena dari sang suami yang menuntut untuk nikah lagi. Belum lagi dampak psikologis dan sosial yang dihadapi oleh anak-anak mereka. Sehingga sangat disayangkan apabila Aa Gym yang merupakan idola baru di tengah gersangnya iklim kehidupan di Indonesia justru memberikan contoh yang kurang baik. Seakan-akan Ia mengajak orang lain untuk berpoligami, walau di berbagai kesempatan Ia selalu menyebutkan betapa seseorang harus berhati-hati apabila ingin berpoligami.
Poligami pada Nabi Muhammad
Perlu diingat bahwa Nabi Muhammad memiliki apa yang disebut dengan khushûsiyyât, atau spesifikasi yang dimiliki Nabi yang tidak dimiliki dan tidak boleh dituruti orang lain. Mungkin dalam hal ini termasuk masalah poligami juga.
Bahkan Nabi marah besar ketika mendengar putri beliau, Fatimah, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib. Nabi pun langsung masuk ke masjid, naik mimbar dan berkhutbah di depan banyak orang, “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib,” sabda Nabi, “innî lâ ‘âdzan, (saya tidak akan izinkan), tsumma lâ ‘âdzan (sama sekali, saya tidak akan izinkan), tsumma lâ âdzan illâ an ahabba ‘ibn Abî Thâlib an yuthalliq ‘ibnatî, (sama sekali, saya tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu).”
Lalu Nabi melanjutkan, “Fâthimah bidh‘atun minnî, yurîbunî mâ ‘arâbahâ wa yu’dzînî mâ ‘adzâhâ, Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga.” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
Akhirnya Ali bin Abi Thalib tetap bermonogami sampai Fatimah wafat (Nabi pun Setia Monogami). Dari kutipan tersebut dapat dilihat betapa sakitnya hati Nabi Muhammad ketika mendengar bahwa putrinya akan dipoligami oleh suaminya. Perasaan sakit yang teramat dalam tersebut diutarakan oleh Nabi dengan mengatakan bahwa apabila Fatimah sakit hatinya maka hati Nabi pun akan menjadi terluka.
Nabi sendiri dengan setia mendampingi Khadijah binti Khuwalid RA, selama 28 tahun dan berpoligami dua tahun setelah Khadijah meninggal selama 8 tahun. Hal itu pun dilakukan dengan alasan-alasan di atas yang sudah disebutkan ditambah dengan keinginan Nabi Muhammad untuk mengangkat harkat perempuan yang di masa itu benar-benar tidak mendapat keadilan.
Apabila memang Aa Gym melakukan poligami dengan alasan ingin menolong seorang Janda beranak tiga, lalu mengapa ia harus menikahi seorang Janda yang masih muda dan cantik jelita? Bukankah masih banyak janda-janda tua di panti jompo yang hidupnya jauh lebih menderita dari istri barunya itu?
Penulis sangat tidak setuju apabila praktek poligami dijadikan sebagai solusi untuk menghindari zina dan selingkuh yang saat ini katanya sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Jawabannya mudah saja, hidup bermonogami dan bahagia!
Keadilan materi mungkin saja bisa terjadi, tapi apakah bisa terjadi keadilan hati? Saya kira tidak! Tanpa bermaksud memojokkan Aa Gym, saya hendak mengutip pernyataan Dra. Maria Ulfah Anshori, ketua umum Fatayat NU, dalam sebuah interview pada tahun 2002, “Andai saja Rasulullah hidup di zaman kita ini, pasti beliau tidak akan melakukan praktek poligami.”
Foto diambil dari sini.
Referensi
Meneguhkan Kembali Gerakan Anti Poligami
Jika Rasul Hidup Sekarang, Tak akan Poligami!


Poligami.. Gw denger aja uda pengen nangis!
Hidup akan terlihat sempurna jika sudah menikah dengan satu istri dan punya anak. Tapi satu yang pasti hidup akan LEBIH sempurna lagi apabila sang suami tidak menyakiti hati sang istri dengan berpoligami.
ri@
April 16, 2007 at 11:33 am
Hehe. I agree with you. Having one wife and some kids sounds so perfect that having another wife or worse more than two wives is a stupid decision a man can make. Sometimes, men might find one wife is not enough but that is life: everything is not always enough. But as nothing is perfect, the imperfectness that we have is actually what makes this life so beautiful.
Thanks Ria for your comment. I’m sure you will make a wonderful wife.
guebukanmonyet
April 16, 2007 at 11:48 am
dalam cinta suami istri dituntut kesetteian untuk saling mencintai sampai mati. tidak ada kata “cerai”. berani mengatakan “saya mencintai dia” berarti berani mengambil resiko untuk setia bersama dia. dan hanya dia yang aku cintai tiada yang lain. hendaknya kata ini tetap hidup dalam hati kedua pasangan seperti saat masih meerajut kisah asmara “hanya engkau sayang, tiada yang lain”. karena itu untuk saya POLIGAMI adalah hal yang paling saya benci dalam hidup berkeluarga. apa pun alasan untuk membenarkan bahwa ppligami itu bisa dilakukan yang penting melalui proses hukum, atau dengan alasan agama dan lainnya, tetap saya tidak suka. alasan saya karena laki-laki itu bukan manusia super yang boleh semaunya menguasai perenmpuan. dan saya harap agar Tuhan menghukum laki-laki yang pingin punya banyak istri. lebih apa sih sampai mereka pingin punya banyak istri? POLIGAMI, NOOOOOOO.
Rian Labaona
April 30, 2007 at 9:07 am
Poligami atas nama agama, membunuh juga atas nama agama. Terorisme atas nama agama. Kenapa menjadi begini?
Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara
makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan
korban dari imperialisme Arab (Indonesia menjadi pemasok turis calon haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat telah menemukan cara untuk memasukkan devisa.
Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?
kontoro
June 11, 2007 at 1:29 pm
Islam tidak cocok untuk wanita karena Islam merendahkan derajat wanita.
Saleh Aziz
June 11, 2007 at 6:35 pm
Ada yang bertanya: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban saya adalah: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense dan absurde seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.
Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.
B Ali
July 21, 2007 at 7:14 pm
mmmmhmmh hal yang cukup menyakitkan hati. poligami bukannya cuma salah satu sunnah Rasullah. kayak ngak ada lagi kegiatan ibadah lain.
tpi kita jaga ngak tau mungkin ada sebagian wanita siap untuk itu.
tapi hati2 lah wahai kaum pria jangan sampai lo meninggalkan orang2 yang lo cintai karena lo suka dengan orang lain. lo sendiri akan tau akibatnya, akan jauh dari kebahagiaan. dan poligami tanpa persetujuan istri pertama pun itu jga ngka sah Sama halnya kalian Berzina. ayo pilih mana?
bikin esmoni bahas masalah ini heee.
wanita mana yang pengen di madu??????????
ila
July 25, 2007 at 8:25 pm
Rian: Yes, say no to poligamy. Pernikahan yang benar adalah satu kali seumur hidup. Jangan kotori cinta suci dengan nafsu sesaat.
Kontoro, Azis & BAli: Mmh, saya tidak heran mengapa begitu banyak pihak yang antipati dengan Islam dan agama. Banyak pihak yang menganggap agama justru menghasilkan kekacauan dalam dunia ini. Ini harus menjadi pelajaran penting bagi orang-orang yang mengaku beragama.
ila: Hehe, topik ini emang selalu bikin banyak perempuan emosi. Iya gak? Setuju banget mana ada perempuan yang rela dimadu? Kasian banget gak sich? Udah jadi manusia yang lemah secara fisik masa mau diinjak-injak secara emosi? No way. Itu mengapa Nabi pun marah besar ketika tahu putrinya hendak dimadu. Jadi orang-orang yang berpoligami merasa mereka bisa sehebat nabi Muhammad.
guebukanmonyet
July 27, 2007 at 2:00 am
koq komentar saya dihapus? padahal saya mau meluruskan pemahaman yang salah lho!
muslim
July 29, 2007 at 7:13 am
saya setuju kalo poligami itu pasti menyakitkan, karena kita hanya manusia biasa. tapi tidak perlu sampai menjelek2an agama islam segala.
muslim
July 29, 2007 at 7:14 am
seperti kita belum bisa melaksanakan semua ajarannya
muslim
July 29, 2007 at 7:15 am
buat monyet! eh sorry guegebukmonyet, klo bisa topik yg menyerempet sara tidak dimuat oke! jangan di hapus lagi lho, capeeeee deeh!
muslim
July 29, 2007 at 7:17 am
Halo Muslim. Maaf komentar-komentar Anda sebelumnya saya hapus, hal itu dikarenakan selama ini banyak orang menulis komentar pedas hanya sekedar iseng. Saya sungguh senang ternyata Anda datang kembali, berarti Anda tidak sekedar lewat.
Namun sebelumnya, bagaimana kalau Anda mencantumkan nama dan alamat e-mail yang asli sehingga Anda menjadi seorang pengkritik yang bertanggung jawab? Bukankah itu yang diajarkan oleh Islam?
Saya dengan bangga mengaku bahwa saya beragama Islam dan tanpa keraguan saya menganggap bahwa Islam pada dasarnya menolak poligami. Apakah saya salah dengan memiliki pandangan tersebut? Saya ingat ada sebuah ayat yang menyebutkan, ” Agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku.” Islam memang sebuah agama yang luar biasa, Islam adalah sebuah agama yang cinta damai, kasih sayang, serta mengajarkan semua umatnya untuk bertoleransi. Melalui ayat tersebut dijelaskan bahwa umat Islam menghargai perbedaan dengan umat beragama lain. Setuju donk? Nah, apabila Islam menghargai perbedaan dengan agama lain masa Islam tidak menghargai perbedaan pandangan yang terjadi di kalangan Islam sendiri? Kondisi ini lah yang membuat komunitas Islam tidak bisa berkembang dan masih saja berkutat pada urusan-urusan yang tidak penting.
Kalau Anda mendukung poligami dan menganggap bahwa itu adalah perintah Tuhan maka itu sah-sah saja dan menjadi kewajiban Anda untuk memberikan pengetahuan tentang poligami yang benar kepada lingkungan Anda. Saya memilih menjadi bagian dari orang-orang yang tidak setuju terhadap praktek poligami dan perlu saya ingatkan bahwa tampaknya mayoritas masyarakat Indonesia (minimal kaum perempuan) berada di belakang saya sehingga saya merasa berkewajiban untuk menyebarkan apa yang saya yakini ini kepada khalayak luas. Kondisi pro dan kontra seperti ini bukan berarti menjadi sebuah medan perang baru bagi umat muslim untuk saling menjatuhkan namun kondisi ini harus dilihat sebagai sebuah media bagi kita untuk saling mengenal dan mempelajari Islam lebih dalam lagi. Di Al-Quran kan juga disebutkan bahwa Allah menciptakan kaumnya berbeda-beda (termasuk perbedaan pandangan) supaya kita bisa saling mengenal (berinteraksi).
Thanks loch kritik dan sarannya, ditunggu tanggapannya
guebukanmonyet
July 29, 2007 at 10:27 am
nah gitu dong tas. jangan pernah sakiti hati perempuan. mungkin ada yang beranggapan wanita itu makhluk lemah tapi gw mikirlagi. ap benar???? tapi apa kta2 itu cocok tu kita berikan pada seorang ibu???
wanita itu jangan dikasihani tapi di hargai keberadaanya. intinya jika mau selamat jangan pernah ada berniat tuk sakiti wanita.
heee. (bukan ancaman lho tapi renungkanlah wahai para kaum pria) ingat ibu mu jga seorang wanita
wila
August 3, 2007 at 9:05 am
Gitu apanya Wila? hehe. Oke dech, jangan pernah sakiti hati perempuan yah? Tapi laki-laki kan manusia juga yang kadang melakukan kesalahan.
Gue setuju kalau perempuan itu harus dihargai keberadaannya karena perempuan itu diciptakan oleh Tuhan bukan untuk jadi babu para lelaki yang bisa disuruh-suruh terus.
guebukanmonyet
August 6, 2007 at 8:28 am
Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/
MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?
Pengantar
Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)
Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
- Bs. Belanda selama 300 tahunan
- Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
- Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
- Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
- Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
Gerilya Kebudayaan
Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
- Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
- Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
- Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
- Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
- Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
- Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
- Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
- Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
- Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
- Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
- Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
- Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
- Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).
- Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
- Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!
- Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
- Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
- Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
- Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
- Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
- Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
- Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
- Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
- Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.
Penutup
Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.
Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.
hatinurani21
August 11, 2007 at 2:37 am
Terima kasih atas artikelnya, luar biasa! Saya pasti akan berkunjung ke blog tersebut.
guebukanmonyet
August 11, 2007 at 3:05 pm
mmm. poligami itu sebenarnya produk siapa? Jauh sebelum syariat diturunkan melalui nabi Muhammad di tahun 610 masehi, peradaban manusia di penjuru dunia sudah mengenal poligami, menjalankannya dan menjadikannya sebagai bagian utuh dari bentuk kehidupan wajar. Bahkan boleh dibilang bahwa tidak ada peradaban manusia di dunia ini di masa lalu yang tidak mengenal poligami. Bahkan sampai satu-dua abad yang lalu dibanyak negara kerajaan non muslim raja2, pejabat2 istana, masyarakatnya dan Soekarnopun masih melakukan poligami kan. hehe. menurut saya Justru Islam memberikan aturan agar poligami itu tetap selaras dengan rasa keadilan dan keharmonisan. Misalnya dengan mensyaratkan adanya keadilan dan kemampuan dalam nafkah. Begitu juga Islam sebenarnya tidak membolehkan poligami secara mutlak, sebab yang dibolehkan hanya sampai empat orang isteri. Dan segudang aturan main ketat lainnya sehingga meski mengakui adanya poligami, namun poligami yang berkeadilan sehingga melahirkan kesejahteraan. Dan kini masyarakat barat dan sebagian masyarakat Indonesia banyak yang ikut-ikutan mengharamkan poligami. Namun anehnya, sistem hukum dan moral mereka malah membolehkan perzinahan, homoseksual, lesbianisme dan gonta ganti pasangan suami isteri. Padahal semua pasti tahu bahwa poligami jauh lebih beradab dari semua itu. Sayangnya, ketika ada orang berpoligami dan mengumumkan kepoligamiannya, semua ikut merasa ‘jijik’, sementara ketika hampir semua lapisan masyarakat menghidup-hidupkan perzinahan, pelacuran, perselingkuhan, homosek dan lesbianisme, tak ada satu pun yang berkomentar jelek. hehe. Saran saya buat saya dan anda kita jangan dulu lah mengatas namakan Islam tanpa benar2 memahaminya.
oky
August 14, 2007 at 11:25 am
Siapa bilang saya tidak berkomentar jelek terhadap perzinahan dan pelacuran? Seperti yang sudah saya sebutkan di komentar sebelumnya, apabila Anda mendukung praktek poligami maka itu hak Anda dan ada baiknya Anda menyebarkan apa yang Anda percaya itu baik.
Islam yang saya percaya tidak menganjurkan poligami. Nabi Muhammad saja melarang putrinya dipoligami, jadi menurut saya setiap orang yang berpoligami merasa bisa sama atau lebih hebat dari Nabi. Emang mungkin?
guebukanmonyet
August 14, 2007 at 11:46 am
@oky
Kenapa orang-orang pada bersikeras menghalalkan poligami, tindakan yang tercela ini?
Mereka hanya mau dua pilihan, yaitu berzina atau berpoligami. Aneh sekali cara membuat pilihan. Ya kedua-duanya tidak dong.
Ada lagi pilihan yang lain (dua pilihan). Pilih salah satu sebagai muslim:
Jadi budak atau jadi teroris?
Kita tahu pilihan oky. Ya sikap inilah yang terjadi saat ini.
Idriss
August 14, 2007 at 4:36 pm
gue bukan monyet : betul sekali Islam tidak menganjurkan poligami, dan manusia tidak akan bisa sesempurna Muhammad SAW dan saya rasa motif orang berpoligamipun lebih dari 90% bukan karna ingin mencontoh Rasul tetapi karna mereka merasa hal tersebut tidak dilarang dan memang Rasul sendiri tidak pernah melarang sahabat2nya pada saat itu untuk berpoligami dan dalam syariatpun tidak terdapat pelarangan poligami. Namun Nabi pernah melarang putrinya untuk dipoligami oleh Ali tetapi tidak melarang sahabat2nya yang lain yang pada saat itu masih berpoligami dan umat muslim pada umumnya untuk melakukan poligami kenapa? menurut kebanyakan ulama dan ahli syariat pelarangan poligami pada Fatimah ra selain karna Ali hendak “menghimpunkan” Fatimah dengan Juwairiyah yang notabenenya adalah putri dari musuh Allah, Fatimah sendiripun adalah Putri kandung Rasul dan mempunyai kedudukan yang istimewa bagi Rasul sangat istimewa. wah gw salut sama lu Tas tapi kalau soal yang ini mungkin kita kurang sepaham ya. hehehe
idris : Menurut saya pilihannya ada tiga : 1. berzina, 2. berpoligami (halal dengan syarat2 yang ketat dan sudah pasti banyak yang menentang, mendiskreditkan, bahkan mencaci maki), dan 3. monogami.
oky
August 14, 2007 at 7:35 pm
Idris: Saya kira menjadi muslim bukan berarti menjadi budak, yah tergantung dari sudut pandang mana yang kita pakai. Tapi toh tidak ada salahnya menjadi “budak” Tuhan. Thank you.
Oky: Thank you informasinya. Menurut gue kita tidak bisa menerapkan mentah-mentah apa saja yang dilakukan oleh pengikut Nabi pada jaman itu, Islam adalah agama yang tidak mati ditelan jaman karena memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Iya bos, kayaknya kita berbeda pendapat soal ini, hehe. Tapi itu tidak masalah, perbedaan tidak harus membuat kita bertengkar kan tapi justru dapat membuat kita menjadi erat. Gue juga selalu berdebat soal ini sama Rusdi, dia mau poligami kayaknya, hehe. Salut juga buat lo dan teman-teman, gue tunggu gebrakan anak-anak JBRB!
guebukanmonyet
August 14, 2007 at 11:15 pm
Betul sekali, masa karna orang yang berpoligami kita yang harus menghabiskan waktu untuk beradu argumen. lebih baik kita satukan tenaga untuk membuat Jakarta menjadi lebih baik. Lho harusnya lu dong yang harus disalutin, bukannya JBRB itu sebuah karya emas dari lu Tas? hehehe. kita disini lagi merintis nih, menyatukan visi dan berusaha selalu bergerak, kapan lu akan bisa hadir disini?
oky
August 15, 2007 at 9:46 am
@oky,
Kenapa kita harus menuruti/mencontohi orang-orang yang hidup pada jaman tribal? Semua hal-hal yang dibolehkan pada jaman tribal itu adalah perlakuan tercela sekarang. Pemikiran orang-orang saat itu sama sekali tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang ini. Kita harus meninggalkan hal-hal yang merugikan dan meresahkan kita.
idriss
August 15, 2007 at 11:57 am
@ idriss : gimana kalo kita berusaha aja meneladani sifat2 Rasul dan sahabat2nya kecuali poligaminya? setuju? karena memang seharusnya demikian :
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al-Fath ayat 29)
oky
August 15, 2007 at 1:30 pm
Oky: Betul sekali Oky, gue setuju. Thanks buat dukungannya, insyallah gue bisa segera bergabung secara langsung dengan JBRB, mohon doanya. Kutipan ayat yang indah bos, thanks buat pencerahannya. Btw, gimana kalau jadi kontributor blog JBRB? Kayaknya punya bakat menulis nich.
Idris: Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pandangan Anda, karena kenyataannya kita tidak bisa menutup mata bahwa begitu banyak perilaku umat muslim yang menyimpang dengan mengatasnamakan agama dan Tuhan. Menurut saya, kesalahan dari kita adalah tidak fokus pada esensi ibadah dan ajaran Islam yang sesungguhnya, sehingga seringkali implementasi kita kurang sesuai dengan perkembangan jaman. Tapi bukan berarti saya berpendapat bahwa semua perilaku Nabi dan pengikutnya sudah ketinggalan jaman, hanya saja menurut hemat saya kita semua kurang mau mencari makna dari perilaku2 mereka lebih dalam.
Allah memberkati kita semua.
guebukanmonyet
August 16, 2007 at 2:36 am
Artikel ini menarik sekali. Ini situsnya: http://religi.wordpress.com/2007/03/16/agama-langit-dan-agama-bumi/
AGAMA LANGIT DAN AGAMA BUMI
Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.
Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.
Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).
Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha, dll.) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.
Agama bumi dan agama langit.
Dr. H.M. Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:
“Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)
Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.
Bahkan dengan doktrin mansukh, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).
Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pandangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?
Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).
Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.
Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.
Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.
Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdapat di dalam Al-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam dari Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?
Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.
Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden). Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi – seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.
Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.
Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukkan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.
Masalah wahyu
Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.
Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.
Pertama, kesalahan mengenai fakta.
Kitab-suci kitab-suci agama ini, menyatakan bumi ini datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataannya bumi ini bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih dari tujuh, bumi tetap saja bergoyang, karena gempat.
Kedua, kontradiksi-kontradiksi.
Banyak terdapat kontradiksi-kontradiksi intra maupun antar kitab suci-kitab suci agama-agama ini. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhan (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan Hagar, budak Ibrahim yang asal Mesir
Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), sedangkan Al-Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.
Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.
Di dalam kitab-kitab suci ini terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita-berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (dari obyek berita, dalam hal ini Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya sendiri, seperti Allah, Yahweh, dll”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata-kata atau kalimat-kalimat pejoratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui ini pastilah dibuat oleh manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.
Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.
Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit ini banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama-agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu kebencian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).
Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma dari agama-agama lain, bahkan dari komunitas yang mereka sebut penyembah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti hari kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan terakhir dipinjam oleh agama Yahudi dari agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam dari leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno. Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran dari agama-agama atau tradisi buatan manusia?
Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengenai kedua kitab suci ini. Bahwa kedua kitab suci ini mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. Ia meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan.
Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.
Kesimpulan.
Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena-mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal ini sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan Islam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.
Di samping itu tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung kitab suci-kitab suci itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat, menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak penggolongan ini menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhirnya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasilnya adalah kekerasan.
Melihat berbagai cacat dari kitab suci-kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan-Tuhan mereka adalah buatan manusia.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam baik buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.
(Ngakan Putu Putra sebagaian bahan dari SATS ; “Semua Agama Tidak Sama” ).
Catatan kaki:
I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
2). Lihat Karen Amstrong : A History of God
3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
4). Ibid hal 720.
sejati
August 19, 2007 at 10:26 pm
Menarik….
Mbak Tasa Nugraza Barley,.. bikin tulisan yg lain doong,..
Misal, Analisa mengapa Laki-Laki kaya sangat mudah mendapatkan wanita… Or kenapa wanita mudah jatuh cinta pada laki-laki kaya…
eka
August 30, 2007 at 11:23 am
Terima kasih. Tapi ada koreksi, seperti yang saya tulis di atas kanan blog ini:
guebukanmonyet is Tasa Nugraza Barley. I am a free man with thoughts and dreams. I see my life and this world a bit differently from anyone else. That is because I know what I want and I know for sure that I don’t want to be the same.
A man, bukan A mbak. Hehe. Saya cowok tulen loch.
Btw, ide yang bagus. Topik yang menarik untuk dijadikan sebuah artikel. Kira-kira ada masukan?
guebukanmonyet
August 31, 2007 at 12:25 am
Mbak Eka, mungkin karena wanita cenderung memilih hidup mapan daripada hidup susah. hehehe…
Kebetulan suami saya sudah agak berumur dan -katakanlah- kaya raya. Sebelum saya memutuskan menikah, rasanya seluruh dunia mengatakan saya ini pencari harta.
Saya sempat bimbang, apa iya saya ‘demen’ karena hartanya, saya juga sempat sholat istikhoroh. Akhirnya, saya menikah, menentang arus.
Saya menikah karena cinta, dan sekarang, kami sedang jatuh, tidak berpenghasilan dan hanya menghabiskan tabungan yang tersisa, tapi ternyata saya masih cinta.
Jadi sekarang, saya tidak mudah menjatuhkan cap ato vonis ‘pencari harta’ pada wanita yang bersuamikan orang kaya.
Semua orang punya alasan, dan pastinya berbeda-beda.
Jadi, kenapa wanita lebih mudah jatuh cinta pada lelaki kaya…, menurut saya begini:
“Kalau sama-sama gratis, sama-sama cepat, dan sama-sama kering dari hujan, mbak Eka memilih naik metromini ato taksi?”
Kemapanan dan kenyamanan selalu penting untuk ketenangan hati wanita (diiringi dengan cinta tentunya)
Lewisa
September 6, 2007 at 9:48 pm
Saya tidak beragama Islam dan tidak mau “sok ngerti.” Hanya secara universal, jika mau jeli membaca/menafsirkan kitab suci maupun buku-buku religius mana pun, biasanya identifikasikan yang mana nilai-nilai (values):
- etika (ethics alias biasanya disebut “nilai-nilai” saja)
- dogma (doctrine alias aqidah)
- kultural (cultural)
dan yang untuk kepentingan institusi religi (alias “defensive system” agama tersebut).
Dan bagi para wanita yang lebih gampang “jatuh cinta” pada lelaki kaya raya… well, bagi saya tidaklah berlaku karena kelimpahan materi bukanlah diri orang itu sendiri namun konsekuensi dari kepribadian orang itu (ingat “mindset sukses”).
Jennie
September 7, 2007 at 7:47 am
Lewisa: Interesting what you said, “Kalau sama-sama gratis, sama-sama cepat, dan sama-sama kering dari hujan, mbak Eka memilih naik metromini ato taksi?” I think we can’t really blame that way of thinking. Every one has his or her preferences in life, that’s just human.
Jennie: Nice Mba
Mindset sukses yah? Hehe. I have to learn more on that from you.
guebukanmonyet
September 9, 2007 at 2:40 am
Sangat menarik saya membaca keluhan dan juga anggapan tentang poligami. Sesungguhnya ayat poligami yang disebutkan penulis banyak ertinya dan bisa juga ditafsirkan secara berbeda. Maka ada yang menafsirkan secara nagatif dan ada juga yang menafsirkan secara positif. Ada juga yang menghilangkan fakta sejarah ketika menafsirkan sesuatu ayat dan ada juga yang mengambilnya sejarah sacara mengikut nalurinya atau kehendaknya agar ia dapat menyakinkan kepada pembaca lain dengan pendapatnya. Saya bukanlah seorang yang anti poligami tapi saya seorang yang ingin melihat keadilan dalam poligami.
Nash
October 15, 2007 at 4:15 am
Benar sekali, setiap ayat pasti dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Begitulah manusia dan pemikirannya, akan selalu berbeda, tapi bukankah memang Tuhan menciptakan manusia dengan berbeda-beda?
guebukanmonyet
October 15, 2007 at 1:38 pm
Kerna itu kita pasti juga mengerti akan berbedaan wanita yang menerima poligami, Ada yang setuju dengan poligami ada juga yang ngak setuju. Tapi saya yakin yang ngak setuju peratusannya lebih tinggi dari yang setuju. Jika semua wanita setuju berpoligami, nanti ngak kecukupan wanita dimuka bumi ini. Banyak lelaki yang bujangan, hehe,
Hidup ini penuh dengan warna warni nya. Cantikkan.
Nash
October 16, 2007 at 1:59 am
topik poligami gak ada matinye
banyak guyonan tentang poligami misalnya ada kisah seorang laki-laki yang mempunyai 4 istri, ke-4 nya dibelikan rumah dan mobil tapi mau tau suaminya tidur di mana? tidur di mobil hahahahahahhaha
atau elegi suami yang istrinya dua, setiap pergi ke istri pertama gak dikasih makan dan minum termasuk hubungan suami-istri karena si istri pertama menganggap “ah istri mudanya udah ngasih” begitupun dengan anggapan istri kedua…walhasil udah punya dua istri tapi tetep terlantar hahahahhahah
Btw salut ma Tasa, isi artikelnya akurat, rupanya Tasa cukup selektif dalam memilih referensi sehingga mempersempit keraguan visitor yang membaca artikel ini. itu aja komen saya salam
yonna
October 24, 2007 at 2:51 pm
tasa, semakin menarik tulisan anda ini.
harriansyah
October 24, 2007 at 4:07 pm
bagaimana mas dengan kasus ZINA yang dilakukan mantan anggota DPR, karena tidak boleh poligami maka ia berzina??? kenapa poligami no zina yes!!!!
anwar
October 25, 2007 at 9:32 am
Yonna: Hehe, bener banget tuh. Intinya punya istri lebih dari satu merepotkan ya? Jadi lebih enak punya satu istri aja, hidup lebih damai dan bahagia. Lol. Terima kasih.
Harriansyah: Terima kasih atas dukungan Anda.
Anwar: Well, bagi saya poligami NO dan perzinahan juga NO.
guebukanmonyet
October 27, 2007 at 1:42 am
Setahu saya islam tidak melarang poligami. Sah-sah aja. Asal bisa memenuhi syarat poligami. silahkan aja. Aa gym berpoligami, sah aja. mengapa orang lain sewot, istrinya (keluarganya) aja gak sewot. Mestinya orang yang sewot itu malu dg keluarga Aa gym. Keluarga Aa gym damai-damai aja. Mengapa keluarga Aa gym bisa menerima Aa gym berpoligami? Karna keluarga Aa gym paham betul ajaran islam. Jadi kalian gak perlu sewotlah.
raudhah
October 30, 2007 at 2:40 pm
speechless…amazed sebenernya, masih ada cowok yang ngga mau poligami…HOREEE!!! susah cari cowok jaman skarang, kalo ngga gay, maunya poligami, atau kawin cepet-cepet, atau brengsek…duhh…
saya sebagai cewek sih…ya tentunya ga setuju sama poligami. Saya juga taunya poligami boleh karena alasan2 yang udah dikasih sama guebukanmonyet. cuma yah..al-quran kan emang implisit (setau saya implisit), jadi pemahaman orang bisa beda…kalo saya sih ngga sewot sama aa gym…saya setuju, toh istrinya nerima, kenapa kita rame? cuma saya sewot sama efek yang ditimbulkan aa gym. Kan jadinya cowok-cowok jadi tambah pengen poligami. Ntar gimana nasib saya dan temen-temen cewek saya, dan cewek-cewek lain yang ngga mau dipoligami dong…?
zahra
November 9, 2007 at 2:17 am
raudhah: Benar juga sih, tapi saya kan membahasnya dari sudut pandang akademisi. Aa Gym sebelum berpoligami seakan-akan mendukung praktek monogami dengan selalu membawa “satu” istrinya ke tiap ceramahnya dan selalu mengekspos kondisi keluarganya yang sakinah, jadi wajar banyak orang yang kecewa begitu ia berpoligami.
zahra: Terima kasih buat dukungannya. Intinya sih, saya tidak bilang bahwa orang yang mendukung poligami itu PASTI salah, perbedaan itu boleh kok dalam Islam. Tapi memang fakta bahwa mayoritas perempuan di dunia ini sakit hatinya apabila dipoligami.
guebukanmonyet
November 9, 2007 at 2:31 am
aq sng bgt ma artikel nya
biar2 qta pada tau semua
thanx bgt ya
btw
gw ga suka dgn cara pndg aa gym
knln yuuuks di email aq
http://www.yanti_zal@yahooo.co.id
apri yanti
November 12, 2007 at 3:47 pm
bentar….Tas, kok ambil referensinya dari Islam Lib semua kayanya? Jadi gak nyaman mbacanya deh pas tau referensinya dari mana….Islam Lib gitu loch?! Atau Tasa emang pro sama pahamnya Islam Lib? Jadi bingung (?)
yonna
November 14, 2007 at 12:01 pm
apri: Thanks buat dukungannya. Btw, alamat emailnya salah yah?
yonna: Wah, emangnya ada apa dengan JIL? Kalau saya sih bukan anggota atau apa, cuman memang saya mendapatkan banyak artikel yang berkualitas di sana. Saya sendiri tidak menganggap JIL itu adalah aliran sesat atau gimana, menurut saya mereka adalah kumpulan Muslim yang memiliki pandangan berbeda terhadap Islam. Mungkin kesalahan mereka adalah terlalu ekstrim dalam melawan arus mainstream yang ada, sebuah pesan yang benar bisa salah kalau disampaikan secara salah.
guebukanmonyet
November 14, 2007 at 12:11 pm
kaget, kaget tau-tau ada Tasa nongol se-ASAP ini
oke…kalo Tasa bisa memilah mana info yang bagus bener dengan yang bagus salah dari JIL, saya adem baca artikel ini
gak gimana-gimana, saya udah seneng dan setuju cuma kaget aja pas tauk ada Islam Lib yang emang ekstrim dalam memahami materi kehidupan jika dihubungkan dengan Islam.
Fiuh….hampir aja lari terbirit-birit meninggalkan blog ini
yonna
November 14, 2007 at 12:26 pm
Oleh Adian Husaini :
Liberalisasi Islam memang sudah menjadi tantangan yang sangat serius bagi umat Islam. Sebab, mereka bukan hanya salah, tetapi juga aktif membela yang salah. Ketika umat Islam menyatakan bahwa Ahmadiyah, agama Salamullah, Qiyadah Islamiyah, pornografi, dan sebagainya adalah paham sesat dan tindakan salah, maka kaum liberal berdiri pada garis depan untuk membela mereka. Begitu juga ketika umat Islam menolak shalat dalam dua bahasa, maka kaum liberal pun membelanya(sholat dalam 2 bahasa).
Seperti kita ketahui, kaum liberal sangat menjunjung tinggi paham relativisme tafsir padahal pemikiran tersebut adalah pemikiran yang absurd dan konyol. Dengan pemikiran ini, mereka telah menghilangkan otoritas dalam penafsiran. Padahal, ini jelas tidak mungkin. Dalam kehidupan ini, selalu ada otoritas dan standar dalam penilaian sesuatu. Standar itu tentu didasarkan pada penilaian yang umum dan normal. Pada umumnya, manusia akan menilai bahwa Presiden SBY lebih tampan dibandingkan Thukul Arwana. Pada umumnya manusia akan menilai bahwa Inneke Koesherawati lebih cantik jika dibandingkan dengan pelawak Omas atau Rini Bonbon.
Karena manusia adalah makhluk yang satu, maka manusia bisa mempunyai standar yang satu. Kita bisa melihat, biasanya yang terpilih sebagai Miss Universe adalah wanita yang memang cantik menurut ukuran rata-rata manusia normal. Pada umumnya, kaum laki-laki memang lebih kuat secara fisik ketimbang kaum wanita, sehingga dibuat kategorisasi olah raga antara laki-laki dan wanita.
Dalam logika relativisme ala post-modernist, memang segalanya bisa menjadi relatif. Di rumah sakit jiwa, seorang yang sakit jiwa bisa menuduh dokternya yang gila, bukan dia yang gila. Standar siapa yang digunakan untuk menentukan seseorang itu sakit jiwa atau tidak? Tentulah yang dipakai standar dokter jiwa. Bukan standar orang sakit jiwa.
Pada umumnya dan normalnya orang Islam akan mengatakan bahwa kelompok Qiyadah Islamiyah adalah salah, karena memang sudah keluar dari batas-batas ajaran pokok dalam Islam. Itu umumnya dan normalnya. Tentu kita tidak perlu terlalu mendengar ucapan miring dan ganjil yang menyatakan bahwa Qiyadah Islamiyah adalah juga benar. Pendapat seperti ini adalah pendapat aneh dan syadz. Sepanjang sejarah ada saja pendapat nyeleneh seperti itu.
Islam adalah agama wahyu yang memiliki batas-batas yang jelas. Ada rukun iman dan rukun Islam. Orang yang menolak kenabian Muhammad saw, pastilah sudah berdiri di luar Islam. Agama lain juga memiliki batas-batas atau definisi sendiri. Kaum Kristen yang tidak mengakui otoritas Gereja Katolik dalam penafsiran Bibel, maka dia sudah berdiri di luar agama Katolik, meskipun dia juga mengakui Yesus sebagai Tuhannya.
Karena itu, sangatlah aneh dan absurd dan keliru jika kaum liberal menyatakan, penafsiran apapun terhadap Al-Quran bisa dibenarkan.
Pemburu
November 14, 2007 at 4:53 pm
Great post!
But I think the second section, “agama dan budaya” should be an article on its own with further discussion. Because it’s not entirely coherent with your main discussion which is ‘polygamy’ and not ‘chauvinism in Islam’
Anyway, I have two criticism on your arguments. One main and one small critic.
1. Purpose of marriage.
You acknowledge that in premodern times, polygamy was alright because it was beneficial and that people get married for various reasons such as social, economical and political.
But you seem to suggest that marriage in contemporary times is based on ‘love’ only.
And therefore, marriage should be restricted to one man and one woman. One man two woman is offensive to the woman. Polygamy therefore, should be abolished.
I think this assumption is not entirely true, even in modern times. Marriage is not all about one man falling in love with another woman and live together till death do them apart. That’s the Christians’ believe. Not Islam.
Islam is practical.
(Which is why divorce is permitted, but that’s a different issue altogether.) Islam recognizes the fact that people get married for various reasons, regarless of the time we live in – premodern, modern, 10yrs time, 50yrs time….
If the first wife does not wish for the husband to engage in polygamy, then say so. If the husband ignores this, go to the court and appeal or get a third party involved to settle disputes in the most calm manner.
2. The second smaller critic is on the verse that meant, “kamu sekalian (wahai kaum laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun engkau berusaha keras.”
This verse is referring to the matters of the heart. Not physical behaviour.
That is, if a man has three wives, it is not possible for him to not have a favourite one.
The Prophet s.a.w for instance, loved siti Aisyah the most. But still, the man must act equally towards all the wives. For instance, if the man wants to give present to the favourit wife, he must give it to all others also.
And the preceeding verse, that says “marry only if you can afford it,” refers to physical/behavioural aspects, not the matters of the heart. The two verses are therefore, not contradictory.
——-
A disclaimer, I am in no way saying that a man has the right to freely engage in polygamy, according to his desires. I am merely saying that existing arguments against polygamy is based on assumptions that are not applicable everywhere.
yunir
November 14, 2007 at 9:26 pm
@ yunir: Good for you: a comment which breaks the esoteric character of the discussion on an apparently very relevant topic. Thanks.
colson
November 14, 2007 at 10:44 pm
Yonna: Jangan kaget donk ach.
Pemburu: Thanks for the article.
Yunir: Long time no see bro. Thanks for the comment. Mmmh, for me love can be translated into many ways. If you think that Islam is very practical, I think that even supports my idea that love is so needed in an Islamic marriage. How can you implement a good marriage without the feeling of love and joy? Of course, the definition of love here is not the kind of love you find in Hollywood movies. And the fact that divorce is allowed in Islam doesn’t mean that love is not encouraged, there’s this love saying, “love is not always about having.”
On your second criticism, I have to say your opinion makes sense. But, your argument that prophet loved Aisyah the most should be proven. I stated clearly in the article, qualitative and quantitative justice is the kind of justice that should be implemented.
guebukanmonyet
November 15, 2007 at 1:44 pm
jelas aja kaget tau-tau ada penampakan
well, poligami emang sering disalahartikan dan dimanfaatkan untuk nafsu belaka, tapi ada juga yang beralasan untuk berdakwah. bener-bener dilema kalo implementasinya sih?! membahas poligami seakan gak ada habisnya. saya capek baca diskusi yang cuma debat kusir, tapi di blog ini lumayan…masing2 netter punya argumen walau copas tapi gak apa daripada gak jelas
poligami bukan masalah menyakiti hati atau tersakiti hatinya, tapi lebih dari itu. seorang suami harus memiliki tanggung jawab lebih besar daripada pria beristri satu untuk menafkahi anak istri-istrinya dengan proporsional dan fair. pertimbangkan pula efek keluarga poligami terhadap tumbuh kembang jiwa anak-anaknya, apakah ada dampak psikologis terhadap anaknya yang perempuan misalnya? jangan sampai terlena dengan keakuran para istri sementara perasaan anak tidak diperhatikan. yang ada hanya menunggu bom waktu meledak saja….salam
yonna
November 15, 2007 at 2:10 pm
InsyaAlloh saya laki-laki, Islam dan Jawa banget, meski ada orang yang bilang saya feminist, bukan lagi islam dan sangat tidak njawani….
Apapun alasan tekstual yang diambil untuk mengukuhkan “sunnah” satu itu sepertinya rentan pembiasan. Seperti embel-embel yang kemudian mengekor dari penafsiran teks Qur’an, seperti menghindari perselingkuhan apalagi zina, ini sudah mutlak merupakan MODUS….yang intinya merupakan upaya semaunya sendiri, membabi buta, dan mungkin jadi adalah kelelahan “MOCO” pesan Qur’an yang humanis tembus dimensi ruang dan waktu.
Sekalipun ada oknum manusia bergenital kan perempuan yang turut membenarkan semua ini, menurut hemat kata saya, ya dah ndak papa… la wong semua yang benar dari manusia ini sangat relatif kok…wajarkan…soalnya bukan TUHAN. Tapi andai ada yang tidak setuju dengan “sunaah” satu ini (termasuk saya) baik perempuan atau laki ya mbok plislah…meski ini ruang dialektik yang terbuka lebar… mbok ndak perlu lagi esmoni, palagi menggunakan kata-kata yang dari kelayakan awam masyarakat kesekarangan, masih bisa dikategorikan sebagai bentuk kekerasan bahasa gitu. Koreksi juga ke saya andai masih ada juga yang mbias dari statemen2 yg saya keluarkan.
Maaf juga kalo mungkin agak dipandang ego tinggi dan ke pedean. Saya hanya bisa menjalani apapun setelah saya “memilih” itu benar (dalam kerelatifan manusia saya). Hal kilafiyah, pro-kontra, mahzab hanya bagian dari kompilasi in put bagi saya.
Mari bareng-bareng “membangun cinta” atau “menjalin kasih/silahturami” dengan indah…soalnya lagi numpang lewat atau intens ikutin diskusi2 seperti ini, aslinya kan semua masih ada kepedulian membangun bangsa ini dengan tetap ada keberpihakan atas nilai universal yang dikaji bareng dari “fenomena infiltrasi budaya asing -arab/timteng” to…
mari ber Islam dengan rendah hati dan penuh toleran, sama-sama weningkan pikir dan lembutkan hati dalam berbudaya.
Hendra
November 15, 2007 at 2:45 pm
Yup mari berislam dengan rendah hati dan toleran, tapi tetap menjaga batas2 sebuah toleransi. Jangan hanya diamkan suatu pelanggaran, kemungkaran dan keburukan sekecil apapun, bertindak dan katakan kebenaran dan kebaikan itu meskipun pahit. Hukum siapa yang paling benar dan paling baik untuk diikuti? Hukum Allah atau Hukum manusia? bagi saya Hukum Allah yang paling baik dan benar dan wajib ditaati suka maupun terpaksa.
Pemburu
November 15, 2007 at 5:37 pm
Yonna: Masukan yang sangat bagus Yonna, like always. Saya setuju tanggung jawab adalah sebuah hal yang sangat penting dalam praktek poligami yang sayangnya jarang diperhatikan oleh para suami berpoligami. Anak mana coba yang rela orang tuanya berpoligami?
Hendra: Setuju tuh Mas, mari berislam yang rendah hati dan toleran. Makin hari kok makin banyak aja debat kusir hanya karena seseorang dianggap melawan ajaran agama, padahal yang nyerang juga gak tahu banyak tentang agama yang bersangkutan.
Pemburu: Setuju kalau hukum Allah wajib ditaati, masalahnya hukum Allah itu diterjemahkan oleh manusia dari kitab suci, dan sayangnya banyak manusia yang curang dalam melakukan proses terjemahan tersebut. Jadi, kita sebagai umat yah harus hati-hati saja.
Salam damai untuk semua.
guebukanmonyet
November 16, 2007 at 1:39 pm
Maksudnya mungkin penafsiran ya, Tafsir adalah penjelasan dari tiap-tiap potongan ayat yang ada di dalam Al-Quran, memang tidak semua tafsir bisa dibenarkan karena sekarang ini banyak orang2 yang tidak memiliki ilmu dan otoritas ikut2an dalam menafsirkan Al-Quran, oleh karena itu kita seharusnya menyerahkan tugas penafsiran kepada ahli tafsir karna merekalah yang punya otoritas dalam menafsirkan Al-Quran. Tapi kita tidak perlu kuatir karna dari zaman sahabat Nabipun telah banyak ulama2 tafsir yang seharusnya dijadikan rujukan setiap umat Islam, tercatat berjuta lembar halaman tafsir pernah disusun oleh para ulama. Tetapi dari semua tafsir tersebut tidak pernah ada perbedaan dalam hal-hal pokok dalam Al-Quran. sehingga hanya umat Islam saja yang mengucap nama Tuhannya dengan lafaz yang sama di seluruh dunia, yaitu ”Allah”, tidak berbeda karena faktor waktu dan tempat. Padahal, hingga kini, kaum Yahudi dan Kristen masih berdebat tentang siapa nama Tuhan mereka. Umat Islam tidak pernah mengangkat Muhammad saw sebagai Tuhan atau anak Tuhan, betapa pun umat Islam sangat mencintai Rasulullah Muhammad saw, dan setiap hari pagi, siang dan malam menyebut nama Muhammad dalam shalat. Umat Islam shalat menghadap kiblat yang satu; takbir, ruku’, sujud, salam, dengan cara yang satu. Umat Islam bisa shalat di masjid mana saja dengan tenang, karena cara ibadahnya sama. Semua umat Islam berpuasa wajib di bulan Ramadhan. Umat Islam berhari Raya Idul Fithri pada 1 Syawal dan ber-Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Umat Islam sepanjang sejarah mengakui kewajiban zakat. Umat Islam sepanjang sejarah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, Itulah Islam yang otentik. Islam yang satu. Islam yang sama sepanjang sejarahnya, dari generasi ke generasi, dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada yang namanya Islam Arab, Islam Jawa, Islam Cina, Islam Amerika, Islam Hongkong, dan sebagainya. Juga tidak ada yang namanya ”Islam abad ke-7”, ”Islam abad ke-10”, atau ”Islam abad ke-21”. dan sebagainya. Islam adalah Islam, yang sama antara satu generasi dengan generasi yang lain. Sama antara satu tempat dengan tempat lainnya.
Pemburu
November 16, 2007 at 4:27 pm
saya agak setuju dengan jalan pikiran yonna.
saya heran koq sebahagian besar menitikberatkan perwakinan itu pada kontrak suami dan istri.
padahal kalau cuman untuk itu gak perlu ada pernikahan. orang toh bisa hidup saling mencintai seumur hidup tanpa menikah.
yang benar, pernikahan adalah wahana untuk menjamin lingkungan yang supportive bagi perkembangan anak/keturunan. wahana ini musti menjamin kepastian status dan hak anak. Yang mampu mewujudkan kondisi dan tujuan diatas boleh dianggap telah sukses dalam pernikannya. Tidak memandang apakah suami berpoligami atau tidak. Tapi istri berpoliandri naturally defy tujuan diatas, karena sianak jadi tidak jelas siapa bapaknya.
Saya tidak melihat permasalahan ini dari sisi agama saja, tapi pula dari sisi naluriah manusia itu sendiri sebagai mahluk hidup. Bila kita mengabaikan naluriah alamiah kita, itulah awal kepunahan sebagai species (teori darwin lho).
agungk
November 19, 2007 at 12:44 pm
@agungk
kok agak mas? nanggung nih, mau GR eh gak jadi deh
Sebelumnya saya gak bermaksud menunjukkan rasa benci pada teori poligami karena Islam sudah mengaturnya, memang bukan kewajiban apalagi sunnah Rasul, poligami cuma pintu darurat
Gini, efek keluarga poligami terhadap kehidupan selanjutnya bisa panjang dan gak abis2. Anak jadi korbannya ya betul?! Seorang anak bisa saja membenci orang tuanya terutama bapaknya karena dipandang si bapak punya nafsu gede sampai harus menikah lagi, apalagi kalo nikahnya ma perawan muda sehingga akibat rasa benci tsb membuatnya melawan dan membantah nasihat bapaknya tsb…padahal melawan kepada orang tua dosanya sangat besar dan balasannya (kualat) langsung diperoleh dalam waktu dekat, di sisi lain si anak jadi begitu karena bapaknya yang membuat ia seperti itu…sangat dilema.
Atau seorang anak menjadi enggan menikah karena takut dipoligami seperti ibunya atau ditolak orang lain karena dicap “like father like son” hingga pedekate sana sini hasilnya nol besar. Sebuah dilema lagi.
Atau saat si bapak meninggal dunia dan saatnya pembagian waris. Inilah peliknya pembagian waris, satu bapak satu ibu saja udah repot apalagi kalo satu bapak banyak ibu, gak kebayang. Dalam hukum nasional dan hukum Islam diatur bahwa harta yang diperoleh selama perkawinan adalah harta bersama. Lantas sampai sejauh mana harta bersama dianggap milik suami dan istri pertama, suami-istri pertama-istri kedua, dst? Belum lagi jika ada campur tangan dari keluarga bapak….daripada warisan jatuh ke para istri lebih baik diambil oleh mereka. Pun jika tidak ada masalah saat itu, ternyata masalah datang di kemudian hari di mana anak2 mereka berebut harta warisan dengan saling melaporkan ke polisi, dsb. Si Bapak mungkin sudah tenang di alam sana, tapi anak cucunya yang harus nerima getahnya. Si bapak makan nangka, istri-anak-cucunya kena getahnya.
Secara praktis, poligami bisa mendatangkan banyak masalah bagi siapapun yang terkait, karena melibatkan banyak orang dan harus dilalui selama bertahun-tahun sehingga tertorehlah sejarah baru dalam keluarga mereka. Sejarah yang tidak akan terlupa oleh siapapun yang mengetahui lika liku suatu keluarga poligami.
Lihatlah kenyataannya supaya bisa membangkitkan akal sehat dan iman kita…salam.
yonna
November 19, 2007 at 1:32 pm
Pemburu: Iya, setuju bro. Masalahnya, penafsiran para ulama tersebut harus ditafsir lagi oleh kita-kita ini yang kadang menafsirkan secara keliru karena kurangnya panduan atau ilmu yang kita miliki.
agung: Setuju banget Mas, pandangan yang sangat bagus. Banyak pihak yang melupakan nasib para anak ketika membicarakan poligami, seakan-akan pernikahan itu cuma tentang urusan syahwat saja.
Yonna: Wah, lagi-lagi sebuah masukan yang sangat bagus dari Yonna. Benar banget, sangat setuju tuh. Praktek poligami itu banyak menimbulkan masalah dan ketidaknyamanan dalam keluarga. Kalau ingin poligami harus pikir 1000 kali deh pokoknya, jangan cuma pikirin nafsu aja. Kebanyakan suami yang poligami selalu mencari perempuan muda untuk dinikahi, jelas itu bukti bahwa mereka lebih mementingkan sisi seksualitas. Kenapa coba mereka tidak menikahi janda-janda tua korban kemiskinan? Kenapa juga Aa Gym mesti menikahi janda muda* yang cantik jelita? Wah, kok jadi ngomongin orang lain? Gak bener nich. Hehe.
*katanya sih mantan model.
Salam damai.
guebukanmonyet
November 19, 2007 at 2:40 pm
Memang benar poligami bisa mendatangkan masalah bagi yang menjalankannya, karena itu bagi orang yang hendak melakukan poligami dituntut agar mempertimbangkan keputusannya secara matang dari berbagai segi, baik materi, nonmateri, kondisi diri dan keluarganya dan juga kondisi istri dan keluarga istrinya. Biar bagaimana pun ketika seorang suami memutuskan untuk menikah lagi, maka yang harus pertama kali terlintas di kepalanya adalah masalah tanggung jawab nafkah dan kebutuhan hidup untuk lebih dari satu keluarga sekaligus. Nafkah tentu saja tidak berhenti sekedar bisa memberi makan dan minum untuk isteri dan anak, tapi lebih dari itu, bagaimana dia merencakan anggaran kebutuhan hidup sampai kepada masalah pendidikan yang layak, rumah dan semua kebutuhan lainnya.
Mengenai masalah warisan, Islam secara garis besar sudah sangat mendetail membahasnya dalam Al-Quran. Namun yang menjadi permasalahan saat ini ketika masih hidup kebanyakan seorang suami atau istri (jaman sekarang) tidak membedakan (memisahkan) yang mana harta suami dan yang mana harta istri, terlepas dari apapun alasannya hal tersebut sudah sangat sering menimbulkan masalah dikemudian hari ketika salah satunya meninggal. Permasalahan pembagian harta warisan tersebutpun sangat sering dijumpai pada sebuah keluarga baik yang berpoligami maupun yang bermonogami (kayaknya seringnya malah yang monogami karena jumlah keluarga yang poligami saat ini sangat sedikit).
Kesimpulan saya mengenai poligami adalah hal tersebut adalah hal yang sulit diterima ditengah budaya masyarakat saat ini tapi beda kasusnya jika poligami dilakukan pada 50 tahun yang lalu.
Tapi yang pasti Islam tidak melarang poligami karna berdasarkan kesepakatan ulama2 dari jaman dulu hingga saat ini dan didukung dengan tidak ada dalil2 baik secara umum maupun khusus, tersirat maupun tersurat mengenai pelarangan poligami maka POLIGAMI = MUBAH (dibolehkan).
Pemburu
November 19, 2007 at 3:41 pm
assalamu’alaikum…
saya ingin memberikan ilustrasi :
ada seorang suami dengan kehidupan cukup namun belum diberi rizki mendapat keturunan, telah meminta izin untuk berpoligami kepada istrinya dan istrinya jelas melarangnya. disatu sisi ada seorang perempuan yang sudah menantikan ada seseorang yang meminangnya namun sampai sekarang belum ada yang meminangnya ….
- untuk contoh kasus suami tersebut, dapat teredam dengan sendirinya bila mampu menahan keinginan, tapi bila tidak mampu dikhawatirkan akan terjadi “zina” .
- untuk kasus perempuan tersebut yang semakin lama menanti akan terombang-ambing dan goyah… semoga datang yang diharapkan meminang, namun bila yang datang hanya untuk “sekedar” dan dikhawatirkan akan terjadi “zina”.
semakin banyak pria bermental “BEJAT”(terutama yang memakai dalil kesenangan semata) dan populasi perempuan lebih banyak dimana bentuk “zina” akan semakin dan semakin merebak.
Memang kita selalu mengharapkan yang baik-baik untuk kita, namun belum tentu itu baik menurut -Nya.
jelas bila mau berpikir, ada sebab ada akibat.
seruan kepada para suami sebelum meminta izin istri untuk berpoligami, “Sadari diri” sudah adilkah saya? karena pasti tanggung jawab bertambah, berpoligami untuk ibadah atau sekedar nafsu??
untuk istri, senantiasa berharap keridhoan Allah swt semata, karena ridho-Nya lebih dari segalanya.
wallahu alam .
arachman
December 14, 2007 at 12:43 am
Betul sekali poligami merupakan hal yang sangat sulit diterima saat ini, poligami sudah dianggap hal yang sangat kontroversial bahkan lebih kontroversial dibandingkan dengan berzina, mungkin karna berzina dapat dilakukan secara tersembunyi sedangkan poligami merupakan hal yang terang2an dikarenakan adanya akad pernikahan. Tetapi saya rasa poligami bukanlah suatu ibadah yang disunahkan apa lagi sampai diwajibkan. Adakah data yang menyatakan bahwa populasi wanita benar lebih besar dibandingkan dengan laki2? apapun alasannya saya rasa tidak pantas kecaman diberikan kepada orang yang berpoligami jika secara syarat dia telah memenuhi yang jelas orang yang berpoligami mempunyai tanggung jawab yang tentu lebih besar dibandingkan jika dia tidak melakukannya..
oky
December 31, 2007 at 11:00 am
manqaala fil qur’aan mutaammidan fal yatabawwa’ maqadahu minannar(muslim)
bacalah surah Al Baqarah(2) : 216
dan jangan mengada ada dalam mengartikannya
setelah itu kalian yang liberalis, feminis, modernis, dan is is nyeleneh yang lain baru boleh memberi tanggapan atas ayat Al Qur’an(wawwahu a’lamu)
saifullah
January 2, 2008 at 11:52 pm
Assalaamu’alaikum.
Saya sangat setuju dengan poligami.
Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Nabi Muhammad SAW?
Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
Solihin
January 7, 2008 at 5:31 am
@ solihin: yang saya tau dalam Islam gadis tersebut berhak menolak dan Ayahnya pun berhak menolak, tetapi kalau keduanya setuju maka kemungkinan besar pernikahan tersebut dapat dilangsungkan.
Pemburu
January 7, 2008 at 9:47 am
@solihin
astaghfirullah….saya aja yang awam merasa prihatin dan kaget mendengar kisah tsb. maaf nih, mgkn dia ada gangguan jiwa apa ya? masa’ anak umur 9 tahun mau dinikahin? dia sendiri mau gak anak perempuannya dinikahin pria dewasa? buset deh….gak ada kerjaan banget sih….
perlu diingat, tidak semua perkataan, perilaku dan keputusan yang Rasulullah SAW menjadi sunnah, hadits dan semacamnya. mending baca buku agama lagi deh! karena ada perilaku dan keputusan Rasulullah SAW yang berlaku untuk dirinya sendiri, untuk dirinya dan keluarganya tapi tidak berlaku untuk umatnya. Astaghfirullah saya bener2 merinding baca kisah tsb.
saran saya, mending tanya ma ustad yang kompeten dan dipercaya, bisa juga ditanyakan pada ahli psikolog yang Islamnya bagus. ini bener2 di luar batas! pasti Rasulullah SAW menangis jika mengetahui kisah ini! Na’udzubillah!!
thanks buat solihin atas sharingnya
yonna
January 7, 2008 at 2:02 pm
Assalaamu’alaikum.
@ Pemburu & @ yonna.
Terima kasih atas tanggapannya.
Masalahnya: Si ayah dari gadis ini merasa ragu-ragu untuk menyerahkan anaknya yang berumur 9 tahun untuk tidur seranjang dengan teman saya yang berumur 50 th.
Menurut teman saya ini, kalau si ayah ini mau menyerahkan anaknya, maka dia akan mendapatkan pahala nanti di akhirat dan akan pasti masuk sorga. Dan teman saya pun mau masuk sorga dengan mencontohi kehidupan Rasulullah.
Menurut teman saya ini, gadis tsb bukan milik ayahnya, tapi milik Alloh. Jadi hanya Alloh yang berhak terhadap gadis tsb, tapi bukan si ayah. Semuanya adalah ciptaan Alloh. Kita umat muslim harus mengamalkan ajaran Alloh serta mencontohi Rasulullah SAW supaya kita diberkahi rezeki di dunia ini.
Bagaimana caranya untuk menyadarkan si ayah ini? Apakah si ayah ini termasuk orang kafir?
Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.
Wassalam
Solihin
January 7, 2008 at 6:25 pm
@solihin
yang harus disadarkan adalah pria yang ingin menikahi anak kecil tsb, bukan ayahnya. Dengan dasar apakah pria tersebut ingin menikahi anak kecil tsb? betul hanya ingin menjalankan perintah Allah dan mengikuti ajaran Rasul?
saya kasih link tentang pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah:
http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=A9_0_4_0_M
dan
http://www.eramuslim.com/ustadz/nkh/7a31074354-pernikahan-rasulullah-saw-dengan-aisyah-ra.htm
pendapat saya pribadi, jika ingin menikah lagi, nikahilah gadis tua atau janda….artinya jika ingin menjalani perintah Allah dan RasulNya, maka lakukanlah hal yang lebih bermanfaat…menikahi gadis tua atau janda lebih bermanfaat daripada menikahi gadis usia 9 tahun dengan resiko akan rusak hubungan silaturahimnya dengan si bapaknya tsb.
sekedar menyampaikan, gak maksa….moga2 gak tersinggung, salam & trims
yonna
January 8, 2008 at 11:51 am
Assalaamu’alaikum.
@ yonna,
Terima kasih atas sarannya.
Nampaknya, teman saya ini sudah tidak sabar lagi untuk menjalani perintah Allah dan mencontohi Rasulullah SAW. Dia (50 th) mau seranjang sama gadis yang berumur 9 th tsb.
Katanya, si ayah ini dasar Islam KTP, kafir, sama sekali buta dengan ajaran Allah S.W.T, perlu penyuluhan dan harus lebih taat sholat.
Katanya, anaknya tsb bukan milik si ayah, melainkan milik Allah S.W.T. Katanya, si ayah tidak berhak menahan sesuatu yang bukan miliknya. Semua yang ada di atas dunia ini adalah milik Allah. Pada pengadilan terakhir di akhirat nanti, si ayah akan di hukum neraka karena ragu-ragu menyerahkan anaknya kepada teman saya tsb.
Memang tujuan satu-satunya bagi kita semua sebagai kaum muslim adalah SORGA. Untunglah Allah dan Rasulullah memberi umatnya berbagai cara untuk mencapai sorga. Menurut teman saya ini: Allah memberikan jalan untuk mencapai sorga hanya kepada kaum muslim. Bukan kepada orang kafir.
Wassalam
Solihin
January 10, 2008 at 4:33 pm
@solihin
wa’alaikumsalam wr.wb
wah wah kalo saran saya mending laporin pria (temen anda) itu ke polisi, karena dia sudah memaksakan kehendak, dalam Islam dan teladan Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menjalani ajaran Islam dengan membabi buta gitu.
kalo soal si ayah, mau masuk surga atau neraka hanya Allah SWT yang tahu dan berhak menentukan, bukan dia! lah dia sendiri kaya udah yakin aja bakal masuk surga? tobat nasuha aja deh. kaya gak ada perintah laen aja yang bisa dikerjain…ngotot banget…aneh saya membacanya.
maaf saya emang tidak memihak teman mas solihin karena saya kasian ma si ayah anak tersebut. kalopun saya juga kena dituding kafir, terserah deh ya…karena saya gak pernah nuduh dia kafir, saya berpendapat dia mengidap penyakit jiwa “paedophilia” dan berlindung atas nama agama untuk membenarkan tindakannya tersebut. wallahualam bishawab.
maaf jika mas solihin tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan, karena saya memilih jujur daripada pura2 mendukung. harap maklum ya?! salam dan trims atas pengertiannya
yonna
January 11, 2008 at 10:44 am
“Katanya, si ayah tidak berhak menahan sesuatu yang bukan miliknya. Semua yang ada di atas dunia ini adalah milik Allah. Pada pengadilan terakhir di akhirat nanti, si ayah akan di hukum neraka karena ragu-ragu menyerahkan anaknya kepada teman saya tsb.”
Geblek. Gw cuma mau memberi analisa logika aja sih. Seorang anak kan merupakan titipan Allah yang diberikan kepada orang tua. Jadi orang tua tentulah bertanggung jawab terhadap anaknya. Kalau kata orang tua ga boleh ya ga boleh, malah orang itu yang berdosa dengan memaksakan kehendak kepada orang tua. Ayah si gadis itu saya rasa juga perlu diberi pengarahan.
Setuju dengan Yonna kalo sebelum berpoligami seseorang harus menganalisa terlebih dahulu akibat atau efek yang akan ditimbulkan dari poligami, baik terhadap diri sendiri, terhadap orang dekat kita, maupun masyarakat yang melihat kita. Poligami yang dicontohkan Rosulullah tentu mempunyai akibat yang baik terhadap semuanya.
Achmad Arifin
January 12, 2008 at 1:18 am
Assalaamu’alaikum.
Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
Selamat membaca dan terima kasih,
Wassalam
Ramli Rais
January 12, 2008 at 2:08 am
Hanya dengan menjunjung tinggi sifat rendah hati lalu berani menyatakan bahwa Rosulullah Muhammad S.A.W adalah bukan nabi terakhir? Aneh bgt sih. Kyknya penulis itu punya masalah dengan keimanannya, barangkali ia juga punya persepsi bahwa Islam diturunkan bukan atas petunjuk oleh Tuhan yaitu Allah S.W.T, tetapi hasil dari pemikiran manusia sendiri, jadi ia dengan berani mengajukan pemikiran yang seperti itu.
Achmad Arifin
January 12, 2008 at 9:15 pm
Solihin:
YANG SERIUS ITUH?!
Buset…stuju banget sama Mbak Yonna!!
Tu orang udah gila kali ya? Maksa pula!
Pake bawa-bawa Rasul sama Allah lagi…mending kaya Datuk Maringgi deh…licik sekalian. Jahat sekalian, kaga pura-pura bener. Nggak make sense sumpah alesannya…
Udah laporin polisi aja tuh! Emang kalo dikatain kafir jadi kafir beneran? Emang dia Tuhan bisa nentuin? Cuekin aja…
Sumpah ya bikin emosi bacanya…heheh…salam boleh ga buat temen kamu? bilangin “pakde, kalo aslinya brengsek jangan sok-sok alim…”
trus sekarang gimana tuh nasib anaknya? haduuuhh…saya berdoa semoga nggak kejadian deh…
Mbak Yonna:
makasih yah linknya! wah…saya baru tau kalo ada kemungkinan Aisyah nikah umur 9 itu salah…
zahra
January 13, 2008 at 4:05 pm
oiya, sori double posting,
saya setuju juga sama achmad arifin, sampe dia dewasa ya keputusannya dipegang orang tua. Baru umur 9 tahun bisa mikir apa emangnya? Kalaupun si anak mau tetep aja nggak diitung, soalnya belum dewasa, belum bisa mengambil keputusan sebesar itu. Batasan dewasa bukan udah haid atau nggak ya…batasannya tuh mental, kemampuan berpikir.
Orang tuanya bisa liat lah kira-kira anaknya udah bisa ngambil keputusan sendiri atau belum. Tapi umur 9 tuh jelas belum bisa. Bukannya dilarang hukum juga yah? Kan ada batasan legal dan nggak. Minimal ikutin itulah…
zahra
January 13, 2008 at 4:17 pm
Assalaamu’alaikum,
@ Achmad Arifin, zahra & yonna,
Yang mana lebih penting: Hukum Allah atau hukum duniawi?
Menurut teman saya ini, hukum Allah SWT dan petunjuk Rasulullah SAW adalah untuk kita umat muslim yang menuju sorga. Sedangkan hukum diniawi adalah untuk orang kafir.
Mencontohi Rasulullah SAW adalah melaksakan sunnah yang berpahala sorga di akhirat nanti.
Teman saya ini jauh dari kebodohan, dan dia adalah muslim yang soleh. Katanya, masalah legal atau tidak, itu kan duniawi dan untuk orang kafir. Tiada Tuhan selain Allah. Menurutnya, hukum Allah adalah hukum suci dan paling penting. Dan siapa yang menentang kehendak dia, katanya, bukan muslim/muslim KTP/murtad.
Jadi saya bingung. Siapa yang benar sahabat-sahabat Achmad Arifin, zahra & yonna atau eman saya ini?
Wassalam
Solihin
January 14, 2008 at 2:47 am
Tampaknya sedang terjadi diskusi yang sangat menarik, saya sendiri merasa masih kurang ilmunya jadi tidak mau memberi banyak komentar dulu. Yang pasti, menikahi anak umur 9 tahun jelas terdengar aneh dan tidak logis di jaman yang sudah begini maju. Orang tua mana yang tega membiarkan gadis kecil dan mungilnya dinikahi oleh seorang yang sudah dewasa? I believe children have the right to play.
guebukanmonyet
January 14, 2008 at 11:47 am
@solihin
kalo soal siapa yang benar, saya gak mengklaim pendapat saya yang benar. mungkin kita emang berbeda pendapat karena pemahaman saya dengan mas solihin dan temannya mas solihin sangat berbeda. jadi maaf kalo pendapat saya dirasa mengganggu karena hanya mengungkapkan pendapat saja, btw senang bisa berdiskusi dengan anda
“Saya tidak memberi mereka neraka. saya memberi mereka kebenaran, mereka yang menganggapnya neraka” (Harry Truman)
“Even God doesn’t plan to judge a man till the end of his days. Why should you and I?” (unknown)
@Tasa
sebenernya saya juga masih awam dengan Islam, makanya saya hanya ngasih pendapat berdasarkan pemahaman logis dan nurani aja
yonna
January 14, 2008 at 11:53 am
Rasanya kita gampang sekali mengunakan kata “kafir” terhadap seseorang yg berbeda pendapat ama kita. Kalo teman anda bener2 seorang Muslim yg soleh maka dia pun akan memiliki rendah hati dan akan segan sekali untuk memanggil ayah gadis itu sebagai orang kafir, atau bilang dia akan masuk neraka karena tidak mau menyerahkan anak gadisnya itu kepada dia. Lah, bagaimana kita tau siapa yg benar atau salah disini? Apakah kita Tuhan? Kita tidak tau apa tindakan kita itu akan mendorong kita untuk memasuki Neraka ataupun Surga, maka janganlah gampang bilang orang laen akan masuk neraka ataupun surga. Kita hanya yakin bahwa jalan kita adalah benar, dan “yakin” adalah kata kuncinya. “Yakin” bukan “tau”.
Pernikahan Nabi Mohammed ama Aisyah termasuk suatu topik yg panjang lebar penjelasannya. Memang jaman2 dulu menikah di umur yg sangat muda termasuk wajar sekali, bahkan di Amerika sinipun pernah begitu. Tetapi apakah Nabi Mohammed bener2 menikahi Aisyah dan satu ranjang bersamanya di umur Aisyah yg masih muda sekali tetap suatu topik yg di debatkan. Ada analisa yg menyatakan umur Aisyah yg sebenarnya bukan 9 tahun, melaenan di atas 14. Mana analisa yg benar, siapakah yg memiliki fakta dari topik ini, rasanya hanya Allah yg tau.
Maka karena masih di perdebatkan, kenapa contoh ini yg di ambil tetapi contoh Nabi Mohammed yg sangat rendah hati di lupakan?
Sungguh sayang sekali contoh2 superficial (maksudnya contoh yg bersifat materi nyata) Nabi Mohammed PBUH (macem baju, jenggot, dan pernikahannya) kita berusahaa sekali untuk meniru tapi sifat2nya (sabarnya, rendah hatinya, dst) kita lupakan.
Apa dengan memiliki empat istri, baju khas Arab, rambut di dagu kita automatis jadi Muslim yg baek? Dan masuk Surga?
Semoga jawaban untuk dua pertanyaan itu adalah ‘tidak’ dan kita semua terus berjuang untuk meningkatkan kepercayaan kita dan meniru sifat2 Nabi bukan baju2nya saja.
Nadia
January 14, 2008 at 1:51 pm
Benar kata Nadia, pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah yg berumur 9 tahun termasuk topik yang diperdebatkan. Ada beberapa juga yang menyimpulkan bahwa usia Aisyah waktu itu bukan 9 tahun, tapi menurut berbagai pendapat dan kajian hadits adalah 12, 14, 17, atau 18 tahun. Seperti dalam tulisan berikut ini: http://alikhwan.wordpress.com/2007/04/01/mempertanyakan-rasulullaah-menikahi-aisyah-umur-6-tahun/.
Seperti juga dalam tulisan tersebut, dalam ayat Al-Qur’an Surat Annisa (4) : 5&6:
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (5)
“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. … .” (6)
Di sini dalam perkara anak yatim, muslim diharuskan menguji terlebih dahulu fisik dan intelektual seseorang apakah orang (anak) itu telah cukup dan pantas untuk menikah atau belum. Dan jika kita melihat kondisi anak yang berusia 9 tahun (sekitar kelas 4 sd), apakah anak usia ini secara fisik dan mental telah siap untuk menikah?
Memang muslim dituntut untuk meneladai Rosulullah SAW dan sunnahnya. Tetapi dalam perkara ini, masih terdapat perdebatan yang mana sebenarnya yang benar.
Itu yang pertama. Yang kedua yang manakah yang lebih baik bagi teman Anda tersebut, mencontoh sunnah Rosul dimana sumbernya masih diperdebatkan yang benar dan yang nggak (dengan menikahi anak usia 9 tahun), ataukan meneladani Rosulullah dalam tindakan yang juga merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam, yaitu dengan cara berdakwah menyampaikan nilai-nilai Islam secara baik-baik kepada orang tua yang ilmu Islamnya masih kurang tadi? Memaksakan kehendak dan berkata di depan orang tua itu bahwa ia kelak pasti akan masuk neraka adalah sama sekali bukan cara berdakwah yang baik dan benar.
Berdakwah dan menyampaikan nilai-nilai Islam itu yang lebih utama. Banyak orang Islam yang mengeklaim orang lain kafir dan berkata bahwa mereka akan masuk neraka, dan orang Islam itu sudah hanya bisa berkata seperti itu saja tanpa mau berusaha lebih lanjut berdakwah dengan cara yang baik. Orang yang seperti ini kalau boleh saya ibaratkan adalah seperti orang yang punya perahu di saat desanya kebanjiran. Ia tidak mau menolong orang lain yang tidak punya perahu. Tidak juga meminta temannya yang punya perahu untuk menolong orang tadi, malah berkata kepada temannya itu: “Mereka kan ga punya perahu (kafir), jadi biarin aja mereka tenggelam (masuk neraka)”. Orang seperti ini adalah orang yang egois, hanya mementingkan untuk cari selamat sendiri saja.
Jadi tidak memaksakan kehendak, berdakwah dengan benar, dan berkata dengan perkataan yang baik adalah lebih utama bagi teman Anda itu, mas Solihin.
Achmad Arifin
January 16, 2008 at 1:50 pm
@ Solihin : Dari kasus yang anda sampaikan saya menarik kesimpulan sbb :
1. Teman anda yang berumur 50 tahun yang hendak menikahi putri kawannya yang berumur 9 tahun belum memiliki pemahaman yang baik mengenai agama Islam, terutama masalah perkawinan. Karena dalam Islam seorang ayah adalah merupakan Wali urutan pertama bagi putrinya dan justru Ayah gadis berumur 9 tahun tersebutlah yang berhak untuk menikahkan anaknya dan juga menolak untuk menikahkan anaknya , bukan teman anda yang berusia 50 tahun tersebut.
2. Bagi si Ayah dengan menyerahkan anaknya kepada orang yang berusia 50 tahun tersebut sama sekali bukan jaminan baginya dapat masuk ke surga, begitupun sebaliknya jika dia tidak menikahkan putrinya tersebut maka sama sekali tidak menjamin kalau dia akan masuk neraka.
3. Jika teman anda hendak mengikuti hukum Allah ketimbang hukum duniawi maka HARAM baginya menikahi perempuan tanpa persetujuan Ayah dari perempuan tersebut.
saya rasa cukup ini dulu deh anda renungkan.
oky
January 23, 2008 at 4:57 pm
Gw mau sharing sesuai judul tulisan di halaman ini tentang “Islam Melarang Poligami”. Kalo menurut gw islam gak melarang poligami seperti apa judul tulisan di atas. Mengenai sejarah Fatimah anak Rasulullah SAW kalao dibaca sampai habis mungkin “guebukanmonyet” akan berpikir untuk menjadikan reference judul tulisannya.
Sedikit sharing yg gw alami. Gw tinggal di jkt dengan 1 istri dan 3 anak dan gw selama ini bersyukur bisa ngejalanin kehidupan rumah tangga selama 15 th lebih, dengan bahagia. Bukan takabur karena setiap keluarga memang akan mendapatkan cobaan2,tetapi dengan komunikasi yg baik dan niatan hanya karena Allah …gw bersyukur selalu bisa terselesaikan semua masalah dengan tanpa harus ribut dan berteriak. Semua ini bisa gw dapatkan dengan gw coba ikutin apa perintah Quran. Mendidik istri dan anak ke arah islami,memberikan nafkah yang halal dsb dengan jalan Allah.
Kerjaan gw harus keluar kota dan kadang harus 1 bulan di luar kota (surabaya). Sampai suatu ketika saat gw harus brangkat kerja ke surabaya,saat gw berpamitan dengan anak istri, seperti biasa istri mencium tangan gw dan tiba2 dia bilang supaya gw coba untuk cari istri di surabaya. Dia khawatir siapa yg akan urus gw kalo gw sendirian di surabaya. Dia merasa sedih kalo sampai suatu saat gw berzinah, dia rela ikhlaskan gw demi Allah.Saat itu juga dia gw peluk…gw rasa mau nangis,gw terharu, badan gw gemetar,karena ternyata rasa cinta dia terhadap Allah sangat besar.
Sampai saat ini karena memang kerjaan gw menuntut kesibukan yg tinggi,maka gw masih bisa bertahan untuk tidak berzinah dan gw masih monogami. Berbeda dengan kebanyakan rekan kerja gw yg memilih lebih baik “jajan” daripada cela di mata umum dengan berpoligami. Gw masih rasa takut untuk ikut seperti kebanyakan rekan kerja gw karena gw masih selalu ingat Allah. Tapi pilihan gw untuk tidak ikut seperti mereka menjadi hal yg dianggap asing untuk di zaman modern yg banyak di sukai orang sekarang,ternyata memang godaan syetan sangat makin besar di zaman modern ini yg katanya manusianya level pemikirannya jauh lebih tinggi dan berpenddikan dari pada orang zaman dulu. Tapi memang kalau kita benar maka akan menjadi tetes minyak di dalam air seember, seperti Rasulullah SAW di zamannya. Kita akan terlihat ganjil…. sepertinya Allah banyak lebih menyukai yg ganjil.
Dari data survey untuk Kab.Bogor perbandingan laki dan wanita adalah 1 banding 8 pada tahun 2000 lebih banyak wanita. Gw gak tau updatenya skarang jadi brapa? Menurut Quran nantinya pun jumlah wanita akan jauh lebih banyak dari pada lelaki. Knapa sih Allah ciptakan seperti itu? Survey yg gw lakukan sendiri dari laki2 dewasa menikah sampai yg sudah di atas 60 tahun yang gw kenal, (mohon maaf untuk pembaca wanita) diatas 85% semua pernah melakukan hubungan sex dengan wanita lain selain istri walaupun mereka mengelu-elukan monogami,ini di Indonesia..bagaimana dengan di negara barat??. Bagi yang akhirnya ketahuan istrinya tapi demi menjaga nama baik sekali lagi di mata umum banyak keputusan istri yg tetap tidak mengijinkan berpoligami tetapi lebih baik seperti istilah “yg penting balik botol” yaitu “ lu suami mau jajan di luar terserah asal jangan ketahuan”.
Inilah kenyataan dunia yang harus sama2 kita hadapi
Tidak harus mencela,mencemooh AA Gym ataupun orang lain,kita instrospeksi diri kita…apakah kita sudah benar di jalan Allah? Tidak perlu mencontoh orang lain contoh lah Rasulullah SAW dan apakah kita sudah pantas untuk dijadikan contoh.
Wassalam.
spec
January 27, 2008 at 2:14 am
Yonna: Thanks for sharing.
Nadia: Completely agree. It’s a shame for all of us including me, that we focus too much on physical attributes rather than the most important things. I believe it’s hard, but it doesn’t mean we can’t try. A good and ispiring insight.
spec: Terima kasih buat masukan dan informasinya. Saya sangat menghargai kalangan yang mendukung praktek poligami. Yang penting tidak saling mencela karena semuanya bisa didiskusikan.
Mengenai teman-teman Anda yang sering “jajan” menurut saya hal itu sedikit kurang pas untuk dijadikan alasan praktek poligami. Masa gara-gara supaya tidak selingkuh lalu cari istri baru, masa gak kasihan sama istri? Lalu bagaimana perasaan anak-anak? Anak mana sih yang seneng kalau Bapaknya kawin lagi?
Kalau mengenai jumlah perempuan lebih banyak, wah itu kurang valid. Emangnya cari jodoh mesti di Bogor? Gaul donk, cari jodoh di luar Bogor. Kan sekarang lagi trend pernikahan lain suku, bagus buat asimilasi budaya. Lagipula sampai tahun 2005 jumlah laki-laki masih lebih banyak kok dari pada perempuan, bisa dilihat datanya di sini. Minimal saat ini, alasan jumlah perempuan yang sedikit tidak bisa dijadikan alasan poligami.
Mengenai survey Anda, emang ada berapa orang yang Anda teliti? Kok mau aja tuh mereka ditanya-tanya soal hubungan seks segala. He-he.
Terima kasih sekali lagi. Semoga tidak bosan mampir di blog saya
Wassalam.
guebukanmonyet
January 27, 2008 at 8:22 am
Kayanya yang jadi istrinya si Tasa kemungkinan akan merasa nyaman karena si Tasa gak akan melakukan poligami mudah2an gak sampai berzinah juga, hehe.
oky
January 28, 2008 at 9:56 am
@ spec,
Anda bilang: “Jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Terus harus poligami karena dihalalkan oleh alQuran dan mencontohi Rasullah”.
Kenapa dangkal sekali ajarannya? Dimana nilai kemanusiaannya? Apalagi spiritualitasnya? Baik perempuan maupun laki-laki sama-sama mempunyai perasaan.
Lalu di Cina dimana jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan, harus poliandri dong?
Ini contoh nyata bahwa agama bisa membodohan manusia? Agama bisa membuat manusia untuk berulah seperti binatang.
mukmin
January 30, 2008 at 11:57 am
@mukmin : Islam sama sekali tidak mewajibkan dan juga tidak menganjurkan poligami tetapi islam juga tidak melarangnya.
Pemburu
January 30, 2008 at 4:44 pm
oky: Waduh, mudah2an bro. He-he.
guebukanmonyet
February 4, 2008 at 10:22 am
@spec: bagus kalau kita perlu mencontoh hanya Rasulullah dan tak perlu mencontoh orang. Kalau kita pegang kata2 ini, situ percaya akan otonomi individu dalam menafsirkan Quran dan hadis berarti ‘kan?
Kenapa sekarang, banyak kelompok di Islam yg mencoba memaksakan tafsirnya ke orang lain, kalau memang tafsir adalah otonomi individu? Tidakkah berarti sekularisme (negara) menjamin otonomi ini?
Pertanyaan (agak OOT) ini hanya buat renungan, jadi ngga perlu dijawab.
panji
February 4, 2008 at 4:33 pm
Dalam melihat sebuah kasus, sebelum kita menghukuminya, kita jg hrs ingat akan ushul al-khamsah. Wajib, Sunnah, Makruh, Halal & Haram. Dlm kasus poligamipun, mstinya kita begitu. Ia bs mnjadi Wajib, Sunnah, makruh, halal ataupun haram, tergantung illatnya. Kpnkah ia wajib? Ketika se2org mau memenuhi nazar misalnya. Atau ketika ia ingin menikahi janda yg saat itu mnjadi korban knflik dan jika tdk dinikahi maka wanita itu akan mnjadi murtad.
Kpankah ia mnjadi sunnah? ketika se2org ingin menolong seorg janda tua yg kesulitan mnghidupi keluarganya misalnya.
Kpnkah mnjdi halal? Ketika se2org yg ingin menikah lagi tnpa alsan apapun dan tiada dmpak apapun.
Kpnkah mnjadi Makruh? Ketika se2rg yg menikah lg hanya karena ingin senang2 sedang ia tdk bs berlaku adil.
Dan Kpan mnjadi haram? ketika se2rg mnikah lg sedang ia tdk mampu mnfkahi para isterinya, baik secara lahir maupun batin.
Mari kita lihat, se2org berpoligami itu motivasinya apa?
Nah setelah tau, barulah kita bs mnentukan hukumnya itu apa.
Jd, Islam itu elastis. “Solihun likulli zaman wa makaan…”
Oiya, sedikit buat Om Sasa, ayat yg berbunyi: “walan tashtathi’u an ta’dilu baina an-nisa walau harashtum” itu masih koma, blum titik. Maka sambungan ayatnya jg hrs dibaca. “fala tamiilu kulla al-mail fatadzaruuha kal mu’allaqah” (Maka jngnlah kamu hanya cenderung kpada salah satu (isteri) saja, hingga mnggantung yg lain).
hehehe…piss semua ya…
smoga saya nanti punya isteri satu ajah…
masih belum nih om….
Zen
February 11, 2008 at 11:33 am
Salam kenal buat semua.
Saya hanya ingin berkomentar :
Saya beristri dan bermonogami,
Saya tidak berpoligami bukan berarti saya anti poligami,
Saya tidak punya selingkuhan, istri simpanan, bahkan tidak berzinah dan tetap tidak anti poligami.
Karena saya percaya dalam poligami mengandung kebaikan.
Al-Qur’an tidak pernah melarang poligami.
Nabi tidak pernah melarang poligami.
Wallohu’alam .
mari kita buktikan di Pengadilan akherat.
Panji
February 11, 2008 at 12:43 pm
@ Panji,
Dari pada membuktikan pengadilan akherat, lebih baik buktikan diri umat muslim sebagai manusia yang tidak biadab di dunia ini.
Poligami adalah perbuatan binatang.
Inilah yang bermasalah.
mukmin
February 11, 2008 at 5:36 pm
@ mukmin,
Koreksi Boss,
Binatang tidak berpoligami jadi poligami bukan perbuatan binatang.
Karena poligami dalam islam adalah perbuatan suami / Laki – laki menikah dengan istri lebih dari satu (dalam islam dibatasi 4 istri maximal). Pernikahannya dilakukan secara sah sesuai agama, ada saksi, ada wali dan diketahui istri sebelumnya.
Sementara binatang melakukannya dengan cara :
Binatang pria bisa melakukannya dengan binatang wanita manapun, dimanapun, kapanpun tidak terbatas tanpa ikatan apapun, si binatang wanita bisa melakukan yang sama dengan binatang pria manapun, dimanapun, kapanpun tanpa ikatan apapun. Kita sebut saja polisex. Saya sebut binatang pria dan binatang wanita karena banyak manusia yang melakukan seperti itu, bebas berzinah dengan siapapun tanpa ikatan perkawinan, pelacuran merajalela itu yang disebut biadab (jahiliyah). Itu yang bermasalah.
Kita sebagai umat muslim harus bangga karena ajaran islam telah membatasi tindakan jahiliyah tersebut dengan vonis jelas HARAM dan Perbuatan KEJI. Poligami Islam adalah Poligami tapi terbatas, dengan resmi melalui perkawinan, maximal 4 istri dan apabila mampu adil.
Saya Panji Pria beristri satu tidak berpoligami, tidak selingkuh, tidak “jajan” . Tetapi tetap tidak anti Poligami Karena saya percaya dalam poligami ada kebaikan.
Panji
February 12, 2008 at 11:32 am
@ Panji,
Baik wanita maupun laki-laki adalah manusia yang mempunyai perasaan.
Islam mengajarkan poligami/istri 4, itu ajaran absurd! Aturan ini hanya bermanfaat untuk laki-laki saja karena dulu aturan ini dibuat oleh laki-laki.
Kalau poligami dihalalkan, berarti poliandri harus juga dihalalkan. Ya nggak?
Ini betul-betul absurd !
Tunjukkan diri kita sebagai manusia yang beradab. Bukan menjalankan aturan yang dibikin di jaman jahiliyah. Itu sudah tidak relevan lagi.
mukmin
February 13, 2008 at 2:38 am
Salam. hello room, gue ahmad nih dari bandung. hehe…waduh nih sory page “gue” hehe….
well, saya sih berfikir kalau seandainya laki-laki yang bisa mengempati perasaan istrinya dan dia membayangkan kalau dia berada dipihak istri yang dimadu, pasti saja dia mikir dua kali. karena bisa diduga bahwa si istri akan merasa terlukai.
saya sendiri sudah beristri. meskipun jauh darinya, tapi saya berusaha setia. wah…sebetulnya sih ini personal banget.
saya juga berfikir, kalau si istri menyimpan cintanya pada laki-laki lain, pasti hati suami cemburu banget dan itu manusiawi. jadi sebenarnya suami juga gak mau kalau dirinya di madu? betul gak.
jadi saya pikir, suami dan istri sama-sama manusia yang gak mau dimadu? tapi kenapa kok yang suami seakan tidak mau menyelami perasaan istri?
bisa saja suami mengatakan bahwa agama islam mengajarkan poligami, tapi kenapa yang ditekankan poligaminya sementara aspek keadilannya tidak ? dan benar-benar adil itu sangat sulit terwujud. jadi artinya praktek poligami memang tidak bisa dilaksanakan seadil-adilnya…
tapi saya juga punya pertanyaan, gimana jika kasusnya sang istri mandul sehingga kehidupan keluarga tidak dikaruniai anak, apakah poligami dalam hal ini alternatif atau cukup mengadopsi anak orang saja?
ahmad, TKI saudi arabia.
ahmad
February 13, 2008 at 3:12 am
@ mukmin,
Mohon maaf, koreksi lagi :
Aturan poligami (& qur’an) tidak dibuat oleh laki-laki. Tapi oleh Tuhan Manusia. (tuhan bukan laki-laki).
Nabi SAW hanya pelaksana dan penyampai aturan itu, bahkan beliau tidak dapat berbuat banyak ketika putrinya akan dipoligami, hanya bersedih dan menyampaikan perasaannya kepada Ali RA untuk memikirkan kembali niatnya. Karena beliau tahu aturan adalah aturan. Kalau Nabi SAW yang membuat aturan itu pasti beliau akan merubah aturan tersebut, betul tidak?
Panji
February 13, 2008 at 6:08 pm
Zaman jahiliyah adalah ketika wanita tidak dihargai sebagai manusia, dianggap sebagai aib hidup, wanita diperdagangkan,
Islam datang untung mengangkat harkat derajat wanita, di telapak kakinyalah surga manusia, kepadanyalah manusia harus berbakti kepada ibunya mengalahkan ayahnya, apabila laki-laki menginginkan wanita haruslah melalui pernikahan yang sakral, dibayar dengan mahar dan janji atas nama tuhan (ijab kabul). Laki-laki diwajibkan untuk melindunginya, tidak bolah bertindak kasar kepada istri, Laki-laki harus menafkahinya dan memberinya makan, pakaian dan tempat tinggal. Wanita adalah perhiasan dunia yang paling indah.
Islam adalah Rahmatan Lil alamin.
Panji
February 13, 2008 at 6:21 pm
sebenarnya simpel.. dasarnya adalah tidak menyakiti orang lain.. ( semua agama menganjurkan itu)
kenapa poligami tidak dianjurkan? karena bisa berakibat menyakiti orang lain. kenapa dianjurkan? kalau yakin tidak menyakiti orang lain, why not(asal! justn’t for fun)
mending perceraian dan kawin lagi daripada poligami?
aku rasa nggak, soalnya awal perceraian pasti menyakiti orang lain, ditambah kawin lagi brarti menyakiti 2 kali.
intinya boleh poligami asal tidak ada yang disakiti dan dan menuruti nafsu( dan itu sangat susah)
astoto
February 13, 2008 at 9:46 pm
suatu kondisi:
bayangkan jika suatu zaman seperti satu kandang ayam ada seratus betina dan satu jantan, betina yang ingin menguasai satu ekor jantan pasti sangat egois, bisa bikin hancur hatinya 99 betina yang lain.
peraturan memang sangat susah dibuat, karena harus berlaku bukan cuma zaman sekarang, tapi juga zaman dahulu, atau nanti
astoto
February 13, 2008 at 10:22 pm
@ Panji,
Anda bilang “Aturan poligami (& qur’an) tidak dibuat oleh laki-laki. Tapi oleh Tuhan Manusia. (tuhan bukan laki-laki).”.
Mmmm… Tuhan mana yang mau menyakiti sebagian dari umatnya?
Tuhan mana yang membikin aturan yang memihak gender tertentu, dalam hal ini laki-laki?
Tuhan mana yang membuat aturan yang se-absurd itu?
Itu semuanya hanya interpretasi laki-laki saat itu (jaman hahiliyah). Sayangnya, umat muslim sekarang mau mempergunakan kesempatan ini tanpa melihat kondisi yang sekarang ini dimana sikap-sikap yang demikian itu sudah tidak relevan lagi.
Walaupun anda mempercayai ajaran “Tuhan” ini, maukah anak putri anda yang berumur belasan tahun dipoligami oleh orang dewasa yang sudah berumur setengah abad?
mukmin
February 14, 2008 at 12:17 pm
@ mukmin : Kalau saya mempunyai putri yang berumur belasan tahun dan hendak ingin dipoligami oleh Pria berumur setengah abad tentu saja saya tidak mau. maka jika saya menolak dan selama saya masih hidup pernikahan tidak akan sah untuk dilangsungkan / haram untuk dilangsungkan. Apa anda seorang wanita yang hendak dipoligami oleh suami anda?
Pemburu
February 14, 2008 at 2:28 pm
Salam. saya pikir sih, al-qur’an bukanlah ayat-ayat yang kosong sejarah. disana ada sejarah kenapa ayat itu diturunkan. dengan demikian, penurunan ayat merupakan respon bagi kondisi waktu itu.
Misalnya saja sebelum datangnya islam, perbudakan itu sangat kental sekali terutama dizaman jahiliyah atau kebodohan. Islam turun justru untuk melepaskan budak-budak dari jeratan perbudakan. contohnya Bilal merupakan budak yang kemudian dimerdekakan oleh Abu Bakar. (1)
Jadi ayat-ayat tentang poligami juga dengan demikian perlu dikaji dari segi kesejarahannya. Waktu dizaman nabi dimana peperangan terjadi, banyak sekali istri-istri yang ditinggal suaminya karena mati dalam peperangan. nah, istri-istri ini kemudian membutuhkan support untuk bisa survive untuk membangun keluarganya.
disinilah terjadi ijtihad agar para istri itu mendapatkan perlindungan. maka poligami adalah salahsatu jalan keluarnya. dan itupun dilakukan dengan seadil-adilnya.
kalau kemudian sang suami yang punya istri kemudian ingin berpoligami dengan istri baru yang lebih muda dan cantik, kan motivasinya lain lagi.
pada tahap ini, memang persoalannya menjadi pelik. jadi antara idealisme dan kepentingan tertentu menjadi sangat berjarak jauh.
dan saya pikir masih banyak laki-laki yang jomblo. semestinya mereka harus diberdayakan sehingga mampu untuk menjalankan pernikahan dan bisa mandiri dalam hidupnya. sehingga perempuan-perempuan yang ada tidak dimonopoli oleh laki-laki yang berduit dan beristri banyak.
saya pikir, perempuan juga harus sadar bahwa ketika dia mau dinikahi sama laki-laki yang sudah beristri, harus tahu bahwa ada pihak yang dilukai. dan kenapa laki-laki tersebut mau menikah lagi. kalau persoalannya istri yang pertama sudah tidak berfungsi lagi, maka kalau perempuan yang mau dinikahi tersebut cerdas, pasti dia berfikir bahwa jika dia jadi dinikahi,maka laki-laki tersebut akan cenderung mau nikah lagi dan nikah lagi jika istri yang keduanya juga sudah tak berfungsi lagi….baik secara biologis maupun umur.
saya pikir sekian dulu. thanks and have a nice discussion.
(1) http://www.majelisdakwahan-nur.org/sahabat.htm
ahmad
February 14, 2008 at 4:39 pm
@ mukmin :
Oops, koreksi lagi Boss :
Kita bukan umat Tuhan,
Kita adalah hamba Tuhan, kepada-Nya lah kita mengabdi dan kepada-Nya lah kita akan kembali.
Kita adalah umat Nabi Muhammad SAW,
Seperti yang kita ikrarkan dalam syahadat kita, bahwa kita bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT, maka kepada-Nya kita menghamba.
Dan kita bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah . Maka kita menjadi umat beliau.
Dan apabila anda bertanya apakah saya mau apabila anak saya dipoligami maka jawabannya (apabila itu terserah saya), betul, saya tidak akan tega .
Walaupun anak saya rela iklas dan dia ingin dipoligami dalam koridor itu adalah ibadah dan mengabdi kepada suaminya, tetap saya tidak akan tega.
Walaupun itu Haknya untuk memilih , bukankah kita harus menghormati hak azasinya sebagai menusia?
Seperti halnya Nabi SAW ketika putrinya akan dipoligami. tetapi sekali lagi, aturan adalah aturan, untuk mendapatkan ridho Allah SWT, diperlukan pengorbanan. Ingat pengorbanan terbesar manusia telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, beliau harus menyembelih anaknya atas perintah Tuhan.
Itu semua karena Nabi Ibrahim AS percaya bahwa di dalam perintah Tuhan yang (dalam nalar kita) “absurd”, di dalamnya ada kebaikan . Konsekuensi dari kepercayaan kita dalam menghamba kepada-Nya maka kepada-Nya kita mengabdi, apapun yang Tuhan perintahkan tidak mungkin absurd.
Apabila kita mempertanyakan aturan Tuhan yang absurd?
maka saya akan mempertanyakan,
Kenapa surga di bawah telapak kaki ibu ?
dimana posisi sang ayah?
Kanapa kaum laki-laki diciptakan lebih kuat dari perempuan?
Kenapa yang hamil harus perempuan?
Kenapa harus laki-laki yang jadi Imam dalam rumah tangga?
Kenapa harus laki-laki yang wajib menafkahi istri dalam rumah tangga ?
Kenapa tidak samakan saja haknya dalam rumah tangga, atau bahkan istri saja yang harus menafkahi rumah tangga? Saya sebagai suami bisa enak-enakan di rumah maen game dan internet tidak usah kerja banting tulang ? he.. he.. Bagaimana?
Maka jawabannya adalah :
Semua diciptakan berpasang-pasangan , ada siang ada malam, ada laki-laki ada perempuan, karena di dalamnya terdapat hikmah bagi orang yang berfikir.
Panji
February 14, 2008 at 4:41 pm
Bagi saya laki-laki yang berpoligami lebih gentleman daripada suami yang beristri satu, tetapi melacur di luar, selingkuh ataupun punya istri simpanan.
Waspadai agenda zionis pembentukan opini bahwa poligami adalah perbuatan tidak beradab, karena apabila opini sudah terbentuk, saatnya untuk mendiskreditkan Nabi SAW yang berpoligami dan menghilangkan kepercayaan manusia kepada Rasul.
Selama dalam koridor untuk menemukqn hikmah dalam poligami mari kita berbagi pendapat untuk menemukan kebenaran, dengan cara saling menghargai pendapat dan persepsi masing-masing.
Terima kasih untuk Bung Tasa.
Panji
February 14, 2008 at 4:55 pm
@ Pemburu,
Ya, justru saya sependapat dengan anda.
@ Panji,
Anda bilang: “Ingat pengorbanan terbesar manusia telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, beliau harus menyembelih anaknya atas perintah Tuhan. ”
Kalau saat ini hal yang semacam itu dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, maka dia akan masuk penjara seumur hidup. Ini ajaran tuhan yang paling absurd dan barbar. Apapun alasannya. Dan ajaran tuhan yang semacam ini perlu dilarang.
Tentang pertanyaan-pertanyaan anda mengenai siang-malam, laki-perempuan, dsb. Itu terserah anda yang mempercayainya. Apakah itu semuanya ciptaan tuhan, alam, dsb. Itu terserah anda. Itu wajar-wajar saja.
Tetapi mengikuti ajaran atau aturan-aturan yang dibuat oleh laki-laki untuk menguntungkan pihak tertentu (laki-laki) serta menyakiti sebagian umat (wanita), ini adalah absurd dan tidak relevan lagi.
mukmin
February 15, 2008 at 10:35 pm
@ mukmin :
ah, anda bisa saja. Anda tahu sejarahnya kan ? yang disembelih Nabi Ibrahim AS adalah kambing (akhirnya). Apabila kejadian Nabi Ibrahim AS kejadiannya sekarang beliau tidak akan dihukum, lha wong yang disembelih kambing koq. mana mungkin tuhan membiarkan seorang manusia menyembelih anaknya ? itu baru absurd. Tuhan hanya menguji kecintaan, kesetiaan dan kehambaan manusia kepada Tuhannya. Maukah manusia berkorban akan dunia (dan segala bentuk kecintaan akan duniawi, termasuk kepada anak & suami?). Seperti sabda Alloh SWT kepada Nabi Ibrahim AS :
” Bukan anakmu yang harus kau sembelih, tapi KECINTAANMU (yang berlebihan) kepada anakmu yang harus kau sembelih”
Jangan-jangan anda bukan muslim??
Islib kah anda?
Panji
February 19, 2008 at 10:01 am
Ass. ww
Kata orang “ONE WIFE IS NOT ENOUGH but TWO WIVES ARE TOO MANY” ……..
So…..
Wass. ww
alisaid
February 19, 2008 at 10:33 am
Surah An Nissa Ayat Tiga membahas soal poligami ini. Memang di perbolehkan oleh Allah SWT, tetapi, dan ada tetapinya, kalo kita tidak bisa adil kepada salah satu (ataupun semuanya) lebih baek satu saja karena Allah SWT tidak mau kita berperilaku tidak adil kepada sang pasangan.
“If ye fear that ye shall not be able to deal justly with the orphans, Marry women of your choice, Two or three or four; but if ye fear that ye shall not be able to deal justly (with them), then only one, or (a captive) that your right hands possess, that will be more suitable, to prevent you from doing injustice.”
Surah An Nissa Ayat Satu membahas soal bagaimana kita harus berperilaku terhadap sang wanita (yg melahirkan kita):
“O mankind! reverence your Guardian-Lord, who created you from a single person, created, of like nature, His mate, and from them twain scattered (like seeds) countless men and women;- reverence Allah, through whom ye demand your mutual (rights), and (reverence) the wombs (That bore you): for Allah ever watches over you.”
Nah Allah SWT secara jelas mengajurkan kita untuk menghormati para ibu kita, para wanita2, dan berperilaku adil terhadap mereka.
Memang laki2 ada kekuatan yg lebih, diwajibkan untuk mencari nafkah, tetapi bagaimana ama seorang wanita yg telah mengandung dan melahirkan dan menjadi ibu? Justru aksi2 itu perlu kekuatan yg luar biasa, dan karena itu maka ada pepatah “Surga di Telapak Kaki Ibu”. Tanpa ibu (dan juga bapak tapi terutama ibu), kita tak akan ada. Tanpa edukasi pertama dari ibu (dan juga bapak) kita tak akan bisa maju.
Maka ngapainlah kita merendahkan kekuatan yg dimiliki perempuan atau mencemoohin pentingnya perilaku adil terhadap mereka?
Berpoligami demi suatu kebaekan, yaitu membantu seorang wanita (seperti Nabi Muhammed SAW di jamannya) memang sangat mulia. Tetapi berpoligami untuk memuaskan nafsu tanpa memikirkan pro/kontranya dan perasaan/keadilan bagi si istri, apa bener ini yg di maksud Allah SWT?
Apa juga Allah SWT ingin kita saling memerangi sampe mempertanyakan ketulusan agama lawan bicara kita? Menuduh mereka bukan Muslim? Islam Liberal?
Nabi Muhammed SAW di kisahkan sebagai seseorang yg memiliki hati yg sangat rendah, seorang yg selalu memikirkan keadilan bagi orang laen, seorang laki2 yg menikah dengan janda yg jauh lebih tua dan jauh lebih mapan lewat usahanya sendiri (alias wanita bekerja, alias statusnya lebih tinggi dari Nabi kita), dan dia pun untuk berpoligami pasti ada ragunya, maka turunlah ayat2 tersebut, tetapi ada syaratnya: harus bisa bersikap adil. Mungkin Nabi Muhammed SAW bisa bersikap adil saat itu karena pertama, dia adalah seorang Nabi, dan dua, keadaan saat itu mengharuskan dia untuk melupakan nafsu demi kebaekan komunitas (karena perang banyak wanita jadi janda, dan di saat itu, hanya lewat bersuami mereka bisa terlindungi).
Laki2 yg gentleman akan diskusi bersama sang istri sebelom mengambil keputusan apa2 dan menghargai pendapat dia, apapun pendapatnya itu. Istri kitalah yg menjadi ibu dari anak2 kita, dan seperti pepatah bilang, “Surga di telapak kaki ibu”, maka janganlah kita bertindak buruk kepada ibu dari anak2 kita.
ns
February 19, 2008 at 12:58 pm
Saya bukan muslim tapi dulu pernah ditanya semisal hukum memperbolehkan poligami apakah saya akan berpoligami? Lalu saya jawab kalau 1 saja saya ogah apalagi lebih dari 1.
CD
February 25, 2008 at 3:20 pm
Artikel ini sangat menarik tentang: Agama: Pisau Bermata Tolu. Ini linknya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1326
Selamat membaca dan terima kasih.
Agama: Pisau Bermata Tolu
February 28, 2008 at 1:10 pm
Panji & Mukmin: Terima kasih atas diskusinya yang sangat menarik. Kalau tidak keberatan tolong dilanjutkan lebih dalam asal tidak ampe berantem yah. Sukses.
alisaid: That’s a nice one, I agree.
ns: Well, I guess you know lots of things about Islam and its teaching and I salute you for that. Great job. I just completely agree with that.
CD: Gak mau nikah jadinya? Hehe.
Agama: Thanks buat link-nya.
guebukanmonyet
February 29, 2008 at 5:08 am
@ Tasa : makasih atas support-nya.
@ ns : Pertanyaan saya mengenai muslim dan islib, saya hanya ingin tahu siapa lawan bicara saya, sehingga saya mudah memahami jalan pikirannya dan memudahkan untuk menyampaikan jalan pikiran saya.
@ mukmin : Saya minta maaf dengan pertanyaan muslim & islib nya? bukan maksud untuk menyinggung atau menuduh.
Panji
March 3, 2008 at 10:35 am
Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.
Hasilnya, disamping ayat-ayat quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.
Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.
resist
March 24, 2008 at 2:10 pm
Lumayan juga tuh baca buku Agus Mustofa yang berjudul Poligami Yuuk!? Intinya, dalam menyikapi poligami kita tidak usah menanggapi dengan nuansa panas atau kemrungsung (Jawa). Dengan begitu kita mudah2an dapat proporsional dalam menelaah fenomena poligami ini juga fenomena2 yang lain dalam kehidupan kita. Kita tidak boleh lelah untuk terus belajar, mendalami, memahami, dan kemudian insyaallah mengamalkan apa yang sudah kita ketahui. Semoga kita selalu diberi kekuatan, amiiin
Anny
March 24, 2008 at 7:08 pm
@ Anny saya setuju dengan sampean. saya pernah dapat quotation berikut: “Ojo ngumunan, Ojo kemrungsung, Ojo Kagetan” (Jangan suka heran, jangan suka meradang, dan jangan suka terkejut) dalam menyikapi fenomena yang ada
hmcahyo
March 25, 2008 at 10:39 am
resist: nggak juga, kalau dicermati sudah dijelaskan peraturannya..
kalau suatu kondisi A maka harus A
kalau suatu kondisi B maka harus B
sayangnya sebagian orang pada kondisi B mau jawaban A
Al Quran adalah Al Quran, pentunjuk sepanjang zaman
kalo mau Al Quran susuai sama zaman anda, kliatanya anda harus buat Quran sendiri..
astoto
March 25, 2008 at 8:59 pm
@ astoto,
Menganggap umat selain muslim adalah kafir dalam kondisi masyarakat sekarang ini, kita perlu meninjau Qur’an.
Hadits yang melarang wanita pergi sendiri => Qur’an harus ditinjau lagi.
Memang saya setuju bahwa Quran harus ditinjau lagi.
Banyak sekali ayat-ayat yang sudah tidak relevan dan absurd.
resist
March 26, 2008 at 1:11 am
@ resist : lebih baik anda baca al-quran itu secara menyeluruh dan berurutan dari awal hingga akhir sebelum anda membuat kesimpulan. Al-quran itu bukanlah karangan manusia.
Pemburu
March 26, 2008 at 10:17 am
@ astoto,
Anda memang benar. Makanya umat manusia sedang mempelajari dan mau mengerti asal-usul kehidupan yang ada di ruang angkasa ini.
Kita melihat sudah ada kemajuan: dulu bulan dianggap suci, tapi sudah diinjak oleh orang Amerika dan Russia. Begitu juga bintang Mars yang dianggap suci. Sekarang sedang diselidiki. Orang Amerika sudah mengirimkan robot kesana.
Bulan dan bintang malah dulu dipakai untuk simbol agama tertentu. Karena orang masa lalu melihat bulan dan bintang (Mars yang paling dekat) adalah sesuatu hal yang ajaib.
Tapi sekarang kita mengetahui bahwa bulan dan bintang Mars bukan sesuatu yang ajaib lagi. Jadi lambang bintang-bulan sudah tidak relevan lagi untuk lambang suatu agama. Bulan dan bintang sudah dibikin tidak suci lagi oleh teknologi manusia.
resist
April 4, 2008 at 5:20 pm
kembali saya ingin mengingatkan..walaupun saya non muslim,saya tidak setuju jika ada penganut agama lain menjelek2kan agama islam..kepada resist,astoto,zukifli bin taha dll.sebaiknya saudara tidak asal bicara,karena anda berniat tidak baik dengan sembarangan menafsirkan alquran dan hadis..setau saya,di agama saya tidak pernah diajarkan untuk menghina atau menjelek2kan agama lain..atau agama saudara yang mengajarkan seperti itu? terima kasih
Christian
April 5, 2008 at 2:17 pm
isi blog yang menebarkan permusuhan antar umat beragama sebaiknya dihapus..
Christian
April 5, 2008 at 2:18 pm
Setuju dengan Christian. Tapi kalau dibilang isi blog menebarkan permusuhan, saya sarankan Anda membaca penuh artikel si atas. Terima kasih.
guebukanmonyet
April 5, 2008 at 2:22 pm
Assalamu’alaikum
wah..seru sekaliya, masalah poligami memang tidak ada habisnya, tapi yang jelas al’quran tidak melarang poligami dan poligami itu ada syaratnya yang harus dipenuhi kalau mereka mampu silahkan saja kalau tidak mampu ya jangan berpoligami. saya seorang muslim yang sangat percaya dengan al’quran karna Allah yang menciptakannya bukan laki-laki atau manusia manapun. dibalik semua yang Allah ciptakan ada hikmahnya dan tolong siapa saja yang belum memahami islam dengan sesungguhnya jangan asal bicara hati2 lho Allah selalu mengawasi. hari ini anda bilang tidak akan berpoligami siapa tau Allah berkehendak lain, kita harus percaya dengan takdir juga bukankah sudah dirancang dari sebelum kita lahir lagi pula hidup ini adalah sebuah ujian, hidup yang sebenarnya adalah akhirat, lagian yang salah bukan al’quran atau agamanya tapi manusianya yang selalu tidak bersyukur dengan apa yang telah dikasih oleh Allah, jangan mencerca orang lain lihat diri sendiri sudah menjadi muslim yang baik atau belum, maaf saya bukan bermaksud yang paling benar hanya mengingatkan sesama muslim untuk menyampaikan yang benar
untuk mas Tasa (wah namanya sama dengan panggilan sayang suami saya nih) artikelnya bagus2 dan salam kenal…
Ita
April 16, 2008 at 3:51 am
@Mbak Ita
hehe, kabarnya nama Tasa sendiri juga panggilan sayang dari pacarnya loch?!
Ta-Sa = Tasa Sayang
yonna
April 17, 2008 at 12:41 pm
Saya sangat setuju dengan baday.
Poligami dihalalkan dalam Islam. Kenapa orang pada repot-repot? Orang-orang yang menolak kehalalan poligami adalah orang-orang yang kafir. Mereka akan pasti tidak masuk surga. Mereka masuk neraka dengan api yang membara.
Untunglah kita lahir sebagai laki-laki muslim. Kita sudah dijamin masuk surga dengan menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Kita akan dikelilingi oleh banyak bidadari di surga.
Yang penting kita di akherat nanti. Para bidadari sedang menunggu laki-laki muslim. Wanita-wanita di dunia semuanya tidak ada nilainya. Dipoligami saja mereka. Kalau ada wanita yang berani macam-macam di ranjang, kita pukul saja mereka seperti yang disarankan oleh kitab suci Al-qur’an. Yang penting memukul wanita adalah dihalalkan oleh kitab suci Al-Qur’an.
Orang-orang yang mengeritik poligami adalah orang-orang kafir yang iri hati melihat keuntungan yang diberikan oleh Allah kepada laki-laki muslim. Itu kesalahan mereka sendiri. Mereka sakit hati melihat kita laki-laki muslim diuntungkan oleh Allah. Kenapa tidak pilih saja agama yang menguntungkan laki-laki? Wanita jangan terlalu dihargai. Wanita adalah sampah dunia. Makanya Al-Qur’an menetapkan bahwa laki-laki muslim saja yang akan dikelilingi bidadari di surga. Sedangkan wanita akan tidak mendapatkan apa-apa di surga. Itupun kalau mereka berhak masuk surga.
Inilah keunggulan kita menjadi muslim laki-laki.
Allahu Akbar !
Solihin
April 22, 2008 at 9:19 pm
Saya sangat setuju dengan Ita.
Poligami dihalalkan dalam Islam. Kenapa orang pada repot-repot? Orang-orang yang menolak kehalalan poligami adalah orang-orang yang kafir. Mereka akan pasti tidak masuk surga. Mereka masuk neraka dengan api yang membara.
Untunglah kita lahir sebagai laki-laki muslim. Kita sudah dijamin masuk surga dengan menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Kita akan dikelilingi oleh banyak bidadari di surga.
Yang penting kita di akherat nanti. Para bidadari sedang menunggu laki-laki muslim. Wanita-wanita di dunia semuanya tidak ada nilainya. Dipoligami saja mereka. Kalau ada wanita yang berani macam-macam di ranjang, kita pukul saja mereka seperti yang disarankan oleh kitab suci Al-qur’an. Yang penting memukul wanita adalah dihalalkan oleh kitab suci Al-Qur’an.
Orang-orang yang mengeritik poligami adalah orang-orang kafir yang iri hati melihat keuntungan yang diberikan oleh Allah kepada laki-laki muslim. Itu kesalahan mereka sendiri. Mereka sakit hati melihat kita laki-laki muslim diuntungkan oleh Allah. Kenapa tidak pilih saja agama yang menguntungkan laki-laki? Wanita jangan terlalu dihargai. Wanita adalah sampah dunia. Makanya Al-Qur’an menetapkan bahwa laki-laki muslim saja yang akan dikelilingi bidadari di surga. Sedangkan wanita akan tidak mendapatkan apa-apa di surga. Itupun kalau mereka berhak masuk surga.
Inilah keunggulan kita menjadi muslim laki-laki.
Allahu Akbar !
Solihin
April 22, 2008 at 9:20 pm
Wah pak solihin ngomongnya ngelantur gitu
Ita
April 23, 2008 at 1:09 am
MUSUH AGAMA ISLAM ADALAH ALQUR’AN
Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.
Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.
Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.
Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Jadi Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.
Khaled Elkal
April 24, 2008 at 3:14 pm
Assalamua’laikum semuanya Smoga Selalu mendapat bimbingan dari ALlah SWT …Amiin..
Wah mas Tasa ini kalo bikin tulisan selalu menarik, buktinya banyak yg menanggapi tuh. Salut buat mas, kang or apaan kek. Tq ya telah bikin otak sy lebih agak sehat karena terpacu untuk beri comment walau kadaang ngaco!!
Wassalam
BEDA
April 24, 2008 at 5:08 pm
Siapa yang tau APA SAJA kewajiban wanita muslim sebagai istri terhadap suaminya?
Apa saja tanggung jawab wanita sebagai istri yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhannya kelak?
(walaupun berbeda tapi sama beratnya dengan kewajiban & tanggung jawab laki laki sbg suami, ini akan menunjukkan benang merah tentang poligami)
Panji
May 9, 2008 at 1:19 pm
Siapa yg bilang jadi istri kedua enak ????
Saya menikah dg suami saya bukan karena cinta, juga bukan karena nafsu…tapi diantara sekian banyak laki-laki yang pernah kencan dg gue, cm dia yg ngajak gue married…Jujur aja, gue married karena udah capek bikin dosa mulu…setelah menikah (walaupun no. 2) sholat dan ibadah gue alhamdulillah rajiiin banget…klo soal harta, istri pertama dapat lbh banyak drpd gue…gue jadi madu karena gue rindu “ALLAH”…gue rindu sholat tanpa dosa…
Madu
May 27, 2008 at 3:25 pm
Waah…pak solichin kayaknya pernah sakit hati ama perempuan yaaaa….
jangan lupa lho, bapak juga keluar dari rahim seorang perempuan…
tapi maaf, sy cm nanya…Bapak bukan HOMO kan ???? hihi…kog benci sekali ama wanita…masak iya bapak juga nyumpahin ibu kandung…istighfar ya pak…MEMUKUL WANITA ???? Jangankan di Akherat, didunia aja ditangkap POLISI Pak, krn tms KDRT…
salam
Chantique
May 29, 2008 at 12:16 pm
[...] saya memang bukan beragam Islam.. tetapi sejauh yang saya tau dan yang saya baca dan mungkin di banyak tempat lainnya, dalam agama Islam pun poligami bukan hanya tentang [...]
Maya’s Small World — Ibrahim Ali dan pemikiran poligaminya
May 30, 2008 at 12:50 pm
@Madu : Anda menikah bukan karena cinta dan nafsu, semata-mata karena ingin ibadah kepada Allah sholat dan… tentunya berbakti pada suami tanpa mementingkan ego seorang istri dengan berbagi suami, subhanallah… semoga anda diridhoi oleh Allah dan suami. Aamiin.
Panji
May 30, 2008 at 5:38 pm
LAGI-LAGI OKNUM POLRI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN
Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.
Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.
Rustan Zali
June 3, 2008 at 7:33 pm
wah.. wah emang blog ini hebat banget, gue yang bego bisa jadi agak pinteran setelah baca, jujur ya mas, gue ini juga istri kedua, tapi gue gak setuju dengan poligami, gue mau kawin dengan dia alesanya simpel aja karena gue gak mau hidup susah,dan gue cinta dia pada waktu itu sih, dan mungkin karena gue masih muda ( 20 tahun) jadi masih bego gak ngerti banget apa sih resikonya jadi bini muda, dan tanggung2 lagi , laki gue tuh orang arab asli, umurnya sih belom tua banget, 35 tahun, tapi sekarang gue nyadar setelah gue ngejalanin kehidupan jadi bini muda, yang ada di kehidupan poligami tuh isinya cuman sakit ati, ngrentes atiku klo ngeliat suami abis mandi basah sama bininya, apalagi klo dia membiarkan gue tidur sendiri karena emang giliran semalem2, anjritt kan, bego banget kan gue tapi gimana lagi, gue bertahan karena gue ada anak, anak gue masih 2 tahun, gue belom mampu hidup mandiri klo emang gue decide ninggalin dia, emang gue sih gak alim2 banget, dalam artian gue punya pacar tapi gue sebatas temen curhat, semuanaya bilang cinta ke gue, pengen jadian ama gue, gini gitu omongannya yang manis mau menanggung semua biaya hidup gue ngelebihin apa yang gue terima sekarang, emang sih laki gue ini payah, gak mutu pokoqnya, hidup gue bisa dibilang hanya pas2 an, sementara gue kan butuh lebih, lebih banget, bukannya matre tapi emang harus begini. sekarang gue harus gimana???
laki gue cinta banget ke gue, emang sih masalah jatah tidur dia banyakan sama gue, tapi tetep aja gue gak bisa hidup model poligami, lagian wajar donk klo dia milih gue, wong alesannya kawin lagi kan karena dia gak bisa berhubungan seks dengan bininya karena merasa tidak nyaman atau sakit saat ML, istrinya gak jaman, gendut, cerewet lagi katanya…
pusinggg koq gue jadi curhat ya, abis gimana lagi daripada gondok sendirian mending cari masukan, semoga ada yang bisa memberi gue nasihat, apa masukan gitu… mending gue ninggalin laki gue, lalu hidup mandiri, buka usaha bareng pacar gue apa gue harus gimana??
lagian gue gak betah hidup sama laki gue yang terlalu banyak aturannya tentang islam, yang diyakininya bahwa poligami sah aja, gak boleh keluar tanpa dia, harus pake jilbab, gak boleh ngobrol ama cowok klo gak perlu, mandengin cowok tuh katanya haram, apalah tai kucing… muak gue sama dia, rasanya kebencian gue ke dia dah melebihi apa yang bisa gue tahan…
wassalam
ella
princess ella
July 26, 2008 at 11:58 am
Aduhh Ella…gue bisa ngebayangin gimana tersiksanya hidup elu…tetapi kalau elu bertahan terus-terusan gitu kan gak baik karena dibenak elu selalu ada dua pikiran. kalau gue jadi elu sih mumpung elu masih muda dan masih punya banyak energi untuk memulai hidup baru yg gak ada unek-unek di hati dan pikiran di kepala elu, mendingan gue mandiri deh. Tetapi kali juga elu mesti mikirin bener dan gak asal nekad. Kenapa gak elu manfaatin aja waktu yg ada sekarang ini misalnya elu ambil kursus keg misalnya kursus jahit keg, bordir keg, atau elu minta suami elu nyekolahin elu ke bidang kejuruan yg gampang cari kerja aja misalnya perhotelan, boga, dll deh yg elu juga punya minat dan bakat sehingga tidak percuma jadinya. Nah, jadi elu juga punya bekal saat elu hengkang ama dia. Toh tujuan utama elu kawin ama dia juga alasan ekonomi. Bilang aja alesan elu bahwa kalau elu punya skill dan bisa kerja tentunya juga akan membantu dia. Oh iya, juga jangan terburu2 untuk memutuskan menikah lagi dengan orang lain sebab belum tentu juga itu yang elu cari. Gituuu…tapi terserah elu ya…itukan kalau gue…he he he
Mariani
July 27, 2008 at 3:33 am
Poligami adalah aturan barbar. Akal-akalan laki-laki di Timur Tengah waktu jaman jahiliyah. Bagi orang yang pernah ke Timur Tengah baru bisa melihat budaya Arab yang sebenarnya. Kebudayaan Nusantara jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari budaya Arab yang bejat itu.
Di Eropah, seseorang yang marah dengan seorang temannya lazim berkata: “Kamu ini kerjanya seperti orang Arab saja.” Ini artinya bahwa temannya itu kerjanya jelek, tidak teratur, bodoh, lugu, dsb.
Jadi kata “Arab” itu konotasinya bodoh, lugu, tidak teratur, bego, tidak tepat waktu, semrawutan, barbar dan hal-hal yang negatif lainnya.
Sayangnya di Indonesia, kita saat ini kesurupan budaya Arab. Tidak mengherankan kenapa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi-dimensi, dalam keadaan porak-poranda.
Zulfiki Bin Taha
August 7, 2008 at 4:47 pm
Emang bener kebudayaan arab tuh bener2 edan, gak bisa dinalar dgn akal sehat, seperti contohnya : diharuskan pake cadar muka seluruh badan dari kepala sampe ujung jempol kaki sekalipun gak boleh keliatan (kayak ninja) klo pas keluar rumah ataupun ke pesta klo ada laki2 yg bukan muhrimnya padahal didlm baju ninja nya udah dandan abis2an norak kampungan bajunya udah ngelebihin inul klo manggung, trus apa gunanya dandan klo hrs tutup2an, gak boleh sign up di friendster atau blog yg memuat foto diri ceweknya aja katanya haram, sampe2 klo punya hp kamera gak boleh buat foto2an katanya takut ilang ntar fotonya diliat org katanya haram juga, gak boleh pake sepatu atau sendal hak tinggi ntar kedengaran tak-tok…tak–tok katanya ntar dlaknat malaikat setiap suara tak-tok2 apa gak edan tuh, ahh klo mau diomongin semua sampe besok juga gak selesai hahaha krn emang kegilaan otak mereka udah segunung, mau2nya ditutup2 in badannya padahal hatinya udah kegatelan dasar munafik !!!!!!!!!
Sampe2 pengen ngludahin mukanya yg penuh kemunafikan, liat aja arab2 klo dateng ke indonesia apa yg mereka perbuat klo gak kawin siri, kawin muta’ah, poligami, perzinaan, liat aja prakteknya di puncak, bogor.
Apalagi pas gue ke carrefour gue liat ada hariim arab ama lakinya ke mc.D lagi makan es cream ya gue ketawa aja sama temen gue, pengen liat gimana bisa makan es krim dengan cadar mukanya hahaha…….
aneh bin ajaib arab edan!!!!!!!
princess ella
August 8, 2008 at 5:15 pm
Ass, Apa ada kepentingan ALLAH di poligami? KECUALI ia menginginkan berkasih sayang dalam silaturahim yang wa madah wa rahmah dalam GenggamaNya, Subhanallahi !, Wass
walikuncung
August 9, 2008 at 9:39 am
Assalamu ‘alaikum wr.wb. Komentar-komentarnya tentang poligami sangat menarik. Secara general saya bagi komentar-komentar tersebut dalam tiga kelompok, yaitu 1 yang memahami Islam, 2. yang tidak memahami Islam, dan 3. so paham Islam. Kalau dalam pandangan saya, untuk memahami ayat-ayat poligami dalam Islam dibutuhakan beberapa disiplin ilmu yang mendukungnya, yaitu 1. Memahami tafsir ayat-ayat poligami dan sekaligus asbab al-nuzulnya, karena tanpa asbab al-nuzul pelaksanaan poligami akan salah kaprah. 2. Memahami hadits-hadits Nabi s.a.w. dan sekaligus asbab al-wurudnya. 3. Pahami ayat-ayat al-Qur’an maupun hadit-hadits Nabi s.a.w. secara general, bukan parsial (Munasabah al-ayat haditnya, hubungan antar ayat-ayat dalam al-Qur’an), seperti ketika mau berpoligami tolong lihat juga ayat tentang keadilan, pemeliharaan anak yatim, dan atau lainnya. 3. Melihat proses emansipasi Islam (ayat-ayat al-Qur’an, al-hadits, dan sirah nabawinya) sebagai perkembangan global, karena esensi Islam tidak pernah membedakan laki-laki dan perempuan. 4. Dalam menafsirkan al-Qur’an tidak cukup hanya memahaminya secara tekstual saja tetapi perlu juga pemahaman kontektualnya. Jadi masalah poligami bukan setuju atau tidaknya, tetapi pahamilah ayat-ayat maupun hadit-haditsnya secara baik dan benar Sebagai bahan informasi saja, sekarang saya sedang meneliti tentang poligamai, ternya darii kurang lebih 200 responden, 90% mengalami kegagalan dalam poligami, dan 10% sukses.
Ada sebuah komentar; ‘kebudayaan Jawa hancur oleh Islam”. Tolong pahami konsep Islamisasi dan Arabisasi. Saya sangat setuju dengan Islamisasi, karena ia akan mengakomodir semua kebudayaan yang ada di dunia yang sesui dengan fitrah kemanusiaan. Adapun untuk arabisasi, sebaiknya dijauhkan, karena tidak semua budaya Arab cocok untuk Indonesia. Wassalaamu ‘alaikum wr.wb.
Zia Abiyasa
August 17, 2008 at 2:34 pm
hi.saya amat tertarik dgn pendapat kalian tentang poligami….namun harus di ingat,poligami bukanlah sesuatu yang wajib dilaksanakan.oleh itu jika ada diantara kalian yg menentang poligami itu,kalian digalakkan membaca maklumat tentang poligami dalam surah an-nisa.poligami adalah satu keharusan bersyarat.
mira
August 30, 2008 at 10:40 pm
Siapa yang amalkan Poligami sesuai yang contoh nabi Muhammad, berarti amalkan
pelacuran dalam muslim. Poligami adalah pelacuran sesasama muslim.
Mr.Nunusaku
September 12, 2008 at 6:33 pm
pria harus adil dan mampu, baru poligami…logikanya pria cari nafkah…istri dirumah….sekarang istri kerja juga…terus pria mau poligami….? yang bener aja donk…agama diplintir buat kebutuhan “titit”…perempuannya juga geblek….nyari jalan pintas buat masuk surga…mau dimadu..dengan alasan hadist menyatakan akan dimasukan ke surga…ya repot…Andai Nabi ada dihadapkan kita..Beliau pasti menangis….dan tak akan pernah berpoligami kalau tahu umatnya jadi edan…Agama Islam mulia…tapi umatnya geblek…….
firman
October 4, 2008 at 5:00 am
MEreka teriak-teriak anti poligami. Tapi lokalisasi tempat para WTS tidak pernah diteriaki untuk ditutup. Karena disitulah tempat lelaki hidung belang yang sering teriak-teriak anti poligami berkumpul Bahkan Turut mengganti kata ‘WTS’ jadi ‘PSK’. Padahal disitu tempat para lelaki anti poligami yang setuju beli sate, tetap pulang ke rumah tak bawa kambingnya. Ada juga yang bilang poligami pelacuran secara muslim. Nah, yang omong gitu langsung aja ke lokalisasi.
Abdulla
October 4, 2008 at 8:57 pm
Saya ingin bertanya kepada orang-orang yang anti kepada poligami (terutama wanita), dengan berpegang pada informasi bahwa sebagai manusia kita tidak akan mungkin bisa adil dan yang mampu benar-benar adil hanyalah Allah SWT.
Apakah menurut Anda memiliki anak lebih dari satu adalah wajar walaupun ada aturan bahwa kita harus adil terhadap setiap anak yang dimiliki? Jika Anda sebagai pasangan tidak sudi dipoligami Anda bisa minta cerai. Namun, jika anak saat telah mampu berpikir mandiri dan merasa tidak ingin memiliki saudara kandung, apa yang harus dia lakukan?
Apakah jika Anda atau pasangan Anda diminta atau mencalonkan diri sendiri untuk menjadi presiden, gubernur, bupati, lurah atau sejenis nya (yang berbau-bau menjadi pemimpin) Anda akan menolak atau meminta pasangan Anda untuk menolak jabatan tersebut karena Anda tahu bahwa Anda atau pasangan Anda hanyalah manusia biasa yang pasti tidak mungkin bisa adil?
Mungkin ada baiknya untuk tidak menggunakan ayat yang menyingggung-nyinggung keadilan dalam menolak poligami saat pengejawantahan keadilan sendiri tidak dapat dilakukan secara konsisten ke bidang lainnya.
Perasaan wanita yang menjadi ‘korban’ poligami pun sering diumbar oleh orang-orang yang anti poligami dalam mencari pembenaran atas sikap mereka yang anti poligami, tapi apakah mereka pernah berpikir mengenai perasaan anak-anak yang lebih suka menjadi anak tunggal, terlebih orang tua mereka ternyata tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang? Pernahkah terpikir perasaan rakyat yang merasa ditidakadili oleh pasangan Anda atau mungkin Anda sendiri saat menjadi pemimpin?
Mengenai peristiwa Nabi Muhammad SAW tidak setuju jika anaknya dipoligami itu karena beliau tahu bahwa anaknya tidak sudi dipoligami, namun jika anaknya sudi dan bahagia dipoligami, saya yakin Nabi Muhammad SAW tidak akan meminta anaknya untuk diceraikan terlebih dahulu. Hal tersebut tidak membuat poligami jadi dilarang. Di sini intinya adalah jangan memaksakan kehendak dan menyebabkan terlukanya hati pasangan. Karena jika memang Beliau tidak setuju akan poligami, tentunya Beliau tidak akan melakukan poligami.
Mengenai asumsi bahwa laki-lagi yang berpoligami hanya untuk memuaskan nafsu syahwatnya, bagaimana Anda bisa yakin bahwa laki-laki tersebut melakukan itu hanya untuk memuaskan nafsu syahwatnya? Bagaimana jika memang niatnya baik? Untuk yang melakukan pernikahan monogami, bagaimana Anda bisa tahu bahwa pasangan Anda menikah dengan Anda bukan untuk memuaskan syahwatnya belaka? Tidak ada yang bisa tahu isi hati manusia kecuali Allah SWT. Lalu bagaimana cara menilai hati nya? Jelas tidak bisa. Yang bisa dilakukan adalah perilaku dan tanggung jawab nya terhadap pasangannya, baik yang monogami ataupun poligami, apakah telah sesuai dengan aturan Islam. Bukankah demikian? Jikalau pun memang karena nafsu syahwat, setidaknya orang tersebut telah berusaha menyalurkan nafsu syahwatnya dengan cara yang Islami, baik bagi yang bermonogami ataupun berpoligami. Yang paling baik untuk dilakukan hanyalah berpikir positif bahwa sang pasangan menikahi kita dengan niat yang baik dan cara yang baik.
Mengenai kasus Aa Gym menikahi janda muda nan cantik dan bukan janda tua di panti jompo, saya akan balik bertanya kepada Anda, jika Anda lelaki, untuk kasus monogami dulu saja, jika ada dua pilihan, yang satu wanita muda nan cantik jelita, yang satu sudah jompo dan untuk selain masalah usia dan fisik, keduanya bisa dianggap sebanding. Mana yang Anda pilih? Tepat sekali! Apa bedanya dengan cara memilih istri kedua, ketiga dan keempat? Kembali ke mantan janda muda cantik yang kini sudah jadi istri Aa Gym, mengapa setelah sekian lama menjanda ternyata Aa Gym lah yang dia pilih sebagai suaminya? Karena bisa jadi tidak ada lajang-lajang yang menurut dia cocok menjadi suaminya. Jadi lajang-lajang sekalian, dia janda muda dan cantik, lalu mengapa tidak ada yang mampu untuk mendapatkan hatinya? Ato jangan-jangan tidak ada lajang yang berminat karena para lajang lebih memilih untuk mencari wanita muda yang masih gadis? Halo? Apakah sang janda muda cantik itu harus menunggu menjadi tua dulu untuk mendapatkan sang Aa? Lalu, sambil menunggu menjadi jompo, bagaimana cara sang janda muda cantik itu memenuhi kebutuhannya akan lelaki? Apakah Anda akan menganjurkan sang janda muda cantik itu banyak-banyak berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsunya? Bukankah pilihan poligami tersebut bisa jadi jalan yang halal bagi dia untuk memenuhi kebutuhannya tersebut? Bukankah sang Aa dan sang mantan janda itu kini berada dalam hubungan yang saling menguntungkan? Lalu bagaimana mengenai perasaan istri pertama Aa Gym? Apakah ayah dari istri pertama Aa Gym itu telah dengan lantang menyatakan kepada masyarakat bahwa dia minta agar Aa Gym menceraikan dulu istri pertamanya sebelum menikahi sang janda? Tidak. Dan apakah istri pertama Aa Gym itu juga meminta Aa Gym menceraikannya? Tidak juga. Padahal dengan meminta cerai maka harta keluarga akan dibagi dua (berdasarkan hukum di indonesia, harta yang dihasilkan dalam masa pernikahan adalah milik bersama antara suami istri), sang istri pertama akan memiliki kekayaan sama dengan Aa Gym, dan bisa jadi setelah bercerai dia bisa mendapatkan suami yang lebih gagah, lebih tampan, lebih kaya dari Aa Gym. Apakah istri pertama Aa Gym menyatakan tidak setuju? Tidak juga. Jadi? Bisa jadi orang-orang yang menghujat Aa Gym karena berpoligami sedang mendzalimi Aa Gym.
Yang justru saya tidak setuju dari pernikahan Aa Gym dan istri keduanya adalah karena pernikahan itu berkesan diusahakan untuk ditutup-tutupi selama mungkin. Bertentangan dengan keyakinan saya bahwa pernikahan itu seharusnya dipublikasikan seluas mungkin, semakin banyak yang tahu, semakin cepat, semakin baik. Sehingga setiap orang tahu bahwa mereka telah menikah, mengharapkan bahwa masyarakat ikut mendoakan ikatan tersebut dan tidak ada yang berusaha mengganggu hubungan mereka.
Bagi orang-orang yang beranggapan bahwa poligami menyakiti perasaan sang wanita, dan meminta sang laki-laki untuk memikirkan perasaan sang wanita, lalu bagaimana dengan perasaan lelaki yang merasa mampu dan terpanggil untuk melakukan poligami? Apakah perasaan laki-laki tidak ada artinya. Lalu bagaimana dengan perasaan wanita yang rela jadi istri kedua dan sudah merasa sangat cocok dengan sang lelaki? Tak usah dipedulikan? Apakah perasaan sang istri yang paling penting di dunia ini peduli setan dengan perasaan orang lain? Bagaimana jika misalnya sang calon istri kedua itu adalah ibu Anda, yang saat itu harus sendirian menghidupi anak-anaknya seorang diri, yang telah jatuh hati kepada sang lelaki, yang dia anggap bisa memenuhi kebutuhannya akan lelaki, menjadi kepala rumah tangga yang baik dan sekaligus juga bisa menjamin kehidupan dan menjadi pelindung bagi anak-anaknya? Apakah perasaan ibu Anda kalah penting dibandingkan perasaan istri dari laki-laki itu yang tidak ingin berbagi suami walaupun secara aturan agama diperbolehkan?
Saya seorang laki-laki yang yakin bahwa poligami itu haram, makruh, halal ataupun wajib tergantung situasi dan kondisi saat poligami tersebut akan dilaksanakan. Namun, per saat ini tidak berminat berpoligami dan semoga saja tidak tercipta situasi di mana saya harus melakukan poligami. Amin.
DeZiGH
October 10, 2008 at 3:54 pm
poligami lagi poligami lagi poligami lagi….
gak ada yang lain pa…
wanita jual aurat, laki2 mata keranjang, kesyirikan, bid’ah, khurofat, tahayul, SUM’AH, gimana… ato jgn2 ga tau artinya.. kita lebih pinter ngomporin orang drpd tau kbuthn kt utk berilmu.
saya hanya berharap bahwa kesombongan (menolak kebenaran dan merendahkan manusia) yang mungkin menjangkiti saya dan pembaca komentar saya, bisa hancur dengan pertolongan Allah.
Ttg poligami… sy laki2 tulen, ngebet mau poligami, MENSYARATKAN wanita yang mau sama saya untuk mau dimadu (ada lho yang mau..bkn cm 1 ), setuju poligami, … tapi…tapi..tapi..
Sptnya sgt lucu jika sy mmksa org spy 1faham dgn sy, mmksa smua wnt utk mw dimadu, mmksa sma org utk bs mmhami sy, bgtu juga akn sgt tdk etis jk sy dipaksa utk mau menerima ats hal yg sm.
SY yakin, sebaik apapun cara berdakwah…ttp sj ada orang2 yang Allah Tutup hatinya dr kebenaran (buat mas DeZigh…Allah Yubaarik fiik)
Skali lg…sy bdoa smoga kita ditolong Allah dr kesalahan memahami hukum2Nya. Agar kt tdk berbicara smau hawa nafsu kita (baik org2 spt sy, mwpn yg antipoligami)
Yang Saya Tau, org islam Indonesia -sy jg- umumnya mmhmi trjemahan Al Qur’an (bkn Al Qur’an), yg sdkt bnyk tlh trdistorsi MAKNA Zhahirnya. Tp hsl penelitian jg sulit sy akui, krn prasaan sy menolak ktka ada hsl penelitian yg hasil generalisirnya 100% mahasiswi Jogja tdk perawan. Weleh2…kshn tmn2 mhswi yg msh brthn dong..dianggap sm dgn yg ln
Ttg islamisasi vs arabisasi, (sy prnh bc history of god, karen armstrong) … yaah kenyataannya ada ayat alyauma akmalatu lakum diinakum wa atmamtu …. so …
kt harus terima konskwensi bg kita dr slh 1 nama Allah yaitu Al ‘Aliim. Masa mslh plgmi tdk dkehaui hakikatnya oleh Al ‘Aliim. Mknya…sk g sk, kt hrs patuh dgn ketetapan Allah.
Oiya…utk mas tasa the “free man”, kbrtan gk kl bsumpah bhw Anda laki2…
buat yg jd istri muslimah yang dimadu, (madu–ella)…yaah niat..niat..niat… sy doakan mudah2an diakhirat nanti Anda smua bs masuk surga, dan dimadu tnp rasa skt hati. Jk kita menderita didunia, bisa jd krn Allah Sayang sm kt dan bKhendak Membersihkan kita dari dosa2 YG SUDAH BANYK kt lakukn.
Yg trakhir… mudah2an Allah memudahkan kita dalam pelaksaan syariatNya, baik yg dianggp kecil atopn besar. Dan tidak membiarkn kt mrasa tau smua, ttg diri sndri mwpn or lain, shgga kita ttp sholat dan mngucap ihdinashshirootholmustaqiim. Kalo blm msk islam, sy doakan agar Allah mpertemukan Anda dgn seseorang yg akan mmbuat Anda mrasa brslh krn slh mnilai Islam, orang islam, arabisasi, dll.
Sori kalo ada yang trbakar hatinya baca tulisan ini.
Wallahu a’lamu bishshowab
pengusaha baik hati
October 25, 2008 at 1:13 am
maksudnya diketahui
…”Ttg islamisasi vs arabisasi, (sy prnh bc history of god, karen armstrong) … yaah kenyataannya ada ayat alyauma akmalatu lakum diinakum wa atmamtu …. so …
kt harus terima konskwensi bg kita dr slh 1 nama Allah yaitu Al ‘Aliim. Masa mslh plgmi tdk DKEHAUI hakikatnya oleh Al ‘Aliim. Mknya…sk g sk, kt hrs patuh dgn ketetapan Allah.”
pengusaha baik hati
October 25, 2008 at 1:17 am
Dalam Islam, masalah poligami menganjurkan tidak, melarang tidak. Terserah si manusianya. Yang pasti, orang yang melakukan poligami mempunyai tanggung jawab kehadirat Tuhan, Allah SWT lebih berat dari pada orang yang tidak berpoligami. Jadi kalau kita tidak berpoligami, untuk apa kita sewot dan ribut!
Elfizon Anwar
November 7, 2008 at 3:58 pm
kalo mau poligami, silahkan..toh itu syah2 aja
muhammadzaidan
November 11, 2008 at 1:13 pm
klo ukhti mo bilang no poligami sedangkan islam membolehkan, otomatis ukhti mau merubah aturan yang sudah di tetapkan klo ukhti masih mengaku islam muhasabah diri. jangan terbawa nafsu, toh klo mang mau silahkan klo gak ya gak pa2 tapi itu sudah ada contoh nya. Klo ukhti gak mau ya udah to tapi jangan sampe ngubah2 aturan yg telah di tetapkan, allah ma nabi lebih tau apa yg dibutuhkan hambanya.
abu_darojatin
November 12, 2008 at 12:41 am
wahai kaum wanita,…pernahkah engkau mendengar ayat atau hadist yg menjelaskan bahwa wanita nanti akan di beri pria tampan di surga?
sedangkan kaum pria dengan jelas di katakan, akan di janjikan 2 istri di surga,…
bagaimana apabila kalian kaum wanita/istri ternyata hanya akan menjadi pelayan para suami di surga juga di temani oleh bidadari cantik,…
di dunia saja kalian sudah tidak sanggup, tentunya kalian tidak mau untuk masuk surga setelah tahu kalau di surga anda akan di poligami oleh suami anda atas ijin Allah,…
cobalah pandang semua ini sebagai ujian atau cobaan atas apa yg akan engkau dapat di surga nanti,..
masalah adil atau tidaknya suami, saya kira apabila kalian semua ikhlas, para suami pun akan adil,..
karena selama ini yg menyebabkan para peng poligami tidak adil adalah karena kalian kaum wanita sendiri penyebabnya,..
Contoh kasus, suami mau menggilir suami muda, tapi anda melarangnya, dengan alasan macam, jadi suami tidak bersikap adil kepada istri muda
gue gitu loh,...
December 4, 2008 at 1:07 pm
Eh ada website baru loh yg ngebahas poligami, klik PoligamiIndonesia.Com, isinya artikel-artikel poligami yang ditulis oleh para pelaku dan para jurnalis (pengamat) poligami.
CMIIW.
Hasrul Ma'ruf
December 13, 2008 at 10:36 am
Sebuah cerita tentang poligami :
Ahmad tinggal di kota. Ahmad tidak pernah melihat TV, atau membaca koran. Dia selalu melihat sungai di kotanya sangat kotor, penuh sampah dan menjadi sumber penyakit.
Suatu hari ia bertemu seorang pengelana dari desa, Wawan namanya. Wawan bercerita bahwa sungai di desanya sangat bersih, dapat dipakai mandi, berenang dan bahkan airnya dapat langsung diminum.
Tak diduga, Ahmad marah. Ia menganggap konsepsi Wawan tentang sungai hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin sungai bisa dipakai mandi, apalagi diminum airnya?
Konsepsi Wawan tentang sungai menantang konsepsi Ahmad tentang sungai. Akhirnya, Ahmad bahkan memperjuangkan agar ide sungai bersih dari Wawan dinyatakan sebagai paham terlarang oleh pemerintah.
Begitulah kita. Kita selalu dibombardir dengan berita-berita negatif tentang poligami, sehingga kemungkinan rumah tangga poligamis dapat menjadi rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah hilang sama sekali dari ruang pemikiran kita.
Begitulah kita, ummat yang hidup dalam jangka waktu yang sangat jauh dengan Rasulullah SAW. Zaman semakin berubah, kehidupan kita semakin jauh dari praktek penegakan Islam di masa Rasulullah SAW, namun kita ‘mengadili’ nilai-nilai Islam dengan standar zaman kita, yang -sayangnya- sangat didominasi nilai-nilai Barat, yang sebenarnya, hingga 1 abad yang lalu masih mengakui praktek poligami.
Saya yakin, akan tiba masanya dimana nanti poligami akan menjadi hal yang lumrah dan diterima sebagai fakta oleh ummat manusia. Pada saat itu, dunia akan mengakui fleksibilitas Islam, yang tidak menolak poligami, namun mengaturnya.
Dari Abu Musa r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya nanti akan datang suatu masa, di mana seseorang berkeliling membawa emas untuk bersedekah, lalu tidak ada seorangpun yang menerimanya. Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).
Dian
December 23, 2008 at 3:41 pm
wanita = WANI ditaTA (Java: berani diatur)
woman = WOrry to be a MAN
feminis = become lesbian
perempuan hanya punya dua pilihan menjadi wanita atau feminis. sampai mati dia akan berhadapan pada dua pilihan tadi…. kecuali jika memilih feminis!
what is feminism?
feminism is “self destructive program for human population”
Human race on Earth. The last human race?…
hmm… I don’t care
ufo1111
December 26, 2008 at 3:55 pm
makasih udah nglink aQiu…
sebenarnya….tidak ada yang salah jika orang punya pendapat, karena kemampuan berpendapat memang diberikan Allah kepada kita.
Kita tunggu aja -tentang poligami ini- …toh kabar kenabian gak mungkin salah.
Keep the spirit….and be wise to other opinions
mashaw
December 29, 2008 at 12:06 am
ciri orang amrik…kpn2 mw coba tulis ttg “kkshQ” yg 1 ini aah
mashaw
December 30, 2008 at 12:39 am
Ass.. nama saya johan kami adalah korban poligami orang tua kami.
Tapi maaf bukan saya tidak setuju dengan pendapat anti poligami , yang saya rasakan adalah justru kedamaian dalam keluarga kami terjadi saat abah melakukan poligami dengan seorang wanita yang usianya sama dengan usia saya waktu itu (25 th ).
jadi mungkin anda yang anti poligami benar dengan opini anda ,begitu juga dengan pelaku poligami mungkin juga benar pendapatnya , yg notebene memang di perbolehkan oleh agam kami.Jadi menurut hemat saya semua sama benar nya tergantung dari mana kita melihat itu.
Karna kelurga kami sampai saat ini akur akur aja begitupula kami dengan adik adik tiri kami .
Bahkan umi kami sering kondangan (kt orang betawi utk menghadiri pernikahan orang )bersama dengan abah
dan madunya .Itu semua karna umi ihlas dan ridho lilahi taala kata beliau .
So jadi kenapa kita semua harus ribut soal Poligami saya rasa selama pelakunya ridho lilahi taala insya alloh akan mendatangkan rahmat bagi keluarga .
Oh ya dalam soal ekonomi umi kami juga tidak menggantungkan pendapatan dari Abah karna umi punya restoran padang dan sedikit kontrakan dan itu berjalan saat beliau masih perawan karna warisan dari kakek kami.
oke ikwan dan akhwat komentar atau ocehan saya yang tidak bermanfaat ini.
Mohon maaf bila ada salah kata.
sekali lagi kuncinya adalah ridho dan keihklasan anda semua .
insyaalloh tidak akan ada pro kontra POLIGAMI
Ahmad
December 31, 2008 at 3:49 pm
Buat Sdr/i Dian…
aku tertarik dengan hadis yg Anda sampaikan sbb:
“… Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).”
Ak pernah baca tentang penelitian di Amerika bahwa seorang pria dengan kadar stress tinggi akan menghasilkan sperma betina lebih banyak dari pada sperma jantan.
Sampel diambil dari pria yang berprofesi sebagi pilot tempur dan pedagang. Ternyata pria yang berprofesi pilot tempur spermanya lebih banyak sperma betina.
kesimpulan dari penelitian tadi adalah, “peluang jenis kelamin bayi berbanding lurus dengan mayoritas jenis kelamin spermanya.”
Kalau aku perhatikan 5 tahun belakangan lebih banyak pria-pria yang STRESS.
artinya…..
JADIIIII….
01001101010000010100110001000101 00111100
010001100100010101001101010000010100110001000101
Pendukung Polyginy
January 3, 2009 at 1:31 am
Ak memang bukan dokter kandungan. tapi ini hanya logika
pria => sperma + sel telur <= wanita
| |
V |
|
otak & sum2 V
daging & tulang
|| ||
|| ||
|| ||
120 days
+
soul (+”AI”)
||
||
H U M A N
daaagg
Pendukung Polyginy
January 3, 2009 at 2:38 am
gue ga setuju banget akan komentar2 tentang islam, dan menganggap islam itu buruk.
kalau mau tau tentang islam pelajari dulu islam, nanti kalia semua baru tau apa itu islam dan seadil apa yang namanya islam.
pelaku-pelaku kejahatan yang mengatas namakan islam atau sunah nabi itu hanya dijadikan alasan2 saja untuk menjelekkan islam.
orang melakukan poligami mengatas namakan agama berarti mereka belum benar2 mengerti tentang hukum2 islam.
hukum2 islam myang menurut mereka menguntungkan bagi sendiri, oleh mereka dijadikan alasa untuk berbuat maksiat dengan alasan agama.
dalam hukum poligami dengan alasan agama itu hanya alasan untuk memiliki lebih satu istri dan mengikuti sunah nabi.
padahal mereka tidak mengerti kenapa nabi muhammad.saw melakukan poligami dan tidak menerti sejarahnya kenapa bisa terjadi poligami.
merreka hanya beralasan sunah nabi, itu salah besar.
poligami yang dilakukan masyarakat kita sekarang ini bukan sunah nabi tapi hanya nafsu belaka ingin punya istri lebih dari satu.
poligami akan menjadi akan menjadi sunah nabi bahkan wajib dengan alasan2 tertentu yang bisa diterima.
dalam hukum pernikahan islam terbagi 4
1. sunah, jika alasan kita menikah seperti alasan yang digunakan nabi untuk menikah.
2. wajib, jika kita sudah mampu secara fisik dan materi kita diwajibkan untuk segera nikah
3. haram, dengan beberapa syarat yang cukup panjang.
4. makruh, jika kita ingin menikah walau belum siap secara fisik dan materi.
kalau anda mengerti hukum poligami yang sebenar-benarnya itu merupakan hukum yang adil.
tapi untuk jaman sekarang yang manusia maunya hanya untungnya saja, ya agama dijadikan alasan untuk kesenangan.
kalau beralasal sunahnabi kenapa shalat, puasa, ibadah2 lain yang nerupaka sunah nabi tidak dijalankan melainkan hanya poligaminya saja yang diambil karena dianggap menguntungkan.
anda boleh membandingkan hukum2 pernikaha islam dengan agama lain.
tapi ingat anda harus mengetahui hukum islam dari orang yang benar2 mengerti islam bukan sekedar orang islam.
peringatan !!!
hai parap pelaku poligami janganlah agama kalian jadikan alasan untuk pemuas nafsu belaka karena itu akan menghancurkanislam dan diri sendiri.
ingat diakhirat nanti anda akan diminta pertanggung jawaban atas poligami yang telah anda lakukan.
wahyulie
January 11, 2009 at 8:40 am
Wah..wah..Allahu Akbar!!,
gw cma kasih saran aja (skalian nanya..,hehe^^,)emang m0nyet bsa poligami ya(yg gw tw monyet gak nikah,jd bkn poligami alias kawin liar)? Gw bingung kok ada yg mempertegas dirinya GUEBUKAN MONYET..!? Secara psikologi ada yg kasih gelar MONYET bgi yg Berpoligami..!? Meskipun cm iseng(eh gak tau deng alesanya)klo anda muslim sebaiknya ganti nickname anda..s0ri lho..cma saran!
Akhukum fillah
January 20, 2009 at 9:59 am
poligami dibawah umur itu benar nafsu bejat, poligami dengan kondisi tersebut si calon istri masih belum bisa berpikir dewasa dan sangat menjerat sekali.contah dikatankan menjerat, calon istri dibawah umur belum mengerti apa soal pernikahan dalam arti luas. perkawinan usia muda sering terjadi pada usia 10 – 12 tahun.si calon istri untuk di poligami telah di ikat perkawinan walaupun menunggu waktu umur yang dewasa untuk melakukan persetubuhan tapi sangat merugikan si perempuan karna dia sebagai aset si poligami. poligami tidak jauh dari hasrat seks…. benar ga!!!!
hafiz
January 29, 2009 at 11:43 am
Kalau kita sebagai suami2 ingin rumah tangganya harmonis lebih baik jangan lakukan Poligami, itu bagi yg setuju, tapi kalau yg gak setuju ya silahkan berpoligami, kan dalam agama (Islam) diperbolehkan, waluapun saya yakin para istri2 menjerit hatinya, tapi kan kalau udah masuk ke hal agama (apalagi Islam) tidak ada yg boleh membantah, sepahit apapun ya harus diterima, tul nggak?????????????????????
HARIYANTO
February 2, 2009 at 1:13 pm
Hariyanto : “(apalagi Islam) tidak ada yg boleh membantah” dalam hal2 penafsiran boleh2 saja berargumen. Dalam hal2 yg sudah jelas tentu tidak perlu dibantah – bukan hanya di Islam di agama apapun banyak yg boleh diperdebatkan dan banyak yg sudah tidak perlu diperdebatkan. Banyak orang yg lebih pintar dari kita toh beragama Islam juga, apa kamu pikir mereka orang2 bodoh?
“Sepahit apapun” pahit bagi siapa? bagi orang yg tidak beriman kepada Islam ya, tetapi bagi kami orang Muslim tidak ada yg pahit dalam mengikuti perintah Allah tetapi rasa senang dan bahagia. Bagi kalian yg non-muslim pasti berpendapat bahwa para wanita Muslimah itu sangat malang nasibnya karena bisa dipoligami dan dipaksa menutup tubuh dengan baju Jilbab, nggak bisa lagi tampil sexy. Tapi kalo kamu ingin fakta sebenarnya tanya saja sama muslimah berjilbab itu apa mereka merasa terpaksa/tertindas harus pakai Jilbab.
Gandhung
February 11, 2009 at 2:13 pm
itu menurut islam dilarang polygami kalo kamu takut tidak adil. sedangkan banyak di al-q bilang keadilan itu hanya milik ALLAH. terus gimana donk? berarti ga bisa polygami donk? wtf. wokoko woi sadar!!!! sebenernya polygami itu tidak boleh, karena manusia tidak akan pernah bisa memberi keadilan! KEADILAN HANYA MILIK SWT! SADAR JD ORG MAKANYA BELAJAR DONK!
WTF
March 12, 2009 at 12:49 am
dear penulis,
Mas ato mba, please explain satu ayat yg menyebutkan kata HARAM utk POLIGAMI seperti HARAM UTK BABI, MINUMAN KERAS, RIBA, ZINA, MENCURI dll, ….karena menurut saya TIDAK BOLEH sama dengan HARAM..Allah maha mengetahui hal2 yg tidak manusia ketahui….
Yayang
March 28, 2009 at 1:15 am
POLIGAME istilah baru nih…! maksudnya apa dan bedanya apa atau mungkin alternatif aktifitas hub laki dan perempuan?.
Poligami yang “No” itu, Poligami itu Kawin lebih dari satu . APABILA DILAKSANAKAN menurut ajaran Islam tentang syarat-syarat pernikahan maka itu SAH, dilindungi UUD 45 karena UUD 45 adalah kristalisasi (titik temu dan tidak bertabrakan) semua UU yang adaberlaku diIndonesia.Dan DIRIDHOI oleh Alloh S W T.
Amad
April 22, 2009 at 10:55 am
kl aku sih<seandainya suamiku minta ijin poligami aku pasti ijinkan.aku sayang suamiku dan aku yakin dia pasti punya kelebihan dari kekurangan yang aku miliki.dan aku merindukan surga yang dijanjikan Allah SWT .
deje
May 4, 2009 at 10:22 pm
Coba buat para pria yg blm menikah, praketkan ini :
Tanyakan pada pacar mu atau calon istri mu , jika kamu akan berpoligami bagaimana tanggapan mereka ?
hehehe coba deh
Didin
May 14, 2009 at 11:24 am
kasian org2 yg gak paham islam. akhir jaman nie sadar. islam itu begitu bijaksana. poligami itu hakiki…
aq pro poligami karna aq tau makna dan maksud dari poligami, sungguh kasihan org yg hnya mengikuti nafsu
vee
May 19, 2009 at 3:44 pm
vee penganut poligami. vee ikhlas lillahi ta`ala untuk dipoligami. vee skarang akan disunting dan jadi istri kedua. vee seneng karna ini adalh niat saya untuk ibadah. untuk agamaku. org2 pasti mencibir aq tp ini keputusanq walau ditentang seluruh keluargaq…
bwt muslim atu muslimah….jgn mengharamkan apa yang telah Allah halalkan. ingat akhir jaman!!!!!
vee
May 19, 2009 at 3:48 pm
kita kebiri orang berpoligami rame-rame yuuuu….
dewi
May 22, 2009 at 2:22 am
setinggi apa c elmu lo vi…coba kalo lo jadi istri pertama, gw yakin lo juga bakalan sakit..bagi gw lo cuma merebut swami orang..g tahu malu luh
dewi
May 22, 2009 at 2:32 am
bagi gw, lo yang g paham islam..agama lo setengah-setengah. lo cuma mencari pembenaran atas kelakuan lo yang merebut swami orang..mudah-mudahan lo dapat pelajaran atas kelakuan lo
dewi
May 22, 2009 at 2:34 am
pada zaman jahiliyah..laki-laki beristrikan puluhan,datang islam maka dibatasi sampai empat,jadi ayat yang turun boleh beristri sampai empat iru dimaksudkan untuk memperkecil bukan memperbanyak!!
dewi
May 22, 2009 at 2:36 am
poligami itu suatu bentuk kedzaliman, rumah tangga hancur gara-gara poligami, itu kenyataan yang ada. mudah-mudahan orang yang membenarkan poligami dihukum oleh Allah, demikian juga cewek-cewek perebut swami orang
dewi
May 22, 2009 at 2:38 am
ketika fatimah, putri tercinta Rasul SAW mengadu pada Rasul SAW bahwa Ali RA akan menikah lagi dengan putri bangsawan. Maka turun ayat yang menjelaskan bahwa jika tidak bisa berlaku adil maka cukup satu saja.Seorang
Ali aza beristrikan satu. Nah..cowok yang ingin berpoligami sekarang???jangan gila donk!!!!
dewi
May 22, 2009 at 2:44 am
vee..lo mo di poligami itu terserah lo..ta akibatnya rasa sakit yang diderita istri pertama juga jadi tanggungan akherat lo!itu urusan lo,gw cm pesen jangan so memahami agama!!!dan bilang kasian orang yang tidak memahami agama!yang kasian itu lo, yang g paham itu lo!!!
dewi
May 22, 2009 at 2:47 am
to dewi:
lu ngutip hadis semau lu aja;
… fatimah, putri tercinta Rasul SAW mengadu pada Rasul SAW bahwa Ali RA akan menikah lagi dengan putri…
Itu hadisnya panjang, setelah mendengar Rasulullah seolah menentang Ali utk memadu anaknya Fatimah, Ali kemudian heran dgn sikap Rasullullah. keheranan itu ditanggapi Rasulullah bahwasanya beliau tidak menentang polyginy yg akan dilakukan Ali tapi karena yg akan diperistri itu adalah anak musuh beliau. jadi Rasulullah setuju saja jika anaknya Fatimah dimadu asal bukan dengan anak musuh beliau. begitu wi.
=============
Lu bilang:
kita kebiri orang berpoligami rame-rame yuuuu……
hmm, feminisme lu mulai parah.
intermezo dikit, apa lu sekarang dah mulai suka ama cewek yang bodynya seksi? ha… ha… ha…
soalnya ak dah liat kalau feminist itu dalam perjalanan hidupnya berakhir menjadi lesbian
sorry, bukan nakutin nih, tapi saya pikir semacam mutasi hormon kira2 gitu.
Pendukung polyginy
May 30, 2009 at 7:39 pm
to: Pendukung polyginy
Hak semua orang untuk memahami suatu hadist dari sudut mana pun, kalo itu menurut pendapat lo terserah, n lo g bisa donk memaksakan pendapat lo ke gw!lagipula gw g ngutip hadist seluruhnya ko, yang gw omongin cuma intinya dari suatu hadist yang pernah gw denger n gw tangkap.
Yang pasti, ngaji rasa aza x y lo, kalo lo yang mengalami hal demikian gimana perasaan lo. siapapun lo cewek ato cowok, kalo hal ini nimpa lo gw jamin lo juga bakalan mewek, dengan syarat lo yang diduain ye!!!!Trus kenapa turun ayat tentang apabila tidak bisa berlaku adil maka cukup satu saja.Jawab okay..
dewi
June 14, 2009 at 8:26 pm
to: pendukung polyginy
Lesbian???gubraggg!!Lesbian we olangan!!!wahai pendukung polyginy..tidak semua wanita seperti itu!masih ada iman dihati kami..kami tidak cengeng hanya karena derita cinta sepanjang masa…
dewi
June 14, 2009 at 8:34 pm
@dewi:
masih ada iman dihati kami..
kita kebiri orang berpoligami rame-rame yuuuu…
setinggi apa c elmu lo vi…lo cuma merebut swami orang..g tahu malu luh…
lo yang g paham islam..agama lo setengah-setengah. lo cuma mencari pembenaran atas kelakuan lo yang merebut swami orang..
ketika fatimah, putri tercinta Rasul SAW mengadu pada Rasul SAW bahwa Ali RA akan menikah lagi dengan putri bangsawan. Maka turun ayat yang menjelaskan bahwa jika tidak bisa berlaku adil maka cukup satu saja.Seorang
Ali aza beristrikan satu. Nah..cowok yang ingin berpoligami sekarang???jangan gila donk!!!!
Hak semua orang untuk memahami suatu hadist dari sudut mana pun…gw g ngutip hadist seluruhnya ko, yang gw omongin cuma intinya dari suatu hadist yang pernah gw denger n gw tangkap.
************
yang begini merasa beriman?
La hawla wa la quwata ila billah…
Jasmine
June 15, 2009 at 2:44 am
to:jasmine
Orang lagi emosi bisa aza kan ngomong apa aza!cuma lo baca g seh gw ngasih comment ke siapa!!Laen kali baca yang bener okeh!Untuk menjadi seorang lesbian,g mungkinlah,kita-kita masih punya iman lah!!kesana maksudnya dodol!
dewi
June 16, 2009 at 7:17 am
@dewi:
As I wrote in my previous comment. Your language shows very clearly that you are lacking of both knowledge and maner. No human with iman (or faith in any religion) would say those things in such words.
Anyway, it’s useless to speak good words to a person like you. La halwa wa la quwwata ila billah. May Allah (or God – if you were not a muslim) give you hidayah and guide you into his correct path. Amin.
Jasmine
June 16, 2009 at 12:45 pm
Islam merupakan Rahmatan Lil ‘alamin
adakah kitab-kitab suci agama lain yang menyebutkan agamanya sebagai rahmat untuk seluruh alam?? saya belum menemukan ini. jadi mempelajari Al-Qur’an tidak hanya pada ayat yang menebarkan permusuhan, tapi harus dilihat siapa yang dimusuhi dalam Al-Qur’an karena itu sudah terbukti.
santoso
June 16, 2009 at 7:09 pm
to jasmine
Whatever u think about me..u say I’m lacking of both knowledge and maner person?!So..what about u? u mean..u are the perfect person who know everything about islam?!I’m a muslimah!I just..from brokenhome family..becoz of poligami!!
dewi
June 16, 2009 at 10:55 pm
to: Jasmine
u always says “LaLa halwa wa la quwwata ila billah”, very good muslimah..u juga ahli dalam menilai keimanan seseorang and menjatohkan orang y..
“yang begini merasa beriman?”
Kalo niat u dakwah, kata-kata u pasti ga akan membuat orang bertambah emosi!!
dewi
June 16, 2009 at 11:10 pm
@Dewi: May Allah heal your wound, take off all your pain and give you better than what you had experienced before. Amin.
Jasmine
June 17, 2009 at 2:06 pm
To: Jasmine
Thanks jasmine..
dewi
June 20, 2009 at 11:41 pm
jasmine:
“masih ada iman dihati kami..===> kita kebiri orang berpoligami rame-rame yuuuu……”
“”…lo yang g paham islam..agama lo setengah-setengah”
….
Rasulullah SAW: “bukan golonganku siapa yang tidak mau menikah”
penis dikebiri..? nikahnya pake surat aja kali ya.
==============
dewi:
“==Hak semua orang== untuk memahami suatu hadist dari sudut mana..”
May 22, 2009 at 2:22 am — kita kebiri orang berpoligami rame-rame yuuuu…… ???
===================
dewi:
…yang gw omongin cuma intinya dari suatu hadist yang pernah gw denger…
Rasulullah SAW:
adapun sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram’.”
… “sesungguhnya aku khawatir mereka akan memfitnah putriku.”
berkata Ibnu Abbas Radhiallahuanhuma,”Sebaik-baik Umat ini adalah yang paling banyak istrinya.
HR Bukhori
Pendukung Polyginy
June 21, 2009 at 5:55 pm
to: Jasmine
Sedari doeloe, ikhtilaf selalu ada, bahkan zaman Rasulullah SAW pun perselisihan sering terjadi. Ketika mereka berselisih, mereka mendatangi Rasul SAW, kemudian Rasul SAW lah yang mendamaikan. Setelah Rasul SAW tidak ada maka, memang Ibnu Abbas RA tempat bertanya, namun di jaman sekarang jika ada perselisihan, maka hendaknya dkembalikan pada Al-qur’an dan Al-hadist. Dan bagi hukum yang belum jelas hukumnya pada al-qur’an dan al-hadist,maka dilakukan ikhtilat dan qiyas, jika benar nilainya dua, jika salah maka nilainya satu.
Begitu banyak hadist, namun jangan lupa banyak pula hadist palsu yang tidak jelas sanad perawinya.
so..karena saya belum pernah dengar hadist yang anda kutip, tidak ada kewajiban buat saya untuk sama-sama memegang apa yang anda yakini.
pada zaman jahiliyah..laki-laki beristrikan puluhan,datang islam maka dibatasi sampai empat,jadi ayat yang turun boleh beristri sampai empat itu dimaksudkan untuk memperkecil bukan memperbanyak!!
dewi
June 21, 2009 at 8:06 pm
to: jasmine
Rasulullah SAW:
adapun sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram’.”
Arah pembicaraan anda kemana???
Berhati-hatilah dengan hukum, yang sesungguhnya kita sendiri belum paham benar. Jadi kita jangan dogmatis pada suatu hukum.
dewi
June 21, 2009 at 8:18 pm
to: jasmine
Saya kira, kita harus sama-sama lagi menggali ilmu islam..yah!!
dewi
June 21, 2009 at 8:23 pm
to:jasmine
Rasulullah SAW: “bukan golonganku siapa yang tidak mau menikah”
Lagian syapa yang yang ga mau awin?tapi g mesti ma swami orang kan??!
dewi
June 21, 2009 at 8:37 pm
to: Jasmine
Maaf y dear, salah post comment..seharusnya to pendukung poliginy
dewi
June 21, 2009 at 8:41 pm
To: Pendukung polyginy
Sedari doeloe, ikhtilaf selalu ada, bahkan zaman Rasulullah SAW pun perselisihan sering terjadi. Ketika mereka berselisih, mereka mendatangi Rasul SAW, kemudian Rasul SAW lah yang mendamaikan. Setelah Rasul SAW tidak ada maka, memang Ibnu Abbas RA tempat bertanya, namun di jaman sekarang jika ada perselisihan, maka hendaknya dkembalikan pada Al-qur’an dan Al-hadist. Dan bagi hukum yang belum jelas hukumnya pada al-qur’an dan al-hadist,maka dilakukan ikhtilat dan qiyas, jika benar nilainya dua, jika salah maka nilainya satu.
Begitu banyak hadist, namun jangan lupa banyak pula hadist palsu yang tidak jelas sanad perawinya.
so..karena saya belum pernah dengar hadist yang anda kutip, tidak ada kewajiban buat saya untuk sama-sama memegang apa yang anda yakini.
pada zaman jahiliyah..laki-laki beristrikan puluhan,datang islam maka dibatasi sampai empat,jadi ayat yang turun boleh beristri sampai empat itu dimaksudkan untuk memperkecil bukan memperbanyak!!
Rasulullah SAW:
adapun sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram’.”
Arah pembicaraan anda kemana???
Berhati-hatilah dengan hukum, yang sesungguhnya kita sendiri belum paham benar. Jadi kita jangan dogmatis pada suatu hukum.
Saya kira, kita harus sama-sama lagi menggali ilmu islam..yah!!
Rasulullah SAW: “bukan golonganku siapa yang tidak mau menikah”
Lagian syapa yang yang ga mau awin?tapi g mesti ma swami orang kan??!
dewi
June 21, 2009 at 8:45 pm
@ Pendukung polyginy: kayanya yang kamu kutip tu bukan postingan saya deh…
@ Dewi: wedew…sampe bingung waktu pertama baca…perasaan dah ga posting komen lagi setelah yang terakhir tu…it’s ok dear…
Jasmine
June 21, 2009 at 11:39 pm
dewi:
Arah pembicaraan anda kemana???
Waduh, gak ngerti juga, baca lagi deh… dengan seksama…penuh pehartian…penuh konsentrasi…
jgn pake facebook-an..:-D
Pendukung Polyginy
June 22, 2009 at 11:00 am
dewi:
…maka hendaknya dkembalikan pada Al-qur’an dan Al-hadist.
Lah… tuh dah tau, kok ngotot sampai berOTOT (kayak Ade Rai dong).
pantesan namanya An Nissa… bukan Ar Roatan…
Pendukung Polyginy
June 22, 2009 at 11:13 am
dewi:
Begitu banyak hadist, namun jangan lupa banyak pula hadist palsu yang tidak jelas sanad perawinya.
Morpheus: What is real? How do you define real?
Me : What is palsu? How do you DEFINE palsu?
Pendukung Polyginy
June 22, 2009 at 11:47 am
to: Pendukung Polyginy
yaelah cape nian ngomong ama tembokk!malez ahh..kalo g bisa jawab jangan jadi kemayu and ngacapruk gitu donk ngomongnya!!!
Jangan2 lo doyan kawin ya..mpe segitunya membela poligami..hayo ngaku!!
dewi
June 23, 2009 at 9:51 pm
to: Pendukung Polyginy
makanya belajar mustholah hadist yuk…biar kita jadi ga sok tau!!!
dewi
June 23, 2009 at 10:05 pm
dewi:
yaelah cape nian ngomong ama tembokk!malez ahh…
Ya udah kalau lo cape.
————————–
dewi:
…== kalo g bisa jawab == jangan jadi kemayu and ngacapruk gitu donk ngomongnya!!!
??
——————–
dewi :
Jangan2 lo doyan kawin ya…
Al-Ghazali: nikah adalah salah satu kenikmatan surga yang dipinjamkan Tuhan di dunia
—————
dewi:
… biar kita jadi ga sok tau!!!
kita = aku + kamu ===> jadi kita sok tahu.
hmmm….
Pendukung Polyginy
June 27, 2009 at 2:18 pm
sebagai orang muslim kita wajib melestarikan sunah2 Rosulullah.dan sunah rosul yang mau punah adalah poligami
asen
June 29, 2009 at 12:25 pm
asen:
…sunah rosul yang mau punah adalah poligami
perhitunganku juga begitu.
Pendukung Polyginy
June 29, 2009 at 7:01 pm
Jasmine:
kayanya yang kamu kutip tu bukan postingan saya deh…
maaf yaa, maklum bandwidth sempit, jadi aku buru2 posting nih he.. he..
==========================
Dewi:
I just..from brokenhome family..becoz of poligami!!
Dewi…, kita sama2 dari brokenhome, cuma bedanya aku dari keluarga monogamy (Katholik).
Aku sendiri Mualaf, dulu aku juga menentang polygyny karena menyakiti perasaan wanita.
Tapi setelah mempelajari Islam, aku jadi tahu kenapa polygyny itu HALAL.
Pendukung Polygyny
July 2, 2009 at 1:24 pm
@ Pendukung polyginy: Oks oks…no problem
Aku juga produk broken home, karna poligami, Islam lagi.
Cuma nggak manfaat banget deh kalo tiap orang mendukung poligami aku katain dodol…ga paham agama…sok tau…etc…apalagi ngebiri…waaah…nanti aku dipenjara dunk…nggak asik ah…
Jasmine
July 2, 2009 at 4:20 pm
Jasmine:
Cuma nggak manfaat banget deh kalo tiap orang mendukung poligami aku katain dodol…
Yeah, kamu benar.
Mau dimadu/tidak itu kan pilihan, yg aku heran knapa mereka mesti ngelarang yg MAU untuk dimadu.
Pendukung Polygyny
July 2, 2009 at 5:35 pm
@Pendukung polyginy: ho oh…kenapa ya…?
Jasmine
July 2, 2009 at 8:03 pm
g tau…
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 12:57 pm
to: jasmine
Cuma nggak manfaat banget deh kalo tiap orang mendukung poligami aku katain dodol…ga paham agama…sok tau…etc…apalagi ngebiri…waaah…nanti aku dipenjara dunk…nggak asik ah…
nyindir niii….
kukira sudah takada dendam diantara kita, hehe..
dewi
July 3, 2009 at 2:42 pm
to: asen
sebagai orang muslim kita wajib melestarikan sunah2 Rosulullah.dan sunah rosul yang mau punah adalah poligami
so teu ahh!!!
dewi
July 3, 2009 at 2:44 pm
to: asen
sebagai orang muslim kita wajib melestarikan sunah2 Rosulullah.dan sunah rosul yang mau punah adalah poligami
so teu ahh!!!capek dechh..
dewi
July 3, 2009 at 2:52 pm
buat Dewi;
semoga keterangan di bawah ini membantu Dewi memahami polygyny:
HADIS
HR Bukhari: === Abu Yam’n meriwayatkan kepada kami dari Syu’aib dari Zuhri dia berkata, Ali ibn Husain meriwayatkan
kepadaku bahwa Miswar ibn Makhramah berkata ====,
Sesungguhnya Ali meminang anak perempuan Abu Jahal. Kemudian Fatimah mendengar tentang hal itu lalu kemudian dia
datang kepada Rasulullah s.a.w. dan berkata, “Kaummu mengira bahwa kamu tidak marah karena putri-putrimu. …
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 3:20 pm
Dan ini Ali (ingin) menikahi anak perempuan Abu Jahal.” Lalu Rasulullah s.a.w. berdiri, maka dia pun berdiri.
Kemudian aku mendengarkan Beliau ketika mengucapkan tasyahhud (seperti pada khutbah) dan berkata,
“Amma Ba’d, Aku telah menikahkan Abu ‘Ash ibn Rabi’ kemudian dia berbicara kepadaku dan jujur kepadaku.
Dan sesungguhnya Fatimah adalah darah dagingku dan aku tidak senang ada sesuatu yang menyakitinya.
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 3:32 pm
Dan sesungguhnya aku tidak mengharamkan apa yang halal dan tidak menghalalkan apa yang haram.
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 3:44 pm
Akan tetapi, demi Allah, tidak berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah selama-lamanya.”
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 4:02 pm
HALICE SYMBOL
Dewi, chalice (cawan/piala/cangkir) adalah female symbol.
coba kamu gambar segitiga yg ujungnya menghadap ke bawah (chalice symbol).
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 4:14 pm
CHALICE SYMBOL
Dewi, chalice (cawan/piala/cangkir) adalah female symbol.
coba kamu gambar segitiga yg ujungnya menghadap ke bawah (chalice symbol).
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 4:15 pm
lalu di dalam segitiga itu gambarkan segitiga yg ujung menghadap ke atas (blade symbol / MALE SYMBOL).
Nah.., sekarang lihat gambar itu, ada 4 segitiga bukan. blade diapit 2 chalice (polygyny symbol), dibawahnya 1 chalice (single female symbol).
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 4:16 pm
@Dewi:
No offense dear…aku tau persis gimana rasanya hidup dalam keluarga poligami. Lima tahun pertama usiaku, aku tinggal di rumah besar kakekku yang menurutku poligamist yang sukses, 3 istrinya perempuan2 hebat yang akur…satu guru math, satu penari klasik istana presiden, satu politisi…weleh…
Bapakku poligamist yang gatot…he he he…keluarga jadi cerai berai, aku selesai kuliah atas biaya sendiri meskipun satu semester kuliah satu semester kerja, no problem…bukan salah poligaminya, tapi pelakunya…hanya ujian dari Allah, aku memaki dunia pun mereka ga akan tau rasanya dan ga akan membuat lukaku sembuh…so I prefer to take it lightly…AND…I am a second wife now…! Dilamarkan dan diyakinkan untuk mau menikah oleh istri pertama and we get along very well, al hamdu lillah…it’s a blessing from Allah. Aku justru belajar buuuaaanyak tentang agama dari perempuan hebat ini. She is one remarkable woman although she is mualaf.
So I really hope Allah will give you peace in your heart. Amin. Life is too precious to be spent in anger.
@ Pendukung Polygyny:
Aku sering coba posting hadith ini secara lengkap tapi pas mau diposting koq ga pernah bisa ya…?
Jasmine
July 3, 2009 at 4:20 pm
Kesimpulan:
kedudukan 2 wanita yg dimadu lebih tinggi dibanding perempuan lajang.
Insya Allah keterangan di atas juga bisa membantu semua pihak.
thanks
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 4:20 pm
Jasmine:
Aku sering coba posting hadith ini secara lengkap tapi pas mau diposting koq ga pernah bisa ya…?
dah gpp, aku yg wakilin.
mungkin bandwidth yg sempit atau pilih2 posting
)
Pendukung Polygyny
July 3, 2009 at 4:29 pm
Tes…..
Muhammad Firman
July 6, 2009 at 10:03 pm
kalau takut menampilkan postingku…. ya …. sudah… biar yang punya blog ini saja yang baca!!!
Muhammad Firman
July 6, 2009 at 10:18 pm
Nah …. Inilah akibat anda-anda semua sangat percaya kalau al qur’an anda itu adalah wahyu langsung dari Allah kepada Muhammad. Padahal al qur’an anda itu hanya buatan Zaid bin Tsabit atas perintah Khalifah Abu Bakar yang diprakarsai oleh Umar bin Khatab dan disahkan oleh Khalifah Utsman bin Affan… jadi anda-anda bingung semua tentang poligami. Padahal kalau namanya wanita yang masih waras…. Pasti tidak mau dipoligami. Hanya wanita yang sudah tidak waras yang senang dipoligami karena sudah didoktrin dengan alasan agama.
Kalau laki-laki yang mendukung poligami, karena menggunakan kesempatan …. Mumpung Muhammad melakukan poligami…. untuk memuaskan nafsu sexnya yang besar. Jadi, itu semua akibat anda-anda terlalu mengkhultuskan Nabi Muhammad. Padahal penulis artikel di blog ini sendiri sudah melihat, bagaimana Muhammad yang anda-anda agungkan itu, untuk anaknya Fatimah dia tidak rela dipoligami…. Tapi …. Muhammad sendiri mempoligami anak orang lain… edan khan???? Nabi anda Nabi Muhammad yang anda tiru untuk poligami itu pun pernah stres ngadapi istri-istrinya yang banyak itu sehingga dia tidak pergi ke Mesjid, dan mengasingkan diri dengan seorang bujangnya di sebuah gubuk derita tanpa ada makanan apa-apa, hanya kulit kacang yang digantung dan di tulang rusuknya yang sudah tua itu terlihat bekas tikar bekas tempat tidurnya. Kalau anda-anda mau stres seperti nabi anda yang jago mengoleksi istri itu, silakan teruskan berpoligami. Resiko tanggung sendiri.
Inilah kisah hidup Muhammad ketika Istri-istrinya saling cemburu dan Muhammad menjadi stresssss!!!!!
Muhammad Firman
July 6, 2009 at 10:20 pm
tes
Muhammad Firman
July 6, 2009 at 10:27 pm
ISTRI-ISTRI MUHAMMAD SALING CEMBURU
Berikut ini saya kutip cerita tentang Muhammad dalam “Sejarah Hidup Muhammad” hal. 491-499, tulisan Muhammad Husain Haekal yang diterbitkan oleh P.T. Pustaka Litera AntarNusa, Bogor. Nabi Muhammad yang terkenal “ahli” mengoleksi istri, pernah pusing menghadapi istri-istrinya karena mereka saling cemburu.
Ketika Zainab putri Nabi Muhammad wafat, hatinya sangat sedih sekali. Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Kopti, Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para Nabi, para hanif yang patuh kepada Tuhan.
Muhammad Firman
July 6, 2009 at 10:28 pm
@ Muhammad Firman
Dilihat dari nama anda, anda adalah seorang muslim! Tapi apa begitu sikap seorang muslim yang mengaku “Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”.
Jika anda bukan muslim, tidak semestinya anda menjelek-jelekkan agama lain! Untukmu agamamu dan untukku agamaku!!
dewi
July 7, 2009 at 12:30 am
to: pendukung poligyny
Mau dimadu/tidak itu kan pilihan, yg aku heran knapa mereka mesti ngelarang yg MAU untuk dimadu.
Mereka tidak melarang yang mau untuk di madu, mereka hanya ikut merasakan bagaimana sakitnya jika hal itu menimpa mereka. Mungkin ada yang mau dimadu, tapi mungkin tidak untuk pihak yang lain. Bagaimana rasa sakit itu pasti ada, bohong kalo tidak ada cemburu. Karena cemburu dan cinta itu selalu ada bersamaan!!
dewi
July 7, 2009 at 12:45 am
to: Jasmine
Setiap manusia punya hati yang berbeda sis! Beruntung Allah menjadikan hidupmu indah dalam keikhlasan yang tidak semua orang bisa meraihnya termasuk diriku.
Jika itu terjadi padaku..aku rasa aku tidak akan pernah ikhlas, terlebih aku orang yang gampang putus asa, poligami hanya akan jadi madharat dalam hidupku!Bagiku..aku rasa ibadah itu luas tidak mesti harus rela di poligami.Dalam hidupku aku hanya ingin menikah sekali dengan satu-satunya suami yang hanya untukku.
Terkecuali aku tidak pernah mencintai suamiku, bodo amatlah dia mau kawin lagi juga, aku malah tertolong dan yang penting aku dinafkahi.Begitulah..pernikahan tanpa cintapun akan membuatku jahat, hanya menginginkan uang tanpa kerja, hehe..canda denk!
Jika watak lelaki selalu ingin poligami, aku pikir itupun terjadi pada perempuan.Perempuan cenderung punya keinginan untuk poliandri, hanya saja tersirat ato tidak langsung. Buktinya ada yang punya pacar lebih dari satu, dan cenderung gonta-ganti pacar. Jangan lupa nafsu wanita itu lebih banyak dari laki-laki. Jika wanita bisa menjaga 9 nafsunya dengan 1 akal, lalu kenapa lelaki tidak bisa menjaga 1 nafsunya dengan 9 akal??
dewi
July 7, 2009 at 1:09 am
to: pro poligamy
poligami??fine..but not for me!!good 4u, not 4me!great in u’r opinion, but not in my opinion! we are different each other!But if Islam is u’r life..so do I!
dewi
July 7, 2009 at 1:33 am
To: Muhammad Firman
Rasullullah menikah dengan maksud menolong janda-janda yang telah berusia tua yang ditinggal mati para suaminya di medan perang. Jadi bukan bermaksud mengoleksi wanita. Jika memang berniat busuk yaitu hanya untuk mengoleksi wanita seperti yang anda katakan, kenapa harus janda-janda tua untuk dijadikan istri beliau padahal seorang penguasa seperti Rasul bisa saja memperistri banyak perawan. Tapi buktinya yang dinikahi Rasul SAW, hanya Siti Aisyah RA yang masih perawan. Jadi tolong Jaga omongan anda!
dewi
July 7, 2009 at 1:43 am
Dewi:
Mereka tidak melarang yang mau untuk di madu, mereka hanya….
Dewi, mereka bukan hanya… tapi juga mengusulkan untuk mempidanakan pelaku polygyny.
Pendukung Polygyny
July 8, 2009 at 5:10 pm
Dewi:
…bohong kalo tidak ada cemburu.
setengah benar, karena ada juga yg tidak cemburu…
tapi kalau ada yg cemburu dan dia bisa memendam rasa cemburunya, itulah bentuk ibadahnya.
Pendukung Polygyny
July 8, 2009 at 6:04 pm
Dewi:
Jika wanita bisa menjaga 9 nafsunya dengan 1 akal, lalu kenapa lelaki tidak bisa menjaga 1 nafsunya dengan 9 akal??
maksudnya bukan begitu, akan tapi adalah seorang lelaki harus bisa gunakan akalnya untuk memimpin wanita.
jaman sekarang lelaki yg monogami kebanyakan tidak gunakan akalnya. yang baru kutahu ada di 3 suku di indonesia?
Pendukung Polygyny
July 8, 2009 at 7:13 pm
Muhammad Firman:
bla…bla…bla…
Pendukung Polygyny
July 8, 2009 at 7:19 pm
to: pendukung polygyny
Dewi, mereka bukan hanya… tapi juga mengusulkan untuk mempidanakan pelaku polygyny.
mungkin berlaku buat PNS x ya..soalnya ntar pemerintah kewalahan ngasih pensiun buat istri2 mereka hehehe..
dewi
July 9, 2009 at 10:51 am
to:endukung polygyny
setengah benar, karena ada juga yg tidak cemburu…
tapi kalau ada yg cemburu dan dia bisa memendam rasa cemburunya, itulah bentuk ibadahnya.
ibadah itu luas, g mesti harus jadi menahan rasa cemburu, memangnya didunia cuma ada cowok satu! wanita jaman sekarang kan bekerja jadi tidak mengandalkan duit dari suami, bekerja dan menghasilkan uang untuk membantu swami juga itu bentuk ibadah..
dewi
July 9, 2009 at 10:54 am
to: pendukung polygyny
sorry nich cuma becanda..
gini y..misalkan ada seorang kakek tua tapi kaya yang ingin menikahi wanita muda, saya kir itu si kakek wajib poligami dech, boro-boro cemburu, liatnya juga eneuk kalee!Malahan y mending cepet mati aza biar buru2 bagi hasil warisan.
Ato kalo ada cowok jelek tapi kaya pengen poligami, boleh-boleh, yang banyak sekalian biar dapet giliran nya setengah hari kalo bisa, wah ladang ibadah tuh..kan ridho dipoligami hahaha…
dewi
July 9, 2009 at 11:01 am
to: pendukung polyginy
maksudnya bukan begitu, akan tapi adalah seorang lelaki harus bisa gunakan akalnya untuk memimpin wanita.
jaman sekarang lelaki yg monogami kebanyakan tidak gunakan akalnya. yang baru kutahu ada di 3 suku di indonesia?
Adakah lelaki yang sama seperti Rasulullah SAW?
dewi
July 9, 2009 at 11:08 am
y ampyun…ngetik banyak-banyak seh ko g ditampilkan seh..cape tau ngetiknya..grrrrrr…
dewi
July 9, 2009 at 11:32 am
seandainya Rosulullah hidup sekarang,maka banyak yang menentang beliau.Rosulullah lebih tahu dari komentar2 yang ada.klau poligami tidak baik,maka Rosulullah tidak akan poligami.apakah anda lebih baik daripada Rosulullah????Rosulullah yang poligami jelas masuk surga.para sahabat dan wali-wali Allah yang masuk surga pada poligami.dan gak ada wali Allah yang menentang poligami.bagaimana dengan anda yang menentang poligami???apakah anda masuk surga???
asen
July 9, 2009 at 1:02 pm
Dewi:
- mungkin berlaku buat PNS x ya..
- ….Malahan y mending cepet mati aza biar buru2 bagi hasil warisan.
-siapa bilang.
-berharap boleh saja, asal jangan mendoakan, apalagi mensegerakan.
Pendukung Polygyny
July 9, 2009 at 4:49 pm
Dewi:
Adakah lelaki yang sama seperti Rasulullah SAW?
Asen:
Rosulullah yang poligami jelas masuk surga.para sahabat dan wali-wali Allah yang masuk surga pada poligami.dan gak ada wali Allah yang menentang poligami., pinjem
Aku: idem ama Asen
Pendukung Polygyny
July 9, 2009 at 5:08 pm
Dewi:
wanita jaman sekarang… bekerja dan menghasilkan uang untuk membantu swami juga itu bentuk ibadah..
Dewi:
ibadah itu luas, g mesti harus (bekerja dan menghasilkan uang untuk membantu swami…)
=================
Dewi:
memangnya didunia cuma ada cowok satu!
Aku: tenang sekarang 1 cowok : 4 cewek, jadi kamu masih dapat bagian biarpu yg ke 4.
Pendukung Polygyny
July 9, 2009 at 5:22 pm
to: asen
seandainya Rosulullah hidup sekarang,maka banyak yang menentang beliau.Rosulullah lebih tahu dari komentar2 yang ada.klau poligami tidak baik,maka Rosulullah tidak akan poligami.apakah anda lebih baik daripada Rosulullah????Rosulullah yang poligami jelas masuk surga.para sahabat dan wali-wali Allah yang masuk surga pada poligami.dan gak ada wali Allah yang menentang poligami.bagaimana dengan anda yang menentang poligami???apakah anda masuk surga???
Akan datang suatu zaman dimana orang mencari dalil untuk pembenaran dirinya. Andalah salah satunya.
Mungkin ini tanda-tanda akhir zaman ya..
Sekedar berpendapat c ga apa-apa, tapi anda sudah masuk pada tahap mengada-ngada!
Rasul juga manusia..apakah ada perintah bahwa poligamilah kamu sekalian maka Allah akan memasukkanmu pada golongan yang beruntung?g ada kan!
dewi
July 9, 2009 at 9:51 pm
asen:
Rosulullah yang poligami jelas masuk surga.para sahabat dan wali-wali Allah yang masuk surga pada poligami.dan gak ada wali Allah yang menentang poligami., pinjem
pendukung polygyny:
idem ama Asen
yang begini ini nih oknum agama!!yang begini bisa mengundang salah sangka dari non muslim terhadap islam! contohnya saja Mr. Muhammad Firman ini..
dewi
July 9, 2009 at 9:54 pm
Shalawat serta salam pada jungjungan kita Nabi besar Rasululullah SAW..
Di akhir zaman ini, kehidupan pribadi beliau malah dijadikan contoh buruk oleh umatnya.
Wallahu’alam..
dewi
July 9, 2009 at 9:58 pm
si polygyny: tenang sekarang 1 cowok : 4 cewek, jadi kamu masih dapat bagian biarpu yg ke 4.
no thanks mas..kutunggu jnajahmu..hehehe..canda!
dewi
July 9, 2009 at 10:00 pm
to dewi :
….sebagai orang muslim kita wajib melestarikan sunah2 Rosulullah.dan sunah rosul yang mau punah adalah poligami
so teu ahh!!!capek dechh..
coba aja di liat apakah dari 1000 pasangan suami istri ada 1 orang yang berpoligami????
itu berarti udah mau punah neng.
kewajiban kita sebagai orang muslim tuk melestarikan poligami.
asen
July 10, 2009 at 10:14 am
to dewi :
seandainya Rosulullah hidup sekarang,maka banyak yang menentang beliau.Rosulullah lebih tahu dari komentar2 yang ada.klau poligami tidak baik,maka Rosulullah tidak akan poligami.apakah anda lebih baik daripada Rosulullah????Rosulullah yang poligami jelas masuk surga.para sahabat dan wali-wali Allah yang masuk surga pada poligami.dan gak ada wali Allah yang menentang poligami.bagaimana dengan anda yang menentang poligami???apakah anda masuk surga???
Akan datang suatu zaman dimana orang mencari dalil untuk pembenaran dirinya. Andalah salah satunya.
Mungkin ini tanda-tanda akhir zaman ya..
Sekedar berpendapat c ga apa-apa, tapi anda sudah masuk pada tahap mengada-ngada!
bukan mengada-ada.anda sendiri yang tidak paham ilmu sehingga ngawur menempatkan suatu hadist.
ilmu agama tidak bisa hanya di fahami dengan otak dan nalar.karena otak dan nalar bisa menyesatkan.kita diberi otak untuk berfikir,tp jangan percaya sama otak.
asen
July 10, 2009 at 10:21 am
to dewi :
seandainya Rosulullah hidup sekarang,maka banyak yang menentang beliau.Rosulullah lebih tahu dari komentar2 yang ada.klau poligami tidak baik,maka Rosulullah tidak akan poligami.apakah anda lebih baik daripada Rosulullah????Rosulullah yang poligami jelas masuk surga.para sahabat dan wali-wali Allah yang masuk surga pada poligami.dan gak ada wali Allah yang menentang poligami.
mungkin anda juga akan menentang Rosulullah jika Rosulullah hidup di jaman sekarang.
Buktinya anda sekarang menentang poligami….
asen
July 10, 2009 at 10:25 am
Dewi:
..kutunggu jnajahmu..hehehe..canda!
gpp asal aku husnul khatimah.
tinggalkan dunia yg menyebalkan. gak ding.
Dewi:
kehidupan pribadi beliau malah dijadikan contoh buruk oleh umatnya.
yg mana, polygyny-nya? hati-hati Dewi.
Pendukung Polygyny
July 10, 2009 at 1:53 pm
Asen:
kewajiban kita sebagai orang muslim tuk melestarikan poligami.
waduhh.. kalau wajib, kasian aku yg gak kuat nih.
Pendukung Polygyny
July 10, 2009 at 3:18 pm
Dewi:
yang begini ini nih oknum agama!!yang begini bisa mengundang ===salah sangka=== dari non muslim terhadap islam!
maksudnya non muslim salah sangka bahwa polygyny halal dalam Islam.
Mereka memang tidak salah sangka, kan sudah ditegaskan di surat An Nisaa ayat 3.
Oknum agama?
gini aja, bagaimana menurutmu:
pria: kebenaran adalah kebenaran.
perempuan : kebenaran adalah yang membuat aku nyaman.
Pendukung Polygyny
July 10, 2009 at 3:55 pm
Orang bodoh tapi taat itu lebih berbahaya looh..
dewi
July 10, 2009 at 8:44 pm
to: pendukung polygyny
kehidupan pribadi beliau malah dijadikan contoh buruk oleh umatnya.
yg mana, polygyny-nya? hati-hati Dewi.
maZ..syapa bilang kehidupan pribadi beliau buruk..baca yang teliti yaah..
dewi
July 10, 2009 at 8:46 pm
to: asen
Asen:
kewajiban kita sebagai orang muslim tuk melestarikan poligami.
waduhh.. kalau wajib, kasian aku yg gak kuat nih.
Duuuh..macem orang bodoh beginih..ada di sini..dia mendebat berdasar keinginan nafsunya sendiri..
dewi
July 10, 2009 at 8:50 pm
to: asen
coba aja di liat apakah dari 1000 pasangan suami istri ada 1 orang yang berpoligami????
itu berarti udah mau punah neng.
kewajiban kita sebagai orang muslim tuk melestarikan poligami.
hahahahahahaha……….capek dechhhhhhh, otak udang ach!!!!
dewi
July 10, 2009 at 9:03 pm